Claim Missing Document
Check
Articles

MEMBANGUN MEREK Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2003: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT EDISI OKTOBER-DESEMBER 2003
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagian besar orang beranggapan, bahwa membangun merek yang pertama kali menggunakan iklan besar-besaran. Fakta membuktikan ternyata perusahaan-perusahaan yang telah melenggenda dunia membangun merek untuk pertama kali menggunakan public relations (hubungan masyarakat). Public relations melibatkan berbagai program yang dirancang untuk mempromosikan dan / atau menjaga citra perusahaan atau produknya. Periklanan memang dibutuhkan untuk mempertahankan merek untuk tidak mati, tetapi tidak untuk membangun merek untuk pertama kali.             Microsoft menggunakan Public Relations  ketika meluncurkan sistem operasi barunya Windows 95. Sebenarnya Windows 95 bukanlan produk yang sepenuhnya baru, tetapi menjadikan Windows 95 sangat mudah digunakan seperti halnya Macintosh. Pemunculnnya tanggal 24 Agustus 1995 merupakan hari yang menggemparkan bagi Windows 95. The Wall Street Journal memperkirakan 3.000 berita utama, 6852 cerita dan lebih dari 3.000.000 kata dikhususkan bagi Windows 95 dari 1 Juli hingga 24 Agustus.  Tim Microsoft di seluruh dunia untuk melakukan publikasi yang menarik perhatian. Mengibarkan spanduk Windows 95 sebesar 600 kaki dari menara CN Toronto. Menaburi warna merah, kuning dan hijau dari logo Windows 95 pada The Empire State Building di New York. Membayar The London Time’s untuk mendistribusikan secara gratis seluruh terbitan harian itu sebanyak 1,5 juta eksemplar kepada masyarakat. Saat Windows 95 dijual dengan harga 90 dolar, ribuan orang antri untuk membelinya. Pada akhir minggu pertama, penjualan di Amerika Serikat saja mencapai 108 juta dolar.  Microsoft mengeluarkan biaya 220 juta dolar untuk Public Relations tersebut. Mengapa Bill Gates membelanjakan dana begitu besar untuk Public Relations?. Ada dua alasan yang mungkin. Pertama, khawatir tentang cacat yang terdapat pada versi-versi awal dari sistem operasi itu, pemakai komputer mungkin enggan untuk membelinya. Microsoft ingin mengatasi keengganan ini. Kedua, Apple Computer secara cepat menutunkan harga komputernya dengan harapan dapat menjual lebih banyak komputer Macintosh sebelum Windows 95 yang mirip dengan sistem operasi Macintosh dijual di pasaran. Microsoft ingin membendung arus penjualan Macintosh dengan menjual sebanyak mungkin paket Windows 95 dalam waktu yang sesingkat mungkin.             Anita Roddick membangun The Body Shop menjadi merek dunia tanpa melakukan pengiklanan, tetapi melakukan Public Relations keseluruh dunia tanpa kenal lelah untuk memperkenalkan produknya. Walmart sebagai perusahaan yang paling mengagumkan dunia, hanya sedikit mengeluarkan iklan. Demikian juga Intel, Dell, Compaq, Gateway, Oracle, Cisco, SAP, Sun microsystem pertama kali diciptakan di halaman-halaman Wall Street Journal, Business Week, Forbes, dan Fortune, yaitu dengan publisitas, bukan denga iklan. Kami juga memulai Primagama, IMKI, STMIK AMIKOM,  PT Time Excellindo, PT. Mataram Surya Visi, PT Radio MQ FM, PT. GITS, AMIKOM.NET, AMIKOM Traning Center, dan  dengan menggunakan Public Relations.
