Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

ANALISIS PERAN PEREMPUAN DALAM RANTAI NILAI IKAN KALENG PRODUK TUNA CAKALANG DI PT. DELTA PASIFIC INDOTUNA DI KOTA BITUNG PROVINSI SULAWESI UTARA Jumadi, Irna S.; Pangemanan, Jeannette F.; Tambani, Grace O.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 5, No 9 (2017): (April 2017)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.5.9.2017.16986

Abstract

AbstrakPerempuan merupakan sumber daya yang tidak kalah pentingnya dengan tenaga kerja pria. Perempuan memberikan sumbangan yang besar bagi kelangsungan perekonomian dan kesejahteraan rumah tangga serta masyarakat. Salah satu kawasan pengembangan perikanan, di kota Bitung memiliki banyak perusahaan perikanan yang bergerak dibidang pengalengan ikan. Tenaga kerja dalam perusahaan pengalengan kota Bitung tidak hanya mencakup kaum pria saja, akan tetapi kaum perempuan juga. Perempuan sesungguhnya merupakan sumber daya ekonomi yang tidak kalah pentingnya dibandingkan dengan pria. Keberadaan perempuan dalam rumah tangga bukan sekedar sebagai pelengkap fungsi reproduksi saja, namun lebih dari itu perempuan terbukti memberikan sumbangan yang besar bagi kelangsungan ekonomi dan kesejateraan rumah tangga serta masyarakat. Penelitian ini menggunakan dasar penelitian studi kasus dengan pendekatan survey, yang dilakukan dengan cara sampling acak sederhana dan yang menjadi populasi yaitu karyawan perempuan yang ada di PT. Delta Pasific Indotuna. Data yang dikumpulkan berupa data primer yaitu data yang dikumpulkan melalui wawancara dengan menggunakan kuisioner serta pengamat langsung dan data sekunder yang diperoleh dari instansi-instansi yang dapat dapat menyediakan data untuk penelitian ini antara lain : Dinas Perikanan Sulawesi Utara, Dinas Perikanan kota Bitung serta hasil dari searching internet. Analisis data yang digunakan yaitu analisis kualitatif dan analisis kuantitatif. Hasil penelitian terkait peranan perempuan dalam rantai nilai ikan kaleng di PT. Delta Pasific Indotuna memberikan informasi bahwa peranan terbesar perempuan terdapat pada kegiatan Beheading, Skinning dan Loinning. Alasannya karena pada ketiga kegiatan ini sangat dituntut ketelitian tinggi yang sulit untuk dilakukan oleh laki-laki. Peran perempuan yang paling sedikit terdapat pada kegiatan cooling, kegiatan ini dinilai sulit untuk dilakukan oleh perempuan karena resiko dari pekerjaanya yang cukup tinggi.Kata kunci: analisis, peran, perempuan, produk
KONTRIBUSI USAHA TRANSPORTASI “OJEK PERAHU” TERHADAP PENDAPATAN RUMAH TANGGA DI KELURAHAN SINDULANG KECAMATAN TUMINTING KOTA MANADO Ruauw, Fernanda Grasela; Andaki, Jardie A.; Tambani, Grace O.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 6, No 12 (2018): Oktober 2018
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.6.12.2018.22630

