Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

OPTIMASI OPTIMASI WAKTU ¬PRE-HEATING DAN WAKTU PULSED ELECTRIC FIELD TERHADAP TOTAL MIKROBA DAN SIFAT FISIK SUSU Angky Wahyu Putranto; Anugerah Dany Priyanto; Teti Estiasih; Widyasari Widyasari; Hadi Munarko
Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem Vol 10 No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan & Agroindustri (Fatepa) Universitas Mataram dan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (621.182 KB) | DOI: 10.29303/jrpb.v10i1.321

Abstract

Pulsed electric field (PEF) atau metode kejut listrik tegangan tinggi merupakan salah satu metode pengolahan non-termal yang dapat diaplikasikan untuk membunuh mikroorganisme pada susu segar. Penggunaan PEF untuk pasteurisasi susu dapat dikombinasikan dengan perlakuan pemanasan awal (pre-heating) untuk meningkatkan letalitas terhadap mikroorganisme maupun untuk menghasilkan susu dengan karakteristik mutu yang diinginkan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan optimasi waktu pre-heating dan waktu PEF pada pengolahan susu pasteurisasi. Optimasi dilakukan dengan menggunakan metode response surface methodology model central composite design (RSM-CCD). Susu segar dengan volume 2,5 L dipanaskan pada suhu 70°C selama 10-30 menit (perlakuan pre-heating) dilanjutkan dengan pemberian kejut listrik (15 kV/cm, 8,197 kHz, 66 µs) selama 2-6 menit. Proses pasteurisasi dilakukan di dalam bejana berpengaduk dengan kecepatan 50 rpm. Respon yang diuji terdiri dari total cemaran (TPC), viskositas, stabilitas emulsi, dan tingkat kecerahan. Hasil optimasi waktu pasteurisasi yang direkomendasikan berdasarkan analisis RSM-CCD, yaitu pre-heating selama 10 menit dilanjutkan dengan PEF selama 3,907 menit dengan nilai desirability 0,614. Optimasi proses pasteurisasi menghasilkan prediksi nilai TPC, viskositas, stabilitas emulsi, dan kecerahan susu hasil optimasi secara berurutan sebesar 2,126 log cfu/ml, 4,997 cP, 14,862 %, dan 93,703.
Variation of Fermentation Time of Crystal Guava Leaf Tea (Psidium guajava L.) on Antioxidant Activity and Sensory Profile with Rate-All-That-Apply Method: Guava Leaf Tea Rosida Rosida; Anugerah Dany Priyanto; Hadi Munarko; Muhammad Alfid Kurnianto
Food Science and Technology Journal (Foodscitech) Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Dr Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/fst.vi.5655

Abstract

A concise and factual abstract is required. The abstract should state briefly the purpose of the research, the principal results and major conclusions. An abstract is often presented separately from the article, so it must be able to stand alone. For this reason, references should be avoided, but if essential, then cite the author(s) and year(s). Also, non-standard or uncommon abbreviations should be avoided, but if essential they must be defined at their first mention in the abstract itself. The abstract should not exceed 250 words and is constructed in 1 paragraph written in English. Keywords: Author; Foodscitech Journal; article template
POLA KONSUMSI PRODUK HASIL PERIKANAN OLEH MASYARAKAT KABUPATEN LAMONGAN [Consumption Pattern of Fishery Products by Lamongan Regency Communities] Munarko, Hadi; Sanjaya, Yushinta Aristina; Safa, Aidha; Wahfi, Ahmad; Tri, Novian; Wahyu, Okky; Qurota, Untsa
JURNAL PENGOLAHAN PERIKANAN TROPIS Vol. 1 No. 01 (2023): Artikel Juni 2023
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Perikanan - Universitas Kristen Wira Wacana Sumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58300/planet.v1i01.474

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola konsumsi hasil perikanan masyarakat Kabupaten Lamongan pasca pandemi. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner secara daring melalui google form. Kabupaten Lamongan dipilih karena secara geografis letaknya berada dekat dengan pesisir pantai utara Laut Jawa. Hasil survei jawaban responden menunjukan bahwa masyarakat Kabupaten Lamongan sudah banyak mengetahui manfaat dari produk perikanan. Namun, tingkat konsumsi ikan di Kabupaten Lamongan terbilang masih cukup rendah, karena ekonomi dan pengetahuan yang masih kurang. Ikan mujair adalah ikan paling banyak diminati di daerah Kabupaten Lamongan. Responden lebih banyak memilih mengkonsumsi produk ikan segar karena alasan higienitas dan menganggap lebih sehat. Namun, ada juga yang memilih produk ikan olahan karena praktis, mudah penyajiannya, harga terjangkau, dan daya simpannya lebih lama
SOSIALISASI HAZARD ANALYSIS AND CRITICAL CONTROL POINT (HACCP) DI UD SOFIA COOKIES WIYUNG, SURABAYA Vira Seviani Dewantri; Jariyah; Winarti, Sri; Munarko, Hadi; Wahyusi, Kindriari Nurma
abdimesin Vol. 3 No. 2 (2023): Abdi-mesin
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/abdimesin.v3i2.2

