Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Analisa umur pahat karbida dengan menggunakan Bahasa pemograman C++ Ilyas Yusuf; Bukhari Bukhari
Jurnal POLIMESIN Vol 3, No 2 (2005): Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jpl.v3i2.1446

Abstract

Otomatisi pembangkit program nc berdasarkan gambar input autocad 2d untuk machining centre mc-520 Bukhari Bukhari
Jurnal POLIMESIN Vol 1, No 1 (2003): Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jop.v1i1.1391

Abstract

Part program NC merupakan prosedur yang menentukan urutan proses dan posisi pahat relatif terhadap benda kerja yang harus di ikuti oleh mesin untuk membuat suatu komponen produk tertentu. Pembuatan part program NC membutuhkan seorang programmer yang mampu membaca gambar teknik dengan baik, mengenal proses permesinan, dan mampu mengubah informasi gambar tersebut secara benar. Dalam makalah ini dipresentasikan sebuah program pembaca file gambar AutoCAD yang berformat *DWG (Drawing) terlebih dahulu dirubah kedalam format *DXF (Drawing Interchange Format). Semua isi file yang di inputkan dibaca dari awal sampai akhir, yang kemudian disimpan dalam sebuah buffer data. Pada tahap selanjutnya buffer data tersebut akan diekstraksi guna pendefinisian jenis feature, origin feature, dan dimensi feature. Berdasarkan tiga informasi data tersebut maka program pembaca file gambar akan membangkitkan sebuah part program NC dalam format Bahasa manual (G-Code) untuk penerapan pada mesin MC-520. Penggunaan program pembangkit program NC ini dalam suatu proses akan dapat menekan anggka kesalahan input data pada saat pembuatan program NC, mereduksi waktu pembuatan program NC yang secara keseluruhan juga akan mengurangi waktu produksi.
Optimization of CNC machining parameters to improve surface roughness quality of the AL6061 material using the Taguchi method Bukhari Kasim; Azwar Yunus; Ilyas Yusuf; Mawardi Mawardi; Darmein Darmein
Jurnal POLIMESIN Vol 21, No 4 (2023): August
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jpl.v21i4.4039

Abstract

Surface quality is an important variable of a milling machining process. Therefore, choosing the best machining parameters is very important to arrange so that the best surface quality can be obtained. The purpose of this research is to optimize machining parameters by using surface roughness as a performance indicator variable. This research was carried out by making 9 surface roughness test specimens through a facing process on a TU-3A CNC milling machine. Each test specimen is made with a different level of machining parameters. Machining parameters used in this research are spindle speed, feed rate, and depth of cut. Surface roughness values obtained from 9 test specimens were analyzed using the Taguchi method, signal-to- noise ratio, and ANOVA. The Taguchi approach is also used to predict the best machining parameter configurations. The results of the signal-to-noise ratio analysis show that the surface quality is affected by spindle speed, depth of cut and feed rate, respectively. The results of measurements on 9 test specimens showed the best roughness values were 0.275µm. While the results of the Taguchi analysis show that the optimal surface roughness value can be obtained at 0.267µm for machining conditions with the parameters spindle speed 1100 rpm, feed rate 85 mm/min and depth of cut 0.25 mm. Furthermore, analysis of variance (ANOVA) yielded contribution values from spindle speed, feed rate and depth of cut to the surface roughness values of 51.80%, 36.88% and 10.72%, respectively
Analisis Kualitas Permukaan Benda Kerja Al-6061 Hasil Pemesinan dengan Mesin CNC Milling Kasim, Bukhari; Yunus, Azwar; Hamdani, Hamdani; Harmin, Amalia
Jurnal Mekanova : Mekanikal, Inovasi dan Teknologi Vol 10, No 1 (2024): April
Publisher : universitas teuku umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jmkn.v10i1.9249

