Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Peningkatan Pengetahuan melalui Inovasi Berdasarkan Scientific Evidence di Layanan Kesehatan Dasar di Jawa Tengah melalui Metode Webinar Fitriana Mustikaningrum; Agus Sudaryanto; Dwi Linna Suswardany; Sudrajah Warajati Kisnawaty; Dyah Intan Puspitasari
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 4 No 4 (2024): JAMSI - Juli 2024
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.1213

Abstract

Berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Indonesia (RPJMN) 2020-2024, transformasi sektor jasa, khususnya di bidang layanan kesehatan dapat berjalan dengan baik jika ada peningkatan pada inovasi dan teknologi. Oleh karena itu, pembangunan bidang kesehatan melalui inovasi teknologi yang efektif dan responsif terhadap perubahan kondisi dan kebutuhan kesehatan masyarakat perlu dilakukan. Penelitian di Solo Raya menyatakan bahwa bahwa self efficacy dan inovasi perawat secara signifikan lebih rendah dibandingkan dengan petugas promosi kesehatan. Hasil survey yang dilakukan secara acak terhadap 30 petugas kesehatan di Jawa Tengah menyatakan bahwa 30% petugas kesehatan merasa bingung dan tidak tau cara memulai melakukan inovasi berdasarkan data ilmiah. Oleh karena itu, webinar mengenai inovasi pada petugas kesehatan khususnya perawat dan kesehatan masyarakat sangat penting dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan petugas kesehatan yang diharapkan akan meningkatkan upaya promotif yang lebih tepat sasaran dan memiliki keberhasilan yang tinggi. Webinar dilakukan dengan cara metode online dan materi diberikan dengan power point dan booklet. Pretest dan posttest dilakukan untuk mengetahui peningkatan pengetahuan pada peserta webinar. Hasil pretest dan post test menunjukkan bahwa terjadi peningkatan jawaban yang benar sebanyak 5-15%. Workshop mengenai perencanaan inovasi di tingkat Puskesmas perlu dilakukan untuk mendukung rencana tindak lanjut inovasi guna meningkatkan pelayanan terintegrasi untuk peningkatan pelayanan kesehatan tingkat primer.
Pengaruh Edukasi Pencegahan COVID-19 terhadap Peningkatan Pengetahuan dan Sikap Cuci Tangan pada Siswa di SMK Muhammadiyah Kartasura Kirana, Sahasika Apta; Suswardany, Dwi Linna
Health Information : Jurnal Penelitian Content Digitized
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SARS-CoV-2 or COVID-19 is transmitted through close contact exposure or direct transmission from asymptomatic, asymptomatic, or symptomatic individuals who contain the virus. So preventive measures are needed, such as washing hands properly. Hand hygiene is a barrier to transmission through objects or materials that allows transmission with a lower risk. The research method used is quantitative with a quasi-experimental type of research. In the research, a pretest and posttest were carried out to determine the extent of knowledge and attitudes before and after being given education. There is an influence on the results of the Wilcoxon test with a p-value in the pre-test of 0.009 < 0.05 and in the post-test so that there is an influence of hand washing education using the lecture method on knowledge, Covid-19 prevention education using the lecture method which is based on national defense has an influence on increasing hand washing attitudes in Muhammadiyah Vocational School students with a p-value of 0.037 < 0.05. The results of the research showed that there was a change in the knowledge and attitude values of Muhammadiyah Kartasura Vocational School students so the education provided had an influence on the knowledge and attitudes of Kartasura Muhammadiyah Vocational School students.
Pengolahan Minuman Berkhasiat dari Tanaman Obat Keluarga (Toga) untuk Peningkatan Kesehatan dan Keterampilan Bisnis di Desa Denggungan, Boyolali Ramadhan, Ana Noviana; Qolby, Fatihatul; Faradina, Tazky Aulia; Putri, Hanan Aliya; Amalia, Prita; Maulanisa, Hasna Fitri; Hayati, Aisyah Nur; Irawan, Fery; Astuti, Violi Maulidya Charlieans Ning; Aziz, Wahyu Rizkika; Suswardany, Dwi Linna
Community: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 01 (2023): MARET
Publisher : Academia Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57060/community.v3i01.86