KIAT SUKSES MENJADI ENTREPRENEUR BAGI ORANG BIASA (10) Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2009
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (79.817 KB)

Abstract

Setelah tahap ketiga yang paling sulit untuk menjadi entrepreneur adalah mengambil langkah memulai bisnis, mulai menggelindingkan bisnis. Pada awalnya kita menyewa ruko kecil dan kurang memadahi dengan sewa Rp 25.000,- per bulan berada di sebelah sisi barat Jalam Kapten Tendean, Wirobrajan Yogyakarta. Ruko tersebut berukuran kurang lebih, panjang 8 meter dan lebar 4 meter, kita sekat menjadi dua bagian. Bagian pertama untuk kelas dan bagian kedua untuk administrasi (customer service) dan untuk pengelola. Di bagian depan sebelah kiri adalah cendela kaca besar yang agak buram, meskipun demikian kalau dari dalam, masih dapat melihat kendaraan yang sedang lewat. Sedangkan sebelah kanannya berupa pintu yang cukup lebar, bercat hijau tua.  Papan tulisnya dari lembaran whiteboard yang seadanya yang dibuat sendiri dan ditempelkan di sebelah timur menutupi cendela kaca tersebut. Alat tulisnya berupa spidol dalam jumlah yang terbatas. Penghapus papan tulis menggunakan kualitas rendahan, sehingga seringkali pengajar ditertawakan siswanya, karena setelah menghapus papan tulis, tangannya kena kotoran dari bekas spidol kemudian tangan tersebut untuk mengusap keringat yang berada di muka pengajar tersebut. Keringat bercucuran, karena ruang sempit tanpa AC dan tanpa kipas angin serta satu-satunya aliran udara hanya berasal dari pintu. Meskipun demikian, saya bersama kawan-kawan mengajar dengan penuh semangat dan memberikan yang terbaik, sehingga siswapun juga ikut bersemangat mengikuti pelajaran. Kursinya dari kursi besi ringan berwarna hijau yang merupakan kursi sewaan dengan sewa yang paling murah. Kita menyewa bergantung pada jumlah siswa yang ikut bimbingan. Pernah suatu saat saya bersama kawan-kawan kebingungan karena kekurangan kursi, sehingga kursi tempat pengajar itu diberikan siswa. Bila tidak cukup, siswa itu kita suruh untuk mengikuti bimbingan hari berikutnya. Pada hari itu kita langsung menyewa kursi tambahan. Bila ada pelajaran, karena tempat kerja kita di tikar kesayangan, terpaksa tikarnya harus dilipat, karena tidak enak kalau dilihat siswa bekerja di tikar, kelihatan tidak profesional. Mengingat kemampuan kita yang sangat terbatas, kemudian kita duduk depan kantor sambil bekerja sebagai pengawas sepeda motor dari siswa. Diskusi, menyusun strategi, bermimpi sambil bercanda dengan pemandangan lalu lintas kendaraan yang lewat menambah indahnya pengalaman memulai berbisnis. Bahan yang akan kita ajarkan, sebelumnya kita ketik bergantian yang kadangkala sampai pagi. Dengan demikian kalau malam tidurnya bergantian. Setelah selesai kita bawa menuju percetakan yang dapat dibayar kemudian. Kadangkala di percetakan kita tunggu. Bahkan pernah terjadi ketika kita membagi bahan yang akan kita ajarkan, masih memakai sandal jepit dan belum mandi. Meskipun kita sudah bekerja keras dan biaya murah tetapi siswa yang masukpun juga masih sangat sedikit. Ada yang hanya mencari informasi saja, kita sudah sangat senang sekali, apalagi kalau sampai mendaftar bimbingan. Kesulitan dan kesukaran terus kita hadapi. Hari demi hari berusaha untuk mengatasi kesulitan yang kita hadapi. Kerja keras dan doa terus mengalir tak henti-henti. Tabir kesulitan itu sedikit demi sedikit mulai terungkap. Sesungguhnya kesulitan itu akan memunculkan kratifitas dan inovasi yang sangat luar biasa. Hal ini tidak akan kita peroleh kalau kita tidak pernah mencoba memulai bisnis.
