Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Arsitektur Real-Time Mission-Critical Business Intelligence Untuk Pendukung Keputusan Dalam Sistem Traceability Produk Olahan Ikan Aditia Ginantaka
Majalah Ilmiah UNIKOM Vol 21 No 2 (2023): Majalah Ilmiah Unikom
Publisher : Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/miu.v21i2.11337

Abstract

Resiko keracunan pada produk olahan ikan akibat meningkatnya kandungan histamin dapat terjadi akibat proses pengolahan ikan yang kurang memenuhi standar penanganan dan higiene. Oleh karenanya, produsen produk olahan ikan harus memiliki sistem kemampuan telusur (traceability) untuk menjamin keamanan produk pangan yang diproduksi. Penelitian ini bertujuan untuk mendesain arsitektur intelegensia bisnis waktu-nyata untuk mendukung pengambilan keputusan dalam kemampuan telusur dan penarikan produk. Kebutuhan terhadap data respon konsumen secara waktu-nyata (real-time) menjadi sangat penting untuk mendukung pengambilan keputusan yang taktis dalam hal kemampuan telusur. Introduksi data secara waktu-nyata kedalam gudang data (data warehouse) perusahaan dapat dilakukan berdasarkan input respon konsumen melalui penggunaan sosial media. Teknik data mining TF-IDF (Term Frequency-Inverse Document Frequence) digunakan untuk memproses data text dengan memberi bobot dari setiap kata kunci yang terkait dengan keluhan pelanggan produk olahan ikan. Teknik data mining K-Nearest Neighbor (KNN) digunakan untuk analisis sentimen dari tweet yang mengklasifikasikan data text dan kata kunci menjadi kelas positif dan negatif sehingga menghasilkan informasi yang dapat mendukung keputusan sistem kemampuan telusur. Sumber data berupa komentar, tag lokasi dan multimedia dari member group social media perusahaan. Berdasarkan kajian terhadap arsitektur inteligensia bisnis yang diusulkan operasionalisasi data mining dan visualisasi dashboard mampu mendukung pencapaian KPI pada perspektif kemampuan telusur. Perusahaan dapat menggunakan informasi yang dihasilkan untuk mendukung performa kerja yang diukur melalui KPI. Kecepatan identifikasi lokasi penyebab peningkatan histamin, ketepatan dalam identifikasi batch ID produk, kecepatan dalam mempublikasikan hasil penulusuran, kecepatan dalam penarikan produk dari pasar merupakan beberapa KPI dari sistem kemampuan telusur ini. Kata Kunci: traceability, inteligensia bisnis, olahan ikan
Analisis Pengaruh Label Halal, Kemasan dan Social Media Engagement Terhadap Keputusan Pembelian Produk Es Krim Mixue Huzaifah, Abu Hanifah; Ginantaka, Aditia; Delfitriani, Delfitriani
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 18, No 2 (2024): TEKNOTAN, Agustus 2024
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol18n2.8

Abstract

Era digital yang semakin merajalela saat ini memberikan perubahan bagi kehidupan. Perubahan yang terjadi yaitu dalam segi pemasaran dan promosi yang dilakukan melalui social media, khususnya Instagram yang memiliki tingkat penggunaan tinggi di Indonesia. Terdapat banyak unggahan terkait antusiasme pada produk Mixue di social media. Hal yang mempengaruhi antusiasme publik adalah logo Mixue yaitu snow king yang terdapat pada kemasan. Banyak juga ditemukan perdebatan mengenai kehalalan produk Mixue di social media. Berkembangannya produk beverage menuntut perusahaan untuk memiliki strategi pemasaran yang baik, salah satu faktor yang berperan penting adalah kehalalan, kemasan dan social media engagement. Setiap hal yang berkaitan dengan suatu produk akan menjadi pertimbangan bagi konsumen dalam keputusan pembelian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh label halal, kemasan dan social media engagement terhadap keputusan pembelian produk es krim Mixue serta menganalisis variabel yang paling dominan dalam keputusan pembelian. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode Regresi Linear Berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai F hitung > F tabel yaitu sebesar 31,859 > 2,70 dan masing-masing nilai t hitung dari setiap variabel > t tabel.  Label halal, kemasan dan social media engagement berpengaruh positif secara simultan dan parsial terhadap keputusan pembelian produk es krim Mixue. Kemasan menjadi variabel bebas yang paling dominan dalam keputusan pembelian.
Perancangan Business Process Model and Notation (BPMN) Sistem Layanan Informasi Angkot Berbasis Aplikasi di Kota Bogor Nur Shabrina, Midhati; Aditia Ginantaka; Deni Hendarto
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 8 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i8.15017

