Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

ANALISIS NILAI TAMBAH PADA RANTAI PASOK PRODUK TUNA BEKU DI PT. SARI TUNA MAKMUR KOTA BITUNG PROVINSI SULAWESI UTARA Theis, Chatrin Claudia Enggelina; Tambani, Grace O.; Andaki, Jardie A.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 5, No 9 (2017): (April 2017)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.5.9.2017.16983

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan : 1) Mengidentifikasi nilai tambah pada rantai pasok produk tuna beku di PT. Sari Tuna Makmur Kota Bitung Provinsi Sulawesi Utara, dan 2) Menganalisis nilai tambah pada rantai pasok produk tuna beku di PT. Sari Tuna Makmur Kota Bitung Provinsi Sulawesi Utara.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan studi kasus. Studi kasus adalah penelitian yang dilakukan secara terfokus pada suatu kasus tertentu untuk diamati dan dianalisis secara cermat sampai tuntas. Analisis deskriptif kuantitatif dilakukan guna menganalisis nilai tambah produk tuna beku. Secara matematis fungsi nilai tambah (NT) menggunakan metode Hayami, dkk (1987) dalam Nurhayati (2004) dapat dirumuskan sebagai berikut: NT = f (T, H, U, h).Hasil penelitian dapat disimpulkan : 1) Nilai tambah pada rantai pasok produk tuna beku di PT. Sari Tuna Makmur Kota Bitung, berupa nilai tambah pada jumlah tenaga kerja dan pendapatan/upah, dan 2) Nilai tambah pada rantai pasok produk tuna beku di PT. Sari Tuna Makmur Kota Bitung tergolong tinggi, baik pada nilai tambah pada jumlah tenaga kerja maupun pendapatan/upah.Kata kunci : nilai tambah, rantai pasok, produk tuna beku. 
KEADAAN SOSIAL EKONOMI NELAYAN PANCING LAYANG-LAYANG DI DESA TALAWAAN BAJO KECAMATAN WORI KABUPATEN MINAHASA UTARA PROVINSI SULAWESI UTARA Ridwan, Adriansyah; Tambani, Grace O.; Dien, Christian R.; Manoppo, Victoria E.N.; Bataragoa, Nego Elvis
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 9, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.9.1.2021.34062

Abstract

AbstractThe research objectives, namely 1) describe the fishing gear for kites, and 2) to determine the socioeconomic conditions of kite fishing rods in Talawaan Bajo Village. The research method is a census where all respondents have the same opportunity to collect primary data. Sources of data are primary data and secondary data. This data source will be discussed based on quantitative descriptive analysis and qualitative descriptive analysis. The results of the research, fishing gear consisted of; kites, kite ropes, fishing lines, fishing rods, artificial bait, reels, boats and engines. The age of fishermen ranges from 30-65 years. Primary school (SD) fishermen education is 65% and the rest cannot complete elementary school. Home ownership, already owns 100% of your own house. Family dependents range 1 - 3 people. The experience of being a fisherman is around 10-30 years as much as 90%, and the remaining 10% has been more than 30 years. The catch is differentiated from that in Manado waters in April - May, while in Morotai waters from June - August. The average catch in Manado waters is 60 kg of fish. The number of fishing trips in Manado waters in 2 (two) months, namely 32 trips. Sales Price of Rp. 55,000 / kg. Whereas in Morotai, the catch is 120 kg / trip in 81 trips for 3 (three) months, with a selling price of IDR 22,000 / kg. So the income of the kite fishing rod is Rp. 94,420,000, - / year. AbstrakTujuan penelitian, yaitu 1) mendeskripsikan alat tangkap pancing layang-layang, dan 2) mengetahui keadaan sosial ekonomi nelayan pancing layang-layang di Desa Talawaan Bajo. Metode penelitian adalah Sensus dimana semua responden mendapat kesempatan yang sama dalam penganmbilan data primer. Sumber data yaitu berasal dari data primer dan data sekunder. Sumber data ini akan dibahas berdasarkan analisis deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian, alat tangkap terdiri dari; layang-layang, tali layang-layang, tali pancing, mata pancing, umpan tiruan, gulungan tali, perahu dan mesin. Umur nelayan berkisar antara 30 – 65 tahun. Pendidikan nelayan Sekolah Dasar (SD) yakni 65% dan sisanya tidak dapat menyelesaikan SD. Kepemilikan rumah, sudah memiliki rumah sendiri 100%. Tanggungan keluarga berkisar 1 – 3 orang. Pengalaman menjadi nelayan sekitar  10 – 30 tahun sebanyak 90%, dan sisanya 10% sudah lebih dari 30 tahun. Hasil tangkapan dibedakan dari penangkapan di perairan Manado pada April - Mei, sedangkan diperairan Morotai pada Juni - Agustus. Hasil tangkapan rata-rata di perairan Manado 60 kg ikan. Jumlah trip pengkapan di perairan Manado dalam 2 (dua) bulan yakni 32 trip. Harga Penjualan Rp. 55.000 /kg. Sedangkan di perarian Morotai, hasil tangkapan 120 kg/trip dalam 81 trip selama 3 (tiga) bulan, dengan harga jual Rp 22.000/kg. Jadi hasil pendapatan pancing layang-layang adalah Rp. 94.420.000,-/tahun.
KAJIAN NILAI TUKAR PEMBUDIDAYA USAHA BUDIDAYA RUMPUT LAUT MENGHADAPI ERA NEW NORMAL DI DESA PELING SEASA KECAMATAN BULAGI KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN PROVINSI SULAWESI TENGAH Dawaso, Agri; Jusuf, Nurdin; Manoppo, Victoria E.N; Sondakh, Srie J.; Tambani, Grace O.; Ngangi, Edwin L.A.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 9, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.9.1.2021.34059

