Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Asuhan Keperawatan pada Pasien dengan Post Op Debulking Tumor Rohmah, Sita Hopipah Suci; Syarif, Hilman; Aklima, Aklima
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 5 (2024): Oktober 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i5.4110

Abstract

Operasi debulking adalah bedah sitoreduksi tumor dengan mengangkat sebanyak mungkin tumor. Ketika reseksi lengkap pada dasarnya tidak mungkin dilakukan karena penyakit tumor yang sudah lanjut dan disebut juga bedah sitoreduktif. Desain yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan. Studi kasus ini bertujuan untuk menjelaskan asuhan keperawatan pada pasien post op debulking tumor di Intensive Care Unit Rumah Sakit di Privinsi Banda Aceh. Masalah yang muncul pada pasien ialah risiko aspirasi berhubungan dengan penurunan tingkat kesadaran, terpasang nasogastrik tube dan terpasang endotracheal tube., gangguan penyapihan ventilator berhubungan dengan hambatan upaya nafas, gangguan pertukaran gas berhubungan dengan ketidakseimbangan ventilasi perfusi, resiko ketidakseimbangan cairan berhubungan dengan efek samping prosedur (mis pembedahan). Tindakan keperawatan yang diberikan adalah mempertahankan pengembangan balon endotracheal tube (ETT), Memantau status hemodinamik, diberikan kepada pasien adalah head up 30̊, Kadar kalsium. Hasil evaluasi tidak terdapat perbaikan pada kondisi pasien ditandai dengan perburukan hasil laboratorium, alkalosis metabolic pada pasien.
Gambaran pelaksanaan caring keperawatan pada pasien di instalasi gawat darurat RSUD Meuraxa Banda Aceh Ananda, Liza; Syarif, Hilman; Nurhidayah, Irfanita
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 4 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i4.1507

Abstract

Pelaksanaan caring dalam pelayanan keperawatan berperan penting dalam meningkatkan kualitas asuhan dan kepuasan pasien. Namun, beberapa penelitian terdahulu menunjukkan bahwa penerapan caring di Instalasi Gawat Darurat masih menghadapi berbagai kendala. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pelaksanaan caring keperawatan pada pasien di Instalasi Gawat Darurat RSUD Meuraxa Banda Aceh. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif, melibatkan 344 responden dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria inklusi. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner Gadar Caring Scale (GCS-46), yang terdiri dari tiga aspek utama, yaitu perilaku caring, lingkungan caring, dan administrasi caring. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pasien (87,2%) menilai pelaksanaan caring keperawatan di IGD RSUD Meuraxa dalam kategori baik, dengan aspek perilaku caring sebesar 95,1%, lingkungan caring sebesar 83,1%, dan administrasi caring sebesar 87,5%. Hal ini mengindikasikan bahwa sebagian besar perawat telah menerapkan prinsip caring dalam pelayanan keperawatan, seperti interaksi dengan pasien, kebersihan lingkungan, serta administrasi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa tingkat pelaksanaan caring keperawatan di IGD RSUD Meuraxa Banda Aceh tergolong baik, meskipun masih terdapat beberapa aspek yang perlu ditingkatkan. Oleh karena itu, disarankan agar rumah sakit terus meningkatkan pelatihan bagi perawat dalam aspek komunikasi terapeutik dan manajemen pelayanan untuk memastikan kepuasan dan kenyamanan pasien tetap optimal.
The Implementation of Collaborative Drug Administration Intervention in The Emergency Room of Hospital X at Banda Aceh Ruzanna, Jihan Syifa'; Syarif, Hilman; Aklima, Aklima
Journal Of Health Science (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol 10 No 2 (2025): JOURNAL OF HEALTH SCIENCE (JURNAL ILMU KESEHATAN)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/jik.v10i2.4720

Abstract

Medication safety is a main focus to maintain patient safety. Recent studies show that almost 50% of adverse incidents in the global health system are rooted in inaccuracy in drug administration. This study aimed to determine the implementation of collaborative interventions for drug administration in the Emergency Room of X Hospital in Banda Aceh. This quantitative descriptive study, using a cross-sectional approach, used a total sampling technique to select 58 respondents. Data was collected through direct observation of drug administration practices and analyzed using descriptive statistical tests. The results showed that the implementation of the principle of the seven rights of drug administration in the Emergency Room of Hospital X in Banda Aceh was in the good category (72.4%); with the implementation of drug administration to the right patient (91.4%), right drug (96.6%), right dose (100%), right route (100%), right time (94.8%), right documentation (93.1%), and right information (96.6%). In conclusion, nurses in the Emergency Room of Hospital X have applied the seven rights of drug administration principle. However, more effort is required to increase nurse adherence to this principle, especially in verifying patient identity and providing drug information. It is expected that hospitals can conduct continuous planning, monitoring, evaluation, and supervision to strengthen the implementation of the seven rights principles of drug administration and to ensure patient safety.
Symptom Severity, Anxiety, Family Support, and Resilience of Breast Cancer Patients Undergoing Chemotherapy Hilman Syarif; Novi Afrianti; Dewiyuliana; Monaris Daralina; Syarifah Rauzatul Jannah
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 16 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan Volume 16 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v16i2.1240

