Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

CONCEPTUAL METONYMY IN PRESIDENT PRABOWO’S FLOOD DISASTER SPEECH Idawati Situmorang; Mulyadi Mulyadi
Language Literacy: Journal of Linguistics, Literature, and Language Teaching Vol 10, No 1: June 2026 (In Progress)
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara (UISU)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/ll.v10i1.12702

Abstract

This study analyzes conceptual metonymy in the President’s speech during the flood disaster inspection in Bener Meriah Regency. The study focuses on metonymy within the Thing and Part Configuration of the Idealized Cognitive Model (ICM) proposed by Kövecses (1998), which includes the relations of whole-for-part and part-for-whole metonymy. Using qualitative discourse analysis, the study examined a 380-word official transcript of President Prabowo’s speech. Data collection employed documentation and indirect observation techniques, supported by audiovisual validation. Data analysis followed the framework proposed by Miles, Huberman, and Saldaña (2014), which consists of data reduction, data display, and conclusion drawing. Findings show that whole-for-part metonymy dominates, while part-for-whole occurs less frequently. The dominance of whole-for-part metonymy reflects a discourse strategy that emphasizes institutional responsibility and collective solidarity in crisis contexts. By employing this strategy, the President legitimizes state presence and authority while guiding public perception of disaster management. In this way, the study demonstrates that metonymy simplifies institutional realities, constructs collective responsibility, and facilitates public understanding in crisis communication. This research contributes to cognitive semantics and political discourse studies by highlighting metonymy’s role in crisis communication.
Code Mixing on Beby Tsabina TV: A Sociolinguistics Study of YouTube Content Enny Nurhaliza; M. Manugeren; Idawati Situmorang
JOURNAL OF LANGUAGE Vol 8, No 1: May 2026
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jol.v8i1.13287

Abstract

This study analyses code-mixing in the YouTube content of Beby Tsabina, an Indonesian actress and content creator on her channel Beby Tsabina TV. Beby frequently mixes English and Indonesian in her videos, presenting a rich case of bilingual language use. Using a descriptive qualitative method, this research identifies types of code-mixing based on Marzona's (2000) theory and describes their functions based on Marzona's (2005) framework across three selected videos. The analysis reveals 14 instances of congruent lexicalization, 45 instances of insertion, and 47 instances of alternation. Functionally, the data show 4 instances of greetings, 31 of storytelling, 11 of expressing opinions, 26 of giving instructions, and 34 of conveying emotions. The findings indicate that alternation is the dominant type of code-mixing, while conveying emotions is the most frequent function. This study contributes to sociolinguistics and digital discourse research by providing empirical evidence of how Indonesian YouTubers strategically employ code-mixing to enhance engagement, express identity, and navigate bilingual communication in online media.
Pelatihan Membaca Kritis sebagai Upaya Memerangi Hoaks di Media Sosial kepada Siswa SMP Methodist Pematang Siantar Hamela Sari Sitompul; Idawati Situmorang; Yumitra Falenthine Br Ginting
Pengabdian Pendidikan Indonesia Vol. 1 No. 01 (2023): Artikel Periode Agustus 2023
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/ppi.v1i01.2988

Abstract

Pelatihan membaca kritis dalam upaya menentukan berita hoaks atau tidak di media sosial bertujuan untuk meningkatkan berpikir kritis siswa SMP Methodist Pematang Siantar dalam membaca suatu berita di media sosial. Siswa diberikan artikel berita dari media sosial yang beragam topiknya, dan diminta untuk menilai apakah artikel tersebut hoaks atau tidak. Dalam pengabdian ini, siswa diberikan sebuah contoh berita hoaks dari sosial media. Setelah membaca teks berita siswa diminta untuk memahami berita hoaks tersebut dan meluangkan pertanyaan 5W + 1H yang ada di pikirannya mengenai berita hoaks itu. Kemudian, siswa diminta untuk mengamati atau mengidentifikasi situs berita tersebut, dengan mencari berita tersebut di situs yang terpercaya contohnya Kompas.com , Detik.com dan lainnya. Lalu siswa diminta untuk memeriksa foto berita tersebut melalui google image dan waktu tayangnya. Setelah mencari kebenaran dari berita tersebut siswa dapat membuat kesimpulannya dan menceritakan kembali berita hoaks tersebut dengan bahasa mereka sendiri.Pengabdian ini menunjukkan bahwa pelatihan membaca kritis dapat menjadi salah satu upaya yang efektif dalam mengatasi penyebaran berita hoaks di media sosial. Dengan adanya pengabdian ini siswa dapat berpikir secara kritis terhadap suatu informasi yang diperoleh. Pelatihan seperti ini dapat diberikan di sekolah-sekolah sebagai bagian dari kurikulum pendidikan untuk membantu siswa mengembangkan kemampuan kritis dan menilai kebenaran informasi yang mereka temukan di media sosial dan dimanapun.
Pembuatan Mading Sekolah untuk Meningkatkan Kreativitas Siswa SMP Methodist Pematang Siantar Idawati Situmorang; Hamela Sari Sitompul; Tuty Tuty
Pengabdian Pendidikan Indonesia Vol. 2 No. 03 (2024): Artikel Periode Desember 2024
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/ppi.v2i03.4988