Abstract

AbstractBased on the results and discussion of this research, it can be concluded: (a) The exchange rate of seaweed farming income is calculated based on the ratio between the total income and the total expenditure of the business. Based on the results of the NTP calculation for the seaweed cultivation business, the seaweed cultivation income is 438,881. The result of this NTP value is greater than 100, where the seaweed cultivator business can cover the costs incurred from the business; (b) The exchange rate of seaweed cultivators to total income can be calculated based on the ratio between the total income of seaweed cultivators, both from fishery and non-fishery businesses, and expenditures for seaweed cultivators from both cultivation and family consumption. Based on the results of the NTP calculation for the seaweed cultivator business, the total income was 147.41. This NTP value is greater than 100, which indicates that the income from the seaweed cultivator business can cover the subsistence needs (basic needs) of the seaweed cultivator family.     AbstrakBerdasarkan hasil dan pembahasan penelitian ini, dapat disimpulkan: (a) Nilai tukar pendapatan usaha budidaya rumput laut dihitung berdasarkan perbandingan antara jumlah pendapatan dan jumlah pengeluaran dari usaha tersebut. Berdasarkan hasil perhitungan NTP untuk usaha budidaya rumput laut pada pendapatan budidaya rumput laut sebesar 438,881. Nilai NTP ini hasilnya lebih besar dari 100, dimana usaha pembudidaya rumput laut dapat menutupi biaya yang ditimbulkan dari usaha tersebut; (b) Nilai tukar pembudidaya rumput laut pada total pendapatan dapat dihitung berdasarkan perbandingan antara jumlah total pendapatan pembudidaya usaha rumput rumput laut, baik dari usaha perikanan dan non perikanan berbanding dengan pengeluaran usaha pembudidaya rumput laut baik dari usaha budidaya dan konsumsi keluarga. Berdasarkan hasil perhitungan NTP untuk usaha pembudidaya rumput laut pada total pendapatan sebesar 147,41. Nilai NTP ini hasilnya lebih besar dari 100, hal mana mengindikasikan bahwa pendapatan dari usaha pembudidaya rumput laut dapat menutupi kebutuhan subsisten (kebutuhan dasar) keluarga pembudidaya rumput laut.
KONTRIBUSI PEREMPUAN TERHADAP PENDAPATAN KELUARGA DI DESA PENTADU TIMUR KECAMATAN TILAMUTA KABUPATEN BOALEMO Ramli, Kartin; Tambani, Grace O.; Kotambunan, Olvie V.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 8, No 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.8.2.2020.30621