Abstract

Angkutan kota merupakan moda transportasi utama di Kota Bogor. Ada 3100unit armada yang layak digunakan untuk memobilisasi masyarakat namun pelayanannya belum memuaskan. Sehingga diperlukan adanya layanan informasi terbuka yang mudah di akses secara real time. Kondisi tersebut mendorong penulis untuk melakukan penelitian terkait desain sistem layanan informasi angutan kota berbasis aplikasi mobile phone. Implementasi berpikir sistem dan pemodelan diharapkan mampu menyelesaikan permasalahan sistem kompleks dalam sistem pencarian transportasi angkutan kota. Layanan informasi yang disajikan berupa data profil pemilik angkot, pengemudi, profil kendaraan, tarif, nomor angkot hingga rute yang dilalui angkot. Para pengguna layanan dapat mengakses data tersebut dengan melakukan login pada aplikasi. Tujuan dari studi ini adalah mengoptimalkan sistem layanan angkutan kota di Bogor menggunakan Business Process Model dan Notasi guna menghasilkan peta proses kerja bisnis yang rinci sehingga memudahkan pemangku kepentingan dalam bekerja.
Perencanaan Desain Visual Kemasan Produk Pangan dengan Pendekatan Kansei Engineering Campakasari, Nia; Delfitriani; Ginantaka, Aditia
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 10 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i10.15593

Abstract

Kemasan memiliki peran penting dalam menarik perhatian konsumen, karena mereka cenderung langsung memperhatikan kesan yang ditampilkan oleh kemasan. Oleh karena itu, desain kemasan harus mampu memikat konsumen agar menghasilkan respon positif dan mendorong keinginan untuk membeli (Sudjana, 2020). Dalam mempertahankan daya saing perusahaan dapat memberikan kemasan terbaik untuk menarik minat konsumen, suatu produk harus mampu memikat perhatian mereka, sehingga dapat memenangkan persaingan yang ketat (Apriyanti, 2018). Pada penelitian ini metode yang digunakan adalah kansei engineering sebagai upaya redesain kemasan produk pangan. Penelitian ini berupa studi literatur artikel yang merupakan review dari beberapa jurnal nasional mengenai penelitian yang berhubungan dengan redesain kemasan pada produk pangan dengan pendekatan kansei engineering. Berdasarkan hasil literatur review masing-masing dari produk pangan memiliki konsep desain yang berbeda. Setiap kemasan memiliki elemen desain yang berbeda sesuai dengan jenis produk yang digunakan. Desain akhir dari pengembangan desain visual produk berdasarkan pada aturan analisis data yang digunakan atas dasar persepsi konsumen pada masing-masing produk pangan.
PELATIHAN PEMBUATAN HAND SANITIZER UNTUK FASILITAS UMUM DI DESA HARKATJAYA DALAM RANGKA PENCEGAHAN COVID-19 Uzwatania, Fina; Delfitriani, Delfitriani; Syarbaini, Ahmad; Ma'ruf, Amar; Ginantaka, Aditia; Miftahudin, Miftahudin
Qardhul Hasan: Media Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2021): AGUSTUS
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.618 KB) | DOI: 10.30997/qh.v7i2.4024

Abstract

Masyarakat Desa Harkatjaya Kabupaten Bogor, merupakan masyarakat dengan tingkat perekonomian rendah dengan mayoritas pencaharian masyarakat adalah petani dan pedagang. Setelah terjadi bencana alam dan wabah Covid-19 kegiatan masyarakat terhambat. Kondisi infrastruktur pendukung kesehatan mayarakat tidak terpenuhi terutama dalam pelayanan kesehatan seperti puskesmas dan rumah sakit sehingga kurangnya kesadaran masyarakat akan kebersihan dan informasi mengenai wabah Covid 19. Target yang diharapkan dalam kegiatan pengabdian masyarakat yaitu agar masyarakat lebih peduli terhadap kebersihan dalam upaya mencegah penyebaran dan penularan Covid-19 serta memahami dan mengerti cara pembuatan hand sanitizer yang baik dan benar melalui pendampingan terstruktur, untuk dapat diterapkan pada fasilitas umum dan rumah tangga.
Penetapan Titik Kendali Kritis (TKK) pada Proses Produksi Bakso di PT XYZ Lesmana, Angga; Uzwatania, Fina; Ginantaka, Aditia
Food Scientia : Journal of Food Science and Technology Vol 4 No 1 (2024): January - June
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/fsj.v4i1.6427.2024

