Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Bantuan Teknis dalam Kajian Kelayakan Struktur Panggung Crocodile Attack Railing di Bali Safari Marine Park Gianyar-Bali I Gusti Ngurah Eka Partama; Made Prarabda Karma; Putu Doddy Heka Ardana; Ni Kadek Astariani
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 4 No 2 (2024): I-Com: Indonesian Community Journal (Juni 2024)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33379/icom.v4i2.4187

Abstract

PT. Jaya Graha Utama (PT. JGU) intends to rehabilitate the Crocodile Attack Railing Stage (CARS) at Bali Safari Marine Park (BSMP). Still, a reference has yet to be used to carry out this action. PT. JGU applied to the Faculty of Science and Technology, Ngurah Rai University (FST UNR) to conduct a structural studies and an FST UNR Community Service Team (CSFST) was formed with PT. JGU becomes a partner. CAFST activities are carried out using the Science and Technology Diffusion Method, from the survey stage to structural analysis. Concrete quality is determined by hammer test, reinforcement formation using the scanning rebar locator and structural analysis using SAP2000. The study's results recommend that the stage floor plate be replaced with a thickness of 10cm, the beam height dimensions be increased by 10cm to 15x40cm, 25x45cm, the addition of a 35cm diameter column at the base of the stage, and other columns remain. The study results and recommendations are compiled in books and files. The study results documents are very important in carrying out CARS rehabilitation measures at BSMP.
PERENCANAAN PENINGKATAN DAYA DUKUNG PERKERASAN RUNWAY BANDARA INTERNASIONAL I GUSTI NGURAH RAI-BALI Sudika, I Gusti Made; Partama, I Gusti Ngurah Eka; Ramadiansyah, Akbar Agung
Jurnal Teknik Gradien Vol 13 No 1 (2021): Gradien
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47329/teknikgradien.v13i1.738

Abstract

Number (PCN) sebesar 83 F/C/X/T. Saat ini Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai-Bali, melayani beberapa tipe pesawat udara, salah satunya adalah pesawat Boeing 777-300ER yang memiliki Aircraft Clasification Number (ACN) sebesar 86. Nilai ACN yang lebih besar dari PCN ditengarai sebagai salah satu penyebab terjadinya kerusakan dan menurunnya daya dukung runway. Kajian kondisi perkerasan eksisting dan perencanaan untuk meningkatkan nilai PCN runway diperlukan untuk dapat melayani operasional sejenis pesawat Boeing 777-300ER sampai 10 tahun ke depan. Data-data yang dikumpulkan sebagai parameter dan variabel dalam menentukan kondisi dan merencanakan perkerasan runway yaitu persentase jenis dan persentase kerusakan, tebal lapis perkerasan runway, Nilai California Bearing Ratio (CBR), karakteristik pesawat udara dan annual departure. Hasil analisa menggunakan software FAARFIELD dan COMFAA mendapatkan Pavement Classificasion Index (PCI) runway Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai-Bali adalah 65,83 termasuk kondisi cukup (fair). Kondisi ini mengindikasikan bahwa runway Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai-Bali dalam keadaan kelelahan (fatique). Hasil analisis juga mendapatkan, untuk meningkatkan daya dukung runway sehingga mampu melayani pesawat sejenis Boeing 777-300ER sampai 10 tahun ke depan (sampai Tahun 2030), diperlukan tebal lapis tambahan (overlay) 10,41 cm. Overlay senilai tersebut menjadikan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai-Bali memiliki runway dengan PCN 121 F/C/X/T.
Performance of Reinforced Concrete Structures With The Effect Of Door And Window Holes Nonlinear Static Pushover Method Silvi, Ni Putu; Partama, I Gusti Ngurah Eka; Astariani, Ni Kadek; Sudika, I Gusti Made
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 27 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 27 No. 2, September 2023
Publisher : Department of Civil Engineering, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JITS.2023.v27.i02.p03