Abstract

Tingginya tuntutan masyarakat terhadap kualitas produk-produk pangan yang dikonsumsi saat ini menjadi perhatian penting bagi indusrti pangan akan pentingnya penerapan jaminan keamanan pangan. Dalam rangka untuk menghasilkan produk pangan yang aman dikonsumsi oleh masyarakat, maka perlu diterapkan proses produksi berdasarkan standard-standar keamanan pangan yaitu Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP), sehingga diperlukan kegiatan sosialisasi terkait pentingnya penerapan HACCP. HACCP adalah sistem jaminan keamanan pangan yang ditentukan dengan pengawasan pada titik kontrol yang berbahaya atau dapat diartikan juga sebagai suatu sistem jaminan mutu, keamanan pangan dan manajemen risiko dengan pendekatan pencegahan untuk menjamin keamanan pangan bagi konsumen. Manfaat dari penerapan penerapan HACCP untuk industri pangan antara lain: memberikan kepastian produk yang aman untuk pelanggan, meningkatkan keamanan pangan, dan mengurangi kasus penyakit yang ditularkan melalui makanan. Oleh karena itu, setiap industri pangan bertanggung jawab untuk menerapkan HACCP berupa: makanan harus diproduksi dengan cara yang higienis, sumber bahan baku yang masuk harus diperhatikan, pendekatan berbasis risiko untuk mencapai keamanan pangan. Tujuan dari kegiatan sosialisasi ini yaitu dapat membantu UD Sofia Cookies untuk meningkatkan pemahaman kepada pemilik dan karyawan tentang pentingnya penerapan sistem HACCP. Kegiatan dilakukan dengan metode kaji tindak melalui langkah-langkah evaluasi awal kegiatan, sosialisasi dan evaluasi akhir kegiatan. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa kegiatan berjalan dengan lancar dan tingkat pemahaman peserta sosialisasi tentang HACCP meningkat dari 70% menjadi 85% yang dibuktikan dari hasil pre test dan post test.
Sosialisasi dan Perancangan Standard Operating Procedure (SOP) di UD Sofia Cookies Surabaya Cita Risma Anggi Kurnia Rani; Jariyah; Munarko, Hadi; Winarti, Sri; Wahyusi, Kindriari Nurma
abdimesin Vol. 4 No. 1 (2024): Abdi-mesin
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/abdimesin.v4i1.3

Abstract

Penyusunan Standard Operating Procedure (SOP) pada UMKM sangat penting dilakukan. Penyusunan SOP mempunyai manfaat untuk menciptakan kinerja yang sistematis, efektif, efisien serta dapat membantu dalam menjaga kestabilan kinerja karyawan dan kualitas produk yang dihasilkan. UD Sofia Cookies merupakan salah satu UMKM yang belum memiliki SOP yang jelas. Beradasarkan kekurangan tersebut, maka dilaksanakan kegiatan sosialisasi dan perancangan SOP di UD Sofia Cookies dengan tujuan memberikan wawasan dan pemahaman mengenai pentingnya SOP dalam suatu usaha serta untuk memberikan kemudahan dalam melakukan setiap kegiatan.. Metode yang digunakan dalaam penelitian ini yaitu pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pada penelitian ini diperoleh hasil berupa rancangan SOP pembelian bahan baku, SOP penyimpanan bahan baku, SOP proses produksi, SOP penyimpanan produk, SOP penjualan produk, SOP distribusi, dan SOP karyawan.
Basic Principle of Plants Bioactive Compounds Extraction Using Various Extraction Methods Ananda Regita Olivira; Hadi Munarko; Jariyah
Nusantara Science and Technology Proceedings 4th International Conference Eco-Innovation in Science, Engineering, and Technology
Publisher : Future Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11594/nstp.2023.3616