Abstract

Tanaman Obat Keluarga (TOGA), also known as live medicinal plants, are plants planted in the home yard. Based on data from the 2022 Boyolali Regency Health Profile, the prevalence of sufferers of degenerative diseases such as hypertension in Boyolali Regency is 38.63% or 199,370 people. Meanwhile, the prevalence of diabetes mellitus (DM) was 2.2% or 18,325 people. This service is carried out with the aim of building and implementing community habits in consuming healthy drinks made from TOGA spices in order to prevent degenerative diseases in society. This activity takes place in several activity stages, namely 1) Preparation stage, 2) Implementation stage which consists of material socialization, product demonstrations, cooking practices and business materials, 3) Evaluation. It is hoped that the sustainability of this program can be carried out by utilizing home gardens as land for planting TOGA, so that the use of TOGA for health can be carried out sustainably and have an impact on the socio-economic aspects of the community.
Pencegahan Covid-19 Berorientasi terhadap Peningkatan Pengetahuan, Sikap Nilai Pancasila dan Perilaku Penggunaan Masker pada Siswa Septiana, Riris; Suswardany, Dwi Linna
Jurnal Kesmas Asclepius Vol 5 No 2 (2023): Jurnal Kesmas Asclepius
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/jka.v5i2.8245

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui pencegahan covid-19 berorientasi Terhadap peningkatan pengetahuan, sikap nilai pancasila dan perilaku penggunaan masker pada siswa SMA dan SMK. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif desain penelitian observasional deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan, dan sikap nilai pancasila terhadap penggunaan masker di SMA Muhammadiyah Al-Kautsar PK Kartasura dan SMK Muhammadiyah Kartasura. Siswa-siswi dengan pengetahuan yang kurang baik terkait penggunaan masker sebagai pelindung diri dari virus Covid 19 dibandingkan sikap nilai pancasila yang baik. Simpulan penelitian ini bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan dan sikap nilai pancasila terhadap penggunaan masker. Kata Kunci: Covid-19, Dunia, Kematian, Masker, Virus.
Relationship between Knowledge Level and Cadre Attitudes About the Independent Care Program for the Use of Acupressure Arya Brain Agustian; Dwi Linna Suswardany
Contagion: Scientific Periodical Journal of Public Health and Coastal Health Vol 6, No 1 (2024): CONTAGION
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/contagion.v6i1.19774

Abstract

Traditional health services that have been provided by health service facilities have an important purpose in highlighting disease problems in society, but public awareness in implementing independent care does not yet exist. Therefore, this research aims to determine the relationship between the level of knowledge and attitudes of cadres towards the self-care program using acupressure. The method used in this research is quantitative with a cross-sectional approach. This research was carried out in the working area of the Kartasura Community Health Center, namely in Ngadirejo Village and Pucangan Village in February 2024 with a population of 159 people. This study used non-probability sampling with a total sampling technique with a total of 159 respondents in accordance with inclusion and exclusion. Data collection was carried out using a questionnaire which was filled out directly by the respondent. The questionnaire has gone through validity and reliability tests before being used. The data analysis used in this research is descriptive analysis in the form of frequency distribution and chi-square test. Data analysis was carried out using the SPSS application. The chi-square test shows that there is a significant relationship between cadre knowledge and cadre attitudes towards the self-care program using acupressure in the Kartasura Health Center working area, especially Ngadirejo Village and Kartasura Village with a p-value of 0.031 < α 0.05. The conclusion is that the average cadre has a good level of knowledge and attitude towards the self-care program using acupressure. So with this program researchers have succeeded in increasing cadres' understanding of the acupressure method as part of independent care to increase knowledge of the benefits of acupressure in reducing disease problems in the community. Suggestions for cadres who have poor knowledge scores are that they can increase their knowledge scores by diligently participating in training held by the Kartasura Community Health Center. Keywords : Acupressure, Education, Attitude
Increasing the Revenue Through Digital Marketing: A lesson learned from a Small Business Enterprise Run by Volunteers of Community with Disability Herawati, Vita Dian; Rahmaningtyas, Anindya; ulfatirrohman, Atikah Itsna Z; Pratiwi, Hildayanti Eka; Indriawan, Toni; Fiddien, Gigih Dutyama; yang, Lu; Taki, Sarah; Suswardany, Dwi Linna
Journal of Community Services and Engagement: Voice of Community (VOC) Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/voc.v2i2.1521