Abstract

Penggunaan Mading (majalah dinding) di sekolah SMP Methodist Pematangsiantar kurang berkembang dengan baik. Hal ini diperoleh dari hasil pengamatan dan wawancara yang dilakukan kepada guru dan siswa. Padahal, mading atau majalah dinding adalah salah satu jenis media komunikasi tulis yang paling sederhana. Mading sebagai salah satu upaya untuk menanamkan budaya literasi dilingkungan sekolah. Kurang berkembangnya penggunaan mading sekolah di SMP Methodist Pematangsiantar disebabkan minimnya wawasan mereka tentang cara menulis beragam karya tullis dan pengelolaan mading. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan wawasan dan praktik tentang penulisan beragam karya tulis dan pengelolaan mading sekolah. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah praktek. Para siswa dituntut untuk menulis sebuah karya tulis dan membuat sistem pengelolaan mading sekolah agar dapat bermanfaat secara maksimal. Setelah diberikan pelatihan, kegiatan ini mampu membuat peserta menulis berbagai karya tulis, meningkatkan kemampuan dan ketrampilan membuat majalah dinding dengan alat dan bahan sederhana namun memberikan hasil yang baik dan semenarik mungkin, meningkatkan pemahaman dan kemampuan siswa dalam mengembangkan potensi, sarana rekreasi, menambah wawasan dalam ilmu pengetahuan, mempererat tali persaudaraan, mengasah kepekaan sosial, serta mengembangkan kreatifitas dalam mempraktekkan pengetahuan jurnalistik malalui pembuatan majalah dinding (mading) di lingkungan sekolah serta dan membuat sistem pengelolaan mading.
Pendampingan P5 di SMP Negeri 2 Pegajahan: Pembuatan Lilin Aromaterapi dari Minyak Jelantah Hamela Sari Sitompul; Idawati Situmorang; Tuty Tuty
Pengabdian Pendidikan Indonesia Vol. 3 No. 01 (2025): Artikel Periode April 2025
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/ppi.v3i01.5783

Abstract

Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini untuk memberikan pendampingan pada siswa kelas VII SMP dalam pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pancasila (P5) dan memberikan wawasan untuk memenfaatkan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi. Melalui pelaksanaan P5 pada tingkat sekolah mengah pertama (SMP) diharapkan dapat mengembangkan pola pikir dan krativitas pada kalangan siswa berdasarkan sumber informasi yang relevan dan tepat.   Kegiatan pengabdian pada masyarakat dilakukan oleh dosen Universitas Deli Sumatera dan AMIK Parbina Nusantara di SMP Negeri 2 Pegajahan Jl. Raya Lintas Sumatera, Pd. Tengah, Kec. Pegajahan, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara. Peserta pelatihan adalah siswa kela VII SMP sebanyak 65 orang. Kegiatan ini merupakan kerjasama antara kampus dan sekolah dalam mendukung kurikulum merdeka melalui kegiatan P5. Pengolahan minyak jelanta menjanta merupakan salah satu solusi dalam mengurangi limbah yang berdampak pada lingkungan. Hasil pengabdian ini berjalan dengan baik, dimana siswa termotivasi dalam pembuatn lilin dari minyak jelantah siswa juga antusias menyimak materi dari narasumber. Hasil dari pengabdian ini adalah produk lilin aromaterapi.
Penguatan Kepemimpinan dan Soft Skills bagi Guru serta Pengurus OSIS SMK di Era Digital Hamela Sari Sitompul; Idawati Situmorang; Tuty Tuty; Sri Wahyni Tarigan
Pengabdian Pendidikan Indonesia Vol. 3 No. 03 (2025): Artikel Periode Desember 2025
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/ppi.v3i03.7678