Abstract

AbstractBoats are the choice for transportation activities on the river. The condition of the Tondano River, specifically at the river mouth is suitable for boat crossings. The need to move from one side of the river to the other side of the river with various needs, raises remuneration for "mining" boats / ojek boats. Opinions generated from this remuneration contribute to family income.The objectives of this study, namely: 1) identify the activities of "mining" boat / ojek boat transportation in the Tondano River Estuary of Manado City; and 2) determine the contribution of "mining" boat / ojek boat transportation activities in the Tondano River Estuary of Manado City to family income.The subjects of this study were the people in Sindulang I and Sindulang II Subdistrict Tuminting Sub-District, Manado City who carried out the business of "mining" boats / ojek boats. While the objects in this study were household income in Sindulang I Village and Sindulang II Tuminting District, Manado City.Analysis technique is an attempt to determine the answer to the question about the formula and the things obtained in a study. Data that has been entered and collected is analyzed to answer the research objectives. Data analysis techniques are adjusted to the research objectives. The data analysis techniques used in this study are as follows:Analysis of the contribution of boat mining / ojek boat businesses to total household income is carried out by the percentage method. Contributions are contributions that can be given by something to other things. The data obtained were analyzed without statistical tests by calculating the amount of money obtained from a business activity "boat mining" / ojek boat and total household income multiplied by one hundred percent.The results of the research and discussion can be concluded: 1) boat motorcycle taxi activities carried out in the form of ferry services and boat rental services for use as a means of fishing or fishing activities; 2) the contribution of boat motorcycle taxis to family income is 81.97%, while the remaining 18.03% is contributed by other businesses outside the boat ojek business; 3) outpouring of work time causes the contribution of boat motorcycle taxis to be greater than the contribution of other businesses outside the boat ojek business.Keywords: transportation, boat motorcycle taxi, activities, contributions AbstrakPerahu menjadi pilihan untuk aktivitas transportasi di sungai. Kondisi Sungai Tondano, khusus pada muara sungai cocok untuk penyeberangan menggunakan perahu. Kebutuhan untuk berpindah dari satu sisi sungai menuju sisi lain dari sungai dengan berbagai keperluan, menimbulkan balas jasa bagi perahu “tambangan” / ojek perahu. Pendapat yang dihasilkan dari balas jasa ini berkontribusi terhadap pendapatan keluarga. Tujuan dari penelitian ini, yaitu : 1) mengidentifikasi aktivitas transportasi perahu “tambangan” / ojek perahu di Muara Sungai Tondano Kota Manado; dan 2) menentukan kontribusi aktivitas transportasi perahu “tambangan” / ojek perahu di Muara Sungai Tondano Kota Manado terhadap pendapatan keluarga.Subjek penelitian ini adalah masyarakat di Kelurahan Sindulang I dan Sindulang II Kecamatan Tuminting Kota Manado yang menjalankan kegiatan usaha perahu “tambangan” / ojek perahu. Sedangkan objek dalam penelitian ini adalah pendapatan rumah tangga di Kelurahan Sindulang I dan Sindulang II Kecamatan Tuminting Kota Manado.Teknik analisis merupakan suatu usaha untuk menentukan jawaban atas pertanyaan tentang rumusan dan hal-hal yang diperoleh dalam suatu penelitian. Data yang sudah masuk dan terkumpul dianalisis ubtuk menjawab tujuan penelitian. Teknik analisis data disesuaikan dengan tujuan penelitian. Adapun teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:Analisis kontribusi usaha perahu “tambangan” / ojek perahu terhadap pendapatan total rumah tangga dilakukan dengan metode persentase. Kontribusi adalah sumbangan yang dapat diberikan oleh suatu hal terhadap hal lain. Data yang diperoleh dianalisis tanpa uji statistik dengan menghitung jumlah uang yang diperoleh dari suatu kegiatan usaha perahu “tambangan” / ojek perahu dan pendapatan total rumah tangga dikali seratus persen.Hasil penelitian dan pembahasan dapat ditarik kesimpulan: 1) aktivitas ojek perahu dilakukan dalam bentuk jasa penyeberangan dan jasa sewa perahu untuk penggunaan sebagai sarana aktivitas pemancingan atau mencari ikan; 2) kontribusi usaha ojek perahu terhadap pendapatan keluarga sebesar 81,97%, sedangkan sisanya 18,03% dikontribusi dari usaha lain di luar usaha ojek perahu; 3) curahan waktu kerja menyebabkan kontribusi pendapatan ojek perahu lebih besar dari kontribusi usaha lain di luar usaha ojek perahu.Kata kunci : transportas, ojek perahu, aktivitas, kontribusi
KONTRIBUSI PEKERJAAN SAMBILAN TERHADAP KESEJAHTERAAN NELAYAN PANCING ULUR DI DESA TATELI WERU KECAMATAN MANDOLANG KABUPATEN MINAHASA Rondonuwu, Rendi; Manoppo, Victoria E.N.; Tambani, Grace O.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 7, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.7.1.2019.24407