Abstract

AbstractThe purpose of this study was to determine how much the contribution of women to family income in the East Pentadu Village, Tilamuta District, Boalemo Regency. The method used in this study was purposive sampling, which is a sampling technique based on certain considerations such as population characteristics or traits previously known (Notoatmodjo, 2010). The criteria used as a sample are age, long work experience, and complete family status. The number of respondents taken was 30 samples from 100 populations. Based on the calculation of women's income contribution as an intermediary trader by 56.86%. This income comes from work done by housewives in the profession as intermediary traders. The contribution made by housewives to their families is very large due to the outpouring of the wife's work time more than the husband's worktime.Keywords: Women's contribution, family income  AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa besar kontribusi perempuan terhadap pendapatan keluarga di Desa Pentadu Timur Kecamatan Tilamuta Kabupaten Boalemo.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling, yaitu teknik pengambilan sampel yang berdasarkan suatu pertimbangan tertentu seperti sifat-sifat populasi ataupun ciri-ciri yang sudah diketahui sebelumnya (Notoatmodjo, 2010). Adapun kriteria yang dijadikan sebagai sampel yaitu, umur, pengalaman kerja yang sudah lama, dan status keluarga yang masih lengkap. Jumlah responden yang diambil sebanyak 30 sampel dari 100 populasi. Berdasarkan hasil perhitungan kontribusi pendapatan perempuan sebagai pedagang perantara sebesar 56.86%. Pendapatan ini berasal dari pekerjaan yang dilakukan oleh ibu rumah tangga dengan profesi sebagai pedagang perantara. Kontribusi yang di berikan oleh ibu rumah tangga terhadap keluarganya sangat besar dikarenakan curahan waktu kerja istri lebih banyak dibanding dengan curahan waktu kerja suami.Kata kunci : Kontribusi perempuan, pendapatan keluarga
ANALISIS FINANSIAL USAHA BUDIDAYA UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) PADA ERA NEW NORMAL DI DESA BOYANTONGO KECAMATAN PARIGI SELATAN KABUPATEN PARIGI MOUTONG PROVINSI SULAWESI TENGAH Kariawu, Karina S.F.; Durand, Swenekhe S.; Tambani, Grace O.; Pangemanan, Jeannette F.; Longdong, Florence V.; Kalesaran, Ockstan J.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 9, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.9.1.2021.34624

Abstract

AbstractThis study aims to financially analyze shrimp farming in the new normal era in Boyantongo Village is profitable or not. The method used is a case study. Respondents in this study were the owners of the vaname shrimp cultivation business in Boyantongo Village. The data collected consists of primary data and secondary data. Primary data is data obtained directly from sources or not through intermediary media. Primary data collection is done through direct observation and interviews. Secondary data is data obtained indirectly, secondary data is generally in the form of evidence, notes or reports that are related to research. The quantitative descriptive analysis uses financial analysis such as Operating Profit (OP), Net Profit (NP), Profit Rate (PR), Profitability, Benefit Cost Ratio (BCR), Break Even Point (BEP) and Payback Period (PP). The price of vaname shrimp in Boyantongo Village is Rp. 70,000 / Kg with 4 tons of shrimp harvested. The total profit from the vaneme shrimp cultivation in 1 period is Rp. 1,120,000,000. The total cost for 1 period is 518,940,000 and the total profit / Net Profit is 601,060,000. So that the Profit Rate or the level of profit obtained is 115.82% and the Benefit Cost Ratio (BCR) is 2.15 with a payback period of 5 months. Sales BEP shows that the break-even point of vaname shrimp cultivation in Boyantongo Village is Rp. 52,736,842 and the BEP unit obtained is 753.38 kg. Based on the results of financial analysis, it turns out that the vaname shrimp cultivation business in Boyantongo Village is feasible to develop.Keywords: Business Analysis, Vaname Shrimp, Boyantongo AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara finansial usaha budidaya udang di era new normal di Desa Boyantongo itu menguntungkan atau tidak. Metode yang digunakan adalah studi kasus. Responden dalam penelitian ini yaitu pemilik usaha budidaya udang vaname di Desa Boyantongo. Data yang dikumpulkan terdiri atas data primer dan data sekunder. Data primer merupakan data yang diperoleh langsung dari sumber atau tidak melalui media perantara. Pengumpulan data primer dilakukan melalui observasi langsung dan wawancara. Data sekunder merupakan data yang diperoleh secara tidak langsung, data sekunder umumnya berupa bukti, catatan atau laporan yang ada hubungannya dengan penelitian. Adapun analisis deskriptif kuantitatif menggunakan analisis finansial seperti Operating Profit (OP), Net Profit (NP), Profit Rate (PR), Rentabilitas, Benefit Cost Ratio (BCR), Break Even Point (BEP) dan Payback Period (PP). Harga udang vaname di Desa Boyantongo yaitu Rp. 70.000/Kg dengan hasil udang yang di panen sebanyak 4 ton. Total keuntungan dari usaha budidaya udang vaneme dalam 1 periode sebesar Rp. 1.120.000.000. Total cost selama 1 periode sebesar 518.940.000 dan total keuntungan/Net Profit sebesar 601.060.000 Sehingga Profit Rate atau tingkat keuntungan yang diperoleh sebesar 115,82% dan Benefit Cost Ratio (BCR) adalah 2,15 dengan jangka waktu pengembalian 5 bulan. BEP penjualan menunjukan bahwa titik impas dari usaha budidaya udang vaname di Desa Boyantongo adalah Rp.52.736.842 dan BEP satuan yang didapat yaitu 753,38 kg berdasarkan hasil analisis finansial ternyata usaha budidaya udang vaname di Desa Boyantongo layak untuk dikembangkan.Kata Kunci: Analisis Usaha, Udang Vaname, Boyantongo
PERANAN WANITA/ISTRI NELAYAN DALAM USAHA MENGATASI PEREKONOMIAN KELUARGA PADA ERA NEW NORMAL DI KELURAHAN SINDULANG SATU KECAMATAN TUMINTING KOTA MANADO (Studi Kasus Kelompok Nelayan Daseng) Soputan, Stevaldo J.M.; Manoppo, Victoria E.N.; Durand, Swenekhe S.; Rarung, Lexy K.; Tambani, Grace O.; Pangkey, Henneke
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 9, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.9.1.2021.34607

