Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Upaya Menurunkan Kecacatan Akibat Diabetes Melitus melalui Simulasi Senam Kaki Diabetes Syarif, Hilman; Jufrizal, Jufrizal
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: Juni 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v6i2.3540

Abstract

Salah satu komplikasi yang terjadi akibat penyakit DM dapat berupa gangguan pada pembuluh darah baik makrovaskuler maupun mikrovaskuler, serta gangguan pada sistem saraf atau neuropati. Kaki diabetik dengan ulkus merupakan komplikasi diabetes yang sering terjadi. Pasien kaki diabetes tanpa ulkus perlu mendapatkan edukasi untuk mencegah munculnya masalah-masalah kaki diabetes lebih lanjut. Salah satu edukasi yang dibutuhkan adalah senam kaki diabetes untuk pencegahan komplikasi mikrovaskuler. Foot exercise merupakan olahraga ringan yang berfokus pada tungkai yang terdiri dari sepulih langkah. Olahraga ini dapat dilakukan dengan mudah, tidak membutuhkan biaya, dan tidak memakan waktu yang lama. Tujuan dari kegiatan ini adalah melakukan edukasi dan simulasi pada masyarakat penderita DM dan berisiko DM di wilayah kerja Puskesmas Darussalam, Aceh Besar. Pelaksaan ini dilakukan pada tanggal 30 April 2024 di Balai Desa Gampong Lampuuk, Tungkop, Kecamatan Darussalam, Aceh Besar. Peserta kegiatan terdiri dari 22 orang, masyarakat usia produktif, serta penderita DM dan berisiko DM. Sebelum pelaksanaan kegiatan, peserta melakukan pengisian kuesioner pengetahuan tentang senam diabetes. Pelaksanaan kegiatan diawali dengan edukasi senam diabetes, selanjutnya dilakukan simulasi senam kaki diabetes. Setelah selesai, peserta mengisi kembali kuesioner yang sama. Hasil uji didapatkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan dari 46.82% pada prestest menjadi 80.45% pada posttest. Ini menunjukkan bahwa penderita DM sudah menyadari akan pentingnya pengetahuan terutama tentang senam kaki yang bertujuan untuk salah satu upaya untuk mencegah kecacatan yang diakibatkan oleh penyakit Diabetes Mellitus.
Hubungan Status Gizi, Aktivitas Fisik dan Multimorbiditas Terhadap Penurunan Curah Jantung Pasien Cardiovascular Disease di Rumah Sakit Umum di Propinsi Aceh Mardhiah, Ainal; Syarif, Hilman; Mudatsir, Mudatsir
Dunia Keperawatan: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 12 No 2 (2024): Dunia Keperawatan: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : School of Nursing, Faculty of Medicine and Health Science, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jdk.v12i2.636

Abstract

Penurunan curah jantung adalah diagnosis keperawatan utama pada pasien dengan cardiovaskular disease (CVD) yang merupakan situasi yang mengancam jiwa yang memerlukan pertimbangan dan tindakan segera. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan diagnosis penurunan curah jantung pada pasien cardiovascular disease (CVD) di Rumah Sakit Umum di Propinsi Aceh. Variabel penelitian ini terdiri dari status gizi, aktivitas fisik dan penyakit penyerta dengan desain penelitian cross-sectional study dengan jumlah sampel 80 pasien dengan CVD yang dipilih dengan teknik convenience sampling. Tehnik pengambilan data dilakukan melalui pemeriksaan fisik, wawancara pasien/keluarga dengan menggunakan panduan kuesioner dan peninjauan informasi riwayat pasien pada rekam medik. Alat pengumpulan data terdiri dari kuesioner data sosiodemografi, Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ), status gizi dihitung dengan indeks massa tubuh (IMT) dan kuesioner penurunan curah jantung. Data dianalisis menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan status gizi dan riwayat penyakit dengan penurunan curah jantung (P < 0,05), namun tidak ada hubungan aktivitas fisik dengan penurunan curah jantung (P > 0,05). Rumah sakit dan tenaga keperawatan direkomendasikan menyediakan panduan standar operasional prosedur (SOP) sebagai acuan dalam penalaran klinis, anamnesis dan deteksi dini yang tepat terhadap gejala dari suatu penyakit yang merupakan alat yang penting dalam pemantauan dan prognosis perkembangan penyakit yang kontribusi dalam memecahkan masalah di praktik klinis.
Spiritualitas dan Resiliensi Penderita Kanker Payudara yang Menjalani Kemoterapi di Rumah Sakit Umum Provinsi Aceh Daralina, Monaris; Syarif, Hilman; Jannah, Syarifah Rauzatul
Dunia Keperawatan: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 12 No 2 (2024): Dunia Keperawatan: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : School of Nursing, Faculty of Medicine and Health Science, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jdk.v12i2.641

