Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Home Ec

PENINGKATAN PROFESIONALISME GURU KEJURUAN MELALUI PENDIDIKAN BERKELANJUTAN Ratnawati T
HomeEC Vol 7, No 1 FEB (2009)
Publisher : HomeEC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peran guru hingga saat ini masih diyakini sangat menentukan mutu pendidikan, apalagi di SMK yang lebih banyak mengandalkan keterampilan/kecakapan khusus yang perlu bimbingan guru. Guru sekolah kejuruan perlu secara periodik dan berkesinambungan ditingkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka sejalan dengan lajunya perkembangan jaman dan perkembangan teknologi yang demikian pesat.Guru kejuruan merupakan guru yang mengajar program produktif pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK); Profesionalisme guru kejuruan dapat ditingkatkan melalui suatu pendidikan profesi, dalam bentuk pendidikan yang berkelanjutan (Continuing Education); Konsep pendidikan yang berkelanjutan bagi guru diyakini akan mampu meningkatkan kapasitas dan potensi guru secara berkesinambungan; Pendidikan kejuruan seharusnya aktif dan terus mengikuti program pendidikan berkelanjutan dengan memberikan penekanan pada pengembangan sikap profesional guru, penguasaan materi pembelajaran, serta pengembangan dan pengayaan penguasaan metodologi pembelajaranKey words: Profesinalisme, Guru Kejuruan, Pendidikan Berkelanjutan
Peningkatan Penjualan Ketan Serikaya dengan Penambahan Puree Labu Kuning (Cucurbita Moschata) Malik, Chiesa Abdillah; Gawarti, Gawarti; T, Ratnawati
HomeEC Vol 19, No 1 (2024): April
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/homeec.v19i1.61144

Abstract

- Penelitian ini adalah penelitian eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui: 1) Proses pembuatan puree labu kuning; 2) Proses pembuatan ketan serikaya puree labu kuning; 3) respon panelis terhadap ketan serikaya puree labu kuning; 4) Peningkatan potensi pemebeli ketan serikaya puree labu kuning. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi dan score sheet. Teknik analisis yang digunakan adalah teknik deskriptif, mean anova, dan uji Duncan. Sifat-sifat yang diamati pada uji organoleptik antara lain: warna, aroma, terkstur, dan rasa. Hasil uji organoleptik dengan jumlah 20 orang panelis terdiri dari 3 orang panelis terlatih, 15 orang panelis semi terlatih dan 2 orang panelis tidak terlatih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Proses pembuatan puree labu kuning melalui proses pembersihan, penimbangan, pemotongan, pemasakan, dan penghalusan 2) Proses pembuatan ketan serikaya puree labu kuning melalui proses penimbangan, bahan, pencampuran, pembentukan, pembakaran pada uji organoleptik. Formulasi yang telah dilaksanakan dengan ketiga perbandingan yaitu: F1 10%, F2 20%, dan F3 30% ; 3) Respon panelis dari ketiga formulasi hasil mutu terbaik yaitu formula F3 dengan perbandingan 30% labu kuning dengan nilai rata rata warna agak kuning gelap, aroma harum, tekstur agak lembut, rasa enak, over all baik, dan uji penerimaan agak suka. Setelah itu formula yang terpilih akan dijadikan sebagai resep standar ketan serikaya puree labu kuning; 4) peningkatan potensi pembeli ketan serikaya puree labu kuning dengan menganalisis harga jual dari produk ketan serikaya puree labu kuning mampu meningkatkan nilai ekonomi dari labu kuning dimana keuntungan 80% yaitu Rp 48.697.-, hasil yang diperoleh untuk harga jual ketan serikaya puree labu kuning yaitu Rp 2.000.-/pcs.