Claim Missing Document
Check
Articles

BISNIS DENGAN HATI NURANI (1) Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2007
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Untuk mendapat keuntungan berlipat banyak dilakukan dengan mengotak-atik pendapatan dan biaya.  Karena rumus keuntungan adalah pendapatan dikurangi biaya. Langkah pertama yang dilakukan dengan menggenjot pendapatan dengan melakukan pemasaran yang agresif. Pendapatan merupakan perkalian antara harga dengan volume penjualan. Bermacam-macam strategi pemasaran digunakan untuk meningkatkan volume penjualan, mulai dari strategi kepemimpinan biaya secara menyeluruh sampai strategi diferensiasi. Tidak cukup dengan itu ditambah lagi strategi fokus, baik fokus kepemimpinan biaya secara menyeluruh maupun fokus diferensiasi.   Strategi kepemimpinan biaya secara menyeluruh  menonjolkan keunggulan harga dibandingkan pesaing dan   strategi diferensiasi menonjolkan keunggulan produk, personal, pelayanan, saluran dan citra dibandingkan pesaing. Sedangkan untuk mengurangi biaya dengan melakukan efisiensi habis-habisan di segala lini. Bahkan kadangkala lini pada pengembangan sumberdaya manusia, seperti fasilitas pendidikan, pelatihan, tunjangan kesehatan dan sebagaya dipangkas habis. Tetapi justru pemangkasan pada biaya pengembangan sumberdaya manusia yang malah menjatuhkan perusahan itu, karena berpengaruh pada pendapatan perusahaan secara keseluruhan. Hal ini disebabkan jatuhnya semangat bisnis para karyawan. Ada cara lain untuk meningkatkan keuntungan yang berlipat seperti yang dilakukan Ali bin Abi Thalib. “Wahai wanita, apakah kamu mempunyai sesuatu yang bisa dimakan suamimu?” tanya Ali kepada istrinya Fátimah. “Demi Allah aku tidak mempunyai sesuatu sedikitpun, Namur ini ada uang 6 dirham dari hasil upahku memintal bulu. Uang tersebut akan aku belikan makanan untuk Hasan dan Husain” jawab Fatimah. ”Wahai wanita yang mulia, berikan uang 6 dirham itu kepadaku” kata Ali. Fátima lalu memberikan uang 6 dirham itu kepada Ali bin Abi Thalib. Sesudah uang diterima, Ali ke luar rumah dengan maksud membeli makanan untuk kedua  putranya. Tiba-tiba di tengah jalan ia bertemu seorang yang berkata “Siapa yang mau meminjami Allah, Dzat Yang Menguasai dan pasti Dia akan menepati Janji-Nya”. Akhirnya Ali mendekati orang tersebut dengan menyerahkan uang 6 dirham yang dibawanya dari rumah yang sedianya dibelikan makan untuk anaknya. Setelah uang diberikan Ali langsung pulang. Ketika Fátima mengetahui kepulangan suaminya ke rumah tanpa membawa makanan apa-apa, ia terus menangis. Melihat istrinya menangis, Ali langsung bertanya “Wahai wanita mulia, apa yang menyebabkan engkau menangis?”. “Wahai putra paman Rasulullah, aku melihat engkau pulang dengan tanpa membawa makanan sedikitpun” jawab Fátimah. “Wahai wanita mulia, aku telah menghutangkan uang 6 dirham tadi kepada Allah” kata Ali. “Kalau itu yang engkau lakukan aku setuju” kata Fatimah.