KOMUNITAS PEDESAAN Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2006
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PERUSAHAAN kecil yang dapat memenangkan persaingan dengan perusahaan besar lebih dari 50 tahun adalah Belbin. Bahkan sekarang ada pelanggan yang sudah menjanda dan hidup sendirian yang menelepon Belbin setiap minggu. Perusahaan milik keluarga Belbin ini serupa dengan Caviston, yaitu pelanggannya sampai anak cucu mereka. Belbin melakukan bisnis ini sesungguhnya hanya melanjutkan bisnis dari kakeknya, saudara laki-laki dan sepupunya. Mereka kenal Belbin karena kualitas layanan dan perhatian terhadap pelanggan. Pelanggan diperlakukan dengan hormat dan diberi pelayanan terbaik tanpa memperdulikan banyak uang mereka belanjakan. Spesialisasi Belbin adalah menghantar belanjaan pelanggan sampai rumah pelanggan. Bagi pelanggan yang menggunakan jasa ini dapat dilakukan melalui telepon, fax, bahkan lewat website dari Belbin. Hubungan yang bersifat pribadi dengan pelanggan tersebut yang menyebabkan Belbin dapat berkembang pesat. Belbin juga mempunyai pelanggan yang dilayaninya secara teratur yang membutuhkan penghantaran ke rumah selama jam-jam kantor karena mereka bekerja purna waktu dan menghargai jasa penghantaran yang ditawarkan Belbin. Strategi yang berbeda yang dilakukan Belbin dengan toko lainnya adalah beberapa pelanggan potensial memberikan kunci rumah mereka pada Belbin. Kunci-kunci tersebut tersimpan aman dalam kotak yang tersimpan di kantor Belbin. Para personel yang menghantarkan pesanan sampai rumah yang seringkali juga pemilik toko tersebut dapat membuka kotak kunci tersebut dan menghantarkan belanjaan mereka sekaligus membuka rumah dan kulkas mereka. Seringkali mengatur barang yang ada dalam kulkas, bahkan membuang sayuran yang telah busuk yang tersimpan dalam kulkas, karena pemiliknya tidak sempat membersihkan kulkasnya sewaktu pulang kantor karena terlalu capek, sehingga pelanggan merasa terbantu dengan yang dilakukan para personel Belbin. Kadangkala para penghantar tersebut bila ketemu dengan pelanggannya, diajak minum teh lebih dahulu, bercakap-cakap beberapa menit dan ikut mengatur belanjaan dimasukkan ke dalam kulkas. Meskipun menghantarnya secara finansial tidak menguntungkan, tapi itulah nilai yang dikenang pelanggan Belbin, sehingga mereka tetap loyal kepada Belbin sampai anak-cucu mereka. Tingkat kepercayaan yang tinggi dari para pelanggan Belbin terhadap toko tersebut berkembang karena Belbin telah memperlakukan pelanggan dengan adil dan responsif selama bertahun-tahun. Sementara beberapa orang mengatakan bahwa situasi semacam ini sulit ditiru, tetapi sesungguhnya Belbin telah memberikan contoh terbaik toko kecil dapat bersaing dengan toko besar. Sesungguhnya situasi yang dikembangkan oleh Belbin adalah situasi seperti komunitas pedesaan yang antara pemilik toko dan pembelinya saling kenal dan saling berbicara dan saling memegang kepercayaan
MENUNGGU TIGA HARI Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2008
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketika saya mengisi seminar bertema ”Miliader Modal Dengkul” yang diadakan oleh SKM Minggu Pagi di Balai Kota Yogyakarta, dibuka oleh Walikota, Bapak Herry Zudianto. Sambutan yang paling menarik dari Pak Herry, menurut saya adalah ketika beliau diajarkan oleh Neneknya untuk belajar menepati janji. Pada suatu hari, Pak Herry pinjam uang kepada Neneknya. Pada saat akan pinjam Neneknya bertanya kepada Pak Herry : ”Kamu mau pinjam berapa dan kapan akan kamu kembalikan?” tanya Neneknya. Setelah menyebutkan besarnya dan waktu pengembaliannya, Pak Herry diberikan pinjaman oleh Neneknya. Sebelum pulang Neneknya berpesan ”Kamu harus menepati janji”. Setelah dapat pesan dari Neneknya tersebut, kemudian berpamitan untuk pulang. Setelah tiga hari, sesuai janjinya  Nenek Pak Herry menyuruh untuk menagih kepada Pak Herry. Dalam rangka belajar menepati janji. ”Masalah kamu mau pinjam lagi sorenya. Tidak apa-apa, tetapi janjimu tiga hari itu harus ditepati” kata Neneknya. Itulah pelajaran yang sangat berharga yang diperoleh dari Neneknya. Pelajran dari Neneknya tentang menepati janji tersebut hingga saat ini diterapkan dalam bisnisnya. Bahkan Pak Herry mengatakan terus terang kepada relasinya pada saat membutuhkan pengembangan usaha. ”karena saya baru mengembangkan usaha yang baru. Saya mohon diberi kelonggaran pembayaran 45 hari” kata Pak. Herry. Setelah berjalan belum sampai 45 hari, biasanya Pak Herry telah memenuhi janjinya melakukan pembayaran. Demikian pula ketika saya sebelum mendirikan Perguruan Tinggi  Komputer, saya mencoba berbisnis perangkat keras komputer. Selain saya didukung dari perusahaan Jakarta, juga ada perusahaan komputer dari Yogyakarta yang mendukung saya. Dalam berbisnis dengan orang Jakarta, maupun orang Yogyakarta, saya dituntut untuk menepati janji dalam pembayaran. Pengusaha tersebut sangat menekankan kepada untuk menepati janji.  ”Pak Yanto, tolong saya besok ditransfer sebelum jam 10.00. Karena saya harus transfer ke Jakarta paling lambat jam 10.00 Pak. Kalau saya terlambat sepuluh menit saja, saya tidak dipercaya Pak” kata Pengusaha komputer tersebut. Menepati janji merupakan salah satu syarat agar kita dapat dipercaya orang lain. Saya teringat Rasulullah s.a.w. dalam menepati janji. Dari Abdullah Ibn Abdul Hamzah mengatakan :“Aku telah membeli sesuatu dari Nabi sebelum ia menerima tugas kenabian dan karena masih ada urusan dengannya, maka aku menjanjikan untuk mengantarkan padanya, tetapi aku lupa. Ketika teringat tiga hari kemudian, akupun pergi ke tempat tersebut dan menemukan Nabi masih berada di sana.” Nabi berkata :”Engkau telah membuatku resah, aku berada di sini menunggumu” (Abu Dawud). Pengalaman saya membantu pengusaha kecil, masalah menepati janji ini yang tidak dapat dilaksanakan dengan baik. Padahal kalau dia menepati janji akan saya bantu lagi. Tidak saja menepati janji, tetapi malah menghilang dari peredaran. Sebagian dari pengusaha kecil kita lebih menyukai menghindar daripada menghadapi masalah, sehingga masalahnya jadi tidak terpecahkan, bahkan menjadi rumit dan membuat kepercayaan luntur. Sayapun juga pernah menjadi pengusaha kecil yang sulit dari sisi keuangan. Pada suatu saat saya harus membayar kontrakan, ternyata uangnya tidak cukup meskipun sudah bekerja keras untuk mendapatkan uang tersebut. Saya seminggu sebelum jatuh tempo datang ke rumah Bapak yang punya rumah. Saya mengambil resiko untuk menyiapkan diri dimarahi, karena belum bisa membayar secara penuh, tetapi masalahnya jadi selesai karena masalah itu saya hadapi dan dipecahkan bersama, bukan saya hindari. Akhirnya, Bapak yang mempunyai rumah tersebut memberikan kelonggaran kepada saya. Satu tahun kemudian, setelah perusahaan saya keungannya baik, saya datang lagi sebulan sebelum jatuh tempo pembayaran tahun berikutnya. Kepada pemilik rumah saya katakan ”Saya hari ini membayar kontrakan yang jatuh tempo bulan depan Pak”. ”Lho kan masih bulan depan. Kok dibayar hari ini” jawab Bapak pemilik rumah setengah tidak percaya. ”Sebagai ganti Bapak telah memberi tenggang waktu kepada saya tahun lalu” kata saya. ”Terima kasih Pak Yanto” jawab Bapak pemilik rumah, sejenak kemudian. ”Untuk harga kotrakan tahun depan terserah Pak Yanto, yang penting saya jangan rugi karena inflasi” kata yang mempunyai rumah. Kepercayaan pemilik rumah kepada saya tumbuh kembali.  
KOMUNITAS RELASI Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2004: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2004
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunitas relasi adalah komunitas yang diorganisasi disekitar pengalam hidup. Misalnya cancer forum adalah forum yang berisi tukar menukar informasi dan pendapat tentang penyakit kanker (www.cancerforum.com). Selain itu Cancer Forum menjual dan menyewakan nama domain yang berkaitan dengan kesehatan. Kategori–kategori nama domain tersebut antara lain Alzheimers, Arthritis, Asthma, Birth Control, Cancer, Dentistry, Diet, Disease, Drugs, Eye, Fitness, Footcare, Forums, Genetics, Haircare, Heart, Hospitals, Legal, Media, Medicare, Medicine, Non-English, Pediatrics, Pet/Enimal, Physicians, Resources, Skincare, Specialties, Vaccines dan Virus. Parent Soup merupakan forum tentang informasi olah raga untuk orang tua dan dapat berkunjung ke SeniorNet, Women’s Wire dan iVillage yang merupakan komunitas on-line terkenal untuk wanita. Komunitas relasi keturunan Amerika-Afrika ada pada Bet.com, komunitas relasi latin ada di alamat www.elsitio.com dan komunitas relasi Amerika-Asia menempati alamat www.click2asia.com. Komunitas relasi orang cacat beralamat di www.wemedia.com.