Abstract

Bricks are generally used as infilled walls or as room dividers in reinforced concrete structural frames. In structural modeling, brick walls are generally modeled as a load. But in reality, infilled walls contribute significantly to the framework of reinforced concrete structures. For this reason, it is necessary to include a wall model in the modeling. In this analysis, 3 models have been made, namely Model M1 is a model without infilling walls (open frame), model M2 is Fully Infilled Wall Frame and model M3 is Fully Infilled Wall Frame with door openings 24.8% and windows 41.6%. The purpose of this study was to determine the performance of reinforced concrete structures with and without the influence of door and window holes in the walls due to lateral loads. The analytical method used is Pushover nonlinear static method. The results showed that the open frame model with the IO (Immediate Occupancy) performance level has the ability to accept smaller lateral loads of 32.77% and 31.31% respectively against the Fully Infilled Wall Frame model and the Fully Infilled Wall Frame model with openings doors 24.8% and windows 41.6% with LS (Life Safety) performance levels due to earthquake loads in the X and Y directions.
Optimizing Reinforcement Requirements for Inspection Road Works Using Cutting Optimization Pro Software on the SANUR Port Project Astariani, Ni Kadek; Partama, I Gusti Ngurah Eka; Kamasan, Anak Agung Ngurah Mayun Pradnya Putra
ASTONJADRO Vol. 14 No. 1 (2025): ASTONJADRO
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/astonjadro.v14i1.17201

Abstract

Construction project is a long process, where in its implementation there are many problems that must be resolved. One of the problems that is often encountered is uncontrolled use of materials, resulting in construction waste. This condition occurs because the control system implemented still uses a conventional system, namely relying only on the performance of craftsmen in the field without any control over the possible patterns of cutting the remaining reinforcing waste with the type of rebar that will be used next manually. So the method for reinforcing steel work that is suitable to be carried out in the field is to prepare a Bar bending schedule (BBS). BBS is a calculation method to determine the length of each iron required, the amount of reinforcing iron to be used and the total weight of all the iron to be installed in a structure. As in the Sanur Port Project, specifically on the South Breakwater Inspection Road sub-work, where based on the calculation results, it was found that the waste level value produced based on the Bar bending schedule (BBS) method using the Cutting Optimize Pro application was smaller when compared to the manual waste level value. . Where optimization using the cutting optimization pro software compared to the manual method can optimize the use of rebar rods by 9.88% with a waste level value of 0.58%.
KALKULASI DAN KOMPARASI KANDUNGAN KARBON DALAM PEMILIHAN BAHAN STRUKTUR UNTUK MEWUJUDKAN STRUKTUR BERKELANJUTAN Partama, I Gusti Ngurah Eka; Pamungkas, Tri Hayatining
Jurnal Teknik Gradien Vol 16 No 02 (2024): JURNAL TEKNIK GRADIEN
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47329/teknik_gradien.v16i02.1304

Abstract

Upaya pengurangan penggunaan beton dalam kontruksi berdampak pada pemilihan bahan alternatif untuk bahan konstruksi selain beton, salah satunya menggunakan baja. Baja untuk bisa diaplikasikan menjadi komponen struktur prosesnya juga cukup panjang, mulai dari pengolahan bijih besi sampai diinstalasi menjadi komponen struktur, yang sepanjang proses produksi sampai instalasi juga memberikan kontribusi terhadap emisi CO2e. Untuk mendukung semangat struktur keberlanjutan di Kota Densapar diperlukan suatu kajian berupa komparasi material struktur beton dan baja terkait jejak karbon keduanya. Analisa dilakukan dengan menyusun modeling bangunan lantai 1 yang dirancang dengan material struktur beton dan baja, yang selanjutnya dilakukan perencanaan struktur dan dihitung biaya serta kandungan karbonnya. Hasil kajian dan analisa berdasarkan simulasi dan modeling yang dibuat dapat disimpulkan biaya struktur beton di Kota Denpasar lebih murah dan memiliki jejak karbon yang lebih rendah dibandingkan dengan struktur baja. Simulasi ini merekomendasikan penggunaan struktur beton bertulang untuk mendukung struktur berkelanjutan, namun tetap mengupayakan pengurangan beton dalam kontruksi.
Analisis Kuat Tekan Berdasarkan Nilai Pantulan Palu Menggunakan Spesimen Kubus Beton Agregat Lokal Bali Partama, I Gusti Ngurah Eka; Astariani, Ni Kadek; Sudika, I Gusti Made; Silvi, Ni Putu
TEKNIK Vol 45, No 3 (2024): December 2024
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/teknik.v45i3.59107