BELAJAR DARI TUKANG BECAK (1) Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2008
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Dalam seminar yang diadakan Beritanet.com dalam rangka hari jadi satu tahun, berita online tersebut, diawali dengan rangkaian pidato sambutan. Sambutan pertama disampaikan oleh General Manager PT.Telkom Kandatel Yogyakarta, Ir.Nyoto Priyono,MM. dan Depkominfo, Dr. Ir. Ari Santoso,DEA. Sambutan yang paling menarik menurut saya adalah sambutan berikutnya yang disampaikan oleh Pak Gondowijoyo, pemilik Penerbit Andi dan sekaligus Pimpinan BeritaNET.com. Sambutan Pak Gondo menegaskan pentingnya membangun harkat hidup dan martabat bangsa Indonesia melalui bidang pendidikan. Hidup harus mempunyai nilai bagi masyarakat, kemudian Pak Gondo menceritakan  tentang seorang Ibu yang berasal dari Malang. Ibu tersebut selalu setia pergi ke kantor mengendarai becak, meskipun Ibu tersebut mempunyai mobil. Para tukang becak kenal dengan Ibu tersebut. Tukang becak dekat dengan Sang Ibu tersebut. Hari itu terasa sepi, biasanya Ibu tersebut pagi dengan tukang becak dan sore pulang dari kantor juga dengan tukang becak, tetapi Ibu tersebut tidak kelihatan. Tukang becak menunggu-nunggu, tetapi tidak muncul juga. Tukang becak rindu dengan Ibu tersebut untuk selalu ingin bersamanya, mengobrol mulai dari keluarga sampai pekerjaan. Para tukang becak merasakan dihargai, dimanusiakan, karena biasanya para tukang becak itu merasa dikesampingkan oleh pemerintah atau oleh sebagian kita. Kadangkala digusur, tidak boleh mengendarai becak di jalan tertentu, dilarang keras. Seminggu sudah kerinduan yang dinantikan para tukang becak belum terobati, karena Ibu yang ditunggu-tunggu tersebut belum muncul juga. Para tukang becak memperoleh kabar, ternyata Ibu tersebut menderita sakit. Tidak begitul lama Sang Ibu yang dijadikan tempat berkeluh kesah dan tempat mengoblol tersebut telah dipanggil Pemiliknya, Tuhan Yang Maha Esa. Para tukang becak tersebut merasa kehilangan orang yang selama ini menghargainya. Pada saat pemberangkat menuju pemakaman  terasa sepi, tidak seperti pemekaman orang terkenal yang dihadiri tamu yang bermobil berderet-deret, kadangkala tidak berdoa, tetapi mengobrol kesana kemari, kadang kala mengobrol masalah institusinya, masalah bisnisnya, kadangkala disitulah mereka dapat bertemu kawan selevelnya. Tidak kelihatan para tukang becak, barangkali para tukang becak itu baru mencari rezki untuk dapat menghidupi keluarganya, tetapi saat jenazah diberangkatkan tiba-tiba berdatangan bukan hanya satu tukang becak, tetapi puluhan tukang becak dengan becaknya menghantarkan pemakaman Ibu tersebut. Para tukang becak itu tidak saling mengobrol, tetapi saling menangis, mengenang jasa Ibu tersebut. Meskipun kecil, tetapi sangat membekas di hati para tukang becak. “Ibu memilih naik becak daripada naik mobilny”kata salah seorang tukang becak dengan mata yang berkaca-kaca. “Ibu itu orangnya dermawan “ kata kawannya sambil mengeluarkan airmatanya. “Ibu itu nguwongne tukang becak” kata tukang becak yang lain sambil mengusap air matanya. Selamat jalan “Ibu Tukang Becak” menemui Sang Penciptamu, semoga jasamu tak terlupakan. Kami selalu merindukan lahir Ibu-ibu Tuka Becak sesudahmu. Doa yang sederhana dari para tukang becak. Saya yakin doa itu adalah doa yang dapat menembus langit dan sangat di dengarkan oleh Tuhan Sang Maha Pendengar.
MODAL UANG MILIK ORANG LAIN Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2005
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Anda mempunyai ide usaha yang bagus, tetapi tidak punya modal, maka Anda masih dapat memulai usaha dengan kerjasama modal atau modal milik orang lain. Anda mempunyai kawan yang dekat atau relasi yang dekat yang percaya kepada Anda, maka Anda dapat menghubungi mereka dan meyakinkan mereka untuk mendapatkan dukungan modal. Keuntungan dari usaha tersebut dapat dibagi dua atau sesuai dengan perjanjian. Semakin Anda libatkan mereka, semakin besar pula tingkat kepercayaan kepada Anda, yang berarti pula semakin besar modal yang ditanamkan pada usaha yang Anda rintis bersama mereka.Untuk melakukan strategi ini, Anda mulai dari orang paling dekat dan dan yang paling percaya kepada Anda. Setelah itu baru kepada orang yang lebih jauh atau yang relatif