Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Cyber Bullying di Social Media Instagram Terhadap Tekanan Batin dan Depresi Siswa SMAS Perintis 2 Bandar Lampung Ahmad Zufar Maulana; M Denu Poyo; Hanindyalaila Pienrasmi
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 5 No. 2 (2025): December
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v5i2.2816

Abstract

Penelitian ini berjudul "Pengaruh CyberBullying di Social Media Instagram terhadap Tekanan Batin dan Depresi Siswa SMAS Perintis 2 Bandar Lampung" bertujuan untuk mengukur dampak negatif CyberBullying yang terjadi di platform Instagram terhadap kesehatan mental siswa. Dalam penelitian ini, penulis melakukan survei terhadap 93 siswa untuk mengumpulkan data mengenai pengalaman mereka dengan cyber bullying serta tingkat tekanan batin dan depresi yang dialami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan antara CyberBullying dengan tekanan batin dan depresi. Data menunjukkan bahwa sekitar 30% siswa melaporkan mengalami tekanan emosional akibat interaksi negatif di media sosial. Dengan menggunakan metode analisis statistik, ditemukan bahwa cyber bullying dapat menjelaskan 27,5% variasi dalam tekanan batin dan 20,1% variasi dalam depresi siswa. Penelitian ini memberikan wawasan penting mengenai perlunya edukasi dan dukungan psikologis di lingkungan sekolah. Diharapkan hasil penelitian ini dapat membantu sekolah dan orang tua dalam mengembangkan program pencegahan dan intervensi yang lebih efektif terhadap CyberBullying, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan mental remaja
Teknik Pengelolaan Media Sosial @demarapictures untuk Menarik Minat Konsumen Muhammad Aldi Satria Pratama; Noning Verawati; M Denu Poyo
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 5 No. 2 (2025): December
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v5i2.3838

Abstract

This study aims to understand the social media management techniques used by @demarapictures to attract consumer interest in the digital era. The research method employed is descriptive qualitative with a case study approach focusing on promotional activities and digital communication through the Instagram platform. Data were collected through in-depth interviews with photographers and editors involved in content management, direct observation of the photo and video production and editing processes, as well as documentation of internal communication in the form of digital messages and work notes. The data were analyzed thematically to identify patterns, techniques, and challenges encountered in building audience engagement. The expected results of this study are aligned with its objectives, namely to identify and analyze the social media management techniques applied by the @demarapictures account to attract consumer interest. This research is expected to uncover content techniques, types of media used, posting frequency, and effective ways of interacting with followers to increase engagement, followers, and consumer purchase interest. In addition, the study aims to determine the most influential techniques in capturing consumer attention and to provide recommendations for optimal social media management so that @demarapictures can maximize the potential of social media as a promotional and communication tool with its target market.
Peran Media Sosial dalam Membangun Komunitas Virtual: Studi Kasus pada Payungi Kampung Kreatif Kota Metro Gusti Berly Bestari; M Denu Poyo; Noning Verawati
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 5 No. 2 (2025): December
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v5i2.3839

Abstract

Media sosial telah menciptakan ruang interaktif baru yang memungkinkan terbentuknya komunitas virtual yang melampaui batas geografis, dengan ikatan yang dibangun melalui kesamaan minat, nilai, dan tujuan. Dinamika komunitas virtual menunjukkan bahwa pola komunikasi dan struktur percakapan merupakan faktor penting dalam memperkuat rasa memiliki dan kohesi sosial di ranah digital. Namun demikian, kajian mengenai peran media sosial dalam membangun komunitas virtual pada konteks lokal, khususnya pada Payungi Kampung Kreatif, masih tergolong terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran media sosial dalam membangun dan memperkuat komunitas virtual Payungi Kampung Kreatif di Kota Metro, sekaligus menelaah sejauh mana media sosial mampu menumbuhkan kebersamaan, memfasilitasi pertukaran gagasan, dan mendorong kolaborasi antaranggota komunitas. Media sosial, khususnya Instagram, telah menjadi salah satu platform yang paling populer karena kemudahan dan fleksibilitasnya dalam menyajikan pesan melalui teks, gambar, dan video. Saat ini, Instagram tidak hanya berfungsi sebagai platform berbagi foto, tetapi juga telah berkembang menjadi alat komunikasi visual yang membentuk pola interaksi pengguna melalui fitur-fitur seperti feed, story, reel, dan siaran langsung. Melalui fitur-fitur tersebut, pengguna dapat membangun komunikasi yang lebih personal dan emosional sehingga membentuk gaya komunikasi yang khas. Gaya komunikasi, yang merujuk pada cara individu menyampaikan pesan dan mengekspresikan diri, memiliki peran strategis dalam membangun citra diri sekaligus meningkatkan keterlibatan audiens. Gaya komunikasi yang efektif mampu menarik perhatian, memperkuat ikatan emosional, dan mendorong interaksi yang lebih intens. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Validitas data diuji melalui triangulasi, member check, serta penggunaan dokumen pendukung. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
The Influence Of Digital Marketing Communication on Customer Decision Regarding Periodic Servicing of passenger Vahicles at PT. Budi Berlian Motor Natar Agus Tina Simanjuntak; budhi waskito; Denu Poyo; Arie Purnama
KONTEKSTUAL : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 5, No 1 (2026)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Bandar Lam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36448/jik.v5i1.5002

