I Gede Suwindia
Program studi Agama dan Lintas Budaya Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada

Published : 24 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Mengurai faktor kunci literasi membaca: perspektif teoritis dan empiris ARTAMA, MADE; Suwindia, I Gede; Ari Winangun, I Made
Education and Social Sciences Review Vol 5, No 2 (2024): Education and Social Sciences Review
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/07essr500000

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor kunci yang memengaruhi literasi membaca siswa melalui pendekatan teoritis dan empiris. Dengan menggunakan metode kajian literatur, penelitian ini mengkaji berbagai aspek literasi membaca, termasuk faktor internal seperti kemampuan linguistik, motivasi, dan persepsi, serta faktor eksternal seperti lingkungan sosial, keterlibatan keluarga, dan kualitas pengajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi membaca dipengaruhi secara kompleks oleh interaksi antara faktor-faktor internal dan eksternal. Selain itu, teknologi digital memiliki dampak yang signifikan, baik sebagai peluang untuk meningkatkan akses informasi maupun tantangan dalam mengelola distraksi digital. Penelitian ini menyarankan perlunya pendekatan holistik yang mengintegrasikan strategi pedagogis efektif, teknologi digital, dan nilai budaya lokal untuk meningkatkan kemampuan literasi membaca siswa.
Literasi sains pada generasi z: sebuah tinjauan literatur Budianti, Ni Made; Suwindia, I Gede; Ari Winangun, I Made
Education and Social Sciences Review Vol 5, No 2 (2024): Education and Social Sciences Review
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/07essr500100

Abstract

Generasi Z yang tumbuh di era digital, menghadapi tantangan besar dalam memahami dan menerapkan konsep-konsep ilmiah di tengah derasnya arus informasi era post-truth. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji literasi sains pada Generasi Z melalui tinjauan literatur guna mengeksplorasi peluang dan strategi peningkatan keterampilan ini. Literasi sains, sebagai keterampilan esensial abad ke-21, tidak hanya membantu individu memahami isu global seperti perubahan iklim dan pandemi, tetapi juga mendorong berpikir kritis dan inovasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa teknologi digital, seperti augmented reality dan aplikasi interaktif, dapat menjadi alat efektif untuk meningkatkan pemahaman sains Generasi Z. Namun, tantangan seperti rendahnya literasi digital dan pengaruh disinformasi masih menjadi penghambat utama. Artikel ini menawarkan rekomendasi strategis berupa integrasi teknologi digital dalam pembelajaran, pengembangan kurikulum berbasis proyek, dan penyesuaian metode pengajaran dengan karakteristik digital-native Generasi Z. Dengan pendekatan adaptif dan kolaboratif, literasi sains dapat menjadi fondasi bagi Generasi Z untuk menghadapi tantangan global secara lebih kritis dan inovatif
Gamifikasi untuk meningkatkan motivasi belajar siswa di era digital SUPARMINI, KOMANG; Suwindia, I Gede; Ari Winangun, I Made
Education and Social Sciences Review Vol 5, No 2 (2024): Education and Social Sciences Review
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/07essr500200

Abstract

Gamifikasi telah menjadi salah satu pendekatan inovatif dalam dunia pendidikan untuk meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa di era digital. Penerapan elemen permainan dalam konteks pendidikan mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih interaktif dan menyenangkan, yang pada gilirannya dapat meningkatkan motivasi belajar dan kinerja akademik siswa. Studi ini melakukan tinjauan pustaka sistematis untuk mengevaluasi efektivitas gamifikasi dalam meningkatkan motivasi siswa di berbagai konteks pembelajaran digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gamifikasi memiliki dampak positif pada motivasi, keterlibatan, dan hasil belajar siswa, serta memberikan peluang untuk memenuhi kebutuhan pendidikan generasi digital. Namun, tantangan dalam implementasi, seperti keseimbangan antara elemen permainan dan edukasi, masih menjadi perhatian utama. Tinjauan ini juga mengungkapkan perlunya penyesuaian berkelanjutan agar gamifikasi dapat secara efektif mempertahankan motivasi siswa.
Transformasi Nilai Karakter dan Religiusitas Peserta Didik Melalui Projek Pembuatan Peras Pejati di SMA Negeri 2 Singaraja Suwamba Jaya, Gede; Suwindia, I Gede; Miarta Putra, I Nyoman
Kamaya: Jurnal Ilmu Agama Vol 8 No 3 (2025)
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37329/kamaya.v8i3.4532

