Claim Missing Document
Check
Articles

DINASTI IKIP PUN MULAI BERGUGURAN Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 1988: HARIAN SUARA KARYA
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98.334 KB)

Abstract

Perjalanan pendidikan di Indonesia untuk periode tahun 1988 ini nampaknya memang sangat menarik dicermati dan dievaluasi; karena cukup banyak kebijakan yang diturunkan oleh para 'deci-sion maker' yang dimaksudkan untuk menciptakan tumbuhnya iklim bagi kemajuan pendidikan di negara kita.        Sebagaimana yang telah terjadi pada negara-negara "demokrasi" lainnya,  maka setiap kebijakan yang diambil oleh pemerintah atau para pengambil keputusan lainnya senantiasa memancing berbagai pendapat dari warga negara dan warga masyarakatnya. Demikian pula halnya dengan kebijakan-kebijakan dalam dunia pendidikan di negara kita yang  juga sering memancing berbagai pendapat dan respon masyarakat.       Kalau  sebagian kebijakan yang diambil pemerintah langsung dapat diterima dengan "mulus" oleh masyarakat; maka tentunya ada pula kebijakan-kebijakan tertentu yang memancing diskusi, adu pendapat, polemik, dan bahkan ada semacam "protes" dari sementara anggota masyarakat.       Di antara kebijakan pendidikan yang banyak mengun dang diskusi dan respon dari warga masyarakat kita ialah ditutupnya berbagai lembaga keguruan, baik untuk jenjang pendidikan tinggi maupun menengah. Berbagai program studi kependidikan di perguruan tinggi terpaksa kena aturan "degradasi", di samping pada jenjang menengah penerimaan siswa baru  pada sekolah keguruan juga mulai dibatasi atau bahkan tidak diperbolehkan sama sekali.
RIBA DALAM BERBAGAI AGAMA (5) Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2009
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.423 KB)

Abstract

Maka, dengan alasan yang benar Tawney (1926) menggambarkan periode ini sebagai ?garis tinggi air pasang? serangan eklesiastikal terhadap riba. Juga pada saat inilah dimensi ekstra ditambahkan pada argumen-argumen Gereja terhadap riba di masa kebangkitan logika Aristoteles dan penggabungannya dengan hukum Romawi oleh St Thomas Aquinas (1225-74). Pengaruh ketiga terhadap pandangan Gereja atas riba berasal dari kalangan terpelajar abad pertengahan. Terpenting di antara mereka terutama adalah Saint Thomas Aquinas, yang pada umumnya diakui sebagai filosof skolastik terbesar, dan kedudukannya sejajar dengan Plato, Aristoteles, Kant, dan Hegel (Russel, 1946). St. Thomas berhasil meyakinkan para Bapak Gereja bahwa pandangan Aristoteles seharusnya menjadi basis falsafah Gereja, dan bahwa para filosof Arab khususnya Ibn Rusyd (1126-98), para pengikutnya dari bangsa Arab-Spanyol dan dari bangsa Kristen (Averroists), telah salah menafsirkan Aristoteles ketika mengembangkan pandangan-pandangan mereka tentang immortalitas (keabadian). Konskuensinya, Summa Theologica karya St. Thomas berusaha menggagalkan kesetiaan yang kuat kepada doktrin-doktrin bangsa Arab ini. Dalam prosesnya, St. Thomas menghidupkan kembali pandangan Aristoteles tentang riba. Bangsa Yunani sendiri (seperti bangsa Romawi belakangan) tidak menunjukkan penyesalan atas pengambilan bunga, tapi Plato tidak menyukai riba dan The Republic, negara idealnya, menentang semua transaksi kredit kecuali yang dilakukan berdasarkan persahabatan dan persaudaraan, dan terang-terangan melarang pemberian pinjaman berbunga. Aristoteles (murid Plato) juga menentang bunga, yang didasarkan pada pembedaan antara pola-pola produksi yang alamiah dan yang tidak alamiah, yang tidak alamiah ini termasuk pendapatan dari peminjaman uang, jadi bunga melanggar hukum alam-sikap