Abstract

Critical control point (CCP) is one of  seven basic principles in Hazard Analysis Critical Control Points (HACCP) as a step to determine important points that must be controlled in the production process. Determination of CCP is the key in reducing or eliminating identified hazards or reducing the impact of hazards to an acceptable level. PT XYZ is one of the companies developing the segmentation of ready-to-eat frozen food processing, namely meatballs. The need for the implementation of CCP at PT XYZ ensures that the meatballs provided to consumers are healthy and safe. The purpose of research is to identify, analyze and control the hazards that may occur in the process production of meatballs. The method that used in this research is through a qualitative approach in the form of process analysis and Critical Control Points at the step of the meatball production process, as well as establishing corrective actions for monitoring procedures at the process stages. The results showed that the process that became the critical control point (CCP) was the boiling process in the form of heavy metals, insects and foreign matter hazards. The corrective action  is use a metal detector machine to anticipate heavy metal contamination and re-monitoring personal hygiene, use of PPE, and equipment cleanliness.
Desain Afektif Kemasan Produk Household Care Berbahan Baku Serat Selulosa pada PT XY Delfitriani, Delfitriani; Rahmaningrum, Vanieza; Ginantaka, Aditia
Industria: Jurnal Teknologi dan Manajemen Agroindustri Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Department of Agro-industrial Technology, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.industria.2020.009.02.7

Abstract

Abstrak Kemasan produk saat ini harus dapat memenuhi kebutuhan konsumen dengan persepsi berbeda-beda. Desain afektif untuk kemasan produk diperlukan untuk mengetahui respon atau emosi konsumen tehadap produk tersebut. Tujuan dari penelitian adalah mengidentifikasi kebutuhan afektif konsumen untuk desain kemasan produk household care ramah lingkungan, mengidentifkasi elemen desain yang relevan dengan kemasan produk, dan mengembangkan desain afektif kemasan produk berdasarkan elemen desain dan kebutuhan afektif konsumen. Metode yang digunakan yaitu Algoritma Relief untuk menentukan elemen desain relevan berdasarkan tingkat kepentingan dan Association Rule Mining (ARM) untuk merumuskan desain kemasan yang efektif. Hasil dari penelitian ini berupa sepuluh elemen kemasan terpenting menurut persepsi konsumen (bentuk badan, volume isi, letak brand, bahan kemasan, warna tulisan brand, fungsi kemasan, ukuran huruf, gambar tema, warna badan, serta rasio panjang dan lebar kemasan). Sampel kemasan diklasifikasikan berdasarkan sepuluh elemen desain tersebut dan tipenya pada setiap elemen. Metode ARM menghasilkan sepuluh aturan teratas dari hubungan antar elemen desain dengan persepsi konsumen. Sepuluh aturan tersebut dapat digunakan sebagai pedoman dalam mengem-bangkan desain kemasan produk.Kata kunci: Association Rules Mining, desain afektif, elemen desain, Relief AbstractProduct packaging nowadays must be able to fulfill the needs of consumers with different perceptions. Affective design for household care product packaging is required to determine consumer responses or emotions for the product. This research aims to identify the consumer needs for design product packaging, identify the relevant design elements to the product packaging, and develop the affective design of packaging based on design elements and consumer needs. The methods used were Relief Algorithm to extract the essential design elements and resulted in the most essential element and Association Rule Mining (ARM) to formulate an affective design of household care packaging in PT XY. These research results are the ten essential packaging elements according to consumer perceptions (body shape, content volume, brand position, packaging material, brand writing color, packaging function, font size, theme image, body-color, and width to length ratio). The packaging sample classified based on the ten design elements and the type for each element. ARM resulted in the top ten rules based on the relation between design elements and consumer perceptions. PT XY can use it for guidelines in developing effective product packaging design.Keywords: affective design, Association Rules Mining, design element, Relief
Strategi Pemasaran Varietas Cabai OP Seloka IPB dan Anies IPB Ginantaka, Aditia
Agri Wiralodra Vol. 16 No. 1 (2024): Usaha tani, pemasaran, nilai tambah
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/agriwiralodra.v16i1.70