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah 1) untuk menganalisis bagaimana kontribusi pekerjaan sambilan terhadap pendapatan nelayan pancing ulur dalam rangka meningkatkan pendapatan keluarga; 2) untuk mengkaji berapa besar kontribusi pekerjaan sambilan terhadap pendapatan nelayan pancing ulur dalam rangka meningkatkan pendapatan keluarga di Desa Tateli Weru Kecamatan Mandolang Kabupaten Minahasa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu kualitatif.  Pendekatan kualitatif merupakan prosedur penelitian dengan menghasilkan data deskriptif yang berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati.  Populasi dalam penelitian ini dalah nelayan pancing ulur yang berada di Desa Tateli Weru yang terdiri atas nelayan penuh, nelayan sambilan utama dan nelayan sambilan tambahan.  Hasil penelitian terhadap responden di Desa Tateli Weru menunjukkan alat tangkap yang digunakan adalah jaring, pancing dan bagan serta perahu pelang dan motor tempel. Diversifikasi pekerjaan nelayan antara lain tukang ojek sebanyak 10 orang, petani sebanyak 3 orang, buruh bangunan sebanyak 16 orang dan usaha warung sebanyak 1 orang. Pendapatan per kapita sebagai buruh tani Rp.6.525.555 per tahun, buruh bangunan, Rp.3.205.062, tukang ojek Rp.4.400.000, dan usaha warung Rp.13.200.000.
ANALISIS FINANSIAL USAHA SOMA PAJEKO (SMALL PURSE SEINE) KELURAHAN MANADO TUA I KOTA MANADO Palit, Olive Monique; Tambani, Grace O; Lumente, Vonne
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 1, No 1 (2013): (April 2013)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.1.1.2013.13311

Abstract

Abstract This study examines the financial analysis soma pajeko in Manado Tua 1 Village Manado city. This study aims to determine the feasibility of soma pajeko and learn financial analysis of businessabout soma pajeko in Manado Tua I village Manado City . capital investment required to start a business with Small Purse Seine or Soma Pajeko Rp. 544 million, while the return on investment for a period of 1 year 6 months. Sharing system 50% for owners and 50% for fishermen workers. required 15-20 workers Keyword : Analysis Financial, small Purse Seine, Manado Tua I Abstrak Penelitian ini mengkaji tentang analisis finansial usaha soma pajeko di Kelurahan Manado Tua 1 Kota Manado. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan usaha soma pajeko dan mempelajari analisis finansial usaha soma pajeko di Kelurahan Manado Tua I Kota Manado. modal investasi yang diperlukan untuk memulai usaha dengan Small Purse Seine atau soma pajeko yaitu Rp. 544.000.000, sedangkan jangka waktu pengembalian Investasi selama 1 tahun 6 bulan. System bagi hasil 50% untuk nelayan pemilik dan 50% untuk nelayan pekerja. Tenaga kerja dibutuhkan 15 – 20 orang pekerja. Kata Kunci : Analisis Finansial, soma Pajeko, Manado Tua I
ANALISIS KELAYAKAN USAHA BUDIDAYA IKAN SISTEM KARAMBA JARING TANCAP DI DESA TALIKURANKECAMATAN REMBOKEN KABUPATEN MINAHASA PROVINSI SULAWESI UTARA Togas, Claudio David; Tambani, Grace O; Jusuf, Nurdin
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 4, No 7 (2016): (April 2016)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.4.7.2016.13008