yang diperhatikan oleh St. Thomas dan Gereja (Lewis dan Algaoud, 2001:272). Pelarangan riba telah disebutkan dalam Al-Qur?an dan Hadis. Islam adalah satu-satunya agama besar yang mampu mepertahankan pelarangan riba. Al-Qur?an Suci sebuah karya yang kira-kira sama panjangnya dengan perjanjian Baru memuat kecaman keras mengenai persoalan riba. Agama Islam tidak menyetujui adanya riba atau pembungaan uang disebutkan dalam Al-Qur?an dalam surat Al Baqarah 275-279, Ali ?Imran 130, An Nisaa?161 dan Ar Ruum. 39. Meskipun demikian Allah menghalalkan jual beli seperti firman Allah : .... Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba .... (Al Baqarah 275). Islam benar-benar melarang pembungaan uang atau riba dan menentang pemahaman yang mengatakan pendapatan yang diperoleh dengan cara ini adalah legal. Karena riba didasarkan atas pengeluaran orang dan merupakan eksploitasi yang nyata, dan Islam melarang bentuk eksploitasi apapun ?apakah itu dilakukan oleh orang kaya terhadap orang miskin, oleh penjual terhadap pembeli, oleh majikan terhadap budaknya, oleh laki-laki terhadap wanita, atau oleh atasan terhadap bawahan? Tidak ada agama atau kepercayaan yang setegas Islam dalam menentang riba. Menurut para komentator dan para ahli sejarah, perintah terakhir tentang larangan riba datang pada tahun kesembilan Hijriah dan diumumkan oleh Rasulullah pada saat sedang menyampaikan khotbah tentang haji terakhir di tahun kesepuluh Hijriah. Rasulullah membersihkan keluarganya dari praktek riba dengan bantuan kekayaan dari paman Abbas. Bahkan sebelum diumumkannya perintah tersebut, Rasulullah menerima utusan dari Thakif (Kepala dari Taif) untuk menegosiasikan pernyataan tentang batasan-batasan yang telah dikeluarkan oleh Rasulullah. Beliau telah mengenakan suatu persyaratan terhadap mereka bahwa mereka tidak lagi diperbolehkan melakukan praktek riba ataupun meminum alkohol. Mereka telah kecanduan praktek riba tersebut (Nomani, 1962). ?Perjanjian yang sama pernah dibuat dengan orang-orang dari Najran pada tahun kedelapan Hijriah?(Baladhuri, 1966).  
PASAR HAJAR Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2008
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasar yang diadakan bersamaan dengan pasar di Nazat yang adalah Hajar, diadadakan mulai pada sepuluh sampai akhir bulan Muharram. Hajar merupakan nama kota di Yamamah.  Secara historis distrik Yamamah mempunyai tingkat tertinggi pada saat diperintah oelh Yaqut (abad ke tiga belas) dan Al-Hamadani (abad ke sepuluh) dibandingkan daerah yang terkenal dalam catatan sejarah pada era sebelum Islam dan pada awal Islam.  Sejarah kota Hajar dimulai pada saat suku Tasm dan Jadis yang mendirikan istana dan menara. Reruntuhan tersebut dapat dilihat sejak abad keempat Hijriah. Daerah tersebut kemudian dibangun oleh suku Hanifa yang tersebar di lembah yang yang menyebabkan kota menjadi maju dan merupakan pasar bagi orang Arab. Yagout dalam bukunya ?Lexicon of Town? menamakan kota tersebut Hajar  yang berawal dari Obeid Al Hanaf ketika ia membuat istana dan kebun di bawah tanah miliknya dan menyebutnya dengan Hajar. Tempat tersebut dikenal secara resmi dengan Yamamah. Dengan datangnya Islam di Hijaz dan tersebar di Semenanjung Arabia, suku-suku dari Yamamah datang untuk memberi penghormatan kepada Rasulullah s.a.w. Bani Hanifa memeluk Islam bersama suku lainnya. Setelah meninggalnya Rasulullah s.a.w. beberapa di Yamamah melakukan pemurtadan, Abu Bakar sebagai Khalifah berusaha untuk mencegahnya. Pada masa Khalifah, Hajar merupakan pemimpin daerah Yamamah untuk menyebarkan kekhalifahan Islam di luar Semenanjung Arabia  dan