Abstract

Bioactive compounds are also defined as secondary metabolites that are present in plants. Bioactive compounds are present in a wide variety of plant materials and can be classified into several types, such as terpenoids, alkaloids, nitrogen-containing compounds, organosulfur compounds, and phenolics. Bioactive chemicals of natural origin are often found in small amounts. This occurrence has resulted in the development of more complex extraction methods. Therefore, it is crucial to carefully choose a suitable extraction technique to effectively obtain the desired bioactive components. The objective of this article is to present a comprehensive review of the several extraction techniques used to obtain bioactive compounds from plants. The extraction methods include several kinds of procedures, including both conventional and modern approaches.
SOSIALISASI DAN IDENTIFIKASI BAHAN HALAL DI UD SOFIA COOKIES SURABAYA Hadi Munarko; Achmad Wahyu Hidayat; Jariyah; Sri Winarti; Kindriari Nurma Wahyusi
Environmental Engineering Journal of Community Dedication Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Environation
Publisher : Teknik Lingkungan Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/environation.v2i2.5

Abstract

Pangan halal didefinisikan sebagai syarat utama untuk mengonsumsi produk pangan bagi konsumen muslim. Pangan halal merupakan pangan yang tidak memiliki kandungan unsur atau bahan yang haram, baik dari bahan baku pangan, bahan bantu, dan bahan penolong lain. Salah satu cara untuk memastikan pangan halal adalah dengan memiliki sertifikat halal pada suatu produk. UD Sofia Cookies merupakan UKM di Surabaya yang bergerak di bidang pangan dengan memproduksi aneka jenis cookies. UD Sofia Cookies memiliki kendala belum memiliki sertifikat halal. Dalam proses pendaftaran sertifikasi halal, diperlukan pengetahuan tentang identifikasi bahan yang termasuk dalam proses produksi. Oleh karena itu, dilakukan sosialisasi dan identifikasi bahan halal di UD Sofia Cookies. Metode yang dilakukan adalah penyuluhan tentang pentingnya dan identifikasi bahan. Hasil dari penyuluhan adalah karyawan UD Sofia Cookies telah mendapatkan informasi tentang pentingnya identifikasi bahan halal dan pada tahap pendampingan identifikasi bahan dihasilkan 38 bahan telah bersertifikat halal dan 10 bahan lainnya termasuk kategori positive list.
Supercritical carbon dioxide extraction as an alternative method to extract natural bioactive compounds Ananda Regita Olivira; Hadi Munarko; Jariyah Jariyah; Liza Md Salleh
AGROINTEK Vol 19, No 2 (2025)
Publisher : Agroindustrial Technology, University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrointek.v19i2.22473

Abstract

The study regarding the extraction of bioactive compounds from natural sources such as phenolics, flavonoids, and carotenoids has received significant attention, because these bioactive compounds known to have numerous benefits for human health. Various extraction methods have been used to obtain bioactive compounds. However, the conventional extraction method that is often used has several drawbacks including the use of large amounts of solvent and longer extraction time. Therefore, an alternative extraction method is needed to overcome the limitations of conventional methods. Extraction using supercritical carbon dioxide is an alternative extraction method that is more efficient with a shorter extraction time. This article aims to provide a comprehensive review regarding the extraction of bioactive compounds using supercritical carbon dioxide (SC-CO2). The use of low critical temperature and pressure during SC-CO2 extraction prevents the degradation of the bioactive components. In addition, because of its high selectivity, SC-CO2 extraction can produce a maximum yield with high purity of bioactive components. Therefore, extraction using supercritical carbon dioxide has the opportunity to be used as an alternative method to maximize the extraction process of bioactive compounds.
Bioactive Peptides from Indonesian High-Protein Fermented Foods: A Promising Source of Functional Compounds Kurnianto, Muhammad Alfid; Aulia, Salma Shafrina; Septiana, Siska; Syahbanu, Fathma; Munarko, Hadi; Tinh, Nguyen Thi Thanh; Chasanah, Ekowati; Rini, Dina Mustika
Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan Vol. 17 No. 3 (2025): JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jipk.v17i3.74936