Abstract

Kualitas permukaan merupakan variabel penting dalam proses pemesinan milling. Oleh karena itu, pemilihan parameter pemesinan terbaik sangat penting untuk diatur agar dapat diperoleh kualitas permukaan terbaik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengoptimalkan parameter pemesinan dengan menggunakan kekasaran permukaan sebagai variabel indikator kinerja. Penelitian ini dilakukan dengan membuat 9 buah benda uji kekasaran permukaan melalui proses penghadapan pada mesin milling CNC TU-3A. Setiap benda uji dibuat dengan tingkat parameter pemesinan yang berbeda-beda. Parameter pemesinan yang digunakan pada penelitian ini adalah kecepatan spindel, feed rate, dan kedalaman potong. Nilai kekasaran permukaan yang diperoleh dari 9 benda uji dianalisis menggunakan metode taguchi, signal to noise rasio, dan ANOVA. Pendekatan Taguchi juga digunakan untuk memprediksi konfigurasi parameter pemesinan terbaik. Hasil analisis Signal-to-Noise ratio menunjukkan bahwa kualitas permukaan dipengaruhi oleh kecepatan spindel, kedalaman potong, dan laju pengumpanan. Hasil pengukuran pada 9 benda uji menunjukkan nilai kekasaran terbaik yaitu 0,275µm. Sedangkan hasil analisa taguchi menunjukkan nilai kekasaran permukaan optimal dapat diperoleh pada kondisi pemesinan 0,267µm dengan parameter kecepatan spindel 1100 rpm, feed rate 85 mm/menit dan kedalaman potong 0,25 mm. Selanjutnya analisis varians (ANOVA) menghasilkan nilai kontribusi kecepatan spindel, laju pemakanan dan kedalaman potong terhadap nilai kekasaran permukaan masing-masing sebesar 51,80%, 36,88% dan 10,72%.
Analisa Pengaruh Temperatur Terhadap Laju Pengeringan Crumb Rubber Pada Dryer Menggunakan Energi Panas Pembakaran Pada Burner Simanjuntak, Agus Wiranto; Darmadi, Herry; Rahmansyah, Abdul Azis; Nelza, Novia; Bukhari, Bukhari
Jurnal Mekanova : Mekanikal, Inovasi dan Teknologi Vol 9, No 1 (2023): April
Publisher : universitas teuku umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jmkn.v9i1.7572

Abstract

Crumb rubber is a semi-finished natural rubber product that still contains moisture content. One of the most needed crumb rubber standards is SIR 20 (crumb rubber) with a maximum moisture content of 0.80% according to Indonesia National Standard. To remove the water content, it is necessary to carry out the drying process. Drying is a process to evaporate water in a material by using heat. The drying process is carried out in the dryer unit. Hot air is obtained from burning a burner with a temperature of 130°C. The burner will heat the air and then distribute the hot air to the dryer unit with a dryer temperature of 116°C. In the dryer unit, crumb rubber will be dried with a drying process time of 172.62 minutes. The total heat required to dry the crumb rubber with an incoming feed weight of 626.66 kg, and the moisture content of the crumb rubber after drying is an average of 0.53%, this result still meets the standards of crumb rubber. ) SIR 20 of a maximum of 0.80%.
Rancang Bangun Prototipe Overhead Crane Kapasitas 20 Kg Dengan Pengontrolan Berbasis Programmable Logic Controller (PLC) Abd Rani; Bukhari Bukhari; Muhammad Razi
Jurnal Mesin Sains Terapan Vol 7, No 1 (2023): JURNAL MESIN SAINS TERAPAN
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jmst.v7i1.3918

Abstract

Pada rancang bangun prototipe overhead crane ini peneliti telah merancang dan menguji prototipe berbasis PLC (Programmable Logic Controller) berdasarkan prinsip kerjanya. Dari analisa static yang dilakukan didapat tegangan tertinnggi (maximum stress) prototipe overhead crane terletak pada roda dengan material stainless steel 304, yakni dengan nilai 69668312 N/m2 atau 69,67 MPa. Sedangkan yield tensile strength dari stainless steel 304 yaitu 215 MPa. maka factor keamanan yang didapat yaitu 3,1, sehingga kontruksi prototipe overhead crane layak digunakan. Dan dari data yang didapat dari pengujian fungsional prototipe overhead crane dapat ditarik kesimpulan bahwa semakin besar beban yang diangkat, maka kecepatan angkat semakin kecil dan kecepatan turun semakin besar. Sedangkan kecepatan gerakan transversal dan longitudinal tidak terjadi perubahan yang signifikan dan kecepatan yang didapat normal, dengan beberapa variasi beban yang telah diberikan.Kata kunci: Overhead crane, PLC, Prototype overhead crane, ladder diagram
RANCANG BANGUN PROTOTIPE PINTU PAGAR MENGGUNAKAN SENSOR ULTRASONIK BERBASIS MIKROKONTROLER Ifwal Afwadi; Bukhari Bukhari; Dailami Dailami; Marzuki Marzuki; Sumardi Sumardi
Jurnal Mesin Sains Terapan Vol 5, No 1 (2021): JURNAL MESIN SAINS TERAPAN
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jmst.v5i1.2139