Abstract

Digital marketing has become increasingly important and needed in the New Normal, especially for small industries such as Amor Ethnic. Amor Ethnic is a self-help group/community with disabilities with businesses in the form of hands and feet crafts using macrame materials. This micro-enterprise was affected by the Covid-19 pandemic, so there were no sales for four months. Therefore, expansion of market reach must be done immediately. Amor Ethnic has used Instagram for marketing, but it did not use Instagram marketing optimally. The purpose of this community service was to improve the knowledge and skills of the Amor Ethnic community in using Instagram for marketing and to increase their business turnover. Marketing 3.0, selecting a caption that reflects FAITH (Feel Assurance in The Heart), was chosen as the uniqueness of Amor Ethnic's marketing approach. Training and mentoring methods were conducted through the WhatsApp and Google Meet applications. The topics were product photography, photo editing, ads and feed design, preparation of Instagram feeds, use of Instagram Ads, analysis of Instagram Ads insight data, and preparation of content strategies to maximise the use of Instagram. Evaluation was using pretest and posttest. The results showed there were improved skills in implementing digital marketing using Instagram. The improvement was seen in improved quality of product photos, Instagram design, followers, profile visits, reach of Instagram accounts, and increased customer orders and turnover.
Analysis of Midwives’ Perceptions of Training Needs at Puskesmas in Five Districts / Cities in Surakarta Prefecture Pratika, Salsabilla Putri; Suswardany, Dwi Linna
Jurnal Kesehatan Vol 18, No 1 (2025): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v18i1.6945