Abstract

Graphical Abstract Highlight Research Fermentation improves the biological function of proteins. Bioactive peptides increase after fermentation. Indonesia has many unexplored sources of bioactive peptides in fermented food. Indonesian high-protein fermented foods have high bioactivity potential. Research is needed on the bioactivity of Indonesian bioactive peptides sources for broader health implications.     Abstract Bioactive peptides (BPs) are short protein fragments with significant physiological functions, including antioxidant, antihypertensive, antimicrobial, and antidiabetic activities. These compounds are commonly released during fermentation, making high-protein fermented foods (HPFF) a promising source of natural health-promoting agents. Indonesia, with its rich biodiversity and long-standing tradition of fermentation, offers a unique variety of traditional HPFF. However, the potential of these indigenous products as BP sources remains underexplored and poorly represented in the global literature. This review aims to examine Indonesian traditional HPFF as a source of BPs, categorize them based on raw material, and highlight their functional and health-related properties. A literature review was conducted using publications from Scopus, PubMed, ProQuest, Google Scholar, and SINTA (2000–2023). The search applied Boolean strategies and the PEO (Population, Exposure, Outcome) framework to identify relevant studies on fermented foods, bioactive peptides, and their biological activities. Indonesian HPFF including tempeh, rusip, dangke, pekasam, and cangkuk contain BPs with diverse bioactivities. Tempeh shows antidiabetic and antihypertensive potential; rusip exhibits antioxidant and cholesterol-lowering effects; dangke and cangkuk demonstrate antimicrobial and ACE-inhibitory activities. These functional properties are influenced by substrate type (e.g., legumes, fish, milk), microbial composition (lactic acid bacteria, Bacillus spp., yeasts), and fermentation conditions. Notably, certain Indonesian HPFF exhibit multi-functional peptides with synergistic health effects, suggesting significant therapeutic promise. This review bridges a critical knowledge gap by consolidating evidence on BPs from Indonesian HPFF. It provides a foundation for future investigations into peptide bioactivity, supports functional food innovation, and highlights the global relevance of Indonesia’s fermentation heritage in health science and sustainable nutrition.  
Penerapan mesin irigasi dan pengolah tanah otomatis berbasis sensor untuk efisiensi air bagi petani bawang di Desa Kalirejo, Probolinggo Munarko, Hadi; Saputro, Wiliandi; Issafira, Radissa Dzaky
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 5 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i5.34102

Abstract

Abstrak Kebutuhan petani bawang merah terhadap mesin pembuat saluran irigasi dan pengolahan tanah perlu diupayakan untuk meningkatkan produktivitas kerja dan efisiensi penggunaan air. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk menerapkan teknologi tepat guna mesin irigasi dan pengolah tanah otomatis berbasis sensor melalui program pengabdian kepada masyarakat di Desa Kalirejo, Kecamatan Dlingu, Kabupaten Probolinggo. Kegiatan dilakukan selama bulan Juni hingga Juli 2025 melalui tahapan persiapan, pelatihan, uji coba peralatan, serta evaluasi keberhasilan. Pada tahap persiapan, dilakukan survei dan wawancara dengan mitra untuk mengidentifikasi kendala yang dihadapi, kemudian dirancang dan difabrikasi mesin sesuai kebutuhan. Selanjutnya, mitra diberikan pelatihan teknis mengenai cara penggunaan dan  perawatan untuk mendukung keberlanjutan pemanfaatan mesin. Uji coba lapangan dilakukan secara langsung di lahan pertanian bawang bersama petani setempat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penggunaan mesin ini mampu meningkatkan efisiensi distribusi air irigasi serta mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja manual. Evaluasi yang dilakukan melalui wawancara dengan mitra menunjukkan bahwa program ini bermanfaat secara nyata bagi petani lokal dan berpotensi meningkatkan keberlanjutan sistem pertanian di Desa Kalirejo. Kata kunci: Desa Kalirejo; mesin irigasi; pelatihan; sensor. Abstract The demand of shallot farmers for irrigation channel construction and soil cultivation machinery needs to be addressed in order to enhance work productivity and improve water use efficiency. This article describes a community service program conducted in Kalirejo Village, Dlingu District, Probolinggo Regency, through the application of an irrigation and soil cultivation machine equipped with sensor-based automation. The activities were carried out from June to July 2025 through several stages, including preparation, training, equipment trials, and evaluation of outcomes. During the preparation stage, surveys and interviews with farmer partners were conducted to identify existing challenges, followed by the design and fabrication of a machine tailored to their specific needs. Subsequently, the farmers received technical training on machine operation and maintenance to ensure sustainable utilization. Field trials were conducted directly in shallot farming areas in collaboration with local farmers. The results demonstrated that the application of this machine improved the efficiency of irrigation water distribution and reduced reliance on manual labor. Evaluations carried out through interviews with the farmer partners indicated that the program provided tangible benefits for the local community and has the potential to strengthen the sustainability of the agricultural system in Kalirejo Village Keywords: Kalirejo Village; irrigation machine; training; sensor.