Abstract

Dengan berkembangnya teknologi mikrokontroler saat ini, sistem keamanan dapat dilakukan degan menggunakan alat elektronik sebagai pengganti sistem keamanan kunci konvensional dan dapat mempermudahkan suatu pekerjaan. Alat keamanan pintu ini menggunakan solenoid dan mengendalikannya melalui sensor ultrasonik. Alat ini dirancang dengan memamfaatkan Mikrokontroler, Arduino Uno sebagai pengendali utama, dimana sensor ultrasonik berfungsi sebagai alat untuk membuka pintu pagar dan memberikan perintah pada Mikrokontroler untuk mengendalikan motor. Alat ini bekekerja berdasarkan prisip pantulan gelombang suara dan digunakan untuk mendeteksi keberadaan suatu objet didepannya, maka mikrokontroler akan memberikan input high pada relay untuk mengaktifkan solenoid door lock dan motor berfungsi untuk menbuka pagar.Kata kunci: Sensor Ultrasonik, Selenoid Door Lock, Mikrokontroler Motor DC
PENGARUH TEMPERATUR PEMANASAN (AUSTENISASI) PERLAKUAN PANAS QUENCHING TERHADAP KEKERASAN DAN STRUKTUR MIKRO BAJA ST 60 Farhan Farhan; Bukhari Bukhari; Hamdani Hamdani; Ilyas Yusuf; Zuhaimi Zuhaimi
Jurnal Mesin Sains Terapan Vol 5, No 1 (2021): JURNAL MESIN SAINS TERAPAN
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jmst.v5i1.2135

Abstract

Sehubungan dengan semakin meningkatnya perkembangan dunia industri dan disertai dengan kemajuan teknologi yang sangat pesat. Pada masa sekarang kebutuhan manusia tidak lepas dari suatu unsur, yaitu baja. Baja ST 60 adalah salah satu jenis baja yang memiliki standard buatan negara German, yaitu Deutsches Institut fur Normung (DIN). Baja ST 60 ini dapat diberikan perlakuan panas untuk meningkatkan sifat mekaniknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh temperatur austenit terhadap kekerasan dan struktur mikro dari baja ST 60 ini. Temperatur austenit yang diambil adalah 850˚C, 900˚C, dan 950˚C dengan waktu penahanan 90 menit dan menggunakan air sebagai media pendingin (Quenching). Setelah melakukan proses perlakuan panas pada baja ST 60, dilakukan pengujian kekerasan metode Rockwell dan pengamatan struktur mikro. Hasil pengujian kekerasan pada kondisi normal sebesar 55.70 HRC dan belum menghasilkan fasa martensit. Pada temperatur austenit 850˚C nilai kekerasannya 71.20 HRC dan fasa martensit telah muncul. Namun pada temperatur 900˚C nilai kekerasannya 75.20 HRC dengan banyaknya fasa martensit yang sudah terbentuk. Dari penelitian ini didapat temperatur austenit yang optimum pada temperaturs 850˚C sampai 900˚C. Kata Kunci : Baja ST 60, Heat Treatment, Quenching, Kekerasan, Struktur Mikro
Analisis Kendali Mutu Filling Cup 220 ml dengan Metode Six Sigma pada PT. IMA Montaz Sejahtera Dara Rauzatul Jannah; Turmizi Turmizi; Bukhari Bukhari
Jurnal Mesin Sains Terapan Vol 7, No 2 (2023): JURNAL MESIN SAINS TERAPAN
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jmst.v7i2.4478