BANYAK KURSI KOSONG, GEJALA APA INI? Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 1988: HARIAN SUARA KARYA
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98.58 KB)

Abstract

       Salah satu faktor kausal yang telah mengakibatkan perguru-an tinggi menjadi sebuah "simbol elite": terletak pada sulitnya menembus dinding lembaga pendidikan formal yang tertinggi itu sendiri. Hanya para kandidat yang benar-benar memiliki kemampuan akademik tinggi yang mampu menembus dinding perguruan tinggi tersebut.       Hanya sedikit dari banyak orang yang memiliki persyaratan kemampuan akademik tersebut di atas. Akhirnya perguruan tinggi menjadi sebuah  "simbol elite": elite akademik.       Di negara kita sulitnya menembus dinding perguruan tinggi memang tidak terbantahkan lagi adanya. Angka statistik kita menunjukkan data baru sekitar 45% lulusan SMTA yang dapat ditampung pada perguruan tinggi; masing-masing 35% ditampung pada program gelar (degree), serta 10% pada program bukan gelar (non degree).       Keadaan tersebut menunjukkan betapa masih sangat terbatasnya daya tampung perguruan tinggi di negara kita di satu pihak,  dan sulitnya menembus dinding perguruan tinggi itu sendiri pada pihak yang lain.
NEGOSIASI YANG MEMBAWA KE SURGA Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2006: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2006
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut Cohen, negosiasi adalah usaha untuk memperoleh perkenan lawan dengan menggunakan kekuatan dan informasi dalam batasan waktu. Dengan demikian variabel penting dalam negosiasi adalah kekuatan, informasi dan waktu. Kekuatan dapat diperoleh dari keunggulan bersaing, legalitas, kemampuan mengambil resiko, komitmen, keahlian, pengetahuan, pengorbanan, identifikasi, moral, ketekunan, kemampuan persuasi, sikap dan pengalaman masa lalu.  Informasi merupakan jantung persoalan, karena membuka pintu ke kubah yang disebut sukses. Waktu merupakan variabel yang penting dalam negosiasi, karena biasanya pembicaraan dan penyelesaian negosiasi, terjadi pada saat menjelang akhir batas waktu. Hasil negosiasi ada empat kemungkinan, yaitu kalah-kalah, kalah-menang, menang-kalah dan menang-menang. Negosiasi yang berumur panjang adalah negosiasi yang menang-menang. Kadangkala kita harus belajar dari hal-hal yang sepele. Pengalaman pribadi saya dari hal yang kecil, tetapi merupakan hal yang esensi. Ketika saya membeli lampu, karena salah satu lampu di kamar tamu saya mati.  Saya menginginkan lampu yang kuat dan selama ini saya membeli lampu Philip. Dari pengalaman, saudara kita Tionghoa, lebih pandai dalam bernegosiasi daripada saudara kita Jawa. Pada saat saya datang ke toko milik orang Jawa, saya bertanya ”Apa ada lampu Philip?”. Spontan ia menjawab singkat ”Tidak ada”. Kemudian saya pergi menuju toko milik saudara kita Tionghoa dan saya dilayani pemiliknya, pertanyaan yang sama saya lontarkan ”Apa ada lampu Philip?”. Dia menjawab ”Tidak ada dik, tetapi ini ada lampu mereknya Sanex, memang tidak sebaik Philip, tetapi kalau dalam satu minggu lampu ini putus dan bungkusnya masih ada, akan saya ganti baru dan kalau Philip tidak bisa saya ganti”. Itulah jawaban seorang negosiator yang efektif. Akhirnya saya membeli lampu itu. Sesungguhnya esensinya lampu yang saya beli bukan lampu Philip, tetapi lampu yang tahan lama. Demikian pula ketika saya di tempat Mertua, disuruh untuk membeli Aqua galonan. Saya oleh Mertua saya diberikan galon yang mereknya Aguaria. Saya datang ke toko milik orang Jawa dan bertanya ”Apakah ada Aqua?”. ”Ada dik” jawab paenjaga toko itu. ”Tetapi galon saya Aguaria” saya melanjutkan. ”Oh tidak bisa dik” jawab penjaga toko itu. Saya teringat pengalaman saya ketika membeli lampu. Saya langsung menuju toko milik saudara Tionghoa, barangkali dapat memecahkan masalah saya. Sesampainya di toko milik saudara Tionghoa, saya bertanya ”Apa ada Aqua,  tetapi galon saya  Aguaria ?”