kurang percaya kepada Anda. Kejujuran merupakan hal paling utama dalam memulai usaha dengan kerjasama modal. Keterbukaan dan keadilan harus dijunjung tinggi agar mereka percaya kepada Anda. Kepercayaan yang mereka berikan kepada Anda, ibarat mereka menabung. Dari sedikit demi sedikit lama-lama tabungan akan menjadi besar. Demikian halnya kepercayaan, sedikit demi sedikit semakin percaya kepada Anda. Anda dapat memulai bisnis dari uang kepunyaan orang lain. Abed Halim Sinai atau yang nama kecilnya “Awing” menggunakan cara itu. Awing adalah aktivis Pemuda Muhammadiyah, drop out dari Perguruan Tinggi Agama Islam yang giat mencari dana untuk yatim piatu. Untuk mencari dana tersebut Awing berjualan keset, sandal dan kerajinan tangan.  Pengalaman berjualan itu mengasah kreatifitasnya sehingga mempunyai ide untuk mengubah cara orang Gresik membuat dan memasarkan songkok. Perbuatan mulia yang dilakukan Awing membuat Haji Anwar bersimpati. Ia mendapat modal dari pengusaha Gresik terkenal, Haji Anwar senilai Rp. 1 juata pada 1986. Berbekal Modal dari Haji Anwar tersebut, Awing mencoba membuat songkok yang dapat memperbaiki kelemahan dari songkok yang ada,yaitu bahan dasarnya dari kertas karton yang melingkari kepala, lalu dibalut dengan bahan beludru hitam dan dijahit hingga menjadi kopiah. “Tetapi justru itulah titik lemahnya” kata Awing. Awing mencoba membuat kopiah yang kualitas bahan bakunya lebih baik, motif jahitannya lebih rapi dan beludrunya lebih halus. Dengan cara tersebut Awing dapat menjual kopiahnya seharga Rp.40.000,- ketika itu. Kreatifitas Awing tercermin dari produk yang dihasilkan, mulai dari songkok “ber-AC”, songkok tahan air, songkok “Gus”, dan songkok berwarna merah, biru, kuning dan hijau. Songkok ber-AC, idenya berawal dari keluhan Bupati Gresik, ketika ketemu anggota DPRD membuka songkok, lalu mengibas-ngibaskan songkoknya karena merasa kepanasan. Songkok ber-AC buatan Awing ini, bagian ujung depan dan belakang atap kopiah ada ventilasinya dengan memasang kain kasa. Sedangkan songkok tahan air untuk mengatasi kalau hujan sewaktu pulang dari masjid. Songkok “Gus” dibidikkan untuk para kiai dan songkok berwarna merah, biru, kuning dan hijau diperuntukkan partai. Dalam memasarkan songkok, Awing menggunakan pembungkus karton bertuliskan “dijahit dengan mesin berkomputer”. Awing tidak melupakan Haji Anwar yang memodali pertama kalinya. Ia tetap kerjasama dengan Haji Anwar untuk membuka kantor pemasaran di Jakarta, Semarang dan Ujung Pandang. Strategi pemasaran yang handal, mengakibatkan ia dapat melijitkan asetnya ketika itu menjadi sekitar Rp. 6 milyar dan merangkul sekitar 400 perajin. Awing memulai bisnis dengan modal milik orang lain.
MEMULAI BISNIS DARI PEKERJAAN (2) Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2003: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT EDISI APRIL-JUNI 2003
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dari pekerjaanya sebagai guru teknik SMK Negeri 3 Ciamis, Pak Tatang Marta dari Desa Handapherang, Kecamatan Handapherang, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat memulai bisnis dengan limbah kayu menjadikan souvenir yang beraneka macam.  Limbah dari kayu mahoni, pinus, sonokeling sampai batang kelapa dapat menjadi kotak jam tangan, tongkat, vas bunga kecil, jam dinding yang berbentuk jam tangan, guci, tempat korek api, mangkuk, sendok sup sampai tempat pensil meja. Ia hanya ingin agar limbah-limbah kayu yang selama ini masih diperlakukan kurang baik, dapat lebih berguna. Pada awalnya Pak Tatang  memulai bisnis ini ditertatawakan oleh masyarakat sekitar dan rekan gurunya. Bahkan dikira peminta sumbangan ketika Pak Tatang mencari sisa-sisa kayu dari pabrik ke pabrik dan ditatap dengan pandangan aneh serta dipanggil “Mang” oleh orang-orang pabrik. Setelah tahu Pak Tatang adalah seorang Guru, baru orang-orang tersebut meminta maaf dan mengganti panggilan itu dengan “Pak”. Tetapi masalah terberat dan terlama yang dihadapi Paka Tatang adalah masalah pemasaran. “Souvenir dari desa kecil siapa yang mau beli ?. Mau dibawa ke kota saya belum punya teman yang punya toko atau ruang pamer mau memajang barang saya. Lebih tidak mungkin lagi saya jajakan keliling seperti menjual ikan atau sayur“ kata Pak Tatang. Akhirnya Ia mengikuti pameran dan menitipkan kartu nama pada rekan-rekan pengrajin/ pengusaha yang ditemui di pameran. “Alhamdulillah, dari situlah akhirnya pembeli mulai banyak sebagai cara melepaskan diri dari masalah pemasaran “ kata Pak Tatang. Dari sekedar tertarik di pameran akhirnya mereka mengajak kerjasama dan bahkan akhirnya menemukan agen yang memasarkan barangnya ke luar negeri.  