Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

The analysis of ride hailing user characteristics from app reviews Amri, Pahmi; Suri, Dia Meirina; Syuhada
Jurnal Siasat Bisnis VOL 28, NO 2 (2024)
Publisher : Management Development Centre (MDC) Department of Management, Faculty of Business and Economics Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jsb.vol28.iss2.art7

Abstract

Purpose – This research measures the perceptions of ride-hailing (Gojek) users on the Playstore review page.Design/methodology/approach – This research uses qualitative analysis and a sentiment analysis approach. The primary data for this research comes from 5000 user reviews of the Gojek application on the Play Store application. Data collection was carried out with the help of the Ncapture tool in Chrome, which was then exported to the NVivo 12 Plus software in a PDF file. This research uses NVivo 12 Plus software to visualize coding data for several reviews from Google Playstore.Findings – The research results show that the perception of Gojek application users is dominated by negative criteria, nuances of disappointment with the driver's behaviour, and application errors that flood the reviews. The ratings given by users are dominated by the number one, which indicates the lowest point.Research limitations/implications – This research provides a theoretical contribution that the sentiment analysis approach is one of the instruments successful in revealing user perceptions of a service application. Practical implications – This research provides a practical contribution to the Gojek application company in that user reviews can influence customer intentions, so it is necessary to carry out routine improvements and serious in-depth evaluations by considering reviews from earlier users.Originality/value – This study fills the gap regarding online transportation user sentiment by utilizing big data from reviews on Google Playstore.
Leadership and Institutional Design in Public Service Digitalization Suri, Dia Meirina; Amri, Pahmi; Hildawati, Hildawati
Jurnal Manajemen Pelayanan Publik Vol 8, No 2 (2024): Jurnal Manajemen Pelayanan Publik
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jmpp.v8i2.53807

Abstract

Digitalization of public services has become an influential agenda for the government in today's digital era. However, to succeed in this digital transformation, institutions and leaders face challenges, such as unpreparedness of infrastructure and resources and mismatches between regulations and policies. This study analyzes and explains the appropriate leadership and institutional design in digitalizing public services. The method used is a case study approach with data collection using interviews with research informants. The results of the interviews are processed using the Nvivo 12 Plus data processing application and analyzed qualitatively. The results found that leadership and institutional roles are interrelated and influence each other in digitalizing public services. Robust leadership design in vision and strategy, building a culture of innovation, along with institutional design that can organize, facilitate collaboration, and manage organizational change, form a solid foundation for the success of digitizing public services. However, these changes must be balanced with continuous evaluation to refine and improve digital services. This research is expected to contribute to the government in facing challenges in implementing the digitalization of public services, especially in leadership and institutional design.
Optimalisasi Potensi Pariwisata Desa untuk Penguatan Ekonomi Lokal Berkelanjutan di Negara Bagian Terengganu Malaysia Dia Meirina Suri; Pahmi Amri; Siti Hajar; Dinda Adelia
Madaniya Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.1152

Abstract

Terengganu merupakan negara bagian yang terletak di wilayah pesisir dan memiliki potensi pariwisata alam berupa pulau atau pantai. Potensi pariwisata yang dimiliki Negara Bagian Terengganu sangat mungkin untuk dikembangkan sehingga mampu meningkatkan perekonomian masyarakat lokal. Masyarakat Negara Bagian Terengganu terkenal dengan kerajinan tangan seperti songket dan batik. Tujuan dari pelaksanaan kegiatan pengabdian ini untuk mengoptimalisasikan potensi pariwisata yang ada di Negara Bagian Terengganu Malaysia sebagai destinasi wisata bagi wisatawan mancanegara. Metode pengabdian dilakukan melalui beberapa tahapan yaitu sosiallisasi, pelatihan dan penyuluhan, penerapan tekhnologi, pendampingan dan evaluasi. Hasil pengabdian adalah pengelola didampingi untuk meningkatkan promosi pariwisata melalui media sosial dan website, bagaimana meningkatkan pelayanan penyeberangan menuju pulau Redang dan kemungkinan untuk membuka penginapan atau homestay di Pulau tersebut, kemudian masyarakat setempat yang memiliki usaha kerajinan tangan lebih kurang sepuluh orang diberikan penyuluhan dan pendampingan untuk meningkatkan kualitas kerajinan tangan dan di packaging dengan baik. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian ini adalah pariwisata di Negara Bagian Terengganu terutama untuk wisata Pulau Redang memiliki potensi untuk dikembangkan sehingga mendatangkan banyak wisatawan mancanegara dan masyarakat sekitar memiliki kesempatan untuk memasarkan kerajinan tangan yang mereka miliki.
Narasi Media Dalam Proses Kebijakan Pengendalian Kebakaran Hutan Dan Lahan Di Kabupaten Bengkalis Meirina Suri, Dia; Muhammad Faisal Amrillah
Jurnal Niara Vol. 15 No. 2 (2022): September
Publisher : FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.859 KB) | DOI: 10.31849/niara.v15i2.9022