.  Dia terdiam sejenak, kemudiam menjawab ”Bisa dik”. ”Tetapi bagaimana caranya?” saya bertanya. “Galon yang berisi Aqua ini saya buka, kemudian dengan torong saya pindahkan ke galon adik” jawab dia, menakjubkan. Itulah sesungguhnya yang dinamakan negosiasi efektif, yaitu usaha untuk mengetahui apa yang dikehendaki lawan negosiasi, kemudian menunjukkan jalan untuk mencapainya, dibalik itu saudara kita Tionghoa mendapatkan apa yang dikehendakinya, yaitu dagangannya laku. “Sungguhnya pada zaman sebelum kamu sekalian ada seorang laki-laki yang telah didatangi oleh seorang malaikat untuk mencabut nyawanya. Lalu dia ditanya : Apakah engkau tahu amal kebaikan? Dia menjawab : Aku tidak tahu. Lalu dikatakan kepadanya : Lihatlah!  Dia menjawab : Aku sama sekali tidak mengetahui, hanya aku pernah bertransaksi jual-beli dengan banyak manusia di dunia dan aku memudahkan transaksi tersebut. Aku bersikap baik kepada orang kaya dan aku memudahkan orang yang dalam keadaan kesulitan. Setelah itu Allah memasukkan dia ke dalam surga” sabda Rasulullah saw.
BELAJAR DARI SOPIR TAKSI (1) Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2008
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Setelah selesai saya mengikuti seminar Internasional di Universitas Airlangga Surabaya, saya berjalan menuju jalan di luar kampu. Di jalan tersebut ada dua taksi yang sedang menunggu penumpang. Salah seorang sopir taksi tersebut memberi tahu kawannya kalau ada penumpang. Sampai kawannya menyuruh dia, pastilah ia disukai oleh kawannya, sampai kawannya tidak mau merebut penumpangnya. Begitu saya memberi tanda butuh taksi, taksi tersebut mendekati saya dan mempersilakan saya untuk masuk. “Kemana Pak?” tanyanya. “Bandara Mas” jawab saya. Sopir taksi kali in berbeda dengan sopir taksi biasanya. Sopir taksi ini banya berbicara dan bercerita tentang perusahaannya, tentang pekerjaannya dan tentang keluarganya. Saya melihat pada kartu di jok mobil tulisas “Triono”. Langsung saya bertanya “Mas Triono asalnya dari mana?”. “Dari Surabaya Pak. Tetapi Istri saya dari Ponorogo” jawab Mas Triono. “Oh kalau begitu sama dengan asal Ibu saya“ saya menyahut. “Oh Ibu Bapak dari Ponorogo” sahut Mas Triono. Kemudian saya melanjutkan pertanyaan “Putranya berapa Mas?”. “Dua Pak” jawabnya ringkas. “Sudah berapa lama Mas Triono berkerja sebagai sopir taksi?” Dua tahun Pak”. “Sebelumnya bekerja di mana?” “Di Malaysia Pak, di kebun kelapa sawit” jawabnya. Kemudian saya bertanya “Bagaimana perasaan bekerja sebagai sopir taksi?”             Sopir taksi tersebut mulai bercerita tentang perusahaan. Sebelum ia bercerita tentang perusahaannya, ia bercerita sebelum berkerja sebagai sopir taksi “Dulu saya bekerja di Malaysia Pak. Saya digaji 1000 ringgit per bulan atau sekitar Rp. 2,5 juta, memang besar Pak, tetapi beli apa-apa juga mahal. Ketika saya pulang saya hanya membawa sisa Rp. 2,5 juta saja. Saya ikut orang melayu. Orangnya baik sekali Pak. Saya di sana bekerja keras Pak. Di Malaysia, pekerja dari Indonesia itu lebih di sukai, karena pekerja Indonesia lebih sregep dibandingkan pekerja dari Malaysia. Tetapi kalau kita ketahuan polisi Malaysia kita bisa ditangkat. ”Haram....haram.....” katanya. Tetapi setelah saya kasih uang dia bilang ”halal”. Meskipun pendapatan saya besar, tetapi saya lebih senang bekerja di Indonesia, Pak. Saya ingat anak dan istri saya. Anak saya ketika saya tinggal masih kecil-kecil. Ketika saya pergi ke Malaysia saya tidak pamit anak saya Pak, sebab kalau saya pamiti,anak saya pasti nangis. Saya limpe Pak. Saya sendiri sebetulnya juga menangis meninggalkan anak saya. Meskipun saya sekarang hanya jadi sopir taksi. Saya senang bekerja di perusahaan ini Pak. Kalau saya selama satu bulan saya dapat setor 13 kali dengan setoran Rp. 300.000,-, maka saya mendapat bonus beras Pak. Kalau saya dapat setopr 15 kali bonusnya ditambah uang Rp. 50.000,-, bahkan kalau 18 kali bonusnya ditambah lagi dengan sembako Pak. Kalau sampai dapat sembako Pak, saya bangga pulang ke rumah, karena semua keperluan rumah tangga sudah tidak pusing lagi. Dengan seperti ini saya dan kawan-kawan merasa dihargai, sehingga termotivasi untuk bekerja keras Pak”.  Ternyata sembako bagi sopir taksi telah menjadi alat motivator yang ampuh. Kita telah belajar dari sopir taksi dalam memotivasi karyawan agar tetap bekerja keras dan bersemangat.