Abstract

Digital marketing communication is one of the strategies employed by automotive companies to influence customer decisions regarding periodic vehicle servicing. This study aims to analyze the impact of digital media, digital media messages, talent, and customer characteristics on the decisions of passenger vehicle owners to undergo periodic servicing at PT. Budi Berlian Motor Natar, a quantitative approach utilizing an exit poll survey method was adopted. Data were collected via questionnaires distributed to 105 customers undergoing periodic servicing, selected through purposive sampling. Data analysis was performed using IBM SPSS Statistics 27, encompassing validity and reliability tests, classical assumption tests, multiple linear regression analysis, partial tests (t-test), simultaneous tests (F-test), and the coefficient of determination. The results indicate that digital media, digital media messages, talent, and customer characteristics each exert a positive influence on customer decisions. Collectively, these four variables significantly influence customer decisions, with customer characteristics emerging as the most dominant factor. The study concludes that the effectiveness of digital marketing communication in driving customer decisions to undergo periodic servicing depends not only on the utilization of digital media and message quality but also on the alignment of communication strategies with customer characteristics. These findings are expected to provide valuable insights for the company in developing more effective digital marketing communication strategies to increase customer decisions regarding periodic servicing
Influencer Narrative Communication in Promoting Skaye Cafe Lampung to Potential Visitors: A Study of Instagram Reels Content on the @aqillaaqtrn Account Agnes Monica Herwan; M Denu Poyo; Noning Vera Wati
Dharmawangsa: International Journal of the Social Sciences, Education and Humanitis Vol 7, No 2 (2026): Social Sciences, Education and Humanities
Publisher : Universitas Dharmawangsa Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/ijsseh.v7i2.9282

Abstract

This study aims to analyze the forms of narrative communication used by an influencer in promoting Skaye Cafe Lampung to potential visitors through Instagram Reels. The research employed a qualitative descriptive approach with a post-positivist paradigm. Data were collected through non-participant observation of five Instagram Reels uploaded on the @aqillaaqtrn account, in-depth interviews with key and supporting informants, and documentation. The findings indicate that the influencer applied three forms of narrative communication: experience-based narratives, value-based narratives, and accessibility-based narratives. Experience-based narratives highlighted the atmosphere, facilities, and social experiences at the café. Value-based narratives emphasized promotional offers, affordable prices, and product benefits to attract potential visitors. Accessibility-based narratives focused on the convenience of ordering through online food delivery services. These narrative forms were presented through storytelling that combined visual elements, personal experiences, and persuasive messages, making the promotional content more engaging and relatable. The study concludes that integrating these forms of narrative communication enables influencers to deliver promotional messages more effectively and enhance potential visitors' interest in Skaye Cafe Lampung.
Pengaruh Komunikasi Persuasif Guru Bimbingan konseling terhadap Kedisiplinan Siswa Kelas 12 IPA : Studi Kasus pada SMA Negeri 02 Buay Bahuga Way Kanan Ayu Finasari; M. Denu Poyo; Wawan Hernawan
Pubmedia Jurnal Penelitian Tindakan Kelas Indonesia Vol. 3 No. 4 (2026): August
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/ptk.v3i4.2859

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh komunikasi persuasif yang diterapkan oleh guru Bimbingan dan Konseling terhadap kedisiplinan siswa kelas XII di SMA Negeri 02 Buay Bahuga Way Kanan. Permasalahan yang menjadi latar belakang penelitian ini adalah masih rendahnya tingkat kedisiplinan siswa, sehingga diperlukan penerapan komunikasi yang efektif guna mendorong motivasi dan perilaku disiplin yang lebih baik. Variabel yang diteliti meliputi X: yaitu komunikasi persuasif guru BK, dan Y: yaitu kedisiplinan siswa yang diukur melalui tingkat kepatuhan, tanggung jawab, serta perilaku siswa dalam menaati peraturan sekolah. Fenomena di lingkungan sekolah menunjukkan bahwa pembentukan kedisiplinan siswa masih menghadapi berbagai kendala, sehingga peran komunikasi persuasif guru BK menjadi sangat penting. Penyampaian pesan yang disertai empati dan penggunaan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami mampu meningkatkan motivasi siswa untuk berperilaku disiplin. Kedisiplinan merupakan unsur penting yang mendukung kelancaran proses pendidikan dan menciptakan suasana belajar yang tertib serta kondusif. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa komunikasi persuasif guru BK (X) memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kedisiplinan siswa (Y), yang menegaskan bahwa peningkatan kualitas komunikasi persuasif berkontribusi langsung terhadap peningkatan kedisiplinan siswa di sekolah. Temuan ini sejalan dengan pendapat yang menyatakan bahwa komunikasi persuasif memiliki peran penting dalam meningkatkan motivasi dan kedisiplinan peserta didik.
Makna Budaya Sebambangan pada Masyarakat Lampung Pesisir Devy Mulyani; Wawan Hernawan; M. Denu Poyo
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 3 (2026): EduTIK : Juni 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67142/edutik.v6i3.509

