Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pengembangan Media Vipantako Materi Makanan Halal dan Haram Pada Pembelajaran Fiqih Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Kelas VI MI/SD Risda Lailul Yulfa Fitria; Khamidatun Hidayah; Asnal Mala
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 3 No. 4: Juli 2024
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengembangkan media pembelajaran vipantako materi makanan halal dan haram pada pembelajaran fiqih kelas VI MI/SD agar mempermudah memahami materi dan memperoleh pembelajaran bermakna. Metode penelitian ini menggunakan penelitian studi literature atau studi kepustakaan. Tahapan dilakukan melalui enam tahapan yaitu 1)Tahap memilih tema sesuai dengan informasi pengembangan media. 2) Explorasi informasi. 3) Tahap penentuan arah penelitian 4) Tahap mengumpulkan sumber data, sumbber data diambil berdasarkan informasi yang relevan dengan tema 5) Penyajian data dan menyusun laporan. Analisis data yang dilakukan yaitu pemilihan, pembandingan, penggabungan, dan pemilahan sehingga ditemukan data relevan. Pengecekan antar pustaka dan pemerhatian terhadap komentar pembimbing dilakukan guna menjaga kekekalan proses mengevaluasi, mencegah dan menghilangkan informasi yang salah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran vipantako dapat meningkatkan hasil belajar yang dapat digunakan sebagai sarana pendukung dalam proses pembelajaran. Dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran vipantako dapat memberikan pembelajaran menyenangkan dan layak digunakan sebagai media pembelajaran kelas VI MI/SD materi makanan halal dan haram pada pembelajaran fiqih.
The Role of Female Ulama in Formulating Eco-Friendly Fatwas: A Case Study in Indonesia Asnal Mala; Ali, Elli Masnawati; Masfufah
Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 7 No 02 (2025): SETARA: Jurnal Studi Gender dan Anak
Publisher : Center of Gender Studies and Child of State Islamic Institute of Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/jsga.v7i02.art08

Abstract

This study examines the role of female scholars in formulating environmentally friendly fatwas in Indonesia, highlighting how gender perspectives influence religious approaches to ecological issues. This research is important because it highlights the contributions of female scholars from highly patriarchal communities, showing how they can articulate environmental issues as a religious mandate and provide faith-based responses to the ecological crisis—an approach that is rarely found in mainstream fatwas. This study used a qualitative approach with a case study method. Data were collected through in-depth interviews with 12 female scholars involved in drafting environmental fatwas in East Java, West Nusa Tenggara, and South Sulawesi, supplemented by fatwa document analysis and participatory observation in regional religious forums. Data were analyzed using qualitative content analysis, focusing on gender narratives, ecological theological frameworks, and argument patterns in fatwas. The findings show that female scholars play a strategic role in promoting sustainable environmental practices on religious platforms. These findings emphasize that gender is not merely a social variable but a crucial factor in religious leadership and the use of fatwas as an effective tool for ecological advocacy in Muslim communities. [Tujuan penelitian ini mengkaji peran ulama perempuan dalam merumuskan fatwa ramah lingkungan di Indonesia, dengan menyoroti bagaimana perspektif gender memengaruhi pendekatan agama terhadap isu-isu ekologis. Penelitian ini signifikan karena menyoroti kontribusi ulama perempuan dari komunitas yang sangat patriarkis, menunjukkan bagaimana mereka mampu memposisikan isu lingkungan sebagai amanah keagamaan dan memberikan respons keagamaan terhadap krisis ekologis, yang jarang terlihat dalam fatwa mainstream. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan 12 ulama perempuan yang terlibat dalam perumusan fatwa lingkungan di Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi Selatan, dilengkapi dengan analisis dokumen fatwa dan observasi partisipatif pada forum keagamaan regional. Data dianalisis menggunakan analisis isi kualitatif, dengan fokus pada narasi gender, kerangka ekoteologis, dan pola argumentasi dalam fatwa.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ulama perempuan memainkan peran strategis dalam mendorong praktik lingkungan berkelanjutan melalui platform keagamaan. Temuan ini menegaskan bahwa gender bukan sekadar variabel sosial, melainkan faktor penting dalam kepemimpinan agama dan penggunaan fatwa sebagai instrumen advokasi ekologis yang efektif di masyarakat Muslim].
PERAN DIVISI PENGAWASAN BAWASLU PROVINSI JAWA TENGAH DALAM MEWUJUDKAN PEMILU YANG DEMOKRATIS DAN BERINTEGRITAS MELALUI KEGIATAN MAGANG MAHASISWA Devsa Archianto; Raditya Lintang Sasongko; Asnal Mala
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 3 No. 06 Juni (2026): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengawasan pemilu merupakan elemen krusial dalam menjaga integritas demokrasi di Indonesia. Artikel ini membahas peran Divisi Pengawasan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Jawa Tengah dalam mewujudkan pemilu yang demokratis dan berintegritas, berdasarkan pengalaman kegiatan magang mahasiswa. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi langsung, dokumentasi, dan studi pustaka. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa Divisi Pengawasan menjalankan fungsinya melalui entri data laporan pengawasan, rekapitulasi laporan pelanggaran, pengarsipan dokumen pengawasan, penyusunan laporan kegiatan, partisipasi dalam rapat koordinasi, serta monitoring isu pemilu di media sosial. Kegiatan-kegiatan tersebut berkontribusi dalam menciptakan sistem pengawasan yang tertib, transparan, dan akuntabel. Dalam pelaksanaannya ditemukan sejumlah tantangan, antara lain volume laporan yang besar, keterbatasan sistem digital, dan kebutuhan ketelitian tinggi dalam verifikasi data. Melalui kegiatan magang ini, mahasiswa memperoleh pengalaman praktis mengenai tata kelola pengawasan pemilu di lembaga negara.