Abstract

Pengembangan varietas baru cabai merupakan salah satu langkah strategis untuk mendukung pasokan kebutuhan cabai. Kebutuhan cabai tidak hanya ditujukan pada skala industri, tetapi juga untuk kebutuhan skala rumah tangga. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komersialisasi yang tepat untuk memasarkan benih cabai OP Seloka IPB dan Anies IPB yang merupakan invensi dari peneliti IPB. Metode kajian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan menggunakan analisis bauran pemasaran, analisis STP (segmenting, targetting dan positioning) serta analisis BMC (business model canvas). Hasil analisis menunjukan kajian ini dapat menjadi pertimbangan perusahaan dalam menyelaraskan strategi pemasaran benih cabai. Hasil perancangan model bisnis telah berhasil menyusun pemetaan terkait operasionalisasi bisnis benih cabai.
ANALISIS ELEMEN GERAKAN PADA PROSES PENGUPASAN KULIT UBI DENGAN MENGGUNAKAN STUDI GERAK DAN WAKTU UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI KERJA AditiaGinantaka, DeuisNurhasanah
Jurnal Pertanian Vol. 7 No. 1 (2016): APRIL
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jp.v7i1.28

Abstract

Pabrik SUKABI adalah pabrik yang proses produksinya masih terbilang manual. Permasalahanyang ada ialah pabrik target produksi yang ada hanya dapat memenuhi 75%. Perbaikanmetode kerja di bagian pengupasan ubi dapat dilakukan untuk mengatasi permasalah tersebut.Perbaikan cara kerja yang dibuat ini dapat dilakukan melalui studi gerak dan waktu. Tujuanpada penelitian yang dilakukan adalah merancang dan mengaplikasikan metode kerja baruyang lebih ergonomis, mendapatkan metode kerja dan watu yang lebih singkat, memperbaikimetode kerja dengan gerakan-gerakan yang lebih efektif, dan meningkatkan efisien padaoperator pengupasan kulit ubi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari perbaikan metodekerja di bagian proses pengupasan ubi di pabrik SUKABI yang dilakukan denganmenggabungkan gerakan tangan kiri dan tangan kanan, tata letak fasilitas produksi, danmengeliminasi gerakan menunggu. Perbaikan yang dilakukan dapat mempercepat waktu siklusdan waktu standar juga dapat meningkatkan output aktual, output standar, dan efisiensi kerja.Kata kunci: ergonomis, pengupasan ubi, sukabi
PENGUKURAN KINERJA RANTAI PASOK KOMODITAS IKAN BANDENG BEKU DENGAN PENDEKATAN SCOR Ginantaka, Aditia
Jurnal Pertanian Vol. 8 No. 2 (2017): OKTOBER
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (598.695 KB) | DOI: 10.30997/jp.v8i2.1054

Abstract

Produk murah, berkualitas dan cepat merupakan harapan setiap konsumen. Mekanisme rantai pasok yang baik dapat menjamin kelancaran arus komoditas pertanian dan perikanan sejak dari unit budidaya (farm) hingga meja makan (table) konsumen. Sektor perikanan budidaya tambak seperti tambak ikan bandeng merupakan penyumbang ekspor perikanan indonesia. Pengelolaan sistem rantai pasok dilakukan dalam rangka memuaskan konsumen akhir, sehingga mampu menjaga daya tahan serta meningkatkan daya saing produk ikan bandeng beku. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pengukuran kinerja rantai pasok ikan bandeng beku melalui pendekatan SCOR dengan menggunakan metrik kinerja yang telah ditetapkan dalam supply chain council. Disamping itu penelitian ini juga bertujuan untuk melakukan benchmarking berdasarkan target perbaikan perusahaan. Berdasarkan hasil pengukuran, diketahui bahwa kinerja rantai pasok produk bandeng beku saat ini masih sebesar 70, 36 %, dan sebagian besar masih berada dibawah nilai benchmark. Perbaikan kinerja dilakukan dengan mendefinisikan secara mendetail setiap proses pada level 1 hingga rangkaian proses pada level 3.Kata kunci: bandeng, kinerja, perikanan, rantai pasok. PERFORMANCE MEASUREMENT OF SUPPLY CHAIN COMMODITIES BANDENG FROZEN USING SCOR APPROACH ABSTRACTCheap, quality and fast products are every customer's expectation. A good supply chain mechanism can ensure the smooth flow of agricultural and fishery commodities from farming units to consumer tables. Fishing aquaculture sectors such as milkfish ponds are the contributors of Indonesian fishery exports. Supply chain management system is done in order to satisfy the final consumer, so as to maintain endurance and improve the competitiveness of frozen milkfish products. This study aims to measure the performance of frozen milkfish supply chain through SCOR approach by using performance metrics that have been established in the supply chain council. Besides, this research also aims to perform benchmarking based on company improvement targets. Based on the measurement results, it is known that the performance of supply chain of frozen milkfish products is still 70, 36%, and most of them are still below the benchmark value. Performance improvements are made by defining in detail every process on level 1 to a series of processes at level 3.