Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

“POSTLINE PENASARAN”: PENDEKATAN OFFLINE DAN ONLINE UNTUK MENURUNKAN ANGKA PERNIKAHAN DINI Fauzie, Rifqie; Wardah, Aniqoh Raudlatul; Sari, Indah Komala; Suswardany, Dwi Linna
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemberdayaan masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran guna mencegah pernikahan dini dan membentuk pendidik sebaya pada masyarakat Desa Jrakah, Selo, Boyolali. Postline Penasaran (Pos offline dan online Pelayanan Remaja Sadar Kesehatan) menggunakan pendekatan inovatif dengan mengkombinasikan intervensi secara offline dan online yang mengikuti budaya setempat terkini dalam berkomunikasi. Pendekatan offline dilakuk an dengan memberikan penyuluhan tatap muka dan diskusi bersama kelompok orang tua dan remaja, pembentukan pendidik sebaya, serta penyediaan tempat di Kantor Desa sebagai tempat diskusi dilengkapi koleksi buku kesehatan reproduksi. Pembentukan grup Whatsapp sebagai saluran peningkat akses terhadap literatur kesehatan reproduksi yang dijalankan oleh pendidik sebaya di bawah supervisi tim pengabdian dipilih sebagai pendekatan online program pengabdian ini. Pengabdian ini menunjukkan indikator keberhasilan program yang menjanjikan dan berkelanjutan, seperti kesediaan 33 pendidik sebaya baik orang tua maupun remaja menjadi pendidik sebaya yang aktif, inisiatif para pendidik sebaya untuk membuat visi, misi, dan rencana aksi kegiatan selanjutnya, serta dukungan kuat pimpinan setempat dalam bentuk SK pendidik sebaya dari Kepala Desa Jrakah dan SK program inovatif dari Kepala Puskesmas Selo. Program Postline Penasaran ini telah dipilih menjadi kegiatan inovatif Puskesmas Selo dan akan diterapkan pada desa-desa di wilayah kerja Puskesmas Selo. Kombinasi pendekatan offline, online, dan pendidik sebaya orang tua dan remaja telah meningkatkan jangkauan promosi kesehatan yang dapat diduplikasikan ke area yang lebih luas.
Karakteristik Orang Tua Pada Bayi Stunting Usia 6-24 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Selo Kabupaten Boyolali Sari, Indah Komala; Wardah, Aniqoh Raudlatul; Suswardany, Dwi Linna
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 11th University Research Colloquium 2020: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting merupakan salah satu masalah gizi pada balita yakni panang badantinggi badan bayi kurang dari -2 SD. Indonesia berada di peringkat tiga untuk masalah stunting sebesar 36,4% pada wilayah Regional Asia Tenggara tahun 2015-2017. Data dari Dinas Kesehatan Jawa Tengah kejadian stunting mencapai 28%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik orang tua bayi stunting usia 6-24 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Selo Kabupaten Boyolali. Metode penelitian deskriptif dan pengumpulan data melalui wawancara menggunakan kuesioner terstruktur dengan sampel sebanyak 139 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik orang tua bayi stunting banyak terjadi pada ibu usia aman (71,4%), 9 tahun pendidikan (87,8%), tidak memiliki BPJS (44,6%), pekerjaan petani (64,7%), sedangkan pada ayah pada usia aman (77,1%), 9 tahun pendidikan (85,6%), tidak memiliki BPJS (52,5%), pekerjaan petani (81,3%). Berdasarakan hasil penelitian tersebut peran Puskesmas sangat diperlukan untuk penunjang dan menurunkan angka stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Selo Kabupaten Boyolali.
Hubungan Karakteristik Demografi dan Pengetahuan dengan Minat Kunjungan Pasien Umum ke Pelayanan Kesehatan Tradisional di Puskesmas Sawit Hasna Labibatunnisa Mustofa; Dwi Linna Suswardany
Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Vol. 7 No. 5 (2025): RESLAJ: Religion Education Social Laa Roiba Journal
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/reslaj.v7i5.7114