Abstract

The reinforcement of character and religiosity values is a crucial element in education, particularly in addressing the challenges of globalization that threaten students' spiritual and cultural identity. The Peras Pejati project at SMA Negeri 2 Singaraja represents a contextual strategy grounded in local culture to instill these values. This study aims to describe the process of character and religiosity internalization, explain the educational functions of the project, and identify the contextual learning that emerged. This research employs a descriptive qualitative approach. Primary data were collected through interviews with the project facilitator teachers, students, and the vice principal of curriculum, while secondary data were obtained from relevant books and documents. Informants were selected using purposive sampling. Data collection techniques included participatory observation, in-depth interviews, and documentation. The results indicate that the project facilitates integrative learning through students' active engagement in symbolic, spiritual, and collaborative processes. Character values such as religiosity, cooperation, independence, discipline, and creativity were developed throughout the activities. The educational functions of the project encompass intellectual, social, communicative, spiritual, and practical dimensions. The project also strengthens teacher role-modeling in character education. The conclusion of this study affirms that the Peras Pejati project serves not only as a medium for cultural preservation, but also as a model of character education based on local culture that can be replicated in other schools.
Determinasi Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah, Iklim Kerja Sekolah, Semangat Kerja Guru Terhadap Kinerja Guru Sekolah Dasar Restu Cahyono, I Made Surya; Sedana, I Made; Suwindia, I Gede
Attadrib: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 8 No. 2 (2025): Islamic Primary Education based on Islamic values
Publisher : Institut Agama Islam Daruttaqwa Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54069/attadrib.v8i2.918

Abstract

The phenomenon we observe is that some teachers remain reluctant to make teaching preparations, such as creating syllabi and lesson plans, and there is a less harmonious relationship between teachers and their colleagues. Therefore, the principal is rumored to be less capable of having a good leadership style and creating a conducive work climate. The principal is less able to improve the work spirit and performance of teachers. This study aims to determine the influence of the principal’s leadership style, school work climate, and teacher work spirit, both partially and simultaneously, on teacher performance in Cluster IV, Sawan District. This type of research is quantitative descriptive research. This study uses a survey assessment approach. The data collection technique in survey research uses an instrument in the form of a questionnaire. The data analysis technique used was Multiple linear regression. The results of the study showed that 1) There is a determination between the principal’s leadership style and teacher performance in Cluster IV, Sawan District, 2) There is a determinant between the school work climate and teacher performance in Cluster IV, Sawan District, 3) There is a determinant between teacher work enthusiasm and teacher performance in Cluster IV, Sawan District, 4) There is a joint determinant between the principal’s leadership style, school work climate and work enthusiasm with teacher performance in Cluster IV, Sawan District. The coefficient of determination is 0.523 or 52.3%.
Penguatan Sradha dan Bhakti Melalui Pembelajaran Berdiferensiasi pada Pendidikan Agama Hindu di SMAN 1 Abiansemal Adiatmika, I Kadek; Suwindia, I Gede; Miarta Putra, I Nyoman
Kamaya: Jurnal Ilmu Agama Vol 8 No 3 (2025)
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37329/kamaya.v8i3.4689

Abstract

The declining internalization of Hindu spiritual values, such as sradha (faith) and bhakti (devotion), among Hindu students has raised concerns in the field of education, particularly in Hindu Religious Education. This study aims to explore the implementation of differentiated instruction as a strategy to strengthen sradha and bhakti values at SMAN 1 Abiansemal. Using a descriptive qualitative approach and a case study method, data were collected through participatory observation, in-depth interviews, and document analysis. The findings reveal that differentiated instruction through content, process, and product differentiation effectively accommodates students’ diverse readiness levels, interests, and learning styles. This strategy fosters active engagement in spiritual practices such as daily prayer, participation in religious activities, mutual cooperation, and acts of compassion. The approach also strengthens students’ religious behavior, ethical conduct, and social awareness, while enhancing their moral resilience against the negative influences of modernity. In conclusion, differentiated instruction proves to be a transformative pedagogical approach that not only conveys religious teachings cognitively but also instills them in concrete behavior, making it a relevant strategy for character building based on Hindu values in the contemporary era. 
KAJIAN NILAI KARAKTER PENDIDIKAN PADA TRADISI BUDAYA TUMPEK KRULUT SISWA Heny Juniati, Ketut; Raka, I Nyoman; Suwindia, I Gede
JS (JURNAL SEKOLAH) Vol. 9 No. 4 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/js.v9i4.65987