Abstract

Pendahuluan: Bidan merupakan salah satu tenaga kesehatan yang dituntut memiliki keterampilan dalam pelayanan kebidanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi bidan terhadap kebutuhan pelatihan di puskesmas 5 Kabupaten/Kota di Karisidenan Surakarta. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif observasional deskriptif dengan menggunakan rancangan cross sectional yang dilakukan pada bidan puskesmas di 5 Kabupaten/Kota Karisidenan Surakarta. Kuesioner penelitian menggunakan The Hennessy Hicks Training Needs Analysis Questionnaire. Berdasarkan data penelitian diketahui bahwa semua responden berjenis kelamin perempuan. Mayoritas responden berusia 40-49 tahun (38,6%). Dan sebagian besar responden memiliki pendidikan terakhir D3 (77,3%). Hasil penelitian dianalisis secara univariat dan bivariat. Uji bivariat dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif frequency secara keseluruhan dengan membandingkan hasil mean tiap jenis keterampilan. Hasil:  Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa bidan menilai keterampilan Penelitian/Audit, Komunikasi/Kerja Tim, Clinical Tasks, Administrasi, serta Manajemen/Supervisory Tasks sebagai hal penting (skor 5,1-6) dan merasa cukup kompeten dalam semua aspek tersebut (skor 5,1-5,7). Namun, mereka tetap menginginkan pelatihan tambahan (skor 4,9- 5,6) serta perubahan situasi kerja (skor 5-5,6).  Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa semua responden memiliki persepsi yang sama terhadap kebutuhan pelatihan keterampilan (rata-rata skor 5-6). Kesimpulan: Semua bidan memiliki persepsi yang sama terhadap 5 jenis keterampilan; Penelitian/Audit, Komunikasi/Kerja Tim, Clinical Tasks, Administrasi, dan Manajemen/Supervisory Tasks. Mereka menganggap semua jenis keterampilan merupakan suatu hal yang penting dan mereka merasa sudah cukup kompeten dalam melakukan jenis keterampilan tersebut. Namun meskipun demikian, mereka juga berpendapat bahwa masih membutuhkan kebutuhan pelatihan serta perubahan situasi kerja.     Introduction: Midwives are one of the health workers who are required to have skills in midwifery services.  This study aims to analyze perceptions of training needs at puskesmas 5 districs/cities in Surakarta Prefecture. Method: This research is a descriptive observational quantitative study using a cross-sectional design conducted at puskesmas 5 districs/ cities in Surakarta Prefecture. The research questionnaire uses The Hennessy Hicks Training Needs Analysis Questionnaire. Based on the research data, it is known that all respondents are female. The majority of respondents were 40-49 years old (38,6%). And most of the respondents had the last education D3 (77,3%). Result: The results of the study were analyze univariate analysis showed that midwives’ rated Research/ Audit, Communication/ Teamwork, Clinical Tasks, Administration, and Management/ Supervisory Tasks skills as important (score 5,1-6) and felt competent in all aspect (score 5,1-5,7). However, they still want additional training (score 4,9-5,6) as well as changes in their work situation (score 5-5,6). The result of the bivariate analysis show that all respondents have the same perception of the need for skills training (score 5-6). Conclusion: All midwives’ have the same perceptions of 5 types of skills: Research/Audit, Communication/Teamwork, Clinical Tasks, Administration, and Management/Supervisory Tasks. They consider all type of skills to be essential, and they feel competent enough, to perform these types of skills. However, despite this, they also before believe there is still a need for training and changes in work situations.
KORELASI PERSEPSI PASIEN HIPERTENSI TENTANG KUALITAS PELAYANAN DENGAN MINAT KUNJUNGAN ULANG PADA PELAYANAN KESEHATAN TRADISIONAL DI PUSKESMAS COLOMADU I KABUPATEN KARANGANYAR Kinanty, Pinkan Puspita; Suswardany, Dwi Linna
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.47813

