I Gede Suwindia
Program studi Agama dan Lintas Budaya Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada

Published : 30 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Literasi sains pada generasi z: sebuah tinjauan literatur Budianti, Ni Made; Suwindia, I Gede; Ari Winangun, I Made
Education and Social Sciences Review Vol. 5 No. 2 (2024): Education and Social Sciences Review
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/07essr500100

Abstract

Generasi Z yang tumbuh di era digital, menghadapi tantangan besar dalam memahami dan menerapkan konsep-konsep ilmiah di tengah derasnya arus informasi era post-truth. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji literasi sains pada Generasi Z melalui tinjauan literatur guna mengeksplorasi peluang dan strategi peningkatan keterampilan ini. Literasi sains, sebagai keterampilan esensial abad ke-21, tidak hanya membantu individu memahami isu global seperti perubahan iklim dan pandemi, tetapi juga mendorong berpikir kritis dan inovasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa teknologi digital, seperti augmented reality dan aplikasi interaktif, dapat menjadi alat efektif untuk meningkatkan pemahaman sains Generasi Z. Namun, tantangan seperti rendahnya literasi digital dan pengaruh disinformasi masih menjadi penghambat utama. Artikel ini menawarkan rekomendasi strategis berupa integrasi teknologi digital dalam pembelajaran, pengembangan kurikulum berbasis proyek, dan penyesuaian metode pengajaran dengan karakteristik digital-native Generasi Z. Dengan pendekatan adaptif dan kolaboratif, literasi sains dapat menjadi fondasi bagi Generasi Z untuk menghadapi tantangan global secara lebih kritis dan inovatif
Gamifikasi untuk meningkatkan motivasi belajar siswa di era digital SUPARMINI, KOMANG; Suwindia, I Gede; Ari Winangun, I Made
Education and Social Sciences Review Vol. 5 No. 2 (2024): Education and Social Sciences Review
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/07essr500200

Abstract

Gamifikasi telah menjadi salah satu pendekatan inovatif dalam dunia pendidikan untuk meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa di era digital. Penerapan elemen permainan dalam konteks pendidikan mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih interaktif dan menyenangkan, yang pada gilirannya dapat meningkatkan motivasi belajar dan kinerja akademik siswa. Studi ini melakukan tinjauan pustaka sistematis untuk mengevaluasi efektivitas gamifikasi dalam meningkatkan motivasi siswa di berbagai konteks pembelajaran digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gamifikasi memiliki dampak positif pada motivasi, keterlibatan, dan hasil belajar siswa, serta memberikan peluang untuk memenuhi kebutuhan pendidikan generasi digital. Namun, tantangan dalam implementasi, seperti keseimbangan antara elemen permainan dan edukasi, masih menjadi perhatian utama. Tinjauan ini juga mengungkapkan perlunya penyesuaian berkelanjutan agar gamifikasi dapat secara efektif mempertahankan motivasi siswa.
Literasi digital dan kecakapan abad ke-21: analisis komprehensif dari literatur terkini Zuhri, Saifudin; Suwindia, I Gede; Ari Winangun, I Made
Education and Social Sciences Review Vol. 5 No. 2 (2024): Education and Social Sciences Review
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/07essr500300

Abstract

Literasi digital menjadi elemen esensial dalam pendidikan abad ke-21, terutama di jenjang pendidikan dasar. Artikel ini menyajikan kajian literatur terkini mengenai pengembangan literasi digital dalam kaitannya dengan kecakapan abad ke-21. Temuan menunjukkan bahwa literasi digital mendukung keterampilan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi siswa, tetapi implementasinya menghadapi kendala signifikan seperti kesenjangan akses teknologi dan keterbatasan pelatihan guru. Dengan mengadopsi pendekatan inovatif seperti pembelajaran berbasis teknologi dan integrasi kurikulum, literasi digital dapat memperkuat kesiapan siswa menghadapi era digital. Artikel ini menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektoral dalam meningkatkan literasi digital untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif dan efektif.
Transformasi literasi di era digital: tantangan dan peluang untuk generasi muda Putrayasa, I Made; Suwindia, I Gede; Ari Winangun, I Made
Education and Social Sciences Review Vol. 5 No. 2 (2024): Education and Social Sciences Review
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/07essr501400