munculnya daerah Islam yang kaya tersebut merupakan hal yang penting bagi kota Yamamah, tetapi beberapa dusun mulai mengalami penurunan. Maka politik dan keamanan digabungkan untuk memperoleh kestabilan, pertumbuhan dan perkembangan Yamamah. Sejak abad kedelapan Hijriah, Hajar telah menjadi reruntuhan. Reruntuhan dari kota Hajar yang merupakan ibukota Yamamah tersebut, kini dibangun sebuah kota yang bernama Riyadh atau ArRiyadh yang merupakan ibukota Kerajaan Saudi Arabia. Riyadh merupakan bentuk jamak dari kata Arab Rawdah yang berarti kebun atau padang rumput. Nama tersebut diambilkan dari alamnya dengan dataran rendah berkumpulnya air yang mengalir dan rumput hijau yang menutupi tanah dengan bau harum bunga mawar.             Pada 1223 H, Ad? Diriyah diruntuhkan oleh Gubernur Mesir, Ibrahim Basha dan untuk pertama kali wilayah pemerintahan Arab dihancurkan. Pemerintahan Usmaniah membuat ketakutan dengan melakukan reformasi apa yang telah dilakukan keluarga Saud. Pemerintahan Usmaniah menjadikan sebagai tanah berkembangbiaknya tahyul, klenik dan menentang pemerintahan sebagai alasan konflik militer antara Pemerintahan Usmaniah dan Pemerintahan Saudi. Hasilnya adalah pendudukan Hijaz dan Najd. Tetapi pemerintah Saudi membangun kembali dan meningkatkan kekuatan di bawah pemimpin Imam turki bin Abdullah pada 1240 H. Ia membuat Riyadh sebagai kota pemerintahan dan membangun kembali masjid kota dan istana gubernuran dengan menambahkan benteng yang mengelilingi kota. Sejak saat itu Riyadh menjadi kota nomor dua dan setelah Imam Abdulaziz bin Abdulrahman al Faisal merebut kembali kota tersebut, Riyadh menjadi ibukota berkarakteristik sosial, politik dan ekonomi yang berpengaruh sampai saat ini, baik pengaruh secara nasional maupun internasional.
ETIKA BISNIS : MELAKSANAKAN KEJUJURAN Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2009
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (92 KB)

Abstract

Seorang pedagang yang baik dapat melaksanakan kejujuran, dilandasi keinginan agar orang lain mendapatkan kebaikan dan kebahagiaan. Allah menganjurkan untuk melaksanakan kejujuran. Dalam surat Al Anfaal ayat 58 : Dan jika kamu khawatir akan (terjadinya) pengkhianatan dari suatu golongan, maka kembalikanlah perjanjian itu kepada mereka dengan cara yang jujur. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berkhianat. Demikian pula dalam surat Al Baqarah ayat 282 : Jika yang berhutang itu orang yang lemah akalnya atau lemah (keadaannya) atau dia sendiri tidak mampu mengimlakkan, maka hendaklah walinya mengimlakkan dengan jujur.       Dari  Abu Sa?id Al Khudri r.a., Rasulullah s.a.w. bersabda : Pedagang yang jujur dan dapat dipercaya termasuk golongan para nabi, orang yang benar-benar tulus dan para syuhada (Tirmidzi, Darimi dan Daraqutni). Dari Ibnu Umar RA, ia berkata, ?Rasulullah s.a.w. pernah ditanya mengenai usaha apakah yang paling baik ?? Beliau menjawab, ?Usaha seseorang dengan tangannya sendiri, dan perdagangan yang jujur.? (Thabrani dalam Al Ausath dan para perawinya terpercaya). Dari Anas r.a., Rasulullah s.a.w. bersabda : Sesungguhnya pedagang yang jujur dan benar akan berada di bawah naungan Arsy Allah pada hari kiamat (Ashbhani). Bahkan Rasulullah s.a.w. dalam berbisnis menjelaskan cacat barang dagangan yang dia ketahui dan yang tidak terlihat oleh pembeli. Riwayat Uqbah, ia berkata, ?Muslim itu adalah saudara muslim. Tidak boleh bagi seorang muslim, apabila ia berdagang dengan saudaranya dan menemukan cacat, kecuali diterangkannya.? Demikian pula Abi Siba? mengisahkan : ?Saya membeli unta dari rumah Watsilah ibnul Asqa?, Ketika keluar dari