Abstract

AbstractSindulang Satu Village is one of the villages in Tuminting District which has a coastal area and most of the population works as fishermen. The job as a fisherman generates an uncertain income because it depends on the season and is currently pressured by government regulations in overcoming covid-19 and facing the new normal so that the participation of women as breadwinners to cover their household needs.How far their role is in dealing with the family economy is an interesting topic for conducting research. Research Objectives: 1. To analyze the economic condition of fishermen group households in Sindulang Satu Village, Tuminting District, Manado City. 2. To analyze the role of women in the household conomy of fishermen groups during the Covid-19 pandemic and facing the new normal era in Sindulang Satu Village, Tuminting District, Manado City. The method used in this research is the case study method. The data collected in this study are primary data and secondary data. The so-called respondents were obtained by recording all the women / wives of members of the Daseng fishermen group; and 15 people registered as the population. The 15 people who were used as respondents to be visited one by one conducted interviews with a questionnaire guide as a tool that had been previously prepared by means of a census. The data analysis used in this research is quantitative analysis and qualitative analysis.The economic condition of the family of the Daseng fishing group in Sindulang Satu Village includes age, education and family dependents. The women / wives of the Daseng fishermen group are mostly in the productive age range so they are still active in carrying out income-generating activities and jobs, their education is dominated by elementary school graduates, while the dependents of the family have at most 1 - 3 dependents in the family. The role of women / wives in overcoming the family economy of fishermen groups during the Covid-19 pandemic and facing the new normal era, including domestic roles, namely cooking, cleaning and tidying houses, caring for children and helping husbands, active social roles in spiritual activities (mother worship) also participate in arisan and PKK, and the productive role of women / wives of the daseng fishermen group is that they work as a washerman, open a shop and sell business. All the roles of the wife are very supportive of the economy of the Daseng group's fishing family. Keywords: Role of Women, Family Economy, Sindulang Satu AbstrakKelurahan Sindulang Satu merupakan salah satu desa di Kecamatan Tuminting yang memiliki daerah wilayah pesisir serta ada sebagian besar penduduk bekerja sebagai nelayan. Pekerjaan sebagai nelayan tersebut menghasilkan pendapatan yang tidak menentu karena tergantung kepada musim dan pada saat sekarang tertekan dengan peraturan pemerintah dalam mengatasi covid-19 dan menghadapi new normal sehingga peran serta wanita sebagai pencari nafkah untuk menutupi kebutuhan rumah tangga mereka.Seberapa jauh peranan mereka dalam rangka mengatasi perekonomian keluarga merupakan topik yang menarik untuk mengadakan penelitian. Tujuan Penelitian: 1) menganalisis keadaan perekonomian rumah tangga kelompok nelayan di Kelurahan Sindulang Satu Kecamatan Tuminting Kota Manado, dan 2) Menganalisis sejauh mana peran perempuan dalam perekonomian rumah tangga kelompok nelayan dimasa pandemic covid-19 dan menghadapi era new normal di Kelurahan Sindulang Satu Kecamatan Tuminting Kota Manado. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Adapun yang disebut sebagai responden diperoleh dengan cara mendata seluruh wanita/istri anggota kelompok nelayanDaseng; dan yangterdaftar berjumlah 15 orang yang disebut sebagai populasi. Ke 15 orang ini yang dijadikan responden untuk dikunjungi satu persatu mengadakan wawancara dengan panduan kuisioner sebagai alat bantuyang telah disiapkan sebelumnya dengan cara sensus. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kuantitatif dan analisis kualitatif.Keadaan perekonomian keluarga kelompok nelayan Dasengdi Kelurahan Sindulang Satu meliputi keadaan umur, pendidikan dan tanggungan keluarga. Wanita/istri kelompok nelayan Daseng paling banyak dalam range umur produktif sehingga masih aktif dalam melakukan kegiatan dan pekerjaan yang menghasilkan pendapatan, pendidikan mereka didominasi oleh tamatan SD sedangkan tanggungan keluarga paling banyak memiliki 1 – 3 orang tanggungan dalam keluarga. Peranan wanita/istri dalam mengatasi perekonomian keluarga kelompok nelayan dimasa pandemic covid-19 dan menghadapi era new normal, meliputi peran domestik yaitu memasak, membersihkan dan merapikan rumah, mengurus anak dan membantu suami, peran sosial dengan aktif dalam kegiatan kerohanian (ibadah kaum ibu) juga mengikuti arisan dan PKK, dan peran produktif wanita/istri kelompok nelayan daseng ada yang bekerja sebagai tukang cuci, membuka usaha warung dan berjualan. Semua peran istri sangat mendukung perekonomian keluarga nelayan kelompok Daseng. Kata Kunci: Peranan Wanita, Perekonomian Keluarga, Sindulang Satu
Karakteristik dan Kontribusi Perempuan Pekerja Usaha Wisata Bahari di Kelurahan Kasawari Kecamatan Aertembaga Kota Bitung Manueke, Renada Amelily; Dien, Christian R.; Tambani, Grace O.; Durand, Swenekhe S.; Andaki, Jardie A.; Longdong, Florence V.
AKULTURASI Vol. 12 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v12i1.55314