EKONOMI ALTERNATIF PENYELESAI KRISIS Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2004: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2004
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

“Dunia ekonomi telah memasuki suatu fase ketidakstabilan yang luar biasa dan masa depannya benar-benar tidak pasti “tulis Helmut Schmidt. Ketidakstabilan terus berlangsung dan ketidakpastian terus berlanjut. Sesudah melalui masa-masa inflasi tingkat tinggi yang menyakitkan, perekonomian dunia telah mengalami suatu resesi yang mendalam dan laju pengangguran  yang belum pernah terjadi sebelumnya, dibarengi dengan laju suku bunga riil tetap tinggi dan fluktuasi valuta asing yang tidak sehat. Krisis ini juga diperburuk oleh adanya kemiskinan di tengah orang-orang kaya di semua negara, termasuk Indonesia. Berbag bentuk ketidakadilan sosial-ekonomi, defisit neraca pembayaran yang besar dan ketidakmampuan negara-negara berkembang untuk mencicil utang mereka. Krisis ekonomi terbesar dimulai dengan terjadinya krisis perbankan di Amerika Serikat pada 1930-an, yaitu 9.106 ditutup / dibantu. Para ekonom tentu cenderung setuju dengan pandangan bahwa tidak ada teori ekonomi terdahulu yang tampaknya mampu menjelaskan krisis ekonomi dunia saat ini. Mulailah para ekonom berpikir kembali untuk menyelesaikan krisis tersebut. Salah satu alternatif tersebut adalah Ekonomi berbasis Syariah. Secara etimologi, syariah berarti peraturan atau ketetapan yang Allah perintahkan kepada hamba-hamba-Nya, seperti shoum, shalat, haji zakat dan seluruh kebajikan. Allah SWT berfirman, Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu syariah (aturan) dari urusan (agama) itu (Qardhawi, 1990). Syari’ah  berasal dari akar kata syara’a yang berarti memperkenalkan atau mengedepankan atau menetapkan atau menerangkan atau menjelaskan sesuatu. Syaria’ah merupakan sistem hukum yang didasarkan pada wahyu, atau juga disebut syara’ atau syir’ah. Syari’ah juga berarti hukum Islam yang terkandung dalam Al-Qur’an dan Al-Hadis dan dikembangkan melalui prinsip-prinsip analisis empat mazhab fiqh Islam, yaitu mazhab Syafi’i, Hambali, Hanafi dan Maliki, bersama mazhab Ja’fari untuk kalangan Syi’ah. (Cyril Glasse,1996). Dasar Syariah adalah kebijaksanaan dan kemaslahatan manusia di dunia dan akhirat. Kemaslahatan ini terletak pada keadilan, kasih sayang, kesejahteraan dan kebijaksanaan yang sempurna. Apapun yang menyimpang dari keadilan pada penindasan, dari kasih sayang pada kekerasan, dari kesejahteraan pada kemiskinan, dan dari kebijaksanaan pada kebodohan adalah sama sekali tidak ada kaitannya dengan syariah (Ibnul Qayyim, 1955). Dengan demikian Ekonomi Syariah adalah ekonomi yang beroperasi dengan menggunakan hukum Islam, yang dasarnya keadilan, kasih sayang, kesejahteraan dan kebijaksanaan atau anti penindasan, anti kekerasan, anti kemiskinan dan anti kebodohan. Hal ini sesuai dengan Pasal 33 UUD 1943, yaitu kebersamaan dan kekeluargaan (mutuality & brotherhood) serta partisipatory and emansipatory (Swasono, 2004). Bank dan Keuangan Syariah pada sepuluh tahun terakhir tumbuh 15 % setiap tahun yang melebih pertumbuhan Bank maupun institusi keuangan yang ada di pasar modal global, berada di lebih dari 75 negara dengan asset sekitar 200 milyar dolar Amerika (Yawer, 2002).