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mempelajari narasi kebijakan yang dikemukakan oleh aktor pada media dalam mempengaruhi proses kebijakan pengendalian kebakaran hutan dan lahan. Kebakaran hutan dan lahan sudah menjadi permasalahan secara global sehingga dibutuhkan kebijakan yang langsung menyentuh permasalahan. Ada banyak aktor dan kelompok kepentingan yang mencoba mempengaruhi pembuatan kebijakan pengendalian kebakaran hutan dan lahan. Tulisan ini merujuk teori Narrative Policy Framework yang menyatakan bahwa narasi berperan dalam proses kebijakan dengan melihat masalah kebijakan, karakter dari aktor, dan solusi kebijakan yang ditawarkan. Data diambil dari media lokal dan nasional yang dapat dipercaya, data yang relevan dengan penelitian kemudian dikumpulkan dengan menggunakan aplikasi Nvivo 12 plus dengan fiture Ncapture. Hasil penelitian menemukan bahwa narasi yang dikemukakan aktor-aktor kebijakan yang menarasikan masalah kebijakan dan solusi kebijakan pada media memberikan pengaruh dalam pembuatan kebijakan pengendalian kebakaran hutan dan lahan.
Meningkatkan Daya Tarik Destinasi Wisata Tepian Mahligai melalui Perbaikan Infrastruktur dan Media Sosial Susanti, Heni; Zulkifli, Zulkifli; Sari, Rika Perdana; Ali, Irsan Taufik; Rahman, Khairul; Suri, Dia Meirina; Karya, Detri; Yanti, Evi
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 5 No 3 (2025): I-Com: Indonesian Community Journal (September 2025)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/i-com.v5i3.7851

Abstract

Tepian Mahligai terletak ±700 meter dari Gerbang Tol XIII Koto Kampar, sehingga berpotensi besar menjadi destinasi wisata unggulan. Namun, beberapa tahun terakhir jumlah kunjungan menurun. Identifikasi Tim menemukan permasalahan utama: (1) belum adanya SOP dan pembagian tugas yang jelas, (2) promosi masih dilakukan secara konvensional, dan (3) keterbatasan SDM dalam promosi digital.Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dilaksanakan melalui ceramah dan diskusi mengenai strategi pengelolaan wisata berbasis hukum, pelatihan promosi melalui media sosial, serta perbaikan fasilitas berupa pengecatan jembatan dengan warna menarik untuk meningkatkan daya tarik visual. Hasil kegiatan menunjukkan mitra memperoleh pemahaman tentang SOP dan pembagian tugas, meningkatnya kemampuan promosi digital, serta tersedianya fasilitas yang lebih baik. Dengan demikian, PKM ini telah terlaksana sesuai tujuan dan memberikan dampak positif bagi pengelolaan dan pengembangan Tepian Mahligai.
Building bonds for sustainable growth: social capital and networking in Indonesian tourism development Suri, Dia Meirina; Fikri, Rijalul; Amri, Pahmi; Sasmi, Dini Tiara
Otoritas : Jurnal Ilmu Pemerintahan Vol. 14 No. 1 (2024): (April 2024)
Publisher : Department of Government Studies, Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/ojip.v14i1.10028

Abstract

This research aims to identify and analyze the utilization of social capital in developing tourist attractions and networking in Kampar Regency. This study focuses on two potential tourist attractions owned by Kampar Regency, namely the Pulau Cinta tourist attraction and the Ulu Kasok views. The research design used is qualitative interpretative; in collecting information, primary data was obtained through observation and in-depth interviews. The interview results were entered into the Nvivo 12 Plus data processing application for coding and then analyzed using graphs and crosstab. The triangulation technique was used to obtain valid and credible results. The research findings show that the identified social capital in developing tourist attractions in Ulu Kasok and Pulau Cinta are networks built online and offline. First, tourist attraction organized online and offline promotions to attract visitors, but the improvement of the online platform requires further enhancement. Second, communication with stakeholders and the local community necessary to improve. Third, trust building between tourism destinations organizer and the local community enables tourist attractions to develop, and the fourth is Information openness about tourism destinations. The contribution of this research suggests maximum efforts in utilizing social capital in developing sustainable tourism destinations, through strengthening social networks, building trust, and enhancing communication among stakeholders and local communities.
SENSING, SEIZING DAN RECONFIGURING: KEMAMPUAN UTAMA DAN RUTINITAS ORGANISASI UNTUK PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN, DI NEGARA BAGIAN TERANGGANU DARUL IMAN, MALAYSIA Wahyudi, Septian; Suri, Dia Meirina; Munir, Abdul; Wan Mohd Adzim Bin Wan Mohd Zain
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 5 No. 1 (2025): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Juni 2025
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v5i1.4065

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk meningkatkan kapasitas pengrajin batik di Terengganu dalam menghadapi tantangan globalisasi dan adaptasi teknologi modern. Pemilihan topik ini didasarkan pada pentingnya pelestarian budaya lokal sekaligus penguatan daya saing batik Terengganu di pasar global. Metode pengabdian yang digunakan adalah pendekatan Dynamic Capability, yang melibatkan tiga tahapan utama: sensing (pengenalan peluang pasar), seizing (pemanfaatan teknologi dan pemasaran digital), dan reconfiguring (restrukturisasi operasional). Program ini melibatkan pelatihan dan pendampingan intensif dalam pengembangan desain modern, adopsi teknologi ramah lingkungan, pemasaran digital, serta pembentukan ekosistem kolaborasi antara pengrajin, asosiasi, pemerintah, dan akademisi. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan kapasitas pengrajin dalam mengenali tren pasar, efisiensi produksi melalui teknologi baru, serta strategi pemasaran digital yang lebih efektif. Selain itu, terbentuk kelompok kerja yang berfokus pada pengembangan desain, pemasaran, dan keberlanjutan usaha. Meskipun terdapat kendala seperti keterbatasan akses teknologi dan resistensi terhadap perubahan, pendekatan persuasif dan pelatihan tambahan berhasil mengatasinya. Kesimpulannya, program ini tidak hanya meningkatkan daya saing pengrajin batik di pasar global, tetapi juga mendorong keberlanjutan sosial dan lingkungan melalui inovasi produk serta pelestarian budaya lokal.