Abstract

Spiritualitas merupakan sumber kekuatan dan koping bagi pasien kanker payudara yang dapat memengaruhi resiliensi dalam penatalaksanaan kemoterapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan spiritualitas dengan resiliensi penderita kanker payudara yang menjalani kemoterapi di Rumah Sakit Umum Daerah di Provinsi Aceh. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif pada 107 pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi. Desain penelitian adalah cross sectional study dengan teknik pengambilan menggunakan consecutive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik self-report menggunakan kuesioner Daily Spiritual Experience Scale (DSES) dan Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC). Hasil penelitian menunjukkan spiritualitas pasien pada kategori tinggi sebanyak 72 responden (67,3%). Resiliensi pasien pada kategori cukup sebanyak 66 responden (61,7%). Terdapat hubungan yang signifikan (p=0,012) antara spiritualitas dengan resiliensi penderita kanker payudara yang menjalani kemoterapi. Dukungan dimensi spiritual dapat memperkuat kemampuan individu untuk menghadapi situasi negatif seperti penyakit kanker. Simpulan dalam penelitian ini menjelaskan jika meningkatnya kesejahteraan spiritual berhubungan dengan peningkatan resiliensi psikologis pada pasien kanker.
Asuhan keperawatan pasien post kraniotom tumor meningioma Nailussa'dah, Nailussa’dah; Syarif, Hilman; Halimuddin, Halimuddin
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 2 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i2.1397

Abstract

Kraniotomi (insisi pada tengkorak) dapat dilakukan untuk mengangkat tumor, memperbaiki gejala yang berhubungan dengan lesi, atau memperkecil ukuran tumor (debulk). Pembedahan ini menjadi tantangan yang berat dengan upaya mengangkat tumor selengkap mungkin tanpa merusak jaringan normal. Studi kasus ini bertujuan untuk menjelaskan asuhan keperawatan pada pasien dengan post op craniotomy tumor meningioma di Intensive Care Unit. Masalah keperawatan yang muncul pada kasus pasien adalah risiko aspirasi berhubungan dengan penurunan tingkat kesadaran, pengguaan selang nasogastik tube, dan terpasang trakeostomi; gangguan penyapihan ventilator berhubungan dengan hambatan upaya nafas; penurunan kapasitas adaptif intrakranial b.d edema serebral; ketidakstabilan kadar glukosa dalam darah b.d resistensi insulin. Hasil evaluasi setelah dirawat beberapa hari, belum ada perbaikan yang signifikan pada kondisi pasien, ditandai dengan tekanan darah: 150/ 80 mmHg, MAP: 103 mmhg, frekuensi nadi: 117 x/menit, suhu 37,6, EKG sinus takikardi. Pada penggunaaan ventilator mengalami peningkatan dengan Mode Simv kemode spontan dengan Fio2 30%, RR: 24x/ menit, PEEP: 5 cmH2O, dan SpO2: 97%. Pada hari kelima setelah dirawat pasien akhirnya meninggal dunia. Rekomendasi bagi perawat dan tim medis untuk memberikan farmakologi yang optimal untuk menstabilkan tekanan darah menjadi normal.
Karakteristik Pasien Acute Decompensated Heart Failure (ADHF) Di RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh Rahmalia Amni; Eka Elvira Riska; Hilman Syarif
Jurnal Assyifa: Jurnal Ilmu Kesehatan Lhokseumawe Vol. 10 No. 1 (2025): Januari-Juni 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54460/jifa.v10i1.133