BERSYUKUR KEPADA ALLAH Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2009
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (84.078 KB)

Abstract

Syukur mencakup kesadaran, keadaan dan perbuatan. Syukur merupakan kesadaran bahwa kenikmatan itu berasal dari Sang Pemberi Kenikmatan, yaitu Allah. Syukur juga merupakan keadaan rasa gembira, disebabkan mendapatkan kenikmatan tersebut. Syukur juga merupakan perbuatan yang dilaksanakan sesuai dengan tujuan agar dicintai oleh Allah. Perbuatan tersebut mencakup berbuat kebajikan dan merahasiakannya, mengucapkan kesyukuran kepada Allah dengan mengucapkan puji-pujian kepada Alahh dan menggunakan kenikmatan yang diterimanya itu untuk melaksanakan ketaatan kepada Allah serta menjaga kenikmatan tersebut untuk tidak dipergunakan maksiat. Allah akan menambah nikmat kita, bila bersyukur.  Dalam surat Ibrahiim ayat 7 : Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan : ”Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. Demikian pula dalam hadits-hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari, Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ibnu Hibban : Orang makan yang bersyukur adalah memperoleh tempat sebagai seorang yang berpuasa yang sabar. Hadits tersebut menyiratkan dua macam kewajiban manusia, yaitu manusia harus tahu caranya mensyukuri kenikmatan dan harus memiliki kesabaran. Timbulnya kesyukuran adanya sesuatu yang menggembirakan, sedangkan timbulnya kesabaran karena adanya sesuatu yang menyedihkan. Bersyukur sesungguhnya untuk kebaikan diri kita sendiri : Dalam surat An Naml ayat 40 : Dan barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barangsiapa ingkar, sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia. Sesungguhnya orang yang bersyukur kepada Allah, apabila kenikmatan yang diperolehnya digunakan untuk sesuatu yang disenangi oleh-Nya. Kemanfaatan kenikmatan tersebut bukan untuk Allah, tetapi untuk hamba-hamba-Nya sendiri. Sebaliknya orang yang menggunakan kenikmatan yang diperolehnya untuk sesuatu yang tidak disenangi oleh Allah atau dibenci-Nya atau melanggar larangan-Nya, maka orang tersebut ingkar terhadap nikmat Allah, yaitu menutupi kenikmatan itu sendiri. Menurut Al Ghazali, orang ingkar nikmat itu juga termasuk orang yang membiarkan nikmat itu menganggur dan tidak digunakan sama sekali untuk kemanfaatan umat, dibiarkan bertumpuk-tumpuk tanpa dibelanjakan untuk kemaslahatan. Allah memerintahkan untuk makan dari rezki yang baik dan mensyukurinya. Dalam surat Al Baqarah ayat 172 : Hai orang-orang beriman, makanlah di antara rezki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar hanya kepada-Nya kamu menyembah. Allah juga memerintahkan untuk meminta rezki, menyembah dan bersyukur kepada-Nya. Dalam surat Al Ankabuut ayat 17 : Sesungguhnya yang kamu sembah selain Allah itu tidak mampu memberikan rezki kepadamu, maka mintalah rezki itu di sisi Allah dan sembahlah Dia dan bersyukurlah kepada-Nya. Hanya kepada-Nya-lah kamu akan dikembalikan.