Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Pengembangan Media Permainan Tradisional Gobak Sodor untuk Meningkatkan Motorik Kasar Anak Usia 5-6 Tahun Desy Rizka Erwanda; Panggung Sutapa
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v7i3.4562

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi pentingnya anak usia dini untuk mengenal dan melestarikan permainan tradisional khusunya permainan gobak sodor, serta meningkatkan kemampuan motorik kasar anak usia dini. Tujuan penelitian ini ialah mengembangkan media permainan tradisional gobak sodor untuk meningkatkan motorik kasar anak usia 5-6 tahun. Metode penelitian menggunakan Research and Development (RD) dengan model ADDIE: Analyze, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Penelitian ini diawali dengan uji coba terbatas dan uji coba lapangan sesungguhnya, penilaian kelayakan instrument produk yang dilaukan oleh para ahli (validator). Berdasarkan hasil penilaian kelayakan media dari para ahli meperoleh kategori sangat layak, dan hasil uji efektivitas memperoleh hasil N-Gain dalam kategori tinggi dan terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil pretest dan posttest. Dengan demikian penggunaan playmat gobak sodor terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan motorik kasar anak usia 5-6 tahun.
PENINGKATAN KETERAMPILAN MOTORIK HALUS MELALUI BERMAIN PLASTISIN DAN TANAH LIAT PADA ANAK USIA DINI Panggung Sutapa; Hadwi Prihatanta; Muhammad Sigit Antoni; Dzikri Nur Hayat; Akbar Firmansyah; Hero Emilio Karuntu; Veri Bagus Istiawan; Akhmad Dwi Bagaskoro; Sugeng Setia Nugroho
MAJORA: Majalah Ilmiah Olahraga Vol 29, No 1 (2023): Maret
Publisher : Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/majora.v29i1.64474

Abstract

Penguasaan keterampilan motorik halus sangat diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan keterampilan motorik halus setelah bermain dengan plastisin dan bermain dengan tanah liat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah  eksperimen jumlah sampel 40 orang anak yang diambil dengan cara sampel populasi. Sampel dibagi menjadi 2 kelompok. Kelompok satu mendapat perlakuan bermain plastisin dan satunya mendapat perlakuan bermain tanah liat. Masing-masing kelompok mendapat perlakuan bermain selama dua jam tiap minggu dengan frekuensi tiga kali dalam satu minggu, penelitian dilakukan selama 2 bulan. Instrumen yang digunakan untuk mengambil data motorik halus dengan presisi menggunting kertas, mewarnai gambar berpola, menebalkan huruf dan keterampilan membuat kemiripan objek dengan bahan plastisin dan tanah liat. Data di analisis dengan menggunakan uji t dengan taraf signifikansi 5 %. Hasil penelitian menunjukkan ada peningkatan keterampilan motorik halus secara singnifikan baik yang bermain dengan plastisin maupun bermain tanah lait (P 0.05).IMPROVING FINE MOTOR SKILLS THROUGH PLASTICINE AND CLAY PLAYING IN EARLY CHILDREN AbstractsMastery of fine motor skills is essential in everyday life. The purpose of this study was to determine the increase in fine motor skills after playing with plasticine and playing with clay. The method used in this study was an experimental sample of 40 children taken through a population sample. Samples were divided into two groups. The first group received the treatment of playing with plasticine, and the other group received the treatment of playing with clay. Each group received the treatment of playing for two hours each week with a frequency of three times a week; the study was conducted for two months. Instruments used to retrieve fine motor data with precision cutting paper, coloring patterned pictures, bolding letters, and skills in making objects similar to plasticine and clay. Data were analyzed using the t-test with a significance level of 5%. The results showed that there was a significant increase in fine motor skills both for playing with plasticine and playing with clay (P 0.05).
PENGARUH BERMAIN PLASTISIN DAN TANAH LIAT TERHADAP PENINGKATAN KETRAMPILAN MOTORIK HALUS PADA ANAK USIA DINI Sutapa, Panggung; Prihatanta, Hadwi; Antoni, Muhammad Sigit; Askia, Asyfha; Nurhayat, Dzikri
Majalah Ilmiah Olahraga (MAJORA) Vol. 29 No. 2 (2023): September
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/majora.v29i2.70615

Abstract

Penguasaan ketrampilan motorik halus sangat diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan keterampilan motorik halus setelah bermain dengan plastisin dan bermain dengan tanah liat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah  eksperimen jumlah sampel 40 orang anak yang diambil dengan cara sampel populasi. Sampel dibagi menjadi 2 kelompok. Kelompok satu mendapat perlakuan bermain plastisin dan satunya mendapat perlakuan bermain tanah liat. Masing-masing kelompok mendapat perlakuan bermain selama dua jam tiap minggu dengan frekuensi tiga kali dalam satu minggu, penelitian dilakukan selama 2 bulan. Instrumen yang digunakan untuk mengambil data motorik halus dengan presisi menggunting kertas, mewarnai gambar berpola, menebalkan huruf dan ketrampilan membuat kemiripan objek dengan bahan plastisin dan tanah liat. Data di analisis dengan menggunakan uji t dengan taraf signifikansi 5%. Hasilnya menunjukkan ada peningkatan ketrampilan motorik halus secara singnifikan baik yang bermain dengan plastisin maupun bermain tanah lait P < 0.05. THE EFFECT OF PLAYING WITH PLASTICINE AND CLAY ON IMPROVING FINE MOTOR SKILLS IN EARLY CHILDRENAbstractMastery of fine motor skills is very necessary in everyday life. The aim of this research is to determine the improvement in fine motor skills after playing with plasticine and playing with clay. The method used in this research was an experimental sample size of 40 children taken by population sampling. The sample was divided into 2 groups. One group received treatment playing with plasticine and the other received treatment with playing with clay. Each group received play treatment for two hours every week with a frequency of three times a week, the research was carried out for 2 months. Instruments used to collect fine motor data with precision cutting paper, coloring patterned pictures, bolding letters and skills in making object similarities with plasticine and clay. Data were analyzed using the t test with a significance level of 5%. The results showed that there was a significant increase in fine motor skills for both playing with plasticine and playing with clay, P < 0.05.
Pengaruh Aktivitas Fisik terhadap Konsentrasi Belajar Siswa Slow learner di Sekolah Dasar SORAYA, SHOBIROTUS; Sutapa, Panggung
Journal of SPORT (Sport, Physical Education, Organization, Recreation, and Training) Vol 9, No 3 (2025): Journal of S.P.O.R.T
Publisher : Pendidikan Jasmani Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/sport.v9i3.16693

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aktivitas fisik terhadap konsentrasi belajar siswa slow learner di sekolah dasar. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu (quasi experiment) dengan desain pretest-posttest control group design. Populasi penelitian berjumlah 420 siswa slow learner, dan diambil sampel sebanyak 84 siswa (42 kelompok eksperimen dan 42 kelompok kontrol) dengan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan berupa angket konsentrasi belajar yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan melalui uji normalitas, homogenitas, dan independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas fisik berpengaruh signifikan terhadap konsentrasi belajar siswa. Hal ini dibuktikan dengan nilai t hitung sebesar 13.137 dan signifikansi 0.000 ( 0.05), dengan rata-rata perbedaan sebesar 17.381. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa aktivitas fisik memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan konsentrasi belajar siswa slow learner, sehingga dapat dijadikan strategi efektif dalam pembelajaran di sekolah dasar.Kata Kunci: Aktivitas fisik, konsentrasi belajar, slow learner, sekolah dasar