Itulah awal dari kebanyakan bisnis yang sukses, ditertawakan dan ditatap dengan pandangan sinis. Sekarang barang-barang buatan Pak Tatang diminati tidak saja di dalam negeri, tetapi sampai luar negeri, misalnya Amerika, Jepang, Korea, Australia, Singapura sampai Timur Tengah. Saya ketika akan menyelesaikan tugas akhir saya di FMIPA Fisika UGM, yaitu menghitung sudut fase hamburan atom dengan menggunakan metode numerik, maka saya bekerja dengan bantuan komputer. Dari pekerjaan yang saya lakukan tersebut tercipta Pusat Pendidikan Komputer IMKI pada tahun 1988. Saya mulai dari satu komputer Apple yang saya kredit. Setiap bisnis selalu ada hambatannya, yaitu ketika selama tiga bulan tidak dapat mengangsur komputer Apple tersebut, sehingga komputer tersebut ditarik oleh tempat saya mengkredit. Bagaimana menghadapi siswa yang kursus ?. Saya katakan “minggu ini kita belajar teori dahulu, Insya Allah minggu depan kita praktek lagi”. Itulah senjata terakhir yang saya punyai untuk membuat siswa IMKI tetap bertahan. Awal dari sebuah bisnis biasanya dimulai dari kesulitan-kesulitan, ancaman-ancaman dan bahkan kegagalan tetapi bagaimana membuatnya menjadi peluang dan dapat belajar dari kegagalan untuk meraih kesuksesan di masa yang akan datang.  Peluang yang muncul ketika itu adalah Program Profesi Komputer Satu Tahun, yang pertama di Yogyakarta dan awal melepaskan diri dari kesulitan Saat ini Pusat Pendidikan Komputer telah mempunyai 12 cabang dan mempunyai siswa sekitar 2000 siswa. Dari IMKI-lah STMIK AMIKOM Yogyakarta dimulai. Andapun dapat memulai bisnis dari pekerjaan yang telah Anda lakukan.
BELAJAR KECERDASAN SPIRITUAL DARI TUKANG KAYU (2) Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2009
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.394 KB)

Abstract

 Orang tua yang memiliki anak dpenderita autis memang berat untuk mrndidik dan mengobatinya. Kebanyakan anak autis adalah anak laki-laki karena tidak mempunyai hormon estrogen yang dapat menetralisir autismenya. Hormon testoteron yang dimiliki anak laki-laki justru memperparah keadaannya. Sebaliknya, anak perempuan mempunyai hormon estrogen, sehingga jika terserang autis, hormon tersebut mampu untuk menetralisirnya, maka sedikit sekali perempuan yang menderita autis. Autis memiliki sebaran yang lebar, mulai dari autis yang ringan sampai yang sangat berat. Penderita autis masih memungkinkan untuk sembuh, terutama autis yang ringan dengan terapi dini dan mengeluarkan racun atau logam berat yang ada dalam tubuh penderita autis.  Penelitian dewasa ini juga menunjukkan perkembangan yang menggembirakan, yang semakin memungkinkan kesembuhan bagi penderita autis. Pada penderita autis terjadi autoimun pada tubuhnya, yang merugikan perkembangan tubuhnya sendiri karena zat-zat yang bermanfaat justru dihancurkan oleh tubuhnya sendiri. Imun adalah kekebalan tubuh terhadap virus atau bakteri pembawa penyakit. Sedangkan autoimun adalah kekebalan yagg dikembangkan oleh tubuh penderita sendiri yang justru kebal terhadap zat-zat penting dalam tubuh dan menghancurkannya berakibat tubuh penderita menjadi alergi terhadap banyak zat yang sebenarnya sangat diperlukan dalam perkembangan tubuhnya. Penderita harus diet ekstra ketat dengan pola makan yang diselang-seling setiap minggu. Soalnya jika terlalu sering dan lama makan sesuatu bisa menjadikan penderita alergi terhadap sesuatu itu. Dengan demikian penderita autis harus ditangani secara medis, disiplin  dan teratur. Meskipun perkembangannya sangat lambat, tetapi harus dilakukan, karena ketidaktaatan pada penanganan dapat mengakibatkan sia-sia apa yang telah dilakukan dalam waktu yang sangat cepat.  