Abstract

Artikel ini membahas transformasi literasi di era digital yang mencakup integrasi literasi membaca tradisional dan literasi digital dalam konteks generasi muda. Era digital telah membawa perubahan signifikan dalam konsep literasi, yang kini mencakup keterampilan teknis, pemahaman kritis, dan pengelolaan informasi digital. Di satu sisi, teknologi digital meningkatkan aksesibilitas informasi dan peluang pembelajaran. Di sisi lain, tantangan seperti misinformasi, kesenjangan digital, dan dampak media sosial terhadap kemampuan membaca mendalam menjadi perhatian utama. Artikel ini mengintegrasikan berbagai literatur terkini untuk menganalisis bagaimana kedua jenis literasi tersebut saling melengkapi atau berbenturan dalam membentuk kompetensi literasi generasi muda. Temuan menunjukkan bahwa pendidikan memainkan peran kunci dalam menjembatani kesenjangan literasi digital dan membaca, dengan rekomendasi berupa penguatan kebijakan pendidikan, peningkatan akses teknologi, dan strategi pembelajaran inovatif.
EXPLORING CATUR GURU VALUES IN CLASSROOM INTERACTION: A PEDAGOGICAL DISCOURSE ANALYSIS OF THE SUWINDIA MODEL IN HINDU RELIGIOUS EDUCATION Suari, A A Pt; Suwindia, I Gede; Wati, Ni Nyoman Kurnia; Dewi, Ni Putu Dian Utami; Sukmayasa, I Made Hendra
Prima Magistra: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 7 No. 1 (2026): Volume 7 Number 1 (January 2026)
Publisher : Program Studi PGSD Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/jpm.v7i1.6687

Abstract

Hindu religious education in elementary schools often remains normative, providing limited space for critical dialogue, even though the teachings of Catur Guru contain essential values for shaping students’ character. This study emphasizes a pedagogical discourse analysis of the implementation of the SUWINDIA model, which is integrated with the Hindu epistemology of Catur Pram??a. The research employs a descriptive qualitative approach within Fairclough’s Critical Discourse Analysis framework, encompassing the dimensions of text, discourse practice, and social practice. Data were collected through participatory observation, in-depth interviews, and document analysis of Catur Guru textbooks. The findings reveal that, at the textual dimension, teachers employ religious vocabulary, metaphors, and cohesion to instill spiritual values; at the level of discourse practice, teacher–student interactions recontextualize the values of Catur Guru through discussion, instruction, and reflection; whereas at the level of social practice, learning functions as a medium for the internalization of devotion, discipline, and spiritual awareness. The implementation of SUWINDIA is shown to align with Catur Pram??a, as it encourages students to learn through direct experience, reasoning, analogy, and sacred teachings. This study contributes to the development of Hindu religious education models that are more dialogical, reflective, and applicable in primary education
NILAI PENDIDIKAN PADA PUJA TRI SANDYA DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER PADA SISWA Adi Lestari, Ni Luh; Suwindia, I Gede; Raka, I Nyoman
JS (JURNAL SEKOLAH) Vol. 10 No. 1 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/js.v10i1.66535