Abstract

Tingginya risiko dan prevalensi terjadinya Acute Decompensated Heart Failure, sehingga diperlukan pengetahuan mendalam terkait karakteristik pasien untuk memudahkanpemahaman dalam melaksanakan diagnosis, pengobatan, dan pencegahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien Acute Decompensated Heart Failure di RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan pengambilan sampel dengan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terpimpin dan studi dokumentasi menggunakan lembar isian, serta dianalisis menggunakan analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata usia responden 60,33 tahun dan mayoritas berjenis kelamin laki-laki (75,8%), Mean Arterial Pressure (MAP) kategori hipertensi ringan (39,4%), gambaran EKG atrial fibrilasi (45,5%), serta hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan adanya gangguan fungsi ginjal, ketidakseimbangan elektrolit, dan kadar troponin yang tinggi. Penelitian ini menyimpulkan karakteristik pasien ADHF bersifat kompleks dan dipengaruhi oleh berbagai faktor dan bersifat unik, serta membutuhkan pengobatan dengan pendekatan yang komprehensif.
Gangguan Fungsi Kognitif Berkontribusi Terhadap Penurunan Kualitas Hidup Penyintas Kanker Payudara Pasca-kemoterapi Syarif, Hilman; Waluyo, Agung; Afiyanti, Yati; Mansyur, Muchtaruddin
Dunia Keperawatan: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 8 No 2 (2020): Dunia Keperawatan: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : School of Nursing, Faculty of Medicine and Health Science, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.384 KB)

Abstract

Decreased cognitive function sometimes dramatically affects the function, quality of life and integration ofcancer survivors in the community. The objective of this study was to identify the relationship of cognitivefunction to the quality of life of post-chemotherapy breast cancer survivors. This comparative descriptivestudy uses a cross-sectional design at Dharmais Cancer Hospital, Jakarta. A total of 110 samples weredetermined by purposive sampling method. The questionnaire used to identify cognitive function is theIndonesian version of the Montreal Cognitive Assessment (MoCA), known as the MoCA-Ina. Thequestionnaire used to measure quality of life is EORTC QLQ C30. A total of 69 (62.7%) respondentsexperienced a decline in cognitive function. Based on cognitive function scores, the average visuospatial /executive is 4.30 (0.80), naming 2.76 (0.45), attention 4.25 (1.16), language 2.39 (0.80), abstraction 1.63(0.52), delayed recall 2.17 (1.01), and orientation 5.88 (036). The mean global health status score was lowerin the group with decreased cognitive function compared to the normal group, which was 56.76 (13.04) and79.47 (10.05), p <0.001. Decreased cognitive function contributes to quality of life. Assessment of cognitivefunction is recommended as a routine assessment by nurses and interventions to improve the quality of lifeof survivors.
Social Support For Coping Mechanism in Diabetic Ulcer Patients : A Cross Sectional Study Ikhsan, Muhammad; Rauzatul Jannah, Syarifah; Hermansyah, Hermansyah; Syarif, Hilman; Hayati, Wirda
Jurnal KESANS : Kesehatan dan Sains Vol 1 No 5 (2022): KESANS : International Journal of Health and Science
Publisher : Rifa'Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/kesans.v1i5.59

Abstract

Background: Diabetic ulcers are complications that often occur in patients with Diabetes Mellitus and will have an impact on the sufferer's physical, psychological, social and economic. One thing that is really needed by patients to help heal is social support from their surroundings. Objective: to examine the relationship of social support with coping mechanisms in ulcer patients. Method: using an analytical survey with a cross-sectional study, the sampling method used is purposive sampling of 116 respondents. The instruments used in this study were the Coping Scale Questionnaire (CSQ) to measure coping mechanisms and the Multidimensional Scale of Perceived Social Support to measure social support. Result and Discussion: The results of this study were found in the coping mechanism and social support variables, the majority had adaptive coping and high social support as many as 79 respondents (68.1%). It can be concluded from 79 respondents with high support, there are 61 respondents (77.2%) with adaptive coping mechanisms and of 37 respondents with low social support, 19 respondents (51.4%) with maladaptive coping mechanisms. Hypothesis test results obtained P value = 0.004<0.05. Conclusions: there is a significant relationship between social support and coping mechanisms in diabetic ulcer patients.
The Effectiveness of Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) on Chest Pain in Patients with ST-Elevation Myocardial Infarction: A Quasi-Experimental Study Fachrizal, Fachrizal; Marlina, Marlina; Syarif, Hilman
Jurnal KESANS : Kesehatan dan Sains Vol 4 No 10 (2025): KESANS: International Journal of Health and Science
Publisher : Rifa'Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/kesans.v4i10.400