Pekerjaan mendidik dan mengobati anaknya bersama istrinya membuat tukang kayu tersebut, menjadi sangat berat, apalagi kalau masih dicemooh, dicari kesalahan dan dipojokkan. Beratnya penderitaan orang tua dari anak yang menderita autis, kadangkala dapat menyebabkan kehancuran keluarga. Kecerdasan spiritual yang tinggi saja yang menyebabkan keluarga itu dapat bertahan. Mereka menginginkan anaknya yang menderita autis dapat hidup mandiri, dapat berkarya dan berprestasi dengan baik serta dapat diterima di masyarakat. Orang tua meminta dukungan dari lingkungan seketarnya, bukan mengkritik, mencemooh dan mencari-cari kesalahan orang tuanya. Tukang kayu bersama istrinya selain mengobati anaknya, juga berusaha memberikan kasih sayang, melayaninya dengan kesabaran dan selalu berpasrah diri pada Tuhan. Mereka selalu berdoa atas kesembuhan anaknya. Kasih sayang, kesabaran dan kepasrahan yang panjang tersebut menjadikan tukang kayu tersebut punya keahlian khusus pada bagian finishing, yang hanya dimilki sedikit orang. “Saya bekerja keras seperti ini Bu, hanya habis untuk mengobati anak saya” kata tukang kayu kepada istri saya dengan mata yang berkaca-kaca. “Bapak dan istri Bapak adalah manusia yang luar biasa” kata istri saya. Bapak Tukang kayu tersebut terdiam mengecamkan kata-kata dari istri saya dan menggores di dalam hatinya yang paling dalam sambil menahan air matanya yang akan keluar.
PESAN TERAKHIR ABRAHAM MASLOW Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2006
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abraham Harold Maslow dilahirkan pada 1 April 1908 di Brooklyn, New York. Ia merupakan anak pertama dari tujuh saudara dari keluarga Yahudi tak terdidik yang merupakan imigran dari Rusia. Gelar BA, MA dan PhD dalam bidang Psikologi dari Universitas Wisconsin. Buku terkenal yang ditulis antara lain Toward a Psychology of Being, Motivation and Personality, The Further Reaches of Human Nature dan beberapa artikel yang dimuat dalam Journal of Humanistic Psychology. Teori yang terkenal dari Maslow adalah hirarki kebutuhan. Teori Maslow menyatakan bahwa kebutuhan manusia tersusun dalam suatu hirarki. Kebutuhan-kebutuhan tersebut adalah kebutuhan fisiologis, keselamatan dan keamanan, sosial, harga diri dan aktualisasi diri. Kebutuhan fisiologis adalah kebutuhan akan makan, minum, tempat tinggal dan bebas dari rasa sakit. Kebutuhan keselamatan dan keamanan adalah kebutuhan akan kebebasan dari ancaman, yaitu ancaman dari kejadian atau lingkungan. Kebutuhan sosial adalah kebutuhan akan interaksi, afiliasi, teman dan cinta. Kebutuhan harga diri adalah kebutuhan akan penghargaan diri dan penghargaan dari orang lain. Kebutuhan akutualiasasi diri adalah kebutuhan akan optimalisasi penggunaan kemampuan, keahlian dan potensi. Maslow mengasumsikan bahwa orang berusaha memenuhi kebutuhan yang lebih baik pokok (fisiologis) sebelum mengarahkan perilaku memenuhi kebutuhan yang lebih tinggi (aktualisasi diri). Kebutuhan yang telah dipenuhi mereda daya motivasinya. Maslow menganggap bahwa orang mempunyai keinginan untuk maju. Asumsi ini mungkin benar bagi sebagian karyawan, tetapi tidak bagi karyawan lainnya. Kebenaran teori ini masih dipersoalkan, karena tidak diuji secara ilmiah oleh Maslow. Maslow hanya menerangkan bahwa orang dewasa telah memenuhi 85 % kebutuhan fisiologisnya, 70 % kebutuhan keselamatan dan keamanan, 50 % kebutuhan sosial, 40  % kebutuhan harga diri, dan 10 % kebutuhan aktualisasi diri. Para pengkritik yakin bahwa pemikiran tentang ukuran pemuasan seperti itu, tidak masuk akal jika berbicara tentang pemuasan pekerja kasar. Para pekerja kasar hanya berusaha agar tetap hidup. Kebutuhan yang mengutamakan kebutuhan untuk bertahan hidup, yaitu kecukupan psikologis apapun risikonya tetap akan berusaha dicapainya. Penekanan pada kebutuhan ini menyebabkan manusia semakin rakus dan itulah dasar dari kapitalisme sekarang ini. ”Praktek bisnis dengan budaya kapitalis tengah berada dalam krisis sebagai monster yang memangsa dirinya sendiri. Kapitalisme dan bisnis dengan dasar kapitalisme tidak akan berkelanjutan dan tidak mempunyai masa depan ” kata Zohar dan Marshall. Pada akhir hidupnya, Abraham Maslow sendiri merasa bahwa sesungguhnya piramida kebutuhannya tersebut membuat orang rakus seperti sekarang ini. Maslow merevisi piramida kebutuhannya, yaitu piramida kebutuhan yang benar adalah terbalik, sehingga kebutuhan yang harus diutamakan adalah kebutuhan aktualisasi diri, yang menjunjung tinggi nilai, standar moral, keyakinan dan kebaikan  serta bermanfaat bagi manusia lain.