Abstract

Terdapat dua metode pengujian kuat tekan beton yaitu Non-Destructive Test (NDT) dan Destructive Test (DT). DT dilakukan dengan Compression Testing Machine (CTM) sedangkan NDT dapat menggunakan Hammer Test (HT). Agregat lokal Bali mempunyai sifat yang spesifik, sehingga metode pengujian yang lazim perlu disesuaikan. Spesimen yang dicetak di lokasi pekerjaan diuji tekan menggunakan CTM di laboratorium pada umur tertentu yang diinginkan, sehingga perlu dimobilisasi untuk mengujinya. Lokasi pekerjaan yang jauh menjadi kendala tatkala informasi kuat tekan harus ditetapkan secepatnya. Alat HT bentuknya kecil, ringan, mudah dioperasikan, hasilnya cepat namun dianggap kurang akurat perlu dioptimalkan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formulasi memberikan informasi kuat tekan (f’ck) yang representatif, dilakukan dengan metode eksperimen menggunakan spesimen kubus 15x15x15cm3. Nilai pantul (Rn) ditentukan berdasarkan rerata 3 sisi yang tidak dalam satu sumbu, sedangkan f’ck ditentukan menggunakan CTM. Korelasi keduanya ditentukan berdasarkan analisa regresi, untuk r2 terbesar, f’ck selalu positif serta korelasi Rn-f’ck yang selalu selaras adalah formulasi yang direkomendasikan. Kuat tekan beton agregat lokal Bali dapat ditentukan dengan HT (a=0o), spesimen kubus 15x15x15cm3 dan formulasi f’ck=0,0644Rn2-0,9261Rn+6,0725; Rn=rerata 5 nilai pantul pada 3 sisi kubus yang tidak satu sumbu. Formulasi tersebut untuk spesimen kubus pada umur 3-28 hari dan diatas 28 hari perlu kajian tersendiri.
ANALISIS PERBANDINGAN BIAYA PEKERJAAN BEKISTING TRADISIONAL DENGAN BEKISTING SEMI SISTEM PADA PROYEK VILLA AQUAMARINE CANGGU Wiradnyana, I Gede Oka; Astrawan, I Komang Alit; Setiawan, I Gede Nik; Pamungkas, Tri Hayatining; Indramanik, Ida Bagus Gede; Partama, I Gusti Ngurah Eka; sumarda, gede
Jurnal Teknik Gradien Vol 17 No 01 (2025): JURNAL TEKNIK GRADIEN
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47329/teknik_gradien.v17i01.1404