Abstract

Traditional health services in Indonesia continue to experience increased utilization, but there are still challenges in terms of accessibility and public understanding. Previous research has shown that there is a relationship between demographic characteristics and knowledge and patient interest in visiting, but there have not been many similar studies conducted in Boyolali Regency. Therefore, this study aims to analyze the relationship between gender, age, education level, and knowledge with general patient interest in visiting traditional health services at the Sawit Health Center, Boyolali. This study is an observational quantitative research with a cross-sectional design. A total of 95 patients were selected as samples using the convenience sampling method. The data were analyzed using the Pearson correlation test for numerical data and the Chi-square test for categorical data. The results showed that there was no significant relationship between gender and interest in visiting (p=0.402). Age (p<0.0001) and education level (p<0.0001) had a significant relationship with visiting interest, whereas older age and higher education tended to have more visiting interest. Knowledge also had a very strong correlation with patient interest in visiting (r=0.916, p<0.0001), indicating that the higher the level of knowledge of patients about traditional health services, the greater their interest in visiting the service. In conclusion, age, education level, and knowledge had a positive effect on the interest of general patients, while gender did not have a significant influence on patients' interest in visiting traditional health services at the Sawit Health Center
PEMBERIAN EDUKASI STUNTING DAN PENDAMPINGAN PEMBUATAN TEPUNG LELE BAGI KADER POSYANDU DI PACITAN, JAWA TIMUR Werdani, Kusuma Estu; Suswardany, Dwi Linna; Mustikaningrum, Fitriana
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 5 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i5.25791

Abstract

Abstrak: Kader posyandu memiliki peran yang sangat penting dalam upaya pencegahan stunting. Adanya potensi kandungan gizi dalam ikan lele yang kaya protein dan dapat diolah menjadi berbagai macam makanan, perlu dikenalkan kepada kader posyandu. Selain itu, edukasi secara rutin dan komprehensif kepada kader posyandu sangat terbatas untuk diselenggarakan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk memberikan edukasi tentang stunting dan pelatihan pembuatan tepung lele bagi kader posyandu di wilayah kerja Puskesmas Pacitan. Metode PkM yang digunakan adalah ceramah dengan menggunakan media visual. Peserta kegiatan PkM ini adalah kader posyandu aktif dari tiga desa (Mentoro, Menadi, Purworejo) sebanyak 64 orang. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kader posyandu tertarik dengan proses pembuatan dan hasil olahan tepung lele yang dapat dijadikan sebagai variasi makanan tambahan (PMT) bagi balita. Sistem evaluasi menggunakan pre-test dan post-test dengan metode angket. Hasil analisis statistik pengukuran pengetahuan kader posyandu sebelum dan sesudah diberikan edukasi menunjukkan hasil yang signifikan (p-value= <0,0001) dengan peningkatan rerata pengetahuan dari 79,61 menjadi 88,44. Rekomendasi diberikan kepada bidan desa dan puskesmas untuk memberikan edukasi dan pendampingan dalam penanganan stunting, terutama keterampilan dalam pembuatan makanan tambahan (PMT) bagi kelompok berisiko stunting.Abstract: The integrated post-service (called 'posyandu') cadres have a significant role in efforts to prevent stunting. The potential nutritional content of catfish, which is rich in protein and can be processed into various types of food, must be introduced to the posyandu cadres. In addition, routine and comprehensive education for posyandu cadres is minimal. This community service (PkM) activity aims to provide education about stunting and training in making catfish flour for posyandu cadres in the Pacitan Health Center work area. The PkM method used is a lecture using visual media. The activity results showed that posyandu cadres were interested in making and processing catfish flour, which can be used as a variation of additional food (PMT) for toddlers. The statistical analysis results of the measurement of posyandu cadre knowledge before and after being given education showed significant results (p-value = <0.0001) with an increase in average knowledge from 79.61 to 88.44. Recommendations are given to village midwives and health centers to provide education and assistance in handling stunting, especially skills in making additional food (PMT) for groups at risk of stunting.
Kelayakan desain dan daya tarik media poster promosi cek kesehatan gratis pada pengemudi becak Brilianti, Alya Anugrahayu; Suswardany, Dwi Linna
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 12 (2026): Volume 19 Nomor 12
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i12.2686