Abstract

Hipe~rte~nsi me~rupakan salah satu masalah ke~se~hatan yang te~rmasuk dalam pe~nyakit tidak me~nular (PTM). Pe~ningkatan pre~vale~nsi hipe~rte~nsi me~njadi pe~rhatian se~rius dikare~nakan se~kitar 972 juta orang di se~luruh dunia atau 26,4% me~ngalami hipe~rte~nsi. Angka ini akan me~ningkat me~njadi 29,2% tahun 2025. Pe~ngobatan hipe~rte~nsi dilakukan me~lalui dua pe~nde~katan yaitu pe~ngobatan me~dis konve~nsional dan pe~ngobatan tradisional. Pe~ngobatan tradisional se~ringkali dipilih masyarakat kare~na dianggap le~bih alami. Kualitas pe~layanan me~rupakan fungsi antara harapan dan pe~rse~psi pasie~n pada lima dime~nsi kualitas yaitu: (tangible~, re~liability, re~sponsive~ne~ss, e~mpathy, assurance~). Dalam mode~l SE~RVQUAL dapat me~me~ngaruhi minat kunjungan ulang pasie~n pada layanan ke~se~hatan tradisional. Pe~ne~litian ini be~rtujuan me~nge~tahui kore~lasi pe~rse~psi pasie~n hipe~rte~nsi te~ntang kualitas pe~layanan de~ngan minat kunjungan ulang. De~sain pe~ne~litian ini adalah kuantitatif obse~rvasional analitik de~ngan rancangan cross-se~ctional. Jumlah populasi yaitu 138 pasie~n de~ngan jumlah sampe~l yaitu 92 pasie~n. Pe~ngambilan sampe~l me~nggunakan te~knik Cluste~r Random Sampling. Variabe~l inde~pe~nde~n yaitu kualitas pe~layanan yang didalamnya te~rdapat lima dime~nsi kualitas dan variabe~l de~pe~nde~n yaitu minat kunjungan ulang pasie~n hipe~rte~nsi. Alat yang digunakan untuk pe~ngumpulan data yaitu kue~sione~r pe~rtanyaan pe~ne~litian. Pada pe~ne~litan ini data dianalisis se~cara univariat dan bivariat. Analisis bivariat me~nggunakan uji kore~lasi rank spe~arman. Hasil analisis bivariat dipe~role~h nilai p value~ = 0,109 (p > 0,05). Hal ini me~nunjukkan bahwa kualitas pe~layanan te~knis se~mata tidak signifikan me~me~ngaruhi minat kunjungan ulang pasie~n ke~ pe~layanan ke~se~hatan tradisional. Te~muan ini me~nggarisbawahi bahwa loyalitas dan inte~nsi pasie~n tidak dapat dije~laskan hanya dari aspe~k kualitas te~knis (tangible~, re~liability, re~sponsive~ne~ss, e~mpathy, assurance~), te~tapi juga sangat dipe~ngaruhi ole~h nilai-nilai budaya, pe~ngalaman pe~rsonal, dan re~le~vansi pe~layanan de~ngan ke~butuhan lokal. Hipe~rte~nsi me~rupakan salah satu masalah ke~se~hatan yang te~rmasuk dalam pe~nyakit tidak me~nular (PTM). Pe~ningkatan pre~vale~nsi hipe~rte~nsi me~njadi pe~rhatian se~rius dikare~nakan se~kitar 972 juta orang di se~luruh dunia atau 26,4% me~ngalami hipe~rte~nsi. Angka ini akan me~ningkat me~njadi 29,2% tahun 2025. Pe~ngobatan hipe~rte~nsi dilakukan me~lalui dua pe~nde~katan yaitu pe~ngobatan me~dis konve~nsional dan pe~ngobatan tradisional. Pe~ngobatan tradisional se~ringkali dipilih masyarakat kare~na dianggap le~bih alami. Kualitas pe~layanan me~rupakan fungsi antara harapan dan pe~rse~psi pasie~n pada lima dime~nsi kualitas yaitu: (tangible~, re~liability, re~sponsive~ne~ss, e~mpathy, assurance~). Dalam mode~l SE~RVQUAL dapat me~me~ngaruhi minat kunjungan ulang pasie~n pada layanan ke~se~hatan tradisional. Pe~ne~litian ini be~rtujuan me~nge~tahui kore~lasi pe~rse~psi pasie~n hipe~rte~nsi te~ntang kualitas pe~layanan de~ngan minat kunjungan ulang. De~sain pe~ne~litian ini adalah kuantitatif obse~rvasional analitik de~ngan rancangan cross-se~ctional. Jumlah populasi yaitu 138 pasie~n de~ngan jumlah sampe~l yaitu 92 pasie~n. Pe~ngambilan sampe~l me~nggunakan te~knik Cluste~r Random Sampling. Variabe~l inde~pe~nde~n yaitu kualitas pe~layanan yang didalamnya te~rdapat lima dime~nsi kualitas dan variabe~l de~pe~nde~n yaitu minat kunjungan ulang pasie~n hipe~rte~nsi. Alat yang digunakan untuk pe~ngumpulan data yaitu kue~sione~r pe~rtanyaan pe~ne~litian. Pada pe~ne~litan ini data dianalisis se~cara univariat dan bivariat. Analisis bivariat me~nggunakan uji kore~lasi rank spe~arman. Hasil analisis bivariat dipe~role~h nilai p value~ = 0,109 (p > 0,05). Hal ini me~nunjukkan bahwa kualitas pe~layanan te~knis se~mata tidak signifikan me~me~ngaruhi minat kunjungan ulang pasie~n ke~ pe~layanan ke~se~hatan tradisional. Te~muan ini me~nggarisbawahi bahwa loyalitas dan inte~nsi pasie~n tidak dapat dije~laskan hanya dari aspe~k kualitas te~knis (tangible~, re~liability, re~sponsive~ne~ss, e~mpathy, assurance~), te~tapi juga sangat dipe~ngaruhi ole~h nilai-nilai budaya, pe~ngalaman pe~rsonal, dan re~le~vansi pe~layanan de~ngan ke~butuhan lokal.
ANALISIS PERSEPSI KADER TOGA TERHADAP IMPLEMENTASI PROGRAM ASMAN TOGA : STUDI KUALITATIF DI PUSKESMAS PAJANG, SURAKARTA Intan, Nabita Regina; Suswardany, Dwi Linna
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.47327