Abstract

Di era digital, tantangan kepemimpinan tidak lagi terbatas pada kemampuan mengelola organisasi secara konvensional, tetapi juga mencakup kemampuan komunikasi digital, pengambilan keputusan berbasis informasi, kolaborasi daring, serta literasi etika dan keamanan digital. Guru sebagai role model kepemimpinan pendidikan dituntut untuk memiliki soft skills seperti komunikasi efektif, empati, manajemen konflik, dan kemampuan adaptif terhadap teknologi. Sementara itu, pengurus OSIS sebagai calon pemimpin muda perlu dibekali keterampilan kepemimpinan partisipatif, kerja tim, dan pemanfaatan media digital secara positif dan bertanggung jawab. Sebagai bentuk kepedulian dalam membangun model kepemimpinan yang memiliki integritas, maka tujuan pengabdian msyarakat ini adalah untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan dan soft skills guru serta pengurus OSIS SMK agar mampu berperan secara efektif, adaptif, dan beretika dalam lingkungan pendidikan di era digital. Metode yang digunakan pelatihan ini berupa kegiatan ceramah, sesi tanya- jawab, diskusi studi kasus, dengan menjelaskan konsep dasar kepemimpinan visioner, gaya kepemimpinan partisipatif, kepemimpinan dalam perubahan organisasi dan bagaimana melakukan pengambilan keputusan dengan tepat. Setelah pelatihan ini, diharapkan para pengurus OSIS akan memiliki dan mendemonstrasikan ketrampilan perilaku kepemimpinan yang siap menjalani tantangan serta dapat menginspirasi siswa di lingkungan sekolah.
Code Mixing on Beby Tsabina TV: A Sociolinguistics Study of YouTube Content Enny Nurhaliza; M. Manugeren; Idawati Situmorang
JOURNAL OF LANGUAGE Vol 8, No 1: May 2026
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jol.v8i1.13287

Abstract

This study analyses code-mixing in the YouTube content of Beby Tsabina, an Indonesian actress and content creator on her channel Beby Tsabina TV. Beby frequently mixes English and Indonesian in her videos, presenting a rich case of bilingual language use. Using a descriptive qualitative method, this research identifies types of code-mixing based on Marzona's (2000) theory and describes their functions based on Marzona's (2005) framework across three selected videos. The analysis reveals 14 instances of congruent lexicalization, 45 instances of insertion, and 47 instances of alternation. Functionally, the data show 4 instances of greetings, 31 of storytelling, 11 of expressing opinions, 26 of giving instructions, and 34 of conveying emotions. The findings indicate that alternation is the dominant type of code-mixing, while conveying emotions is the most frequent function. This study contributes to sociolinguistics and digital discourse research by providing empirical evidence of how Indonesian YouTubers strategically employ code-mixing to enhance engagement, express identity, and navigate bilingual communication in online media.
Development of a web-based digital platform through the green education model on green chemistry material Hamela Sari Sitompul; Idawati Situmorang
Cendikia : Media Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol 16 No 3 (2026): January: Education Science
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/cendikia.v16i3.6896

Abstract

The Green Education model emphasizes contextual learning with real-world environmental issues, encourages collaboration, and encourages students to think critically in solving environmental problems such as pollution, waste, and energy use. This study aims to determine the conceptual and procedural feasibility according to material and media experts, teacher assessments, and student responses to the interactive learning website developed using the Green Education model for green chemistry. This research is a developmental study using the Lee & Owens model. Data collection methods used questionnaires and interviews. Data analysis techniques used were qualitative data analysis based on comments and suggestions, and quantitative data analysis based on average response scores and percentages. The results of this study demonstrated feasibility based on a Likert scale, with a score of 4.5 (very feasible) from material experts, 4.57 (very feasible) from media experts, 4.5 (very feasible) from teachers, and 87.07% (very feasible) from student responses. Based on the development and research results, it can be concluded that the interactive learning website using the Green Education model for green chemistry is conceptually and procedurally feasible as a teaching medium for chemistry learning.
Pemberdayaan siswa melalui edukasi dan pendampingan e-commerce untuk menumbuhkan wirausaha muda berbasis digital Hamela Sari Sitompul; Idawati Situmorang; Tuty Tuty; Sri Wahyuni Tarigan
CREATIVE: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2026): CREATIVE: Jurnal Pengabdian Masyarakat - Juli
Publisher : SCM PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65881/creative.v1i3.100

Abstract

Tujuan: untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesiapan siswa SMA di desa Pagar Merbau Tiga dalam memanfaatkan e-commerce sebagai sarana pengembangan usaha melalui edukasi, pelatihan praktik, dan pendampingan kewirausahaan digital. Metode: menggunakan pendekatan edukatif-partisipatif dengan 25 siswa SMA di desa Pagar Merbau Tiga melalui tahapan edukasi, praktik, pendampingan, dan evaluasi. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test, post-test, observasi, dan kuesioner untuk mengukur peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam pemanfaatan e-commerce. Hasil: adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam pemanfaatan e-commerce, yang ditunjukkan melalui peningkatan nilai rata-rata pre-test dari 58,4 menjadi 84,8 pada post-test. Peserta juga mampu melakukan praktik dasar pembuatan toko online, pengunggahan produk, dan penyusunan konten promosi digital. Kesimpulan: kegiatan ini berhasil meningkatkan literasi digital dan kesiapan siswa dalam mengembangkan usaha berbasis e-commerce. Kontribusi: meningkatkan literasi digital dan keterampilan kewirausahaan siswa SMA, khususnya dalam pemanfaatan e-commerce untuk pengembangan usaha.