Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Penyajian Iringan Wayang Othok Obrol Lakon Prasetya Adipati Karno oleh Ki Subandi dalam Pakeliran Gaya Kedu Selokromo Utari, Puput Sri; Suhardjono, Suhardjono; Sutrisni, Sutrisni
IDEA: Jurnal Ilmiah Seni Pertunjukan Vol 17, No 2 (2023): Vol 17, No 2 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/idea.v17i2.10722

Abstract

Penelitian ini berjudul “Penyajian Iringan Wayang Othok Obrol Lakon Prasetya Adipati Karno oleh Ki Subandi dalam Pakeliran Gaya Kedu Selokromo”. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk dan struktur garap dalam karawitan iringan Wayang Othok Obrol. Fokus pembahasan penelitian meliputi bentuk dan fungsi gending, struktur adegan dan sajian gending, serta garap penyajian. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis, yang dilakukan dengan cara studi pustaka, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Wayang Othok Obrol merupakan bentuk pertunjukan wayang kulit yang termasuk dalam jenis pakeliran padat. Pertunjukan Wayang Othok Obrol lakon Prasetya Adipati Karno terbagi menjadi tiga (3) bentuk adegan yang terdiri dari jejer, adegan, dan strat. Iringan yang digunakan memiliki bentuk gending yang berbeda dengan bentuk gending pada umumnya. Hal tersebut terlihat dari tabuhan kolotomik yang terdiri dari ketuk, kenong, dan kempul. Iringan Wayang Othok Obrol terdiri dari gending khusus dan lagu glenukan. Gending khusus merupakan gending yang sudah dibakukan untuk mengiringi pertunjukannya. Gending tersebut terdiri dari Ayak obrol, Srepeg obrol, gending Kasatriyan dan Sampak titir. Adapun Glenukan merupakan bentuk iringan yang berfungsi sebagai pembentuk suasana adegan dalam pertunjukan Wayang Othok Obrol.Presentation of the Wayang Othok Obrol Accompaniment of the Prasetya Adipati Karno play by Ki Subandi in the Kedu Selokromo Style PakeliranThis study is entitled "Presentation of the Othok Obrol Wayang Accompaniment of the Prasetya Adipati Karno Play by Ki Subandi in the Kedu Selokromo Style Pakeliran". The purpose of this research is to describe the form and structure of the work on the musical accompaniment of Wayang Othok Obrol. The focus of the research discussion includes the form and function of the piece, the structure of the scene and presentation of the piece, as well as the work on the presentation. The research method used in this research is descriptive analysis method, which is carried out by means of literature studies, interviews, observation, and documentation. Wayang Othok Obrol is a form of wayang kulit performance which is included in the solid type of puppetry. The performance of the Wayang Othok Obrol play by Prasetya Adipati Karno is divided into three (3) forms of scenes consisting of sequences, scenes and strat. The accompaniment used has a form that is different from the form of music in general. This can be seen from the colotomic wasp which consists of tap, kenong, and kempul. The accompaniment of the Wayang Othok Obrol consists of special renditions and glenukan songs. Special gending is a gending that has been standardized to accompany the performance. The pieces consist of Ayak obrol, Srepeg obrol, Kasatriyan and Sampak titir songs. The Glenukan is a form of accompaniment that functions as a setting for the atmosphere of the scene in the Wayang Othok Obrol performance.
Perbedaan Efektifitas Pemberian Yoga dan Kompres Hangat Terhadap Tingkat Nyeri Dismenore Pada Mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Kadiri Tahun 2019 Sutrisni, Sutrisni; Arfiani, Arfiani
Judika (Jurnal Nusantara Medika) Vol 4 No 2 (2020): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2020
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/judika.v4i2.14864

Abstract

Dismenorrea is a pain during menstruation that interferes with a woman's daily activities and encourages sufferers to have an examination or consultation with a doctor, or come obstetrics. Based on preliminary studies, the number of students experiencing menstrual pain (dysmenorrhea) was 89.1% greater than the number of students who did not experience menstrual pain (dysmenorrhea) of 10.8%. The goal is to analyze the Difference in Effectiveness of Giving Yoga And Warm Compresses to The Level of Dismenor Pain in Students of Faculty of Health Sciences Unversitas Kadiri in 2019. sampling in research using purposive sampling methods. This research is pre experimental. The sample in this study was 32 people. This research was conducted at the Faculty of Health Sciences of Kadiri University in August 2019. Analyze data on comparative hypothesis tests using paired, ratio-shaped data. The study used paired t test and Wilcoxon Signed Rank Test. The results showed there was an influence of Yoga and warm compresses on the decrease in menstrual pain in students of the university's faculty of health sciences kadiri in 2019. Mann-Whitney's different test results showed that p 0.047 < α (0.05) so that H1 received H0 was rejected which meant there was a difference in the effectiveness of Yoga and warm compresses where warm compresses were more effective than Yoga against a decrease in the menstrual pain scale in students of the university's faculty of health sciences kadiri in 2019.
EFEKTIVITAS PEMBERIAN SARI IKAN KUTUK TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA POST SC DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CAMPUREJO Wahyu Wigati, Putri; Sutrisni, Sutrisni; Gunawan, Gunawan
Judika (Jurnal Nusantara Medika) Vol 6 No 2 (2022): Vol 6 No 2 Oktober 2022
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/judika.v6i2.19178