Abstract

Purpose: The objective of this study was to exploring the relationship of symptom severity, anxiety, and family support to the resilience of breast cancer patients undergoing chemotherapy. Method: This research is a quantitative correlation with a cross-sectional study design. The sample size was 107 breast cancer patients undergoing chemotherapy at hospitals in Aceh Province and selected non-randomly with consecutive sampling technique. Bivariate data analysis was Pearson correlation. Results: The results showed that there was a significant negative relationship between symptom severity with resilience (r -0.249; p 0.010), and anxiety with resilience (r -0.569; p < 0.001). There was a significant positive relationship between family support and resilience (r 0.184; p 0.049). Conclusions: Resilience of breast cancer patients undergoing chemotherapy is closely related to symptom severity, anxiety and family support. Recommendations, to oncology nurses in order to increase interventions, especially on factors that can reduce the severity of symptoms and anxiety of patients, also increase family support.
DETERMINAN KEJADIAN NEUROPATI PERIFER PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 Aulia Akmal; Sri Agustina; Cut Husna; Hilman Syarif
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i2.5328

Abstract

Diabetes Melitus (DM) menyebabkan gangguan sirkulasi yang dapat menyebabkan penderitanya mengalami komplikasi mikrovaskuler. Salah satu komplikasi mikrovaskuler adalah hilangnya sensasi pada daerah tungkai kaki (neuropati perifer) yang akan menimbulkan ulkus pada kaki dan risiko amputasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lama diabetes melitus tipe-2 dengan Diabetic Peripheral Neurophaty (DPN) pada pasien diabetes melitus tipe 2 di rumah sakit umum milik pemerintah kota di sebuah provinsi Indonesia. Metode Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional studi dilakukan pada 154 pasien diabetes melitus tipe 2 (DMT2) yang berkunjung ke poliklinik penyakit dalam di rumah sakit umum milik pemerintah kota di sebuah provinsi Indonesia dengan teknik proportionate stratifified random sampling. Data diperoleh dengan menggunakan kuesioner demografi dan Michigan Diabetic Neuropathy Score dan dianalisa menggunakan uji Chi-square dan Regresi Logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa DPN berhubungan signifikan dengan sub-variabel Usia dengan Penyakit Penyerta pada pasien DMT2 (p<0,05).  Kesimpulan ada hubungan yang signifikan antara usia, dan penyakit penyerta dengan kejadian DPN pada pasien DMT2 di rumah sakit umum milik pemerintah kota di sebuah provinsi Indonesia. Saran Kepada pasien diharapkan agar dapat melakukan managemen diabetes dengan baik sehingga tidak ada lagi pasien diabetes yang luka akibat komplikasi yang ditimbulkan dari neuropati. Direkomendasikan kepada rumah sakit agar rutin memberikan pendidikan kesehatan tentang risiko perkembangan neuropati dan pencegahan terjadinya komplikasi serius yang diakibatkan oleh neuropati perifer.Keyword: Usia, Penyakit Penyerta, Neuropati Perifer
DETERMINAN KEJADIAN NEUROPATI PERIFER PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 Aulia Akmal; Sri Agustina; Cut Husna; Hilman Syarif
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i2.5328

Abstract

Diabetes Melitus (DM) menyebabkan gangguan sirkulasi yang dapat menyebabkan penderitanya mengalami komplikasi mikrovaskuler. Salah satu komplikasi mikrovaskuler adalah hilangnya sensasi pada daerah tungkai kaki (neuropati perifer) yang akan menimbulkan ulkus pada kaki dan risiko amputasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lama diabetes melitus tipe-2 dengan Diabetic Peripheral Neurophaty (DPN) pada pasien diabetes melitus tipe 2 di rumah sakit umum milik pemerintah kota di sebuah provinsi Indonesia. Metode Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional studi dilakukan pada 154 pasien diabetes melitus tipe 2 (DMT2) yang berkunjung ke poliklinik penyakit dalam di rumah sakit umum milik pemerintah kota di sebuah provinsi Indonesia dengan teknik proportionate stratifified random sampling. Data diperoleh dengan menggunakan kuesioner demografi dan Michigan Diabetic Neuropathy Score dan dianalisa menggunakan uji Chi-square dan Regresi Logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa DPN berhubungan signifikan dengan sub-variabel Usia dengan Penyakit Penyerta pada pasien DMT2 (p<0,05).  Kesimpulan ada hubungan yang signifikan antara usia, dan penyakit penyerta dengan kejadian DPN pada pasien DMT2 di rumah sakit umum milik pemerintah kota di sebuah provinsi Indonesia. Saran Kepada pasien diharapkan agar dapat melakukan managemen diabetes dengan baik sehingga tidak ada lagi pasien diabetes yang luka akibat komplikasi yang ditimbulkan dari neuropati. Direkomendasikan kepada rumah sakit agar rutin memberikan pendidikan kesehatan tentang risiko perkembangan neuropati dan pencegahan terjadinya komplikasi serius yang diakibatkan oleh neuropati perifer.Keyword: Usia, Penyakit Penyerta, Neuropati Perifer