Abstract

Abstract: This qualitative study examines the implementation of the Puja Tri Sandya ritual as a local wisdom-based character education strategy at SMAN 11 Konawe Selatan, Southeast Sulawesi. Through participant observation and in-depth interviews with Hindu religion teachers and students (189), findings demonstrate: (1) Integration of morning-evening rituals into the school curriculum effectively internalizes values of discipline, integrity, and self-reflection through mental preparation, mantra recitation, and philosophical reflection; (2) Significant impacts include enhanced student discipline, honesty, and emotional regulation; (3) Key success factors are institutional commitment and teacher facilitation, while primary constraints are scheduling limitations and varying student comprehension levels. Keyword: educational values, character formation, Puja Tri Sandya   Abstrak: Penelitian kualitatif ini mengkaji implementasi ritual Puja Tri Sandya sebagai strategi pendidikan karakter berbasis kearifan lokal di SMAN 11 Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. Melalui observasi partisipan dan wawancara mendalam dengan guru agama Hindu serta siswa 189 orang, hasil menunjukkan: (1) Integrasi ritual pagi-sore dalam kurikulum sekolah berhasil menginternalisasi nilai disiplin, integritas, dan refleksi diri melalui tahapan persiapan mental, pembacaan mantra, dan refleksi filosofis; (2) Dampak signifikan terlihat pada peningkatan kedisiplinan, kejujuran, dan pengendalian emosi siswa; (3) Faktor pendukung utama adalah komitmen sekolah dan peran guru, sedangkan kendala utama adalah keterbatasan waktu dan variasi pemahaman siswa. Kata Kunci: nilai pendidikan, pembentukan karakter, Puja Tri Sandya .
Kajian Etnopedagogi Tari Rejang Ungkur pada Pujawali Pura Desa Bubunan ketut, juniagus Putu; Suwindia, I Gede; Putra, I Nyoman Miarta Putra Miarta
Wahana Pendidikan Vol 13, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jwp.v13i1.19647

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menganalisis bentuk Tari Rejang Ungkur yang dipentaskan pada Pujawali Pura Desa Bubunan, Seririt, Buleleng; (2) Mengkaji alasan pemilihannya sebagai bagian dari upacara Pujawali; (3) Menganalisis dampak pendidikannya. Metode kualitatif diterapkan melalui observasi, wawancara mendalam, studi kepustakaan, dan dokumentasi naskah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tari Rejang Ungkur merupakan tari putri halus berfungsi sebagai pemuput upacara. Ia memiliki struktur empat bagian (pepeson, pengawak, pengecet, pekaad) dengan paduan gerak Jawa-Bali dan iringan Gong Kebyar (pelog-selendro) serta vokal gerong. Pola lantainya beragam, termasuk simbol Dewata Nawa Sangga. Pementasannya diawali ritual mepiuning dan melukat dengan sarana banten khusus. Pemilihan tarian ini didasari oleh nilai sakral dan tradisi turun-temurun. Keberadaannya memunculkan empat praktik pendidikan dalam masyarakat Bubunan: Religius, Solidaritas, Estetika, dan Budaya. Dampak signifikannya meliputi: penanaman nilai etika pada penari, penguatan konsep menyamabraya (kolektivitas) di masyarakat, serta kesadaran pemerintah desa akan pentingnya melestarikan kesenian lokal sebagai media sosialisasi nilai-nilai pendidikan. Dengan demikian, Tari Rejang Ungkur bukan hanya ekspresi ritual, tetapi juga media pendidikan multidimensi yang berpengaruh bagi penari, masyarakat, dan tata kelola budaya desa.
Analisis Kebutuhan dan Desain E-LKPD Matematika Berbasis Pendekatan Concrete Pictorial Abstract (CPA) Terintegrasi Kearifan Lokal pada Materi Pecahan Kelas III Sekolah Dasar Tistari, Ni Komang Sri Wahyu; Suwindia, I Gede; Kurnia Wati, Ni Nyoman
Cetta: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 9 No 1 (2026)
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37329/cetta.v9i1.5266