rumahnya, dia mengejar saya dengan menyeret sarungnya dan bertanya, ?Sudah kamu beli ?? Jawabku, ?Sudah.?Katanya, ?Saya akan menerangkan cacat unta ini.? Kataku, Apa cacatnya ? bukankah unta ini gemuk dan gterlihat sehat ?? Ia bertanya, ?Kamu ingin unta ini untuk dikendari atau dimakan dagingnya ??Kataku,?Untuk pergi haji dengan mengendarai unta ini.? Katanya, ?Kembalikan saja unta itu.? Si, pemilik dan penjual unta berkata : ?Apa yang kamu kehendaki, semoga Allah meluruskan kamu, apakah kamu ingin menggagalkan penjualan saya ??Watsilah berkata ?Saya mendengar Rasulullah bersabda, ?Tidak boleh seseorang menjual sesuatu kecuali ia menerangkan apa yang ada dalam barang itu dan orang yang mengetahui cacat barang itu harus memberitahukan hal itu.?
MEMULAI USAHA DARI GARASI SEWAAN Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2003: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT EDISI JULI-SEPTEMBER 2003
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Tom Peters dan Robert Waterman memasukkan Hewlett-Packard menjadi perurasaan terbaik  di akhir 1970. Jerry Pornas dan James Collins dalam bukunya Built to Last juga memasukkan Hewlett-Packard untuk mendapatkan penghargaan sebagai perusahaan berumur panjang. Perusahaan ini juga masuk peringkat yang sama dalam jajak pendapat tentang perusahaan bermanajemen bagus atau salah satu perusahaan yang layak di lamar. Demikian pula, Fortune memasukkan Hewlett-Packard sebagai salah satu perusahaan yang paling dikagumi di dunia. Hewlett-Packard telah meraih hal yang luar biasa, perusahaan yang layak dikagumi dan berhasil. Hewlett-Packard didirikan oleh Bill Hewlett dan Dave Packard di sebuah garasi sewaan di Palo Alto dengan modal $538 pada 1937. Bill Hewlett dan Dave Packard merupakan kawan semasa kuliah di Stanford University. ?Kami kira kami akan punya pekerjaan untuk diri kami sendiri. Kami tidak punya pikiran sedikitpun untuk menjadi perusahaan besar ? kata Packard. Garasi itulah merupakan cikal bakal Silicon Valley tulis Stuart Crainer dalam bukunya The 75 Greatest Management Decision Ever Made. Produk pertama yang dijual oleh Hewlett-Packard adalah alat pengukur gelombang suara yang dijual ke Walt Disney. Hasil dari penjualan tersebut memperoleh pendatan $5100 dengan keuntungan $1300 yang merupakan sukses pertama Hewlett-Packard. Produk berikutnya adalah mesin otomatis perata selada dan mesin kejut untuk membantu orang menurunkan berat badan. Hewlett-Packard juga mempertimbangkan pasar bagi peralatan otomatis pembuang air seni, sensor lantai bowling, dan pendingin udara. Mereka meninggalkan garasi pada 1940. Meskipun demikian Hewlett-Packard pernah mengalami krisis pada saat setelah terjadinya perang pada1946. Tetapi justru saat terjadi krisis inilah kreativitas muncul, sehingga Hewlett-Packard berani mengambil keputusan untuk merekrut orang-orang yang berkemampuan teknis yang melimpah, karena kehidupan pasca perang.  Hasilnya cukup mengagumkan, penjualan mencapai $2,1 juta pada 1948.   Hewlett-Packard tidak mengandalkan hutang jangka panjang dalam mengembangkan usaha, tetapi menggunakan produk yang mampu menjadi peminpin pasar. ?tugas kami ádalah merancang, mengembangkan, dan memproduksi yang terbaik demi kemajuan ilmu pengetahuan  dan kesejahteraan umat manusia. Kami bermaksud mengabdikan diri kami pada tugas itu ? kata Packard. Di 1976, salah satu insinyurnya menemukan bahwa jika logam dipanaskan dengan cara tertentu ia akan berhamburan. Keputusan untuk memakai teknologi ini memunculkan bisnis printer ink-jet dan akhirnya laser-jet yang sukses. Meskipun demikian semuanya dimulai dari garasi sewaan.