Abstract

Abstract Tondano lake waters used by communities around the lake, with the most striking activity is fish farming in net cages step system. Karamba system of fish farming Nets Plug (KJT) from year to year tend to grow rapidly. This was driven by economic stimulus optimally if farmers can increase the income of the people living around the lake. Karamba system aquaculture nets Plug (KJT), when viewed in terms of socioeconomic give meaning to support the life of coastal communities particularly Lake Tondano. Talikuran village is one of the villages in the area of West Lake Tondano whose inhabitants livelihood as farmers freshwater fish. Feasibility of business investment is necessary to specify in the decision whether the business will be run is profitable or not. According Primyastanto (2010) suppression purposes of this analysis on the feasibility, including the determination of investment costs, operating expenses and receipts. The method used in this study is a survey, namely by taking a sample of the population and the questionnaire as a data collection tool that principal (Singarimbun and Effendi, 1995). Data taken in this research include primary data and secondary data. Data were collected by observation, interview and questionnaire. Based on analysis of fish farming system in the village of Karamba Nets Step on the Talikuran eligible to run because the value Operating Profit (OP) is Rp. 18.3 million. For value Profit Rate (PR) 66.06%, while the value of Benefit Cost Ratio (BCR) 1.66. Of the fish farming is categorized as good as having a value of return 87.32%. The return on investment from the fish farming 1:15 that year means the business is feasible to run because the investment payback period 1 year 1 month 24 days. Break Even Point (BEP) of the fish farming ie sales value of Rp. 9,027,777 with a unit value of 361.11 kg. The net gain from the cultivation of fish in nets Karamba Plug Rp. 13.425 million, - in one year. Keyword : cages step system, aquaculture, fisibility Abstrak Perairan danau Tondano dimanfaatkan oleh masyarakat disekitar danau, dengan kegiatan yang paling menyolok adalah usaha budidaya ikan dalam sistem karamba jaring tancap.Usaha budidaya ikan sistem Karamba Jaring Tancap (KJT) dari tahun ke tahun cenderung berkembang pesat. Hal ini didorong oleh rangsangan ekonomi jika pembudidaya secara optimal bisa meningkatkan pendapatan masyarakat yang tinggal disekitar Danau.Kegiatan budidaya sistem Karamba Jaring Tancap (KJT),jika dilihat dari segi sosial ekonomi sangat memberikan arti untuk menunjang kehidupan khususnya masyarakat pesisir Danau Tondano. Desa Talikuran merupakan salah satu Desa yang berada di wilayah Barat Danau Tondano yang penduduknya bermata pencaharian sebagai pembudidaya ikan air tawar. Kelayakan investasi usaha sangat dibutuhkan untuk menentukan dalampengambilan keputusan apakah usaha yang akan dijalankan tersebut menguntungkan atau tidak. Menurut Primyastanto (2010) penekanan tujuan analisis ini pada kelayakan usaha, meliputi penentuan biaya investasi, biaya operasional dan penerimaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei, yaitu dengan mengambil sampel dari satu populasi dan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpul data yang pokok (Singarimbun dan Effendi, 1995).Data yang diambil dalam penelitian ini meliputi data primer dan data sekunder. Pengambilan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara dan kusioner. Berdasarkan hasil analisis usaha budidaya ikan sistem Karamba Jaring Tancap di Desa Talikuran tersebut layak untuk dijalankan karena nilai Operating Profit (OP) yaitu Rp. 18.300.000. Untuk nilai Profit Rate (PR) 66,06%, sedangkan nilai Benefit Cost Ratio (BCR) 1,66. Dari usaha budidaya ikan tersebut termasuk kategori usaha yang baik karena mempunyai nilai rentabilitas 87,32%. Tingkat pengembalian investasi dari usaha budidaya ikan tersebut 1.15 tahun itu berarti usaha ini layak untuk dijalankan karena waktu pengembalian investasi 1 tahun 1 bulan 24 hari. Break Even Point (BEP) dari usaha budidaya ikan tersebut yaitu nilai penjualan sebesar Rp. 9.027.777 dengan nilai satuan sebesar 361,11 kg. Keuntungan bersih dari usaha budidaya ikan di Karamba Jaring Tancap Rp. 13.425.000,-dalam satu tahun. Kata kunci : jaring tancap, budidaya, kelayakan usaha
PERAN ISTRI NELAYAN DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN KELUARGA DI KELURAHAN PASIRPANJANG KECAMATAN LEMBEH SELATAN KOTA BITUNG PROVINSI SULAWESI UTARA Bawolye, Noviana; Tambani, Grace O.; Manoppo, Victoria E.N.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 7, No 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.7.2.2019.28150