Abstract

Fraction learning in elementary schools continues to show low levels of students’ conceptual understanding due to the dominance of procedural instruction and the limited availability of learning media that facilitate concrete and visual representations. This study aims to map the learning needs of fraction instruction and to formulate an E-LKPD design that systematically integrates the Concrete–Pictorial–Abstract (CPA) approach with local wisdom for third-grade elementary school students. The study employed a research and development method using descriptive qualitative and quantitative approaches, limited to the needs analysis and design stages. Data were collected from third-grade teachers and students in Cluster III, Kerambitan District, through classroom observations, semi-structured interviews, and document analysis, and were analyzed descriptively. The findings indicate that students’ low conceptual understanding of fractions is associated with limited visualization, insufficient concrete learning experiences, and the absence of local cultural contexts in instructional practices. The novelty of this study lies in the formulation of an E-LKPD design that combines the CPA representational sequence with local cultural contexts within a structured digital learning framework. Theoretically, the findings reinforce the relevance of contextualized representational approaches in elementary mathematics learning, while practically, the proposed design provides teachers with a reference for developing more meaningful, interactive, and context-based fraction instruction.
Analisis Kebutuhan Pengembangan Media Diorama Augmented Reality Untuk Pembelajaran IPAS di Sekolah Dasar Yustisio, Kadek Panji; Suwindia, I Gede; Prastya Dewi, Ni Putu Candra
Cetta: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 9 No 2 (2026): Article in Press
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37329/cetta.v9i2.5286

Abstract

IPAS learning in elementary schools still faces limitations in providing learning media that effectively facilitate students’ concrete and contextual understanding of ecosystem concepts, which affects their engagement in learning about the relationships and dynamics of biotic and abiotic components. This study aims to analyze the needs for developing Augmented Reality (AR) Diorama media in IPAS learning as a basis for designing media that aligns with user characteristics and instructional contexts. A descriptive approach was employed by integrating quantitative and qualitative data obtained from Grade V teachers and students through needs analysis questionnaires and classroom observations. The results indicate that IPAS learning is predominantly supported by textbooks and two-dimensional media, which are insufficient to explain abstract and dynamic ecosystem concepts; teachers require interactive visual media to support explanations of ecological relationships and processes, while students demonstrate strong interest in three-dimensional visual learning media. The availability of supporting devices in the school environment provides opportunities for implementing AR-based media, although media design should consider existing technical constraints. In conclusion, AR Diorama media is relevant to be developed as an innovative, contextual, and applicable alternative to enhance the quality of IPAS learning in elementary schools.
Analisis Faktor Sosio-Kultural Penyebab Rendahnya Minat Belajar Anak di Pasraman Widya Bhakti Yasa Ketut, Budiyasa Putu; Suwindia, I Gede; Ardiyasa, I Nyoman Suka
Wahana Pendidikan Vol 12, No 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jwp.v12i2.19286

Abstract

Pendidikan melalui pasraman memegang peran strategis dalam membentuk karakter spiritual generasi muda, khususnya di daerah minoritas seperti Sulawesi Tenggara. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor sosio-kultural yang menyebabkan rendahnya partisipasi siswa di Pasraman Widya Bhakti Yasa, Desa Alengge Agung, Kabupaten Konawe Selatan. Pasraman yang terdaftar resmi di Kementerian Agama ini melayani siswa SD, SMP, dan SMA dengan sistem pembelajaran tiga sesi akibat keterbatasan tenaga pendidik dan fasilitas (menggunakan wantilan pura). Meski memiliki 120 siswa, minat belajar cenderung menurun, bertolak belakang dengan tujuan awal pendiriannya. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumen. Hasil penelitian mengidentifikasi beberapa faktor penyebab rendahnya partisipasi, antara lain: (1) pengaruh lingkungan sosial yang kurang mendukung, (2) keterbatasan sarana-prasarana, (3) metode pembelajaran kurang variatif, serta (4) kompetensi guru yang perlu ditingkatkan. Temuan ini memberikan gambaran komprehensif tentang tantangan pendidikan agama Hindu di daerah minoritas dan menjadi dasar rekomendasi bagi