Abstract

ABSTRAK Tradisi Sebambangan pada masyarakat Lampung Pesisir di Kecamatan Padang Cermin sering disalahpahami sebagai tindakan kriminal penculikan, padahal merupakan sistem komunikasi ritual yang sah secara adat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara mendalam makna budaya Sebambangan pada masyarakat Lampung Pesisir. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologi untuk menggali pengalaman hidup (lived experience) para pelaku tradisi dan tokoh adat. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi terhadap informan kunci (tokoh adat), informan utama (pelaku tradisi), dan informan pendukung (masyarakat Padang Cermin), dengan validitas data dijaga melalui triangulasi dan member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sebambangan berfungsi sebagai sistem komunikasi ritual yang terstruktur, di mana surat pemberitahuan dan tengepik (uang penanda) berperan sebagai instrumen metakomunikasi untuk face-saving dan face-giving bagi keluarga perempuan. Tradisi ini juga berfungsi sebagai mekanisme resolusi konflik berbasis budaya konteks tinggi (high context culture), arena negosiasi identitas di tengah modernisasi melalui adopsi media yang selektif, serta melibatkan peran krusial komunikasi interpersonal dalam rekonsiliasi pasca-Sebambangan. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan Face Negotiation Theory dengan menambahkan dimensi kolektivisme keluarga, serta menegaskan bahwa Sebambangan adalah mekanisme komunikasi yang menjaga harmoni sosial, bukan pelanggaran etika. ABSTRACT The Sebambangan tradition among the Lampung Pesisir community in Padang Cermin District is often misunderstood as a criminal act of kidnapping, when in fact it is a legitimate ritual communication system grounded in customary law. This study aims to gain an in-depth understanding of the cultural meaning of Sebambangan among the Lampung Pesisir community. The research employs a descriptive qualitative method with a phenomenological approach to explore the lived experience of tradition practitioners and customary leaders. Data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and documentation involving key informants (customary leaders), main informants (tradition practitioners), and supporting informants (the Padang Cermin community), with data validity maintained through triangulation and member checking. The findings indicate that Sebambangan functions as a structured ritual communication system, in which the notification letter and tengepik (marker money) serve as metacommunication instruments for face-saving and face-giving toward the woman's family. The tradition also functions as a conflict resolution mechanism rooted in high-context culture, an arena for identity negotiation amid modernization through selective media adoption, and involves a crucial role for interpersonal communication in post-Sebambangan reconciliation. This study contributes to the development of Face Negotiation Theory by adding a dimension of family collectivism, and affirms that Sebambangan is a communication mechanism that maintains social harmony rather than an ethical violation.
Makna Warna Oranye pada Logo E-Commerce Shopee dari Perspektif Semiotika Komunikasi Visual Ferdinand de Saussure M. Denu Poyo; M. Haikal Junior; Hanindyalaila Pienrasmi
JUSTICE: Journal of Social and Political Science Vol 5 No 2 (2026): JUSTICE: Journal of Social and Political Science
Publisher : JUSTICE Journal Of Social and Political Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51792/w5xtj458