Abstract

AbstractThe purpose of this study was to determine the role of the Fishermen's Wife in increasing family income in the village of Pasirpanjang District of South Lembeh, Bitung City, North Sulawesi Province. The research method used is a survey, namely research conducted by collecting, investigating and interpreting data in general as it is in the field that covers a certain unit of a particular area. The analysis used in this study is qualitative descriptive analysis and quantitative descriptive analysis. The domestic role of women is all the activities carried out by fishermen wives in the maintenance of fishermen's households which consist of jobs such as cooking, washing clothes, ironing, cleaning their homes, shopping and caring for children that are not measured by money. Women's public role which is the whole activity of the fishermen's wife who generates income outside her home. Fishermen's wives are required to play a role in finding income to meet family needs. So they not only stay at home to wait for the income their husbands get from fishing, but they are also involved in earning a living. The work done by fishermen's wives is like making shredded fish, farming and trading. Based on the calculation, it turns out that the contribution of the wife's income to the total income of the fishing families is IDR. 2,096,154 or 50.09% of the total family income of IDR. 4,184,615. The wife's income is greater than the husband's income because the wife works every day so that she gets income while the husband works as a fisherman that is not going to sea every day depending on the weather. If the weather is good, the husband works as a fisherman going to sea to catch fish.Keywords: Role of Fishermen's Wife, Income, Pasirpanjang AbstrakTujuan penelitian untuk mengetahui peran Istri Nelayan dalam meningkatkan pendapatan keluarga di Desa Pasirpanjang Kecamatan Lembeh SelatanKota Bitung Provinsi Sulawesi Utara.Metode penelitan yang digunakan adalah survey, yaitu penelitian yang dilakukan dengan cara mengumpulkan, menyidik dan menafsirkan data secara umum sebagaimana adanya di lapangan yang mencakup satu satuan wilayah tertentu wilayah tertentu.Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis dekskriktif kualitatif dan analisis deskriptif kuantitatif.Peran domestik perempuan yang merupaka seluruh aktivitas yang dilakukan istri nelayan dalam pemeliharaan rumah tangga nelayan yang terdiri dari perkerjaan seperti memasak,mencuci pakain,menyetrika, membersikan rumah mereka, berbelanja serta pengasuhan anak yang tidak terukur dengan nilai uang.Peran publik perempuan yang merupakan seluruh aktifitas istri nelayan yang menghasilkan pendapatan di luar rumahnya. Istri nelayan dituntut ikut berperan dalam mencari penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Sehinga mereka tidak hanya diam di rumah untuk menanti penghasilan yang diperoleh suami mereka dari melaut, namun mereka juga terlibat kegiataan mencari nafkah. Pekerjaan yang dilakukan istri nelayan serperti pembuatan ikan abon, bertani, berdagang.Berdasarkan hasil perhitungan  ternyata bahwa kontribusi pendapatan istri terhadap pendapatan total keluarga nelayan yaitu sebesar Rp. 2.096.154 atau 50.09% dari pendapatan total keluarga yang berjumlah Rp. 4.184.615. Pendapatan istri lebih besar dibandingkan dengan pendapatan suami karena istri berkerja tiap hari sehingga mendapatkan pemasukan sedangkan suami berkerja sebagai nelayan yaitu melaut tidak setiap hari tergantung cuaca. Jika cuaca baik maka suami berkerja sebagai nelayan akan melaut menangkap ikan.Kata kunci: Peran Istri Nelayan, Pendapatan, Pasirpanjang
AGROBISNIS PERIKANAN SOMA PAJEKO DI DESA BULAWAN II KECAMATAN KOTABUNAN KABUPATENBOLAANG MONGONDOW TIMUR Kansil, Trifaldo W.; Sondakh, Srie J.; Tambani, Grace O.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 7, No 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.7.2.2019.28141