Abstract

Struktur bangunan gedung dewasa ini lebih didominasi oleh beton berupa beton bertulang. Untuk membentuk beton sesuai dengan yang diinginkan diperlukan cetakan beton. Cetakan beton itulah yang kemudian dikenal sebagai bekisting. Seiring berjalannya waktu, harga material bangunan semakin naik. Pihak perencana harus dapat mencari alternatif lain dalam pelaksanaan konstruksi agar proyek tetap berjalan sesuai dengan efisien dari segi biaya tanpa mengurangi mutu dalam pelaksanaanya. Pada beberapa elemen bangunan villa ada yang memiliki biaya besar salah satunya yaitu pada bekisting tradisional. Bekisting Semi Sistem sebagai salah satu alternatif pengganti dari bekisting kayu dapat memungkinkan mengurangi terjadinya waste material karena dapat digunakan berulang kali sesuai kebutuhan dan dapat dijadikan investasi bagi penyedia jasa konstruksi untuk dapat digunakan pada proyek selanjutnya. Metode Deskriptif Komparatif digunakan dalam penelitian ini untuk menganalisis metode pelaksanaan pekerjaan struktur dengan bekisting tradisional dengan semi sistem terhadap biaya. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, maka dapat dilihat bahwa besar biaya keseluruhan pekerjaan bekisting tradisional kolom dan balok sebesar Rp 29.481.358,00 dan besar keseluruhan biaya pekerjaan bekisting kolom dan balok semi sistem sebesar Rp 53.945.784,00. Selisih biaya dari penggunaan bekisting tradisional dan bekisting semi sistem sebesar Rp 24.464.426,00. Akan tetapi jika penggunaan berapa kali pakai menggunakan bekisting semi sistem memperlihatkan lebih ekonomis dibandingkan dengan bekisting tradisional baik untuk pekerjaan kolom maupun balok.
Kajian Penentuan Kuat Tekan Beton Berdasarkan Nilai Pantul Palu dengan Memvariasikan Pola Titik Pantul Partama, I Gusti Ngurah Eka; Silvi, Ni Putu; Sudika, I Gusti Made
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 13 No. 1 (2023): Volume 13 No 1, Maret 2023
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v13i1.838

Abstract

Abstrak Indikasi kekuatan tekan beton dapat ditentukan dengan Destructive Test (DT) dan Non-Destruktive Test (NDT). Core Drill (CD) termasuk DT dapat menyebabkan perlemahan kekuatan elemen struktur namun hasilnya dapat menginformasikan mutu beton yang representatif. Hammer Test (HT) relatif mudah dilaksanakan namun hasilnya sering dipertanyakan. Penelitian ini bertujuan mendapatkan formulasi kuat tekan dalam fungsi nilai pantul palu dengan eksperimen menggunakan pelat beton ukuran 30x75x15 cm dengan komposisi berat 1PCC:2,697Ps:2,201 Kr, w/c sebesar 0,5. HT pola segiempat dan radial dilakukan setelah beton mengeras. Spesimen silinder 80x150 mm diambil dengan CD pada umur 14, 21, 28 dan 35 hari selanjutnya diuji tekan. Penelitian ini menyimpulkan untuk HT α sebesar 90o pola segiempat, kuat tekan dengan formulasi , Rn rerata nilai pantul pusat dan empat pada sudut bujur sangkar dengan sisi minimum 3,6 cm, serta dalam pola radial dengan formulasi , Rn rerata nilai pantul pada pusat pengujian dan 4 lainnya keliling merata dalam radius minimum 2,5cm dari pusat. Kata kunci: Kuat tekan beton, hammer test, core drill, destructive test, non- destructive test  Abstract Indication of concrete compressive strength can be determined by Destructive Test (DT) and Non-Destructive Test (NDT). Core Drill (CD) including DT can cause a weakening of the strength of structural elements, but the results can inform representative concrete quality. The Hammer Test (HT) is relatively easy to perform, but the results are often questionable. This study aims to obtain the formulation of compressive strength in terms of hammer reflection value, by experimenting with a concrete plate measuring 30x75x15 cm with a weight composition of 1PCC:2.697Ps:2.201Kr, w/c as 0.5. HT rectangular and radial patterns are carried out after the concrete hardens. Cylindrical specimens of 80x150 mm were taken with a CD at the age of 14, 21, 28 and 35 days and then compressed. This study concludes that for HT α as-90o quadrilateral pattern, compressive strength with the formulation   , Rn mean central and four reflected values at the corners of a square with a minimum side of 3.6cm, as well as in a pattern radial with the formulation , Rn is the average reflectance value at the center of the test and the other 4 circumferences evenly within a minimum radius of 2.5cm from the center. Keywords:   Concrete compressive strength, Hammer Test, Core drill, Destructive Test, Non-Destructive Test.