Abstract

Abstract The objectives of the research are: 1) to determine the characteristics of female marine tourism business workers and 2) to determine the contribution to household income of female marine tourism business workers in Kasawari Village, Aertembaga District, Bitung City. The time required for this research, starting from consultation, pre-survey, proposal examination, fieldwork, data analysis, consultation, report writing, to comprehensive examination, is approximately 5 months from November 2023 to April 2024. The method used in this research is the survey method. The survey method is research that takes samples from a population and uses a questionnaire as the main data collection tool. Data collection was carried out on female marine tourism business workers and the contribution to household income in Kasawari Village. Data collection was carried out by means of observation, interviews and filling out questionnaires. The number of respondents taken purposively was 13 housewives. The sample was purposively selected, namely housewives who worked, both in marine tourism and beach tourism businesses. The data obtained was processed and analyzed descriptively. To calculate the contribution, a simple descriptive analysis is used, namely comparing the income of the wives of marine tourism workers to the total family income. The income data obtained was analyzed without statistical tests by calculating the amount of money earned from work carried out by women divided by total household income multiplied by one hundred percent. Based on the results of the research and discussion, it can be concluded: 1) the characteristics of female workers, in this case female marine tourism business workers, choose to work hard to support the family economy. Female marine tourism business workers mostly work in the age range of 31-40 and 41-50 because at this age female respondents working in marine tourism businesses are wiser in taking the initiative to do a job. However, education is not the main factor in working because the work carried out by respondents only requires attitudes and skills in doing the work; and 2) the contribution can be seen from the various types of work carried out by women working in marine tourism businesses, namely 55.69% of the total family income.  Key words: marine tourism; working women; income; contribution   Abstrak Tujuan penelitian, yaitu: 1) mengetahui karakteristik perempuan pekerja usaha wisata bahari dan 2) mengetahui kontribusi pendapatan rumah tangga perempuan pekerja usaha wisata bahari di Kelurahan Kasawari Kecamatan Aertembaga Kota Bitung. Waktu yang dibutuhkan dalam penelitian ini, mulai dari konsultasi, pra-survey, ujian proposal, turun lapangan, analisis data, konsultasi, penulisan laporan, sampai ujian komprehensif kurang lebih 5 bulan mulai November 2023 sampai April 2024. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode survei. Metode survei merupakan penelitian yang mengambil sampel dari satu populasi dan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpul data yang pokok. Pengumpulan data dilakukan pada perempuan pekerja usaha wisata bahari dan kontribusi pendapatan rumah tangga di Kelurahan Kasawari. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan pengisian kuesioner. Jumlah reponden diambil secara purposive sebanyak 13 ibu rumah tangga. Penentuan sampel secara purposive dipilih yaitu ibu rumah tangga yang bekerja, baik pada usaha wisata bahari maupun wisata pantai. Data yang diperoleh diolah dan dianalisis secara deskriptif. Guna menghitung kontribusi digunakan analisis deskritif sederhana, yaitu membandingkan pendapatan isteri pekerja wisata bahari terhadap pendapatan total keluarga. Data pendapatan yang diperoleh dianalisis tanpa uji statistik dengan menghitung jumlah uang yang diperoleh dari suatu pekerjaan yang dilakukan perempuan dibagi dengan pendapatan total rumah tangga dikali seratus persen. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan : 1) karakteristik pekerja perempuan dalam hal ini perempuan pekerja usaha wisata bahari, memilih bekerja keras untuk menopang perekonomian keluarga. Perempuan pekerja usaha wisata bahari kebanyakan bekerja pada kisaran umur 31-40 dan 41-50 karena pada umur dewasa ini responden perempuan pekerja usaha wisata bahari ini lebih bijak dalam mengambil inisiatif untuk melakukan suatu pekerjaan. Namun pendidikan tidak menjadi faktor utama dalam bekerja karena pekerjaan yang dilakukan oleh responden hanya diperlukan sikap dan keterampilan dalam melakukan pekerjaan; dan 2) kontribusi dapat dilihat dari berbagai jenis pekerjaan yang dilakukan perempuan pekerja usaha wisata bahari yaitu sebesar 55,69% dari total pendapatan keluarga. Kata kunci: wisata bahari; perempuan pekerja; pendapatan; kontribusi
Analisis Finansial Alat Tangkap Pancing Ulur di Desa Inobonto Kecamatan Bolaang Kabupaten Bolaang Mongondow Mokoagow, Nelawati; Manoppo, Victoria E.N.; Pangemanan, Jeannette F.; Durand, Swenekhe S.; Tambani, Grace O.; Aling, Djuwita R.R.
AKULTURASI Vol. 12 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v12i1.55325