PENETUAN POSISI BERDASARKAN NILAI Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2008
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembidikan pasar menentukan pesaing perusahaan.  Perusa­haan harus meneliti posisi pesaing dan memutuskan posisinya  yang terbaik.  Penentuan posisi adalah tindakan untuk merancang  citra perusahaan  serta nilai yang ditawarkan sehingga pelanggan  dalam suatu  segmen memahami dan menghargai kedudukan perusahaan  dalam kaitannya  dengan  pesaing. Tugas penentuan posisi terdiri  dari tiga  langkah: mengenali keunggulan bersaing yang  mungkin  untuk dimanfaatkan, memilih yang paling tepat dan secara efectif mengi­syaratkan kepada pasar tentang posisi yang  dipilih  perusahaan. Strategi penentuan posisi produk perusahaan kemudian akan memung­kinkan perusahaan beranjak ke langkah berikutnya, yaitu  merenca­nakan strategi pemasaran bersaingnya. Penentuan posisi dapat dikelompokkan menjadi penentuan posisi menurut nilai, menurut pesaing, menurut manfaat, menurut penggunaan, menurut pemakai, meurut kategori produk, dan. menurut atribut Penentuan posisi menurut nilai adalah memposisikan produk sebagai pemimpin dalam menawarkan nilai terbaik. Nilai dipengaruhi kualitas dan harga. Pertamina dengan oli MESRAN menawarkan kualitas produk yang mempunyai kemampuan memproteksi mesin. Oli tersebut juga mendapat sertifikat mutu dari lembaga sertifikasi internasional. Disamping juga dilengkapi dengan kemasan yang elegan akan menambah nilai bagi konsumen yang dibidiknya, sehingga konsumen diharapkan merasa puas. Dengan komunikasi pemasaran yang integral, akhirnya oli MESRAN menjadi merek Top di Indonesia. Iklan oli Mesran dengan slogan ”Makin Memuaskan dengan MESRAN”. Demikian pula dengan merek Polytron untuk audio, memposisikan produk dengan kualitas suara dan kualitas layanan purna jual untuk memberi nilai pada konsumennya. Polytron selalu meningkatkan kualitas dengan inovasi melalui riset dan pengembangan tanpa henti. Beberapa penghargaan telah diperoleh antara lain The Best Seller 2005 for Audio Home System dan GFK Certified Indonesia, Anugrah Adi Produk Asli Indonesia, Gold Award of Indonesia Good Design untuk produk compo Polytron Mini Slim PSC200, Inovation Award untuk Home Theatre Television, Indonesia Customer Satisfaction Award (ICSA) dan Anugrah Perusahaan Paling Berjasa dalam pengembangan Teknologi dari Presiden Bambang Susilo Yudoyono.  Polytron juga mendapatkan Top Brand Award dari Frontier Consulting Group.  