Abstract

Pengendalian kualitas produk merupakan usaha untuk mengurangi produk cacat yang dihasilkan oleh perusahaan. Pengendalian mutu merupakan usaha untuk mempertahankan mutu dari barang yang dihasilkan, agar sesuai dengan spesifikasi produk yang telah ditetapkan berdasarkan kebijaksanaan pemimpin perusahaan Air minum dalam kemasan (AMDK) adalah air baku yang melalui sebuah proses sterilisasi, dikemas, dan aman untuk diminum mencakup air mineral dan air demineral. Konsep dasar dari Six Sigma adalah meningkatkan kualitas menuju tingkat kegagalan nol. Dengan kata lain, Six Sigma bertujuan untuk mengurangi terjadinya cacat dalam suatu proses produksi dengan tujuan akhir adalah menciptakan kondisi Zero Defect. Perapan metode six sigma (DMAIC) untuk menuju zero defect pada produk air minum ayia cup 240 ml. Penelitian ini bertujuan untuk mengurangi tingkat kecacatan dari produk menggunakan metode DMAIC dan pada tahapan terakhir control menggunakan Stistical Proses Control (SPC). Hasil yag didapatkan dari penggunaan fihsbone diketahui bahwa penyebab kecacatan terdiri dari tiga faktor yaitu manusia, mesin dan lingkungan. Dan faktor manusia merupakan faktor utama penyebab kecacatan. Six sigma memiliki tahapan-tahapan implementasi yang terdiri dari lima langkah yaitu DMAIC atau Define, Measure, Analyze, Improve dan Control. Pada tahapan define bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan, mendefinisikan spesifikasi pelanggan, dan menentukan tujuan pengurangan cacat atau biaya, dan target waktu. Berdasarkan hasil penelitian dan identifikasi yang dilakukan di PT. Ima Montas Sejahtera, penulis mendapatkan bahwa perusahaan ini menduduki tingkat 3 sigma pada bagian filling cup dan lid. Keywords: Six sigma, Pengendalian kualitas, Kendali Mutu, DMAIC
Perancangan Modifikasi Pencekam Mesin Uji Tarik Dengan Penggerak Linear Motor 6000N Haikal, Rahmat; Bukhari, Bukhari; Usman, Usman
Jurnal Mesin Sains Terapan Vol 9, No 1 (2025): JURNAL MESIN SAINS TERAPAN
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jmst.v9i1.6636

Abstract

Salah satu pengujian yang digunakan untuk mengetahui sifat mekanik logam adalah uji tarik. Uji tarik adalah suatu metode yang digunakan untuk menguji kekuatan suatu bahan/material dengan cara memberikan beban gaya yang berlawanan arah. Hasil yang didapatkan dari pengujian tarik sangat penting untuk rekayasa teknik dan desain produk karena mengahsilkan data kekuatan material. Pengujian tarik banyak dilakukan untuk melengkapi informasi rancangan dasar kekuatan suatu bahan dan sebagai data pendukung bagi spesifikasi bahan. Karena dengan pengujian tarik dapat diukur ketahanan suatu material terhadap gaya statis yang diberikan secara perlahan. Konsep perancangan dari alat ini berupa satu unit mesin uji tarik yang berbentuk persegi dengan penggerak linear motor yang berkekuatan 6000N. Konstruksi alat ini dirancang dengan besi siku (sudut baja) yang digabungkan menjadi penampang U sebagai penopang utama dengan dimensi 60x60x6mm. Baja AISI 1045 ditambahkan sebagai penghubung slyder yang mencepit spesimen dan motor penggerak. Alat ini ditujukan untuk material berkekuatan rendah-menengah yang dilengkapi dengan load cell untuk merekam laju kenaikan tegangan dan regangan pada spesimen yang dilakukan pengujian tarik dengan metode digital. Hasil design dari pencekam yang baru yaitu menggunakan Material yang digunakan untuk pencekam yang dimodifikasi adalah baja AISI 1045 yang berbentuk plat dengan dimensi 100x100x20 mm. Simulasi struktural alat dilakukan menggunakan software solidwork, besarnya gaya input yang diberikan adalah 6000 N yang merupakan beban maksimal dari range Loadcell. Keywords: Alat Uji Tarik, Baja AISI 1045, Uji Tarik, Load Cell.