Abstract

Abstract The purpose of this study was to describe the profile of fishermen and determine the feasibility of the business through financial analysis of the handline fishing business in Inobonto Village, Bolaang District, Bolaang Mongondow Regency. The basic method used in this study was a survey. The data collected consisted of primary data and secondary data. The data obtained were analyzed using financial analysis formulas and interpreted with quantitative and qualitative descriptive analysis. The results of the study showed that the profile of the handline fishing business was as follows: the average age of fishermen was 46-70 years, had an average education (elementary school), had semi-permanent and permanent houses with an average number of dependents of 3-4 people. The financial feasibility of the handline fishing business had an operating profit of IDR 30,560,000, a net profit of IDR 28,705,000, a profit rate of 148.7%, a Benefit Cost Ratio of 2.48, a BEP of sales of IDR 2,944,444, a BEP of 147 kg.  Keywords: handline fishing; fishermen's profile; financial; financial feasibility   Abstrak Tujuan penelitian ini ialah mendeskripsikan profil nelayan dan menentukan kelayakan usaha melalui analisis finansial usaha pancing ulur di Desa Inobonto Kecamatan Bolaang Kabupaten Bolaang Mongondow. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini yaitu survei. Data yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan data sekunder. Data yang diperoleh di analisis dengan memakai rumus analisis finansial dan diinterprestasikan dengan analisis deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profil usaha nelayan pancing ulur sebagai berikut: umur nelayan rata-rata 46-70 tahun, memiliki pendidikan rata-rata (SD), memiliki rumah semi permanen dan permanen dengan jumlah tanggungan rata-rata 3-4 orang. Kelayakan finansial usaha pancing ulur memiliki operating profit Rp30.560.000, net profit Rp28.705.000, profit rate 148,7%, Benefit Cost Ratio 2,48, BEP penjualan Rp 2.944.444, BEP satuan 147 kg. Kata kunci: pancing ulur; profil nelayan; finansial; kelayakan finansial
Analisis Margin Saluran Pemasaran Hasil Tangkapan Nelayan Soma Pajeko di Desa Tumbak Kecamatan Pusomaen Kabupaten Minahasa Tenggara Sambouw, Kevin R.; Sondakh, Srie J.; Suhaeni, Siti; Pangemanan, Jeannette F.; Rantung, Steelma V.; Tambani, Grace O.
AKULTURASI Vol. 12 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v12i1.56148

Abstract

Abstract Tumbak Village is one of the coastal villages in Pusomaen District, Southeast Minahasa Regency. Most of the people of Tumbak Village work as fishermen, one of the fishing gear used by fishermen in Tumbak Village is Soma pajeko which is the term for purse seine. The objectives of the study were (1) to find out the number of marketing channels for the catches of soma pajeko fishermen in Tumbak Village, (2) to find out the marketing margin for the catches of soma pajeko fishermen in Tumbak Village. The basic method that will be used in this study is a survey. The population in this study are fishermen who own soma pajeko in Tumbak Village and the traders who market them. Data collection used Snowball Sampling with a sample size of 13 people. The data collected consisted of primary data and secondary data. Data collection was carried out through observation, documentation and interviews guided by