DIFERENSIASI PRODUK Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2004: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2004
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu strategi untuk memenangkan persaing adalah strategi diferensiasi. Strategi diferensiasi menonjolkan perbedaan yang mencolok mereknya dengan merek pesaing. Diferensiasi produk  dapat berasal dari berbagai faktor, antara lain kualitas produk, keistimewaan produk, daya tahan, keandalan, desain produk yang istimewa, kehandalan, mudah diperbaiki dan gaya.  Kualitas produk terdiri dari kualitas kinerja dan kualitas kesesuaian. Kualitas kinerja mengacu pada tingkat di mana karakteristik produk itu beroperasi. Apakah produk tersebut tingkat kinerjanya rendah, rata-rata, tinggi atau super. IBM, menggunakan strategi diferensiasi produk berbasiskan kualitas kinerja. IBM merupakan perusahaan peringkat 19 dunia berdasarkan pendapatan dan perusahaan peringkat pertama dunia dari industri komputer dan peralatan kantor versi majalah Fortune. Perusahaan yang mempunyai filosofi rasa hormat kepada individu, memberikan terbaik pada pelanggan dan melaksanakan semua tugas dengan gagasan bahwa semua dapat dicapai dengan cara yang unggul. IBM merupakan perusahaan teknologi yang berkomitmen yang tidak habis-habisnya pada mutu. IBM Thinkpad Transnote adalah sebagai produk pemenang dari penghargaan “For Technological Excellence” untuk kategori PC dari PC Magazine pada tahun 2001.Sedangkan kualitas kesesuaian merupakan tingkat di mana semua unit yang diproduksi identik dan memenuhi spesifikasi sasaran yang dijanjikan. Pembeli biasanya mengharapkan tingkat kesesuaian yang tinggi. BMW menggunakan strategi diferensiasi produk berbasis kualitas kesesuaian yang tinggi. Keistimewaan produk adalah karakteristik yang dilengkapi fungsi dari produk. Sebagian besar produk ditawarkan berdasarkan keistemawaannya. Microsoft menggunakan strategi deferensiasi produk berbasis keistimewaan. Microsoft  adalah perusahaan peringkat tiga dunia yang paling mengagumkan pada tahun 2002 versi majalah Fortune. Pada tahun 2001 mengeluarkan produk  baru, yaitu Windows XP, menggunakan kernel Windows 2000 yang merupakan sistem operasi Microsoft yang paling stabil. Keistemewaan Windows XP antara lain, kestabilannya, menggunakan wizard baru yang memudahkan dalam melakukan konfigurasi setting internet dan jaringan lokan, serta penambahan fasilitas plug and play yang semakin bervariasi. Disamping itu Windows XP mengikutsertakan perangkat lunak “firewall” untuk keamanan. Windows XP sebagai pemenang penghargaan “For Technical Excellence” untuk kategori perangkat lunak desktop dari PC Magazine pada tahun 2001.Sedangkan Rolex menggunakan strategi deferensiasi produk berbasiskan daya tahan produk, yang  merupakan suatu ukuran usia operasi produk yang diharapkan dalam kondisinormal dan/ atau berat. Daya tahan oleh pembeli merupakan hal yang sangat penting. Apakah perusahaan Anda mau melakukan deferensiasi produk atau mati ?
MENUNGGU HASIL UJIAN SIPENMARU Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 1988: HARIAN SUARA MERDEKA
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.021 KB)

Abstract

Pelaksanaan ujian tulis seleksi penerimaan mahasiswa baru, Sipenmaru 1988, untuk versi perguruan tinggi negeri, PTN, awal Juni yang lalu benar-benar telah dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia.       Kiranya tidak ada yang istimewa dalam pelaksanaan ujian tulis Sipenmaru tahun ini bila dibandingkan dengan pelaksanaan ujian di tahun-tahun sebelumnya; kecuali telah dimasukkannya materi tes kemampuan umum, TKI, dalam struktur materi testing Sipenmaru secara keseluruhan. Masuknya TKU memang telah membawa "keasyikan" tersendiri mengingat bahwa pada tahun-tahun sebelumnya tidak pernah TKU masuk dalam struktur materi testing.       Namun bila dilihat dari "suasana"-nya, maka ujian tulis Sipenmaru tahun ini sama saja dengan tahun-tahun sebelumnya; dimana tajamnya persaingan atau ketatnya kompetisi untuk meraih kursi belajar pada PTN menjadi ciri khas yang paling utama.       Sipenmaru tahun 1988 ini telah diikuti oleh sebanyak 423.455 peserta untuk memperebutkan sekitar 80.000 kursi belajar. Jadi, setiap kursi rata-rata diperebutkan oleh sekitar lima atau enam calon.