Abstract

Introduction: Spiritual emotional freedom technique (SEFT) is a non-pharmacological intervention that combines spiritual, emotional, and physical aspects through tapping techniques at the body's meridian points to create relaxation and reduce stress. This study aims to analyze the effectiveness of SEFT on chest pain in ST-Segment Elevation Myocardial Infarction (STEMI) patients at dr. Zainoel Abidin Regional General Hospital Banda Aceh. Method: This study was a quasi-experiment with pretest-posttest control group design, namely the intervention group and the control group consisting of 17 respondents each. Results and Discussion: The results of the analysis using the wilcoxon Signed-Rank test showed that there was a statistically significant difference in chest pain p=0.001 after the intervention. The analysis of the Mann-Whitney U-test on chest pain also showed a significant difference of p=0.045. These results suggest that SEFT interventions contribute to lowering the physiological response of stress and pain perception in STEMI patients. Conclusions: SEFT is effective in lowering chest pain in STEMI patients, which shows an increased relaxation response of the body so that this technique can be used as a holistic nursing approach. For health workers, especially nurses, the SEFT technique can be an alternative to non-pharmacological interventions that are easy to apply.
The effectiveness of spiritual education on the uncertainty of illness in hemodialysis patients Rauzah, Miftahul; Husna, Cut; Syarif, Hilman
Nursing and Health Sciences Journal (NHSJ) Vol. 5 No. 3 (2025): September 2025
Publisher : KHD-Production

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53713/nhsj.v5i3.548

Abstract

Chronic kidney disease is a progressive condition that requires long-term treatment with hemodialysis. Routine and invasive hemodialysis not only has an impact on the physical aspects of the patient, but also causes psychological, social, and spiritual uncertainty of illness. Uncertainty of illness related to health conditions requires adaptation to changes during the hemodialysis process, including negative psychosocial impacts. Spiritual education consisted of belief and the power of prayer, dzikir (remembrance of Allah) therapy, and enhancing healing motivation. This study aimed to examine the effectiveness of spiritual education in reducing the uncertainty of illness among hemodialysis patients. A quasi-experimental design with a pretest-posttest control group design was employed. The sample comprised 68 respondents divided equally into an intervention and a control group, with 34 respondents/group. The instrument used to measure uncertainty of illness was the Mishel Uncertainty of Illness Scale (MUIS-C, comprising 22 items in a five-point Likert scale. Data analyzed using an independent t-test and a Mann-Whitney U-test. The study results showed a significant difference in the score uncertainty of illness by using spiritual education in hemodialysis patients between the intervention and control groups, with mean ranks of 45.76 and 23.24 (p<0.001), respectively. Interventional spiritual education through an Islamic-based approach showed a significant effect in reducing the uncertainty of illness in hemodialysis patients. These findings suggest that spiritual education may be implemented in nursing interventions to reduce the uncertainty of illness among patients undergoing hemodialysis and may serve as a valuable component in the holistic care of chronic illness.
Pengetahuan Petugas Lembaga Pemasyarakatan Di Banda Aceh Tentang Bantuan Hidup Dasar Syarif, Hilman; Oktaviana Monicha, Ecy; Septiana, Nenty
JINTAN: Jurnal Ilmu Keperawatan Vol. 4 No. 2 (2024): Edisi Juli 2024
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/jintan.v4i2.806

Abstract

Penyakit kardiovaskular merupakan penyebab kematian terbesar di dunia dan setengah dari penderitanya berpotensi mengalami cardiact arrest. Cardiact arrest dapat terjadi dimana saja salah satunya di Lembaga Pemasyarakatan. Upaya yang dapat dilakukan untuk menyelamatkan warga binaan yang mengalami cardiact arrest adalah dengan melakukan BHD. Bukan hanya tenaga kesehatan Lapas, petugas Lapas juga perlu mengetahui tentang BHD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan petugas Lapas di Banda Aceh tentang BHD. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif. Populasi penelitian adalah seluruh petugas Lapas di Lapas Kelas II A Banda Aceh dengan teknik pengambilan sampel yaitu total sampling pada 97 orang. Alat pengumpulan data berupa kuesioner pengetahuan BHD dengan 15 item pertanyaan dan data dianalisis menggunakan analisis data univariat. Hasil penelitian diperoleh yaitu pengetahuan petugas Lapas tentang BHD dalam kategori baik sebesar 37,1%, 41,2% dalam kategori cukup, dan 21,6% dalam kategori kurang. Kesimpulan penelitian ini pengetahuan petugas lembaga pemasyarakatan tentang BHD berada pada kategori cukup. Oleh karena itu, Petugas Lapas harus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan BHD dari lembaga sertifikasi.