Abstract

AbstractThe existence of fishing gear in North Sulawesi is growing rapidly with a variety of fishing gear circulating throughout the fishing villages in North Sulawesi, including Bulawan II Village, Kotabunan District, Bolaang Mongondow Regency East. One of them is Purse seine or trawl ring which is a fishing gear used by fishermen in the village of Bulawan II where this tool is included in the class of environmentally friendly tools.The purpose of this study was to determine the soma pajeko capture fisheries agribusiness in Bulawan II Village, Kotabunan District, Bolaang Mongondow Regency East. This research was conducted for 6 months, namely from August to November, with stages including consultation, field observations, writing final reports, and examinations of research results.The method in this study is a census using structured questions in the form of questionnaires, while the data collected is primary data and secondary data. The analysis in this research is quantitative and qualitative analysis.Research and discussion results: 1) Agribusiness of soma pajeko capture fisheries in Bulawan II Village, Kotabunan Subdistrict, Bolaang Mongondow Regency, East consisting of: production / capture (collecting catches); handling catches (sorting and packaging); and marketing (obtained fish is sold directly to buyers who will bring it to the company); and 2) the total cost for the Soma Pajeko capture fisheries business in Bulawan II Village, Kotabunan District, Bolaang Mongondow Timur Regency is Rp. 258,400,000 with income of Rp. 537,600,000, and a profit of Rp. 279,200,000./year.Keywords: Agribusiness, Soma Pajeko, Bulawaan Village AbstrakKeberadaan alat penangkapan ikan diSulawesi Utara berkembang pesat dengan berbagai macam alat tangkap yang beredar diseluruh desa nelayan di Sulawesi Utara, termasuk Desa Bulawan II Kecamatan Kotabunan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Salah satunya Purse seineatau pukat cincin merupakan alat tangkap yang digunakan oleh nelayan di desa Bulawan II dimana alat ini termasuk dalam golongan alat yang ramah lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui agrobisnis perikanan tangkap soma pajeko di Desa Bulawan II Kecamatan Kotabunan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Penelitian ini dilakukan selama  6 bulan yaitu sejak bulan Agustus–November dengan tahapan-tahapan antara lain konsultasi, observasi lapangan, penulisan laporan akhir, hingga ujian  hasil penelitian. Metode dalam penelitian ini adalah sensus dengan menggunakan pertanyaan terstruktur yaitu berupa kuisioner, sedangkan data yang dikumpulkan yaitu data primer dan data sekunder. Analisis dalam penelitian  ini yaitu analisis kuantitatif dan  kualitatif. Hasil penelitian dan pembahasan: 1) Agrobisnis perikanan tangkap soma pajeko di Desa Bulawan II Kecamatan Kotabunan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur  terdiri atas :produksi/penangkapan (memungut hasil tangkapan); penanganan hasil tangkapan (sortir dan pengemasan); dan pemasaran (ikan yang diperoleh dijual langsung ke pembeli yang akan membawa ke perusahaan); dan 2) total biaya untuk usaha perikanan tangkap soma pajeko di Desa Bulawan II Kecamatan Kotabunan  Kabupaten  Bolaang Mongondow Timur sebesar Rp. 258.400.000,- dengan pendapatan sebesar Rp. 537.600.000, serta keuntungan sebesar Rp. 279.200.000. /tahun.Kata kunci : Agrobisnis, Soma Pajeko, Desa Bulawaan
KAJIAN SOSIAL EKONOMI USAHA PERIKANAN TANGKAP BAGAN DI DESA PARIGIKECAMATAN TALIABU TIMUR KABUPATEN PULAU TALIABU PROVINSI MALUKU UTARA Buton, Hardin; Manoppo, Victoria E.N.; Tambani, Grace O.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 7, No 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.7.2.2019.28142