a questionnaire. The data obtained were analyzed descriptively qualitatively and quantitatively Based on the results of the study, it is known that the marketing channels for the catches of Soma Pajeko fishermen in Tumbak Village are only two marketing channels, namely: from fishermen to intermediary traders to retailers and finally to consumers; from fishermen to retailers directly to consumers. The results of the margin analysis carried out on the two marketing channels for fish caught by Soma Pajeko fishermen in Tumbak Village showed that the marketing margin on both marketing channels was the same, namely IDR 10,000 or 47.62%. The length of the marketing channel for fish caught by fishermen in Tumbak Village does not affect the level of income of fishermen, but it greatly affects the profits of traders. The shorter the marketing channel, the more profitable it is for retailers, but the margin or price difference received by fishermen and paid by consumers remains the same, namely IDR 10,000.  Keywords: marketing; marketing system; Tumbak Village   Abstrak Desa Tumbak merupakan salah satu desapesisir yang ada di Kecamatan Pusomaen Kabupaten Minahasa Tenggara. Masyarakat Desa Tumbak sebagian besar memiliki mata pencaharian sebagai nelayan,salah satu alat tangkap yang digunakan nelayan Desa Tumbak adalah Soma pajeko yang merupakan istilah pukat cincin atau purse seine. Tujuan penelitian adalah (1) Mengetahui banyaknya rantai saluran pemasaran hasil tangkapan nelayan soma pajeko yang ada di Desa Tumbak, (2) Mengetahui Margin pemasaran hasil tangkapan nelayan soma pajeko yang ada di Desa Tumbak. Metode dasar yang akan digunakan dalam penelitian ini yaitu survei. Popolasi dalam penelian ini adalah nelayan pemilik soma pajeko di Desa Tumbak dan para pedagang yang memasarkannya. Pengambilan data menggunakan Snowball Sampling dengan jumah sampel 13 orang. Data yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan data sekunder. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi dan wawancara yang dipandu dengan kuesioner. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa saluran pemasaran hasil tangkapan nelayan Soma Pajeko di Desa Tumbak hanya ada dua saluran pemasaran yaitu: dari nelayan ke pedagang perantara ke pedagang pengecer terakhir ke konsumen; dari nelayan ke   pedagang pengecer   langsung ke   konsumen. Hasil analisis margin yang dilakukan pada kedua saluran pemasaran ikan hasil tangkapan nelayan soma pajeko di Desa Tumbak diketahui bahwa margin pemasaran pada kedua saluran pemasaran itu sama yaitu Rp10.000 atau 47,62%. Panjang pendeknya saluran pemasaran ikan hasil tangkapan nelayan di Desa Tumbak tidak mempengaruhi tingkat pendapatan nelayan, namun sangat berpengaruh terhadap keuntungan para pedagang. Semakin pendek saluran pemasaran semakin menguntungkan bagi pedagang pengecer, namun margin atau beda harga yang diterima nelayan dengan yang dibayarkan konsumen tetap sama yaitu Rp10.000. Kata kunci: pemasaran; sistem pemasaran; Desa Tumbak
Kontribusi Pendapatan Perempuan Pekerja terhadap Pendapatan Keluarga di PT. Jaya Bitung Mandiri Kelurahan Aertembaga Satu Kecamatan Aertembaga Kota Bitung Tetengean, Melissa C.; Rantung, Steelma V.; Tambani, Grace O.; Pangemanan, Jeannette F.; Durand, Swenekhe S.; Andaki, Jardie A.
AKULTURASI Vol. 12 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v12i1.56309

