Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Survey Kondisi Fisik dan Teknik Dasar Sepak Bola Usia 10-12 Tahun pada Pemain SSB Se-Kecamatan Karanganyar Tahun 2026 Andri Anggoro Saputro; Fatkhul Imron; Risa Agus Teguh Wibowo
SPRINTER: Jurnal Ilmu Olahraga Vol. 7 No. 3 (2026): SPRINTER: Jurnal Ilmu Olahraga
Publisher : MAN Insan Cendekia Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46838/spr.v7i3.1322

Abstract

This study aimed to determine the level of physical condition and basic football technical skills of 10–12-year-old players enrolled in Football Schools (SSBs) across Karanganyar District in 2026. The study involved 50 athletes selected using a purposive sampling technique. Data were collected through a series of standardized tests, including physical condition assessments (50-meter sprint, vertical jump, sit-up, pull-up, and 1,000-meter run) and basic football technical skill tests (passing and stopping, heading, dribbling, and shooting). Data were analyzed using descriptive quantitative statistics with percentage analysis. The results indicated that, in terms of physical condition, 5 athletes (10%) were categorized as excellent, 41 athletes (82%) as good, and 4 athletes (8%) as fair. Overall, the players' physical condition was classified as good. Meanwhile, the assessment of basic football technical skills revealed that 5 athletes (10%) were categorized as excellent, 10 athletes (20%) as good, 20 athletes (40%) as fair, 11 athletes (22%) as poor, and 4 athletes (8%) as very poor. Based on the overall mean score, the players' basic football technical skill level was classified as fair. The findings indicate a gap between the players' relatively good physical condition and their moderate mastery of basic football techniques, highlighting the need for more structured and integrated technical training programs.
Deskripsi Tingkat Self-Esteem Atlet Para Badminton Nasional Fredy Setiawan; Joko Sulistyono; Risa Agus Teguh Wibowo
Indonesian Journal of Sport Science and Technology (IJST) Vol. 5 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Sport Science and Technology (IJST)
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/ijst.v5i1.10219

Abstract

Prestasi distingtif atlet Para Badminton Indonesia di level internasional memerlukan pemahaman mendalam mengenai aspek psikologis, khususnya self-esteem (harga diri), sebagai fondasi resiliensi dalam menghadapi keterbatasan fisik dan tekanan kompetisi elit. Meskipun krusial, data deskriptif mengenai profil harga diri yang spesifik pada atlet Para Badminton Nasional masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara sistematis tingkat dan kategorisasi self-esteem pada atlet Para Badminton Nasional.Penelitian kuantitatif ini menggunakan pendekatan survei deskriptif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh atlet Para Badminton Nasional di Pelatnas NPC Indonesia berjumlah 18 orang Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling (sampling jenuh). Instrumen penelitian menggunakan Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES) versi Bahasa Indonesia yang telah diadaptasi dan diuji melalui validasi pakar (Content Validity Index/CVI = 1.00) serta uji reliabilitas empiris (α = 0.973). Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan kategorisasi berdasarkan Penilaian Acuan Norma (PAN). Berdasarkan temuan struktur bifaktorial, analisis dilakukan pada skor global self-esteem serta skor terpisah pada faktor positif dan faktor negatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor global self-esteem atlet adalah 29.17 (SD = 5.607), yang secara kolektif berada pada kategori sehat hingga tinggi. Distribusi frekuensi menunjukkan mayoritas atlet berada pada kategori sedang (66.67%). Ditemukan pola distingtif di mana skor rata-rata faktor positif (15.78) lebih tinggi dibandingkan faktor negatif (13.39). Hal ini mengindikasikan bahwa atlet memiliki kemampuan afirmasi diri yang kuat, namun masih cukup rentan terhadap fluktuasi pikiran negatif. Visualisasi histogram menunjukkan kurva normal yang simetris, membuktikan distribusi harga diri yang merata dan ekosistem mental yang stabil di lingkungan Pelatnas. Atlet Para Badminton Nasional memiliki profil self-esteem yang positif dan stabil pada kategori sedang. Atlet cenderung lebih mudah mengenali potensi diri dibandingkan mereduksi perasaan tidak puas secara komprehensif. Temuan ini menegaskan pentingnya intervensi psikologis berkelanjutan yang berfokus pada penguatan strategi koping dan regulasi emosi untuk menjaga stabilitas harga diri atlet saat menghadapi situasi performa yang fluktuatif di level internasional.
Analisis Physical Self-Perception dan Pentingnya Atribut Fisik Pada Atlet Para Badminton Nasional Khalimatus Sadiyah; Joko Sulistyono; Risa Agus Teguh Wibowo
Indonesian Journal of Sport Science and Technology (IJST) Vol. 5 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Sport Science and Technology (IJST)
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/ijst.v5i1.10278