BISNIS KAUM TADMUR (2) Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2008
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Kota tersebut mengalami pertumbuhan yang sangat penting karena sebagai rute bisnis yang menghubungkan Persia, India, Cina, dan Kekaisaran Romawi. Pada masa kekuasaan Hadrian (117-138 M), Tadmur (Palmyra) dan kota kotanya menjadi negeri protektorat Romawi. Setelah kunjungan Hadrian pada 130, kota berubah nama menjadi Hadriana Palmyra. Septimius Severus (193-211 M) menjadikan Palmyra dan kota kotanya sebagai kota-kota provinsi kerjaan Romawi. Pada awal abad ketiga, Palmyra memperoleh status sebagai koloni tetapi meski dalam kondisi itu Palmyra tetap menikmati independensi administratif dengan hanya mengakui kekuasaan Romawi secara nominal. Orang-orang Tadmur mulai menambahkan nama-nama Romawi pada nama mereka. Orang-orang Romawi mengakui pentingnya kota itu dari sisi militer, karena jalan dari Damaskus ke Eufrat mesti melewati kota itu. Tadmur mencapai puncak kejayaannya antara 130 hingga 270 M. Pada masa itulah dibangun banyak monumen yang diantaranya bertahan hingga kini. Aktivitas bisnis internasionalnya mencapai bagian timur hingga Cina, dan sebagai sebuah kota yang dibangun dari bisnis. Palmyra menjadi pewaris sejati Petra. Pada awal 212 M, bisnis di Tadmur (Palmyra) menurun, setelah kaum Sasania menduduki wilayah Tigris dan Eufrat. Odhaynah (Odaenathus), Pangeran Tadmur diangkat oleh Raja Valeria sebagai gubernur provinsi Syiria. Setelah Raja Valeria ditangkap oleh kaum Sasania dan meninggal dalam tahanan di Bishapur, Odhaynah berhasil memaksa Syapur I yang pada 260 M, menangkap Raja Valeria dan menaklukkan sejumlah besar daerah Suriah dan keluar dari Suriah. Odhaynah mengejar Syapur hingga ke dinding pertahanan ibu kotanya, Ctesiphon (sekarang dekat Bagdad). Dalam perterapan panjang antara orang-orang Romawi dan Sasaniyah yang menggantikan (226)  bangsa Persia, panglima Palmyra bersekutu dengan pasukan Romawi dan kemudian diangkat sebagai dax Orientis, wakil raja di kawasan Timur, pada 262. Raja Gallieus menganugerahinya gelar kehormatan ?kaisar kecil? dan mengakuinya sebagai panglima pasukan Romawi di Timur. Hal ini berarti bahwa di seluruh kawasan Asia Kecil dan Mesir, crotias tertinggi secara nominal berada di tangannya. Wilayah kekausaannya juga meliputi Suriah, Arab Utara dan mungkin Amenia. Dengan demikian Palmyra merupakan penguasa Asia Barat empat tahun kemudian (266-267), Odhaynah dan anak laki-lakinya yang tertua dikhianati dan dibunuh di Himsh (Emesa), mungkin atas perintah penguasa Romawi yang meragukan loyalitasnya. Isteri Odhaynah, Zanubia (bahasa Aramaik : Bath-Zabbay, bahasa Arab : al-Zaba, atau Zainab) menjadi penerusnya yang hebat. Zanubia memerintah atas nama anak laki-lakinya yang masih kecil, Wahb-Allath (Karunia al-Lat, Tuhan Atena), ia mengklaim dirinya sebagai Riau Timur dan untuk beberapa saat melawan kekuasaan Romawi
STRATEGI SENTUHAN UNIK Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2003: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT EDISI OKTOBER-DESEMBER 2003
