Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Penambahan Tepung Rumput Laut Sargassum Sp Dengan Lama Waktu Fermentasi Berbeda Pada Pakan Komersil Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Nanda Ulviani, Dwi; Lumbessy, salnida yuniarti; Mulyani, Laily Fitriani
ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua Vol 7 No 2 (2024): ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua
Publisher : Cenderawasih University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31957/acr.v7i2.4113

Abstract

Ikan nila (Oreochromis niloticus) merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang nemiliki prospek usaha  cukup menjanjikan. Salah satu yang menjadi permasalahan dalam kegiatan budidaya adalah  efisiensi pemanfaatan pakan yang kurang maksimal dari pakan komersil.  Untuk mengatasi hal tersebut, penggunaan tepung rumput laut dapat menjadi salah satu alternatif bahan baku lokal untuk meningkatkan kualitas pakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa pengaruh lama waktu fermentasi EM-4 pada tepung rumput laut Sargassum sp. sebagai bahan baku pakan  terhadap performa ikan nila (O. niloticus). Penelitian ini dilaksanakan selama 60 hari di Laboratorium Produksi dan Reproduksi Universitas Mataram. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menggunakan rancangan acak lengkap  (RAL), yang terdiri atas 4 perlakuan dan 3 ulangan. yaitu P0 (Kontrol), P1 (Fermentasi 48 jam), P2 (Fermentasi 96 jam), P3 (Fermentasi 144 jam). Parameter yang diuji adalah berat mutlak, panjang mutlak, laju pertumbuhan spesifik, efisiensi pemanfaatan pakan, rasio konversi pakan, tingkat kelangsungan hidup dan kualitas air, yang meliputi suhu, pH dan DO. Data dianalisis menggunakan analisa sidik ragam (ANOVA) dengan taraf kepercayaan 95% dan diuji lanjut dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung Sargassum sp. dengan lama waktu fermentasi yang berbeda dapat mempengaruhi pertumbuhan, efisiensi pemanfaatan pakan, dan rasio konversi pakan, namun tidak mempengaruhi tingkat  kelangsungan hidup ikan nila dengan Lama waktu fermentasi tepung Sargassum sp. 96 jam merupakan perlakuan terbaik bagi performa ikan nila.
Effectiveness of Garcinia mangostana Mangosteen Peel Extract in Inhibiting Gram-Negative Bacteria in Lobster (Panulirus homarus) Aquaculture Waters Muahiddah, Nuri; Alim, Sahrul; Mulyani, Laily Fitriani
Journal of Fish Health Vol. 4 No. 1 (2024): Journal of Fish Health
Publisher : Aquaculture Department, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jfh.v4i1.4918

Abstract

This study aims to examine the effectiveness of mangosteen peel extract (Garcinia mangostana) in inhibiting the growth of Gram-negative bacteria in lobster (Panulirus homarus) aquaculture waters. The main problem in lobster farming is bacterial infections that can cause disease and mass mortality. Mangosteen peel extract is known to contain potent antimicrobial compounds. This research employs an experimental method with various concentrations of mangosteen peel extract to test its effect on the growth of Gram-negative bacteria. Based on result, the mangosteen peel inhibition zone against Gram-negative bacteria from lobster aquaculture waters measures 0.25±0.05 cm (25 mm), indicating weak inhibition activity. This suggests that mangosteen peel could be used as an immunostimulant alternative to antibiotics in combating diseases in lobsters. Further research is needed to determine the optimal dosage of mangosteen peel extract to achieve strong inhibition activity against bacteria.
Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pengelolaan Produk Olahan “Sambal Gurita Octonea” Dari Segi Kemasan Dan Kandungan Gizi Di Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur Mulyani, Laily Fitriani; Mukhlis, Alis; Dwiyanti, Septiana
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 7 No 4 (2024): Oktober-Desember 2024
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v7i4.8777

Abstract

One of the products of octopus biota that has been processed in the coastal area of ​​Labuhan Haji District, East Lombok Regency is octopus chili sauce made from octopus biota of the Octopus cyanea type or known as "Octonea Octopus Sambal". Its spicy and savory taste makes this product an alternative that is in great demand by many people because it has nutritional content such as carbohydrates, vitamin C, phenols to antioxidants for the body and can have economic value for the surrounding community. To meet market needs, an attractive packaging technique is needed for a product. So that assistance is needed in packaging the Octonea Octopus Sambal product which is a selling point and its nutritional content is also seen so that the safety of consuming the product is known. This is done as a form of effort to increase added value in marketing a local food product that has nutritional and economic value. The approach method applied in this community service activity is the active participation method, namely by involving coastal women's groups in making Octonea Octopus Sambal product packaging.
Sosialisasi Potensi Vegetasi Mangrove Sebagai Habitat Kepiting Bakau di Desa Cendi Manik, Lombok Barat Damai Diniariwisan; Wastu Ayu Diamahesa; Rangga Idris Affandi; Thoy Batun Citra Rahmadani; Laily Fitriani Mulyani
INCOME: Indonesian Journal of Community Service and Engagement Vol 5 No 1 (2026)
Publisher : EDUPEDIA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/income.v5i1.1950

Abstract

Ekosistem mangrove memiliki peran ekologis dan ekonomis yang sangat penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan pesisir, antara lain sebagai penahan abrasi, penyerap karbon, serta habitat bagi biota laut seperti kepiting. Namun, keberadaan mangrove sering terancam akibat alih fungsi lahan, penebangan, dan rendahnya kesadaran masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan partisipasi masyarakat dalam menjaga kelestarian mangrove melalui pendekatan edukasi partisipatif. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, diskusi partisipatif, praktik penanaman mangrove, serta pendampingan berkelanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat memperoleh pemahaman lebih baik mengenai fungsi mangrove dan menunjukkan antusiasme dalam praktik penanaman, dengan jumlah bibit yang ditanam sebanyak ±100 batang di area kosong bekas tumbuhan mangrove. Selain itu, melalui pembentukan kelompok masyarakat peduli mangrove sebagai upaya keberlanjutan untuk dapat mengawasi dan menjaga. Kegiatan ini termasuk pada edukasi berbasis partisipasi aktif yang mampu meningkatkan kesadaran kolektif dan mendorong keterlibatan masyarakat secara langsung dalam konservasi lingkungan pesisir.