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi persepsi kader Tanaman Obat Keluarga (TOGA) terkait  pelaksanaan program Asuhan Mandiri (Asman) TOGA di Puskesmas Pajang, Surakarta. Studi kualitatif dengan pendekatan studi kasus eksploratif ini melibatkan 9 informan yang terdiri dari kader aktif, penanggung jawab program, kepala puskesmas, dan warga pengguna TOGA. Penelitian ini dilakukan Februari-Maret 2025 di Kelurahan Laweyan dan Sondakan, dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam. Hasil penelitian mengindikasikan adanya perbedaan partisipasi masyarakat, tantangan dalam pelaksanaan program, serta potensi dampak positif program terhadap kesehatan dan ekonomi melalui pemanfaatan TOGA. Program Asman TOGA telah dilaksanakan sejak 2019. Awalnya fokus pada edukasi interaksi obat tradisional dan kimia, kini meluas hingga identifikasi jenis tanaman, manfaat, dan cara pengolahan TOGA. Studi ini menyimpulkan bahwa peran kader sangat penting dalam menjembatani informasi kesehatan antara tenaga kesehatan dan masyarakat. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan pelatihan rutin bagi kader, pengembangan modul digital untuk edukasi, dan pembangunan sistem evaluasi yang sistematis dan berbasis data untuk mengoptimalkan program. Rekomendasi ini diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan program dan meningkatkan dampak positif.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN YANKESTRAD INTEGRASI DALAM PEMANFAATAN ASMAN TOGA DI PUSKESMAS PAJANG KOTA SURAKARTA Hidayati, Ririn Nur; Suswardany, Dwi Linna
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.47971

