Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Optimasi Parameter Support Vector Machine Dengan Particle Swarm Optimization Untuk Prediksi Tunggakan Iuran Sekolah Syahril, Syahril; Medikawati Taufiq, Reny; Taslim, Taslim; Toresa, Dafwen; Fajrizal, Fajrizal; Handayani, Susi
Technologica Vol. 3 No. 2 (2024): Technologica
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/technologica.v3i2.162

Abstract

Penelitian ini berfokus pada pengembangan model prediktif untuk mengidentifikasi tunggakan iuran siswa di Sekolah Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Pekanbaru. Model ini memanfaatkan metode Support Vector Machine (SVM) dengan optimasi parameter menggunakan algoritma Particle Swarm Optimization (PSO) untuk mencapai akurasi prediksi yang tinggi. Data iuran siswa tahun 2022 digunakan sebagai sumber data, dan proses pra-pemrosesan data dilakukan untuk membersihkan noise dan outlier serta mengatasi ketidakseimbangan kelas dengan teknik SMOTE. Model yang diusulkan menggabungkan SVM dengan PSO untuk mencari nilai C dan gamma yang optimal pada model SVM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SVM dengan kernel radial dan 80% data latih mencapai akurasi sebesar 86,39%. Pengujian SVM+PSO dilakukan dengan dua ukuran populasi (10 dan 15) dan 1000 generasi evolusi. Penggunaan 10 populasi menghasilkan akurasi sebesar 89,20%, sedangkan 15 populasi mencapai akurasi 90,64% dengan nilai optimal C=1,4 dan gamma=2,6. Penelitian ini menekankan pentingnya penyesuaian parameter dan strategi evolusi seperti PSO dalam meningkatkan kinerja model SVM untuk tugas mengklasifikasikan tunggakan iuran siswa. Hasil ini menunjukkan bahwa model yang diusulkan mampu memberikan prediksi yang lebih akurat dibandingkan SVM standar, sehingga memberikan kontribusi penting dalam identifikasi dan pengambilan keputusan terkait tunggakan iuran siswa di sekolah
Epidemiology and management of acute coronary syndrome in remote and resource-limited settings: Insights from a rural Indonesian hospital Afandy, Jonathan E.; Taslim, Taslim; Sari, Yuliyana; Fajarwati, Dinda D.; Tanjung, Benny Y.
Narra J Vol. 5 No. 3 (2025): December 2025
Publisher : Narra Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52225/narra.v5i3.2978

Abstract

Acute coronary syndrome (ACS) remains a major global health and economic burden. In Indonesia, North Kalimantan reports the highest prevalence of heart disease (2.2%), exceeding the national average of 1.5%. Nunukan, the province’s northernmost and predominantly archipelagic region, is served by a single general hospital, reflecting the healthcare challenges faced by many rural Indonesian areas. This study aimed to provide epidemiological insights into ACS cases in this region to inform improved management strategies in similar resource-limited settings. A retrospective cross-sectional study was conducted among ACS patients admitted to Nunukan Regency General Hospital, Nunukan, Indonesia, between January 1 and August 31, 2023. Data on demographics, risk factors, clinical presentation, vital signs, diagnostic findings, treatments, and outcomes were collected from paper-based medical records. Of the 241 patients admitted, 4.56% were diagnosed with ST-elevation myocardial infarction (STEMI), 35.68% with very high-risk non-ST-elevation ACS (VHR NSTE-ACS), and 59.75% with non-very high-risk NSTE-ACS (NVHR NSTE-ACS). The mean age was 55.4±12.26 years, with a predominance of males (51.5%) and obesity (35.7%). The median number of risk factors was 2 (IQR: 1–2.5), with hypertension being the most prevalent (72.6%). Late presentation was common, and only 36.4% of STEMI patients received fibrinolytic therapy. The overall in-hospital mortality rate was 3.3%, and the median length of stay was 6 days (IQR: 5–7). ACS patients in Nunukan exhibited distinct clinical and demographic profiles, characterized by younger age, obesity, multiple risk factors, and delayed presentation. These findings highlight the urgent need to strengthen cardiovascular care capacity and early intervention strategies in remote and resource-limited regions of Indonesia.