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyak strategi yang dipakai untuk unggul dalam persaingan. Ketika pertama kali Primagama, hanya mendapatkan 2 siswa, maka kami berusaha mencari strategi agar mendapatkan siswa yang banyak. Strategi Primagama, ketika itu kita sebut strategi sentuhan unik yaitu mengundang siswa SLTA dengan mengunakan Tes Uji Coba UPA/IPS Terpadu secara gratis. Strategi ini dilakukan, karena ketika itu tes masuk perguruan tinggi negeri akan menggunakan tes IPA/IPS Terpadu.  Primagama merupakan bimbingan tes pertama yang mampu mengadakan ujicoba tes IPA/IPS Terpadu. Karena ujicoba tes IPA/IPS Terpadu baru pertama kali, maka pesertanya banyak. Sebelum tes ujicoba dimulai, kita melakukan promosi kepada peserta, tentang salah satu keunggulan Primagama dibanding Bimbingan Tes lainnya. Dari promosi tersebut terjaring 62 siswa yang mengikuti bimbingan tes Primagama. Strategi sntuhan unik berikutnya adalah Program Jaminan Diterima.   Jaminan diterima, maksudnya adalah jika tidak diterima di Perguruan Tinggi Negeri, tidak membayar, hanya membayar uang pendaftaran Rp.10.000,- dan itulah yang disebut Jaminan Diterima. Ide dari Pak Purdi ini, kita tidak lanjuti dilapangan dengan memasang Customer Service di dua tempat. Tempat pertama di Jalan Kapten Tendean No. 7 langsung ditangani Pak Purdi, dan tempat kedua di Jalan Demangan Kidul No. 92, langsung saya tangani sendiri. Customer servise ditangani oleh yang tahu segala seluk beluk Primagam, dari rumus praktis sampai teknik memprediksi soal yang akan keluar di PTN.  Kita tidak dapat membayangkan, kalau peserta yang ikut Primagama luar biasa banyak. Apalagi setelah terbukti yang masuk Perguruan Tinggi Negeri banyak, yang diumumkan di Harian Kedaulatan Rakyat.             Demikian juga ketika saya mendirikan Pusat Pendidikan Komputer dan Manajemen IMKI, strategi sentuhan unik yang saya lakukan adalah Program Profesi Satu Tahun yang merupakan Pendidikan Komputer yang dilengkapi Pendidikan Manajemen Praktis dan Kewirausahaan. Ketika itu belum ada pendidikan komputer lamanya satu tahun. ?Kalau Anda kursus komputer 1 bulan, atau 3 bulan hanya dapat sedikit, tetapi kalau Anda kursus 1 tahun akan dapat banya? kata saya kepada calon peserta kursus. Ternyata strategi ini manjur.               Ketika saya mendirikan STMIK AMIKOM Yogyakarta pun saya menggunakan stratetgi sentuhan unik. Kelemahan yang saya lihat, Pendidikan di Perguruan Tinggi adalah pendidikan sikap mental. Maka pendidikan di AMIKOM dimulai dari pendidikan sikap mentalnya lebih dahulu. Pendidkan sikap mental ini di AMIKOM dikenal sebagai Pelatihan Super Unggul. Pelatihan ini memadukan model Super Camp dari Bobby De Potter, Achievement Motivation Training dan Pelatihan Emotional Intelegence maupun Spiritual Intelegence. Untuk menjaga sikap mental ini, ketika kuliah mahasiswa diharuskan untuk memakai dasi, akhirnya memunculkan ?Tempat Kuliah Orang Berdasi?. Sedangkan pendidikan pengetahuan dan ketrampilan di lakukan dengan menggunakan fasilitas yang di atas rata-rata, sehingga ?Unggul Dalam Trend Teknologi Informasi?. Disamping itu, konsentrasi yang ditawarkan antara lain Periklanan Televisi, E-Commerce dan Film Kartun. Ternyata Strategi Sentuhan Unik itu, setelah kami tahu bernama Strategi Diferensiasi atau Strategi Positioning.