Abstract

The rapid development of digital technology has positioned visual communication as a crucial instrument in building brand identity, particularly within the highly competitive e-commerce industry. As one of the largest ecommerce platforms in Indonesia, Shopee utilizes orange as the dominant element of its visual identity, serving as a medium for conveying messages and shaping brand image. This study aims to analyze the meaning of the orange color in the Shopee logo from the perspective of Ferdinand de Saussure’s visual communication semiotics. The theoretical framework employed includes visual communication theory, Ferdinand de Saussure’s semiotic theory focusing on the relationship between the signifier and the signified, as well as visual color theory and color psychology. This research adopts an interpretive paradigm with a qualitative descriptive approach and semiotic analysis as its primary method. Data were collected through visual document observation of the official Shopee logo, in-depth interviews with informants consisting of graphic design practitioners, branding practitioners, visual communication academics, and active Shopee users, and were supported by relevant literature studies. Data analysis was conducted through the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing, with validity ensured through source triangulation, technique triangulation, and member checking. The findings indicate that the orange color in the Shopee logo functions as a signifier representing energy, enthusiasm, warmth, creativity, optimism, and closeness to users. These meanings contribute to establishing a strong visual identity, enhancing brand recall, and reinforcing Shopee’s image as a modern, dynamic, accessible, and consumer-oriented e-commerce platform. 
Strategi Komunikasi Sekolah dalam Mengedukasi Siswa tentang Konten Video Manipulatif Berbasis Kecerdasan Buatan: Studi Kasus di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 4 Bandar Lampung Heni Apriyani; M. Denu Poyo; Wawan Hernawan
JUSTICE: Journal of Social and Political Science Vol 5 No 2 (2026): JUSTICE: Journal of Social and Political Science
Publisher : JUSTICE Journal Of Social and Political Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51792/8cn6ec70

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi yang diterapkan SMK Negeri 4 Bandar Lampung dalam mengedukasi siswa mengenai konten video manipulatif berbasis kecerdasan buatan (AI), serta mengidentifikasi hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap informan kunci (pihak struktural sekolah dan fasilitator pembelajaran), informan utama (guru mata pelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial), serta informan pendukung (siswa). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekolah menerapkan empat strategi komunikasi yang saling melengkapi, yaitu kampanye edukasi melalui kegiatan sekolah (MPLS dan upacara bendera), penyampaian materi melalui mata pelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial, pemanfaatan media pembelajaran seperti laboratorium komputer, telepon pintar, berbagai platform kecerdasan buatan, dan pohon literasi berbasis QR Code, serta penguatan kompetensi guru melalui pendampingan fasilitator. Melalui keempat strategi tersebut, sekolah tidak hanya membekali siswa dengan pengetahuan teknis mengenai AI, tetapi juga membangun kemampuan berpikir kritis dan sikap bertanggung jawab dalam memverifikasi informasi digital. Pelaksanaan strategi tersebut masih menghadapi dua hambatan utama, yaitu pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan yang menuntut pembaruan materi secara berkelanjutan, serta perbedaan latar belakang dan kemampuan guru dalam mengikuti perkembangan teknologi tersebut. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi komunikasi sekolah sudah terintegrasi dan bersifat multistrategi, namun perlu penguatan pembaruan materi serta pemerataan kompetensi guru agar edukasi digital bagi siswa dapat berlangsung secara berkelanjutan.
Pendampingan Penyusunan Perencanaan Strategis Wilayah Berbasis Partisipasi Berdasarkan Potensi dan Kerentanan Wilayah Pesisir Kelurahan Pesawahan Kota Bandar Lampung Aulia Rahmawati; Fritz Akhmad Nuzir; Kustiani Kustiani; Aditya Mahatidanar; Okta Ainita; M Denu Poyo
Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 4 (2026): Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/kolaborasi.v6i4.963

Abstract

Introduction: Urban coastal areas possess significant development potential but also face various development challenges. Pesawahan Village, Bandar Lampung City, is one of the coastal areas that has considerable local economic potential, strong social capital, and opportunities for community-based tourism development. However, environmental, social, and economic problems remain major obstacles to achieving sustainable regional development. Community involvement in the development planning process is essential to ensure that development programs are formulated in accordance with local needs and regional characteristics Objective: This community service program aimed to enhance community capacity in preparing participatory strategic regional planning by integrating the potentials and vulnerabilities of coastal areas as the basis for determining development priorities in Pesawahan Village, Bandar Lampung City. Method: The community service activities were carried out using a participatory approach through field observations, Focus Group Discussions (FGDs), participatory mapping, training sessions, and community mentoring. Result: The assistance program successfully identified the existing conditions of the study area, including environmental infrastructure issues, tidal flood vulnerability, local economic potential, tourism potential, and the capacity of community institutions. Through Focus Group Discussions (FGDs) and participatory mapping, community members successfully developed maps of regional potentials and vulnerabilities, which served as the basis for preparing the strategic regional planning document. In addition, the community formulated several development priorities, including drainage improvement, environmental enhancement, the development of UMKM, and community-based tourism development. These outputs were compiled into a participatory regional action plan document containing analyses of local potentials, regional vulnerabilities, and development priorities, which serves as a reference for sustainable development in the coastal area. Conclusion: Assistance in the preparation of participatory strategic regional planning was effective in enhancing community capacity and participation in local development planning processes. The integration of regional potential identification, coastal vulnerability analysis, and participatory action plan formulation contributed to the development of planning directions that better reflect community needs. Furthermore, the program strengthened community commitment to supporting inclusive, adaptive, and sustainable development in coastal areas.