Abstract

Sectio Caesarea (SC) adalah suatu tindakan persalinan buatan dengan tujuan utama menyelamatkan nyawa ibu dan bayi. Meskipun demikian, masih terdapat resiko yang tidak diinginkan dari tindakan tersebut, yaitu infeksi luka operasi (ILO). Infeksi tersebut bisa terjadi jika ibu tidak memperhatikan personal hygiene, dan nutrisi yang dikonsumsi, terutama protein. Ikan gabus/ikan kutuk memiliki kandungan protein yang tinggi, terutama albumin dan asam amino esensial, sehingga bagus untuk proses penyembuhan luka. Penelitian bertujuan untuk mengetahui efektifitas pemberian sari ikan kutuk terhadap penyembuhan luka post SC di Wilayah Kerja Puskesmas Campurejo Tahun 2022. Penelitian ini menggunakan desain post test only control group design. Populasi yang diteliti adalah ibu post SC di Wilayah Kerja Puskesmas pada bulan Juni 2022, sebanyak 20 orang. Dengan teknik accidental sampling, ditentukan jumlah sampel 20 orang, yang terbagi dalam dua kelompok, yaitu kelompok perlakuan sebanyak 10 orang, dan kelompok kontrol sebanyak 10 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian yaitu: lembar observasi atau check list, foto dan ekstrak kutuk @ 8,5mg/butir. Hasil penelitian menunjukkan, pada kelompok perlakuan, setelah pemberian sari ikan kutuk, penyembuhan luka post SC 90% efektif. Pada kelompok kontrol, tanpa pemberian sari ikan kutuk 90 % penyembuhan luka tidak berjalan dengan baik (tidak efektif). Hasil analisis data menunjukkan pemberian sari ikan kutuk efektif terhadap penyembuhan luka post SC di Wilayah Kerja Puskesmas Campurejo. Berdasarkan hasil penelitian, diharapkan bagi lahan penelitian, agar memberikan pendidikan kesehatan, terutama terhadap pasien post SC, tentang pentingnya menambah asupan nutrisi tambahan sari ikan kutuk, dalam rangka mempercepat proses penyembuhan luka.
PERBEDAAN EFEKTIFITAS TEKNIK MARMET DAN TEKNIK BREASTPUM TERHADAP PENGELUARAN ASI PADA IBU MENYUSUI Saidah, Halimatus; Kartika Sari, Dewi; Sutrisni, Sutrisni; Sudirman, Sudirman; Zoraya, Mira
Judika (Jurnal Nusantara Medika) Vol 6 No 2 (2022): Vol 6 No 2 Oktober 2022
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/judika.v6i2.19761

Abstract

Pemberian ASI secara Eksklusif merupakan makanan terbaik bagi bayi sampai dengan 6 bulan yang bersifat alamiah karena ASI mengandung berbagai zat gizi yang dibutuhkan dalam proses pertumbuhan dan perkembangan bayi secara optimal, tapi terkadang dalam prosesnya banyak hambatan ibu dalam memberikan ASI secara ekslusif salah satunya adalah hambatan produksi ASI. Alternative yang dapat dilakukan adalah memerah atau memompa ASI selama 10 – 20 menit hingga bayi dapat menyusu dan teknik marmet. Dari survey pendahuluan yang di lakukan di TPMB NY “K” Ngampel Kota Kediri dari 10 ibu menyusui tersebut, didapatkan 7 (70%) ibu memerah ASI dengan menggunakan metode breastpump, 3 (30%) ibu memerah dengan marmet. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan efektifitas Teknik Marmet dan Breastpump pada pengeluaran ASI pada ibu menyusui. Rancangan pada penelitian ini menggunakan Quasy Eksperimen dengan populasi adalah ibu menyusui yang memiliki bayi hari 1-3 bulan berjumlah 22 ibu menyusui, dan sampel sebanyak 20 ibu menyusui 10 ibu menyusui dilakukan teknik marmet dan 10 ibu menyusui dilakukan teknik breastpump, pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik Puprosive Sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi, kemudian dianalisi menggunakan uji Mann – Whitney. Berdasarkan hasil penelitian pengeluaran ASI dengan teknik marmet 87,5% efektif dan pengeluaran ASI dengan menggunakan teknik breastpump 75% efektif, dan berdasarkan hasil uji data dengan menggunakan analisis Man Whitney didapatkan P-Value 0,003 (α=0,05) sehingga Ho ditolak dan H1 diterima yang artinya adanya perbedaan efektifitas teknik marmet dan breastpump pada pengeluaran ASI pada ibu menyusui. Hal ini dimungkinkan karena dengan teknik marmet terdapat kombinasi memerah dan memijat payudara sehingga dapat merangsang mammary alveoli untuk memproduksi ASI. Berdasarkan hasil penelitian teknik murmet dapat dijadikan alternative dalam meningkatkan ASI pada ibu menyusui.