Abstract

Para Badminton Nasional di level internasional mensyaratkan komitmen fisik dan resiliensi psikologis yang tinggi untuk mentransformasikan keterbatasan fungsional menjadi modal prestasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran deskriptif komprehensif mengenai tingkat kompetensi fisik, tingkat pentingnya atribut fisik, serta analisis kesenjangan (discrepancy score) pada setiap sub-domain Revised Physical Self-Perception Profile (PSPP-R). Penelitian kuantitatif ini menggunakan pendekatan survei deskriptif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh atlet Para Badminton Nasional di Pelatnas NPC Indonesia berjumlah 18 orang Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling (sampling jenuh). Instrumen penelitian menggunakan Revised Physical Self-Perception Profile (PSPP-R) versi 48 item yang telah diadaptasi ke dalam Bahasa Indonesia dan dinyatakan valid melalui validasi pakar (Content Validity Index/CVI = 1.00) serta memiliki reliabilitas empiris yang sangat tinggi (α = 0.987). Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan kategorisasi berdasarkan Penilaian Acuan Norma (PAN). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada profil kompetensi fisik aktual, dimensi kekuatan otot murni (physical strength) menjadi determinan utama pembentukan power-confidence (Mean = 20.44), diikuti dominasi kategori sedang-tinggi pada kompetensi olahraga (sport competence) sebesar 83.33%. Pada skala kepentingan, atlet melakukan sentralisasi prioritas tertinggi pada sport competence (Mean = 20.17) dan physical strength (Mean = 19.78). Melalui analisis kesenjangan, mayoritas atlet (77.78%) berada pada karakteristik “Stabil-Kongruen” dengan konsentrasi skor kesenjangan di angka nol (Δ = 0). Namun demikian, fungsi diagnostik instrumen berhasil mendeteksi “Zona Bahaya” pada sekelompok kecil atlet (11.11%) yang mengalami kesenjangan negatif signifikan (Δ = -18 s.d. -9). Penelitian ini menegaskan bahwa kongruensi yang tinggi antara kapasitas riil (kompetensi) dan ekspektasi subjektif (kepentingan) berhasil membentuk physical self-worth yang kokoh dan bertindak sebagai buffer kognitif mitigator kecemasan. Implikasi teoritis penelitian ini memperkuat model hierarkis konsep diri fisik pada populasi disabilitas elit, sedangkan implikasi praktisnya memberikan peta diagnostik berbasis data (evidence-based) bagi NPCI untuk merancang intervensi kognitif-perilaku terfokus pada atlet yang berada di zona kerentanan emosional.
DAMPAK OLAHRAGA PADEL TERHADAP GAYA HIDUP SEHAT DI KALANGAN DEWASA MUDA Risa Agus Teguh Wibowo; Slamet Sudarsono; Cristian Batistuta; Rakan Raditya Kurniawan
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 3 (2026): Volume 11 No. 3, September 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i3.59479

Abstract

Padel is a rapidly growing racket sport in Indonesia and has become part of the lifestyle of young adults. This study aimed to analyze the influence of padel on healthy lifestyles among young adults aged 20–35 years in Solo City. A mixed-method approach with an explanatory sequential design was employed. A total of 100 participants completed a healthy lifestyle questionnaire for the quantitative phase, while 10 participants were selected for in-depth interviews to explore their experiences and motivations for playing padel. Quantitative data were analyzed using descriptive statistics and Pearson correlation, whereas qualitative data were examined through thematic analysis. The findings revealed that respondents demonstrated a high level of healthy lifestyle, with an overall mean score of 4.22 ± 0.46. The frequency of playing padel was positively and significantly associated with physical activity (r = 0.71; p < 0.001), stress management (r = 0.64; p = 0.001), sleep quality (r = 0.59; p = 0.002), and overall healthy lifestyle scores (r = 0.73; p < 0.001). Qualitative findings generated four major themes: increased exercise motivation, reduced stress, enhanced social interaction, and the development of healthier lifestyle behaviors. The integration of quantitative and qualitative findings indicates that padel contributes not only to increased physical activity but also to psychological and social well-being, supporting the adoption of healthier lifestyles among young adults. Therefore, padel has strong potential as a community-based physical activity to support public health promotion programs.
RELEVANSI PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DALAM PENULISAN ARTIKEL ILMIAH MAHASISWA PENDIDIKAN KEPELATIHAN OLAHRAGA Ayu, Winda; Risa Agus Teguh Wibowo; Untung Nugroho
Jurnal Ilmiah Spirit Vol 26 No 2 (2026): JURNAL ILMIAH SPIRIT
Publisher : Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jis.v26i2.6858

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan relevansi pembelajaran Bahasa Indonesia dalam penulisan artikel ilmiah mahasiswa Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga (PKO). Dengan menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif, data diperoleh melalui studi dokumentasi terhadap tujuh artikel ilmiah yang dihasilkan mahasiswa PKO sebagai tugas perkuliahan. Analisis dokumen dilakukan berdasarkan tiga kerangka teori: (1) struktur artikel ilmiah menurut Zainurrahman (2011); (2) norma ragam bahasa ilmiah berdasarkan EYD V (Kemdikbudristek, 2022) dan teori kalimat efektif Putrayasa (2014); serta (3) standar sitasi dan daftar pustaka berbasis APA edisi ke-7. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña (2014). Temuan penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Bahasa Indonesia sebagai Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) memiliki kontribusi yang relevan pada empat aspek, yaitu: (1) kemampuan menyusun struktur artikel yang sistematis, (2) penggunaan bahasa formal dan akademik termasuk terminologi sport science, (3) penerapan sitasi dan daftar pustaka, serta (4) pengembangan literasi akademik. Akan tetapi, kelemahan masih ditemukan pada aspek mekanika kebahasaan seperti kesalahan ejaan, kalimat tidak efektif, dan ketidakkonsistenan format sitasi. Temuan ini diharapkan menjadi bahan pertimbangan dalam pengembangan kurikulum MKWK Bahasa Indonesia yang lebih kontekstual dan sesuai dengan kebutuhan akademik mahasiswa Pendidikan Kepelatihan Olahraga.