Abstract

Kebijakan Pelayanan Kesehatan Tradisional (Yankestrad) di Indonesia mengalihkan pengobatan dengan kuratif menuju pendekatan preventif dan promotif. Sebagai peningkatan akses pelayanan kesehatan tradisional bagi masyarakat, pemerintah perlu menindaklanjuti dengan pelaksanaan upaya kesehatan perorangan (akupunktur dan ramuan) dan upaya kesehatan masyarakat dengan melalui asuhan mandiri pemanfaatan tanaman obat keluarga dan akupresur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran implementasi kebijakan pelayanan kesehatan tradisional di Kota Surakarta, khususnya di Puskesmas Pajang. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan Case Study (studi kasus), pengumpulan data dengan wawancara semi terstruktur dan telaah dokumen regulasi terkait. Penelitian dilaksanakan di Puskesmas Pajang Kota Surakarta pada bulan Februari – Maret 2025. Hasil Implementasi Kebijakan Pelayanan Kesehatan Tradisional melalui Asuhan Mandiri TOGA di Puskesmas Pajang Kota Surakarta sampai saat ini berjalan dengan baik, dibuktikan dengan kuantitas kelompok asman TOGA yang terus bertambah, saat ini Puskesmas Pajang telah memiliki 15 kelompok asman TOGA. Kendala yang dihadapi Puskesmas Pajang yaitu pembiayaan yang terbatas dan kurangnya sumber daya manusia, Monitoring dan evaluasi kelompok TOGA di masyarakat belum dilakukan secara rutin, dan motivasi masyarakat yang kurang.Kesimpulan Yankestrad sudah dilaksanakan Dinas Kesehatan Kota Surakarta sesuai kebijakan Kementerian Kesehatan.
Co-Authors Adelia Saputri Afifah Nurhafni Ayati Agus Sudaryanto Ahmad Farisulhaq Ahmad Rijani Aini Dzuriyati Salma Aini Dzuriyati Salma Al-Laili, Nursyafina Alya Anugrahayu Brilianti Amalia Sianty Ambarwati Ameilia Nurhadiyastuti Ana Noviana Ramadhan Ana Noviana Ramadhan Andi Subandi Aniqoh Raudlatul Wardah Aniqoh Raudlatul Wardah Artika Fristi Firnawati Arya Brain Agustian Assyifa Hasna Jauza Assyifa Hasna Jauza Asti Lathifah Asti Lathifat Astuti, Violi Maulidya Charlieans Ning Ayu Rusdiana Dewi Azfikar Nur Azhar Aziz, Wahyu Rizkika Choironnisa, Pumaya Vintarnauri Tria Darnoto, S. Desyandri Desyandri Dwi Astuti Dwi Astuti Dwi ASTUTI Dwi Lestari Dyah Intan Puspitasari Eni Fauziana eny fauziana Ershela Putri Arnanda Faradina, Tazky Aulia Fauziah Nurulita Addin Fauziah Nurulita Addin Fauzie, Rifqie Fiddien, Gigih Dutyama Filsa Shintya Ainaya Fitriana Mustikaningrum Futikhah Rizqiyani Futikhah Rizqiyani Hasna Labibatunnisa Mustofa Hayati, Aisyah Nur Hendri Dika Leo Permana Herawati, Vita Dian Hidayati, Ririn Nur Ilma Khoirunissa Indah Komala Sari Indah Komala Sari Indriawan, Toni Intan, Nabita Regina IRAWAN, FERY Isnaini Anjar Pangestuti Izzatul Arifah Kinanty, Pinkan Puspita Kirana Haura’ Arie Prasastywy Kirana, Sahasika Apta Kusuma Estu Werdani Kuswaji Dwi Priyono Lia Ayu Meylani Lia Ayu Meylani Lintang Martha Sari Luthfi An Nisa Novitasari Maulanisa, Hasna Fitri Mawaliya Najwa Sabrina Mawaliya Najwa Sabrina Ma’arif Ardhi Saputro Muhtadi Muhtadi Mulyani Adi Astutiatmaja Muthoifa Nafilla Titan Prasetya Najma Thaula Sari Dewi Namira Anfi Normalitasari Oktaviana, Vindiani Pratika, Salsabilla Putri Pratiwi, Hildayanti Eka Prita Amalia, Prita Puspita Intan Pratiwi Putra, Nur Adi Putri, Hanan Aliya Qisty Dzakiyyatu Husna Qolby, Fatihatul Qulbiyani Rukmana Rahmaningtyas, Anindya Ramadani Nur Laili Ramadhan, Ana Noviana Rezania Asyfiradayati Rezha Kharisma Putri Rifqie Fauzie Riska Rosita S. Darnoto Salma Chintana Putri Sandiva Budi Normalia Saudin Yuniarno Saudin Yuniarno Septiana, Riris Shaleh, Muhammad Abdurrahman Siska Oktaviani Pratiwi Siti Halimah Fitriani Siti Halimah Fitriani Sri Sugiarsi Sri Utami Sri Utami Sudrajah Warajati Kisnawaty Susanti Alfitri Annisa Susanti Alfitri Annisa Syalwa Fitria Wurandhani Syalwa Fitria Wurandhani Taki, Sarah Tri Hariyati ulfatirrohman, Atikah Itsna Z Utami, Riyani Wahyu Very Rizkia Dewiyanti Wardah, Aniqoh Raudlatul Wisnu Setiawan Wulandari, Listyorini yang, Lu Yuli Kusumawati