Abstract

Background: Low participation in the free health checkup (CKG) program among pedicab drivers is a significant public health challenge. Preliminary data indicates a gap: 60% of drivers are aware of the program, but only 20% participate. This gap is caused by limited access to schedule information and low digital literacy. Health promotion through appropriate visual media is crucial to bridge this information barrier. Purpose: Develop and evaluate the design feasibility and appeal of posters promoting free health checkups for pedicab drivers. Method: Research and development (R&D) used a formative evaluation approach to produce effective promotional media. Data were collected from 30 pedicab drivers in the Surakarta City Hall area through a survey of driving and inhibiting factors (n=15) and a media evaluation questionnaire (n=30). The evaluation covered aspects of visual appeal, message clarity, and persuasiveness using a 4-point Likert scale. Results: Scores were very high across all categories, with an average above 3.70, including visual appeal (3.73), message clarity (3.83), and persuasiveness (3.73). The majority of respondents (46.7%) rated the image as the most appealing element. Integrating simple visual media with community-based distribution channels through base coordinators was the most effective strategy. Conclusion: The developed poster proved highly appropriate and engaging for elderly pedicab drivers. Conventional, non-digital visual media remains the most effective instrument for increasing health awareness and participation among populations with limited access to technology.   Keywords: Elderly; Free Health Checkup; Pedicab Drivers; Poster.   Pendahuluan: Rendahnya partisipasi dalam program cek kesehatan gratis (CKG) di kalangan pengemudi becak merupakan tantangan kesehatan masyarakat yang signifikan. Data awal menunjukkan adanya kesenjangan, sebanyak 60% pengemudi mengetahui program tersebut, namun hanya 20% yang berpartisipasi. Hal ini disebabkan oleh kurangnya akses informasi jadwal dan rendahnya literasi digital. Promosi kesehatan melalui media visual yang tepat sangat krusial untuk menjembatani hambatan informasi tersebut. Tujuan: Untuk mengembangkan dan mengevaluasi kelayakan desain dan daya tarik media poster promosi cek kesehatan gratis pada pengemudi becak. Metode: Research and development (R&D) dengan pendekatan evaluasi formatif untuk menghasilkan media promosi yang efektif. Data dikumpulkan dari 30 pengemudi becak di wilayah Balai Kota Surakarta melalui survei faktor pendorong dan penghambat dengan (n=15) dan kuesioner evaluasi media (n=30). Evaluasi mencakup aspek daya tarik visual, kejelasan pesan, dan daya persuasif menggunakan skala Likert 4 poin. Hasil: Skor yang sangat tinggi pada seluruh kategori dengan rata-rata di atas 3.70, meliputi daya tarik visual (3.73), kejelasan pesan (3.83), dan daya persuasif (3.73). Mayoritas responden (46.7%) menilai gambar sebagai elemen yang paling menarik. Integrasi media visual sederhana dengan jalur distribusi berbasis komunitas melalui koordinator pangkalan menjadi strategi yang paling efektif. Simpulan: Poster yang dikembangkan dinyatakan sangat layak dan menarik bagi pengemudi becak lansia. Media visual konvensional non-digital terbukti tetap menjadi instrumen paling efektif untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi kesehatan pada populasi dengan akses teknologi terbatas.   Kata Kunci: Cek Kesehatan Gratis; Lansia; Pengemudi Becak; Poster.
Desain dan penerimaan pengguna portal posyandu “juara” Surakarta berbasis google site Choironnisa, Pumaya Vintarnauri Tria; Suswardany, Dwi Linna; Utami, Riyani Wahyu
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 12 (2026): Volume 19 Nomor 12
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i12.2687