Abstract

AbstractThe purpose of this study aims to explain and discuss the socio-economic study of bagan capture fisheries in Parigi Village, Taliabu Timur District, Pulau Taliabu Regency, North Maluku Province.The research method used is the number of chart fishermen in Parigi Village, only 10 people, the research will use the census method. So all the fisherman chart members are investigated one by one. This census is intended where all fishermen in Parigi Village have the same opportunity to become respondents where a questionnaire will be filled in as a systematic structured guide and interview. Data collection is carried out directly in the field by collecting both primary and secondary data. The analytical method used is quantitative descriptive analysis and qualitative descriptive.Socially this business really helps them with the existence of a semi-permanent home. They can send their children to high school and even some can continue their studies. There are family dependents who have 9 dependents, but in terms of meeting the needs of life can still be overcome by the head of the family. The age of the fishermen varies, but their age is still relatively productive and still strong to stay at sea overnight or at night to get good results.Economically, this business does require an initial funding of almost Rp. 30,000,000 and apparently there are capable fishermen. This business gives good results because there is definitely a buyer for marketing. As a suggestion that this chart business should have attention or government intervention to shoot the number of fishermen who are trying and increase production capacity through additional capital for investment.Keywords: Socio-Economic Study, Chart Business, Deskrptif, Parigi Village. AbstrakTujuan penelitian bertujuan untuk menjelaskan dan membahas tentang kajian sosial ekonomi usaha perikanan tangkap bagan di Desa Parigi Kecamatan Taliabu Timur Kabupaten Pulau Taliabu Provinsi Maluku Utara.Metode penelitian yang digunakan adalah jumlah nelayan bagan di Desa Parigi hanya 10 orang maka penelitian akan menggunakan metode sensus. Jadi semua anggota nelayan bagan diselidiki satu persatu. Sensus ini dimaksudkan dimana semua nelayan Desa Parigi mendapat kesempatan yang sama untuk dijadikan responden dimana akan dilaksanakan pengisian kuisioner sebagai panduan dan wawancara terstruktur secara sistematis. Pengumpulan data dilakukan secara langsung di lapangan dengan pengambilan data baik data primer maupun data sekunder.Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif.Secara sosial usaha ini sangat membantu mereka dengan adaya keberadaan rumah yang semi permanen.Mereka dapat menyekolahkan anak sampai di SMA bahkan ada yang bisa melanjutkan kuliah.Tanggungan keluarga memang ada yang memiliki tanggungan 9 orang namun dalam hal pemenuhan kebutuhan hidup masih bisa teratasi oleh kepala keluarga.Umur nelayan bervariasi namun umur mereka masih tergolong produktif dan masih kuat untuk bertahan dilaut selama semalam ataupun beberpa malam demi mendapatkan hasil yang baik.Secara ekonomi, usaha ini memang memerlukan dana awal hampir Rp. 30.000.000 dan ternyata ada nelayan yang mampu. Usaha ini memberikan hasil yang baik karena pemasaran sudah pasti ada pembelinya.Sebagai saran bahwa usaha bagan ini sebaiknya ada perhatian atau campur tangan pemerintah untuk penembahan jumlah nelayan yang berusaha dan peningkatan kapasitas produksi melalui penambahan permodalan untuk investasi.Kata kunci: Kajian Sosial Ekonomi, Usaha Bagan, Deskrptif, Desa Parigi
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP DAERAH PERLINDUNGAN LAUT DI DESA BULUTUI KECAMATAN LIKUPANG BARAT KABUPATEN MINAHASA UTARA PROVINSI SULAWESI UTARA Enrico, Luis J.; Tambani, Grace O.; Kotambunan, Olvie V.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 8, No 1 (2020): April 2020
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.8.1.2020.28974

Abstract

AbstractResearch Objectives To find out whether the community knows the functions and benefits of marine protected areas. And find out how the perception of the people of Bulutui Village towards the marine protected areas in Bulutui Village. Sampling using the Purposive Sampling method. Data collection techniques are done by observation and questionnaires. The observation made was to look directly at the research location and the questionnaire in this study was used as a guide in interviewing respondents to find out Community Perceptions of Marine Protected Areas in Bulutui Village. Analysis of the data used in this study is the Guttman scale analysis and Likert scale analysis. Guttman scale is a scale used for answers that are clear (firm) and consistent. For example: sure-no, yes-no, right-wrong, positive-negative, ever-yet, agree-disagree, and so forth. Likert scale is used to measure the attitudes, opinions and perceptions of a person or group of people about social phenomena. The results of the Guttman scale analysis show that, on average, respondents said they knew and understood the functions and benefits of marine protected areas (DPL), those who stated it were 82.50%, and those who stated they did not know and did not understand the functions and benefits of the area. marine protection (DPL) is only 17.50%. Bulutui Village people's perception of the marine protected area is assessed based on 6 criteria and almost all people have a good perception. In fact there are several criteria that have very good and very positive perceptions from the community, they strongly agree that the benefits of the marine protected area for the coastal environment and also the management of the marine protected area are carried out jointly both from the local government and also the entire community of Bulutui Village.Keywords: Perception, Marine Protection Area, Bulutui VillageAbstrakTujuan penelitian Untuk mengetahui apakah masyarakat mengetahui fungsi dan manfaat daerah perlindungan laut. Serta mengetahui bagaimana persepsi masyarakat Desa Bulutui terhadap daerah perlindungan laut di Desa Bulutui. Pengambilan sampel menggunakan metode Purposive Sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan kuisioner. Observasi yang dilakukan ialah melihat langsung di lokasi penelitian dan kusioner dalam penelitian ini digunakan sebagai panduan dalam mewawancarai responden untuk mengetahui Persepsi Masyarakat Terhadap Daerah Perlindungan Laut di Desa Bulutui. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis skala Guttman dan analisis skala Likert. Skala Guttman  ialah  skala  yang  digunakan  untuk  jawaban  yang  bersifat  jelas (tegas) dan konsisten. Misalnya: yakin-tidak, ya-tidak, benar-salah, positif-negatif, pernah-belum, setuju-tidak setuju, dan lain sebagainya. Skala Likert dugunakan untuk mengkur sikap, pendapat dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial. Hasil analisis skala Guttman, diketahui bahwa responden rata-rata menyatakan mengetahui dan paham akan fungsi dan manfaat daerah perlindungan laut (DPL), mereka yang menyatakan itu sebesar 82,50%, dan mereka yang menyatakan kurang mengetahui dan kurang paham akan fungsi dan manfaat daerah perlindungan laut(DPL) hanya 17,50%. Persepsi masyarakat Desa Bulutui terhadapan daerah perlindungan laut yang dinilai berdasarkan 6 kriteria dan hampir semua masyarakat masyarakat mempunyai persepsi yang baik. Bahkan ada beberapa kriteria yang mempunyai persepsi yang sangat baik dan sangat positif dari masyarakat, mereka sangat setuju kalau manfaat dari daerah perlindungan laut bagi lingkungan pesisir dan juga pengelolaan daerah perlindungan laut dilakukan secara bersama-sama baik dari pemerintah setempat dan sejuga seluruh masyarakat Desa Bulutui.Kata kunci : Persepsi, Daerah Perlindungan Laut, Desa Bulutui
PENGARUH DIVERSIFIKASI USAHA TERHADAP PENDAPATAN RUMAH TANGGA NELAYAN TRADISIONAL DI KAWASAN REKLAMASI KOTA MANADO PROVINSI SULAWESI UTARA Kaparang, Mega Calvina; Aling, Djuwitha R.R.; Tambani, Grace O.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 3, No 5 (2015): (April 2015)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.3.5.2015.13408

