Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Desain Kelembagaan Pengelolaan Kawasan Strategis Nasional Candi Muaro Jambi M. Wira Anshori; Mirza Sazeta; Galank Pratama; Fajar Alan Syahrier; Jefri Al Kausar
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol. 8 No. 2 (2026): Jurnal ALTASIA (Agustus)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/altasia.v8i2.12047

Abstract

Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya Nasional Candi Muaro Jambi menjadi penting karena kawasan ini tidak hanya memiliki nilai arkeologis dan historis, tetapi juga berkembang sebagai ruang kebijakan, pariwisata budaya, dan pemberdayaan ekonomi lokal. Namun, kajian sebelumnya masih lebih banyak menempatkan Candi Muaro Jambi sebagai objek wisata, sumber pembelajaran, atau destinasi budaya, sementara aspek desain kelembagaan sebagai dasar tata kelola kolaboratif belum banyak dikaji. Permasalahan utama penelitian ini adalah bagaimana desain kelembagaan membentuk relasi, pembagian kewenangan, sinergi pendanaan, dan koordinasi antaraktor dalam pengelolaan Kawasan Strategis Nasional Candi Muaro Jambi. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran Pemerintah Provinsi Jambi dalam membangun tata kelola kolaboratif antara pemerintah pusat, pemerintah kabupaten, lembaga pelestarian, masyarakat lokal, dan pelaku pariwisata. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus karena fokus kajian diarahkan pada proses, relasi kelembagaan, dan dinamika koordinasi yang membutuhkan pemahaman kontekstual secara mendalam. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemerintah Provinsi Jambi berperan sebagai regulator, penghubung sinergi anggaran APBN dan APBD, serta pengembang pariwisata budaya melalui Festival Candi Muaro Jambi. Penelitian ini terbatas pada pendekatan kualitatif, jumlah informan, dan belum adanya pengukuran kuantitatif atas dampak ekonomi maupun efektivitas anggaran. Penelitian selanjutnya direkomendasikan menggunakan pendekatan campuran, memperluas informan, dan membandingkan pengelolaan Candi Muaro Jambi dengan kawasan cagar budaya lain.
IMPLEMENTASI PROGRAM SEKOLAH LANSIA TANGGUH DALAM MENDORONG PEMBERDAYAAN SOSIAL-EKONOMI LANSIA DI INDONESIA: A NARRATIVE LITERATURE REVIEW Fajar Alan Syahrier; Jefri Al Kausar; Azira Novia Rizal; Dinda Rosanti Salsa Bela
Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian Vol. 8 (2026): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 8 Tahun 2026
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program Sekolah Lansia Tangguh merupakan salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup lansia melalui pendekatan pembelajaran sepanjang hayat yang berorientasi pada pemberdayaan sosial dan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi Program Sekolah Lansia Tangguh dalam mendorong pemberdayaan sosial-ekonomi lansia di Indonesia serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan tinjauan literatur naratif (narrative literature review) dengan menelaah berbagai artikel ilmiah, prosiding, buku, dan dokumen relevan yang diperoleh dari Google Scholar, Scopus, PubMed, serta jurnal nasional terakreditasi. Analisis dilakukan menggunakan analisis isi (content analysis) untuk mengidentifikasi, membandingkan, dan mensintesis temuan-temuan penelitian yang berkaitan dengan implementasi program. Hasil kajian menunjukkan bahwa Program Sekolah Lansia Tangguh berkontribusi dalam meningkatkan interaksi sosial, partisipasi masyarakat, kepercayaan diri, serta kualitas hidup lansia melalui pembelajaran berbasis komunitas. Selain itu, program memberikan peluang bagi lansia untuk mengembangkan keterampilan produktif dan meningkatkan kemandirian ekonomi melalui berbagai kegiatan kewirausahaan dan usaha berbasis komunitas. Namun, implementasi program masih menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan sumber daya, akses permodalan, literasi digital, kapasitas pengelola, dan keberlanjutan pendampingan. Keberhasilan program dipengaruhi oleh kolaborasi antara pemerintah, keluarga, kader, organisasi masyarakat, dan komunitas lokal. Oleh karena itu, penguatan implementasi Program Sekolah Lansia Tangguh perlu diarahkan pada integrasi pemberdayaan sosial dan ekonomi melalui kemitraan multipihak guna mewujudkan lansia yang aktif, mandiri, produktif, dan sejahtera.