Abstract

Abstract Many fishery processing companies in Bitung City employ women. The work done by women provides additional income for the family. Income in the form of wages/salaries, either per month or additional income to meet daily needs. This is the author's concern in examining how the contribution of female workers' income to family income. The method used in this study is to use the purposive sampling method which is carried out with several considerations so that the data obtained is more accurate. The sample interviewed was 15 employees who were married and the population in this study were female workers. Data collection was carried out through observation, interviews, questionnaires, and documentation, both photo documentation and taking written documents at PT. Jaya Bitung Mandiri. The analysis used is quantitative descriptive analysis and qualitative descriptive analysis. Based on this study, it can be concluded that: 1) The average income of female workers at PT. Jaya Bitung Mandiri Bitung City, which is IDR 53,107,200 per year; 2) the average family income of female workers at PT. Jaya Bitung Mandiri Bitung City, which is IDR 106,695,200 per year; and the average contribution of female workers' income at PT. Jaya Bitung Mandiri Bitung City to family income, which is 49.77%. Keywords: fish processing; income; female workers; contribution   Abstrak Perusahaan pengolahan hasil perikanan di Kota Bitung banyak mempekerjakan perempuan. Pekerjaan yang dilakukan oleh perempuan memberikan tambahan pendapatan bagi keluarga. Pendapatan dalam bentuk upah/gaji, baik per bulan maupun pendapatan tambahan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Hal ini menjadi perhatian penulis dalam meneliti bagaimana kontribusi pendapatan pekerja perempuan terhadap pendapatan keluarga. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan metode purposive sampling yang dilakukan dengan beberapa pertimbangan agar data yang diperoleh lebih tepat. Sampel yang diwawancarai berjumlah 15 karyawan yang sudah berumah tangga dan populasi dalam penelitian ini yaitu perempuan pekerja. Pengumpulan data dilakukan melalui obeservasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi baik itu dokumentasi foto maupun pengambilan dokumen tertulis pada PT. Jaya Bitung Mandiri. Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif dan analisis deskriptif kualitatif. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: 1) Rata-rata pendapatan perempuan pekerja di PT. Jaya Bitung Mandiri Kota Bitung, yaitu sebesar Rp53.107.200 per tahun; 2) rata-rata pendapatan keluarga perempuan pekerja di PT. Jaya Bitung Mandiri Kota Bitung, yaitu sebesar Rp106.695.200 per tahun; dan rata-rata kontribusi pendapatan perempuan pekerja di PT. Jaya Bitung Mandiri Kota Bitung terhadap pendapatan keluarga, yaitu sebesar 49,77%. Kata kunci: pengolahan ikan; pendapatan; perempuan pekerja; kontribusi