CALON PEMIMPINKU (1) Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2006
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini ramai-ramainya memilih calon pemimpin. Di sepanjang jalan bertaburan billboard dan spanduk promosi calon-calon pemimpin. Dalam buku At-Tibr al-Masbuk fi Nashihah al-Muluk, Al-Ghazali memberikan nasihat kepada para pemimpin dengan 10 pokok nasihat yang sangat indah. Nasihat pertama, pemimpin harus mengetahui kedudukan dan pentingnya kekuasaan Sesungguhnya kekuasaan adalah sebagian nikmat dari Allah. Siapa saja yang menjalankan kekuasaan dengan benar, maka ia akan memperoleh kebahagiaan yang tidak ada bandingannya, dan tidak ada kebahagiaan yang melebihi itu. Siapa yang lalai dan tidak menegakkan kekuasaan dengan benar, maka ia akan mendapat siksa karena kufur kepada Allah. ?Keadilan pemimpin satu hari lebih dicintai Allah daripada beribadah tujuh puluh tahun ? sabda Rasulullah. Kedua, senantiasa merindukan petuah para ulama dan gemar mendengarkan nasihat mereka. Hati-hati dengan ulama yang menyukai dunia. Mereka akan memperdayaimu, mencari kerelaanmu untuk mendapatkan apa-apa yang ada di tanganmu berupa hal-hal yang buruk dan haram agar mereka mendapatkan sesuatu dengan maker dan tipu daya. Orang yang berilmu adalah orang yang tidak menginginkan hartamu, dan orang yang senantiasa memberimu wejangan serta petuah. Umar bin Abdul Aziz berkata kepada Muhammad bin Ka?ab al-Qurzhi ?Terangkanlah kepadaku tentang keadilan?. Dia menjawab ?Setiap orang yang usianya lebih tua darimu, jadikanlah sebagai orang tua. Siapa saja yang usianya lebih muda darimu, jadikanlah sebagai anak. Siapa saja yang usianya sama , jadikanlah saudara. Hukumlah setiap orang yang berbuat kesalahan sesuai dengan kadar hukumnya. Satu cambukan kepada orang karena kebencianmu, akan mengantarkanmu ke dalam neraka.? Ketiga, janganlah merasa puas dengan keadaanmu yang tidak pernah melakukan kezaliman. Lebih dari itu, didiklah para pembantu, sahabat, pegawai dan para wakilmu. Janganlah engkau tinggal diam melihat kezaliman mereka, karena sesungguhnya engkau akan ditanya tentang perbuatan zalim mereka sebagaimana akan ditanya tentang perbuatan zalimmu. Umar bin Kaththab menulis surat kepada bawahannya, yaitu Abu Musa al-Asy?ary sebagai berikut : ?Sesungguhnya wakil yang paling berbahagia adalah wakil yang rakyatnya merasa bahagia Sesungguhnya wakil yang paling celaka adalah wakil yang rakyatnya dalam keadaan paling sengsara. Oleh karena itu, mudahkanlah karena sesungguhnya bawahanmu akan mengikuti perilakumu. Perumpamaanmu adalah seperti binatang melihat rumput hijau, kemudian memakannya dalam jumlah banyak hingga gemuk. Ternyata kegemukannya membawa kemalangan karena hal itu membuat dia disembelih dan dimakan manusia.? Keempat, kebanyakan wakil memiliki sifat sombong. Salah satu bentuk kesombongannya adalah bila marah, ia akan menjatuhkan hukuman. Kemarahan adalah perkara yang membinasakan akal, musuh dan penyakit akal. Kemarahan merupakan Seperempat Kebinasaan. Jika amarah mendominasimu, maka engkau harus condong kepada sifat pemaaf dan kembali kepada sifat mulia. Jika hal itu menjadi kebiasaanmu, maka engkau sudah meneladani para nabi dan para aulia. Jika engkau menjadikan kemarahan sebagai kebiasaan, maka engkau serupa dengan binatang buas.Dari Abu Darda? r.a. berkata ? Ya Rasulullah, tunjukkan kepadaku suatu amalan yang akan memasukkan aku ke dalam surga. Rasulullah bersabda ?Jangan marah, kamu akan masuk surga.? Kelima, sesungguhnya pada setiap kejadian yang menimpa dirimu, engkau mesti membayangkan bahwa engkau adalah salah seorang rakyat, sementara selain dirimu adalah pemimpin. Dengan itu, apa yang tidak engkau ridha bagi dirimu sendiri, tidak pula akan diridhai oleh salah seorang rakyatmu. Jika engkau meridhai mereka dalam apa yang tidak engkau ridhai untuk dirimu sendiri, berarti engkau mengkhianati dan menipu bawahanmu. ?Siapa yang ingin selamat dari panas api neraka dan masuk surga, ketika datang kepadanya kematian-menemukan kesaksian dengan lisannya. Setiap yang dia tidak ridhai bagi dirinya sendiri, maka tidak seorangpun dari rakyatmu meridhainya.