Abstract

Abstract This research aims to study and determine the effect of diversification on household income of traditional fisherman in Mega Mas beach area and Bahu’s area. Based on the results of this research in the social condition of traditional fisherman can greatly affect the level of income and expenditure themselves level of education age structure, work experience, number of dependents. From both a research sites in 22 respondents took them to diversify their own business. The types of diversification of fisherman, among others, motorcycle taxis, construction workers, carpenters, stalls, tailors, cafeteria. Based on the research results, the revenues that fisherman can earn per trip was very varied. Income (fishing and diversification) are the most that they can earn is accordance with the result is on respondent No.1 Mr. Sony Broh (58years old) in coastal areas Mega Mas with total revenues accounted Rp. 11.712.000,- and the type of business diversification is open stalls/small kiosk. And revenues for at least the results of the research is on the respondent No.2 Mr. Wilson Lumikis (45 years old) in coastal areas Mega Mas with total revenues of Rp. 3.412.000,- millions and diversification effort is to become a tailor. Keyword: Business diversification, fisherman, revenue Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari dan mengetahui pengaruh diversifikasi usaha terhadap pendapatan rumah tangga nelayan tradisional dikawasan pantai Mega Mas dan Bahu. Berdasarkan hasil penelitian yang di dapat kondisi sosial nelayan tradisional sangat mempengaruhi tingkat pendapatan dan pengeluaran nelayan itu sendiri, dilihat dari tingkat pendidikan, struktur umur, pengalaman kerja, jumlah tanggungan keluarga. Dari kedua tempat lokasi penelitian di ambil 22 responden nelayan yang melakukan diversifikasi usaha. Jenis-jenis diversifikasi usaha para nelayan antara lain menjadi tukang ojek, buruh bangunan, tukang kayu, warung, penjahit, kantin. Berdasarkan hasil penelitian, pendapatan yang di dapat para nelayan setiap pergi melaut (per-trip) sangat bervariasi. Pendapatan (menangkap ikan dan diversifikasi usaha) yang paling banyak di dapat sesuai dengan hasil penelitian adalah pada responden nomor 1 Bapak Sony Broh (58 tahun) di kawasan pantai Mega Mas dengan jumlah pendapatan sebesar Rp.11.712.000,- dan jenis diversifikasi usaha adalah membuka warung/kios kecil. Dan pendapatan yang paling sedikit dari hasil penelitian adalah pada responden nomor 2 Bapak Wilson Lumikis (45 tahun) di kawasan pantai Mega Mas dengan jumlah pendapatan sebesar Rp. 3.412.000 dan diversifikasi usaha yang dilakukan adalah menjadi penjahit. Kata kunci ; diversifikasi usaha, nelayan, pendapatan