Abstract

Background: Integrated health service post recording and reporting is a crucial step in improving the efficiency and quality of public health services. Purpose: To analyze the design and user acceptance of the Surakarta “juara” integrated health service portal based on google site. Method: Research and Development with user acceptance evaluation using an online questionnaire with a Likert scale of 1–4. Results: The mean scores for perceived usefulness (3.53), perceived ease of use (3.32), and behavioral intention to use (3.43) were above the midpoint of the scale, indicating positive user acceptance. The majority of respondents found the portal useful in the reporting process and did not report major technical challenges, although a small number of respondents reported issues related to digital literacy, interface design, and the need for feature development. Conclusion: This study indicates that the portal is perceived as useful and relatively easy to use, and has potential for continued use. However, further development and user support are needed for more inclusive and optimal use. Suggestion: Further research is recommended to test the relationship between technology acceptance variables using the TAM or UTAUT model inferentially, as well as adding objective performance indicators, such as login frequency, completeness and timeliness of reporting, input completion time, and error rate.   Keywords: Digital Health System; Google Sites-Based; Integrated Health Service Post Portal; User Acceptance.   Pendahuluan: Digitalisasi pencatatan dan pelaporan posyandu merupakan upaya penting dalam meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan kesehatan masyarakat. Tujuan: Untuk menganalisis desain dan penerimaan pengguna portal posyandu “juara” Surakarta berbasis google site. Metode: Research and Development dengan evaluasi penerimaan pengguna melalui kuesioner daring menggunakan skala Likert 1–4. Hasil: Nilai rata-rata perceived usefulness (3.53), perceived ease of use (3.32), dan behavioral intention to use (3.43) berada di atas titik tengah skala, yang mengindikasikan penerimaan pengguna yang positif. Mayoritas responden menilai portal membantu proses pelaporan dan tidak melaporkan kendala teknis utama, meskipun sebagian kecil responden menyampaikan adanya isu terkait literasi digital, desain antarmuka, dan kebutuhan pengembangan fitur. Simpulan: Penelitian menunjukkan bahwa portal dipersepsikan bermanfaat dan relatif mudah digunakan, serta memiliki potensi untuk digunakan secara berkelanjutan, dengan tetap memerlukan pengembangan lanjutan dan dukungan pengguna agar pemanfaatannya lebih inklusif dan optimal. Saran: Penelitian selanjutnya disarankan untuk menguji hubungan antarvariabel penerimaan teknologi menggunakan model TAM atau UTAUT secara inferensial, serta menambahkan indikator kinerja objektif, seperti frekuensi login, kelengkapan dan ketepatan waktu pelaporan, waktu penyelesaian input, dan tingkat kesalahan (error rate).   Kata Kunci: Berbasis Google Site; Penerimaan Pengguna; Portal Posyandu; Sistem Kesehatan Digital.  
STRATEGI PENAMBAHAN TITIK BARCODE DAN NUDGING UNTUK MENINGKATKAN PARTISIPASI PASIEN DALAM SURVEI KEPUASAN DI RSKGM FKG UI Oktaviana, Vindiani; Suswardany, Dwi Linna; Putra, Nur Adi
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.51984

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan indikator proses berupa tingkat partisipasi dan persepsi kemudahan pengisian survei antara periode sebelum dan sesudah intervensi berupa penambahan titik barcode (QR) dan penerapan nudging pada sampel independen. Metode yang digunakan yakni kuasi-eksperimen kelompok non-ekuivalen (perbandingan kelompok statis) dengan sampel independen (pra n=10; pasca n=10). Intervensi meliputi desain ulang poster barcode dengan nudging serta penambahan titik penempatan di area strategis (CS lantai 1; kasir klinik lantai 2–4; mading/tangga lantai 2–3). Nudging yang diterapkan: (1) point-of-choice prompt (penempatan poster di titik keputusan pasien); (2) ajakan bertindak yang dibingkai, yakni “Ayo bantu kami meningkatkan pelayanan! Scan barcode, klik, isi survei”—untuk menonjolkan arti-penting dan mengarahkan langkah aksi (scan–klik–isi). Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimen perbandingan kelompok statis dengan metode campuran konvergen paralel pada sampel independen (pra n=10, pasca n=10), menggabungkan data kuantitatif survei Likert P1-P6 melalui barcode QR dan data kualitatif ulasan terbuka Google Form. Intervensi meliputi penambahan titik barcode strategis dan nudging "Ayo scan-klik-isi". Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor P1–P6 meningkat dari 17,4 menjadi 18,7 (Δ=+1,3), terbesar pada kemudahan menemukan barcode (P1) dan kejelasan informasi (P4). Partisipasi meningkat pada periode implementasi; Agustus tercatat 49 responden mengisi survei setelah perluasan titik barcode dan sosialisasi. Temuan kualitatif: barcode lebih mudah ditemukan dan proses lebih jelas (selaras dengan salience + simplifikasi). Dalam perbandingan sampel independen, periode pasca intervensi menunjukkan peningkatan kemudahan akses dan survei partisipasi dibandingkan pra intervensi di RSKGM FKG UI. Karena desain non-equivalent groups, inferensi kausal belum dapat ditegakkan; Diperlukan observasi berseri lebih panjang dan/atau kelompok kontrol (seperti: deret waktu terputus, perbedaan-dalam-perbedaan, atau irisan bertahap).