SIPENMARU 1988 : SEMOGA YANG TERAKHIR Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 1988: HARIAN WAWASAN
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.783 KB)

Abstract

       Konon dunia pendidikan merupakan dunia yang penuh dengan pembaharuan. Itu sepenuhnya benar adanya; hingga muncul semacam "pameo",  bukanlah dunia pendidikan kalau tidak dijumpai pembaharuan-pembaharuan di dalamnya. Oleh sebab itu hampir semua permasalahan pendidikan mencerminkan adanya kedinamisan; tidak terkecuali dengan permasalahan sistem penerimaan mahasiswa baru Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di negara kita.       Semenjak beberapa tahun yang silam kita sudah bereksperimentasi dengan berbagai pola seleksi masuk dalam sistem penerimaan mahasiswa baru; termasuk pola yang dikembangkan dalam beberapa tahun terakhir, ialah pola Sipenmaru.       Pola Sipenmaru sudah diaplikasikan dalam sistem penerimaan mahasiswa baru PTN sejak bulan Mei 1984, dan Sipenmaru 1988 adalah merupakan pelaksanaan yang ke lima kalinya. Dengan usia-nya yang sudah relatif "tua" ini, dalam konteksnya sebagai salah satu alat ukur kemampuan, maka wajarlah kalau kemduian muncul pemikiran-pemikiran untuk memodifikasi pola Sipenmaru bahkan menggantinya dengan pola lain yang dipandang lebih efektif.       Beberapa waktu yang lalu Prof Pramoetadi selaku Ketua Panitia Sipenmaru Pusat mengemukakan tentang terbukanya kemungkinan untuk mengganti pola Sipenmaru.Dalam pengertian bahwa pola seleksi dengan ujian tulis (Utul) Sipenmaru selama ini akan diganti dengan pola yang lain; Ebtanas Murni (NEM) sebagai dasar penerimaan mahasiswa baru.
ETIKA BISNIS : JUAL BELI YANG HALAL Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2009
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.916 KB)

Abstract

Allah menghalalkan jual-beli dan mengharamkan riba. Dalam surat Al Baqarah ayat 275 : Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan), dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang mengulangi (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.       Rasulullah s.a.w. menganjurkan jual beli yang halal dan sedapat mungkin menghindari yang syubhat, apalagi yang haram. Pernah suatu ketika Rasulullah s.a.w. di tanya : ?Ya Rasulallah, pekerjaan apakah yang terbaik?? Beliau menjawab :?Pekerjaan yang terbaik ialah usahanya seseorang dengan tangannya sendiri dan semua jual-beli yang dianggap baik (Ahmad dan Baihaqi). Dari Nu?man bin Basyir r.a, katanya Nabi saw. bersabda : ?Yang halal sudah nyata, yang haram sudah nyata dan antara keduanya beberapa perkara yang diragukan. Barangsiapa meninggalkan apa yang diragukan tentang dosanya, biasanya orang itu meninggalkan pula apa yang sudah nyata berdosa. Dan siapa yang berani melakukan apa yang masih diragukan tentang dosanya, dikhawatirkan ia jatuh pada perkara yang nyata dosanya. Segala macam ma?siat  adalah larangan Allah. Barangsiapa bermain-main sekitar larangan Allah, dikhawatirkan ia akan jatuh ke dalamnya? (Bukhari dan Muslim).