KIAT SUKSES MENJADI ENTREPRENEUR BAGI ORANG BIASA (14) Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2009
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (63.851 KB)

Abstract

Pengalaman saya bersama kawan-kawan menyewa gedung tanpa uang tunai untuk mengembangkan bimbingan tes Primagama tersebut, saya pakai juga untuk mendirikan perguruan tinggi. Memulai perguruan tinggi tanpa uang tunai, saya lakukan pada saat pendirian AMIKOM Yogyakarta.  Fasilitas utuma yang harus dipenuhi dengan biaya yang paling besar adalah gedung untuk ruang kuliah dan administrasi. Untuk mencari gedung tersebut, saya berputar-putar di sepanjang jalan yang cukup strategis di Yogyakarta, untuk mencari gedung yang dapat saya sewa.   Setiap saya menemukan gedung yang kelihatan kosong, saya menanyakan kepada penunggunya apakah disewakan atau tidak. Sebagian besar memang disewakan, tetapi harus dibayar tunai atau paling tidak harus ada uang mukanya. Untuk mendirikan perguruan tinggi tanpa uang tunai, memang dibutuhkan bekerja lebih keras dan berdoa lebih panjang dibandingkan dengan mendirikan perguruan tinggi dengan uang yang telah tersedia. Kita harus yakin, bahwa itu tetap bisa kita lakukan. Setelah menanyakan gedung satu ke gedung lain yang kosong selama berhari-hari, akhirnya menemukan gedung yang terletak di Jalan Monginsidi Nomor 8.  Di depan gedung seorang yang sudah cukup usia sedang membersihkan halam gedung tersebut. Saya berhenti dari kendaraan saya dan turun untuk menghampiri Bapak tersebut. “Mohon maaf Pak. Apakah gedung ini disewakan?”. “Iya. Pak” jawab Bapak tersebut. “Nepangaken Pak. Saya Yanto Pak” saya memperkenalkan diri. Bapak tersebut kemudian menjawab dengan bahasa Jawa “Kulo. Lugimin Pak” jawab Bapak tersebut. Untuk membuat akrab, maka saya berbincang-bicang dengan beliau dengan menggunakan bahasa Jawa.  Saya menanyakan mulai dari siapa yang punya gedung, boleh disewa berapa lama dan harga sewanya berapa. Setelah berbincang-bincang lama, akhirnya saya diberi alamat pemilik gedung, kemudian saya pamit kepada Pak Lugimin untuk bertemu pemilik gedung tersebut. Setelah saya menuju alamat yang telah diberikan dan sesampainya di tempat, saya memberanikan diri untuk bertemu pemilik gedung di Jalan Monginsidi No. 8. Saya ditemui salah seorang stafnya, kalau beliau masih ke luar kota dan barus siangnya pulang. “Bapak nanti sore saja. Sekitar jama setengah lima kesini lagi. Mungkin beliau sudah ada” kata stafnya. Saya pamitan pulang, sambil berpesan kepada stafnya kalau nanti sore akan kembali lagi. Sore harinya, akhirnya saya bertemu pemilik gedung. Beliau memperkenalkan diri dengan nama “Budi Sutrisno” dan saya juga memperkenalkan diri dengan “Yanto”. Kemudian saya menyampaikan maksud kedatangan saya. “Pak Budi saya ingin menyewa rumah Bapak selama dua tahun”. “Oh ya silakan. Rumah itu masih kosong” jawab Pak Budi. “Saya akan mulai menyewa bulan Maret ini Pak” saya mengungkapkan keinginan saya. “Silakan saja” jawab Pak Budi dengan lembut. “Berapa Pak sewanya?” saya bertanya biaya sewa.  “Enam juta per tahun. Kalau dua tahun ya 12 juta” jawab beliau. “Saya sepakat Pak” jawab saya. “Berarti jadi ya. “ Pak Budi meyakinkan. “Tetapi saya akan membayar pada Agustus dan September”. “Lho kok begitu” kata Pak Budi. “Sebab saya tidak punya uang Pak. Setelah Agustus dan September, Insya Allah saya dapat uang dari mahasiswa dan itu yang akan saya bayarkan pada Bapak”. Pak Budi terdiam sejenak, kemudian berkata “Ya tidak apa-apa, tetapi saya mohon dinotariskan ya”. “Ya Pak” kata saya. Maka gedung calon AMIKOM  Yogyakartapun telah tersedia dan ternyata kita bisa memulai perguruan tinggi tanpa uang tunai untuk menyediakan fasilitas yang paling besar biayanya.