Abstract

Abstract: This study examines the educational character values embedded in the Tumpek Krulut cultural tradition at SMPN Satu Atap 1 Kubutambahan. Tumpek Krulut, known as a day of affection in Balinese culture, expresses love not only toward partners but also toward all living beings. Using a descriptive qualitative approach and case study method, the research finds that this tradition instills ethical, religious, caring, communal, mutual respect, hard work, creativity, communication, environmental concern, social responsibility, and accountability values. Implementing this tradition in schools has the potential to strengthen social bonds and foster peace through the practice of universal values. Keyword: Educational Character Values, Cultural Tradition, Tumpek Krulut.   Abstrak: Penelitian ini mengkaji nilai-nilai karakter pendidikan dalam tradisi budaya Tumpek Krulut di SMPN Satu Atap 1 Kubutambahan. Tumpek Krulut, sebagai hari kasih sayang dalam budaya Bali, tidak hanya mengungkapkan kasih sayang kepada pasangan tetapi juga kepada seluruh makhluk. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif dan metode studi kasus, penelitian ini menemukan bahwa tradisi ini menanamkan nilai etika, religius, kepedulian, kebersamaan, saling menghormati, kerja keras, kreativitas, komunikasi, peduli lingkungan, peduli sosial, dan tanggung jawab. Implementasi tradisi ini di sekolah berpotensi mempererat hubungan sosial dan menciptakan kedamaian melalui praktik nilai-nilai universal. Kata Kunci: Nilai Karakter Pendidikan, Tradisi Budaya, Tumpek Krulut.
Strategi efektif meningkatkan literasi sains di era digital Santosa, I Komang Edi; Suwindia, I Gede; Winangun, I Made Ari
Education and Social Sciences Review Vol. 5 No. 2 (2024): Education and Social Sciences Review
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/07essr499700

Abstract

Kemajuan teknologi digital telah membawa dampak signifikan terhadap pendidikan, termasuk literasi sains. Artikel ini mengeksplorasi strategi yang efektif untuk meningkatkan literasi sains di era digital melalui tinjauan pustaka sistematis. Temuan menunjukkan bahwa pendekatan berbasis teknologi digital, seperti e-Modul interaktif, laboratorium virtual, dan aplikasi simulasi, secara signifikan meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa. Selain itu, integrasi budaya lokal dalam pembelajaran sains memberikan manfaat besar dalam meningkatkan relevansi dan keterlibatan siswa. Namun, tantangan seperti kesenjangan digital dan kurangnya keterampilan digital guru tetap menjadi hambatan utama. Artikel ini merekomendasikan pelatihan guru yang komprehensif, peningkatan infrastruktur, dan pengembangan konten berbasis bukti untuk mendukung literasi sains di era digital secara inklusif dan berkelanjutan.
Peran literasi sains dalam membentuk generasi berfikir kritis dan inovatif: kajian literature review Sanjiartha, I Gede Dodik; Suwindia, I Gede; Winangun, I Made Ari
Education and Social Sciences Review Vol. 5 No. 2 (2024): Education and Social Sciences Review
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/07essr499900

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi peran literasi sains dalam membentuk generasi berpikir kritis dan inovatif melalui kajian literatur. Literasi sains tidak hanya mencakup pemahaman konsep ilmiah, tetapi juga kemampuan berpikir kritis dan menciptakan inovasi berbasis pengetahuan ilmiah. Hasil kajian menunjukkan bahwa literasi sains berkontribusi signifikan dalam melatih analisis data, evaluasi informasi, dan pengambilan keputusan berbasis bukti. Selain itu, pendekatan pembelajaran berbasis masalah dan proyek efektif dalam meningkatkan literasi sains siswa. Namun, tantangan dalam infrastruktur pendidikan, akses sumber daya, dan metode pengajaran masih menjadi kendala utama dalam pengembangan literasi sains di Indonesia. Kajian ini merekomendasikan strategi pedagogis inovatif untuk meningkatkan keterampilan abad ke-21 melalui integrasi literasi sains dalam pendidikan formal dan informal.
Mengurai faktor kunci literasi membaca: perspektif teoritis dan empiris ARTAMA, MADE; Suwindia, I Gede; Ari Winangun, I Made
Education and Social Sciences Review Vol. 5 No. 2 (2024): Education and Social Sciences Review
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/07essr500000

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor kunci yang memengaruhi literasi membaca siswa melalui pendekatan teoritis dan empiris. Dengan menggunakan metode kajian literatur, penelitian ini mengkaji berbagai aspek literasi membaca, termasuk faktor internal seperti kemampuan linguistik, motivasi, dan persepsi, serta faktor eksternal seperti lingkungan sosial, keterlibatan keluarga, dan kualitas pengajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi membaca dipengaruhi secara kompleks oleh interaksi antara faktor-faktor internal dan eksternal. Selain itu, teknologi digital memiliki dampak yang signifikan, baik sebagai peluang untuk meningkatkan akses informasi maupun tantangan dalam mengelola distraksi digital. Penelitian ini menyarankan perlunya pendekatan holistik yang mengintegrasikan strategi pedagogis efektif, teknologi digital, dan nilai budaya lokal untuk meningkatkan kemampuan literasi membaca siswa.