Jumiyati
Department Of Nutrition, Bengkulu Health Polytechnic, Ministry Of Health, Republic Of Indonesia

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Konseling Gizi Dapat Menurunkan Kadar Gula Darah dan Asupan Karbohidrat pada Penderita Diabetes Melitus Selpia Agustini; Jumiyati Jumiyati; Kusdalinah Kusdalinah
Jurnal Vokasi Keperawatan (JVK) Vol. 7 No. 1 (2024): JUNI
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jvk.v7i1.30232

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit menahun  yang bermanifestasi berupa gangguan metabolisme yang ditandai dengan gula darah melebihi batas normal, penyebab kenaikan gula darah menjadi dasar pengelompokan jenis diabetes. Penderita Diabetes Mellitus perlu mengetahui bahwasanya diabetes Melitus tidak dapat disembuhkan, namun kadar glukosa darahnya dapat dikendalikan untuk memperlambat terjadinya komplikasi pada organ tubuh lainnya. Pemberian konseling berguna untuk meningkatkan pengetahuan penderita agar nantinya mampu menjalankan terapi diet yang dijalaninya dengan baik sehingga dapat mengatur asupan karbohidrat dan kadar gula darah. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh konseling gizi terhadap pengetahuan, asupan karbohidrat dan kadar gula darah pada penderita diabetes melitus. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimental study, jumlah responden 40 orang, kelompok intervensi 20 orang dan kelompok kontrol 20 orang, dengan teknik pengambilan sampel random sampling. Instrumen penelitian ini  menggunakan kuesioner 15 pertanyaan, media Booklet untuk kelompok intervensi dan leaflet untuk kelompok kontrol. Dianalisis melalui uji t-test dependen paired sample t – test. Hasil penelitian menunjukkan sesudah diberikan perlakuan terdapat perbedaan yang ditandai dengan nilai p-value  pada asupan karbohidrat 0.001, pengetahuan dengan nilai p-value 0.000,dan kadar gula darah dengan nilai p-value 0.000 (<0.05), Ada pengaruh pemberian konseling gizi terhadap asupan karbohidrat, pengetahuan, dan kadar gula darah. Diharapkan bagi Puskesmas Jalan Gedang Kota Bengkulu agar hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai evaluasi agar bisa memberikan konseling gizi dengan menggunakan media booklet.
Daya Terima, Mutu Hedonik dan Profil Nilai Gizi Kukis Substitusi Tepung Sorgum (Sorghum bicolor) Hermeni Hermeni; Jumiyati Jumiyati; Risda Yulianti
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 7 No 2 (2023): December
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v7i2.1036

Abstract

Kukis merupakan salah satu produk olahan berbasis tepung-tepungan yang sering menjadi alternatif makanan selingan yang praktis dan sehat. Penggunaan tepung sorgum dalam pembuatan kukis berpotensi mengurangi ketergantungan pada bahan baku tepung terigu dan meningkatkan nilai gizi kukis. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggantian tepung sorgum dalam hal daya terima (kesukaan) dan mutu hedonik (sifat mutu) kukis, yang meliputi warna, aroma, tekstur dan rasa. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor, yaitu perbandingan tepung sorgum (25%, 50%, 75%, dan 100%). Sejumlah 30 panelis agak terlatih terlibat dalam uji kesukaan dan uji mutu hedonik. Pengaruh perlakuan dianalisis menggunakan uji Kruskal Wallis dan dilakukan analisis proksimat pada formulasi terpilih. Hasil uji Kruskal Wallis menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan signifikan tingkat kesukaan panelis terhadap empat formulasi kukis dalam aspek warna, aroma, tekstur dan rasa. Hasil uji kesukaan menunjukkan bahwa formulasi kukis dengan penggunaan tepung sorgum sebanyak 50% mendapatkan preferensi tertinggi, dengan nilai rata-rata kesukaan untuk warna (4,53), aroma (4,4), tekstur (4,7) dan rasa (4,26). Dari segi mutu hedonik, kukis dengan formula terpilih tersebut memiliki karakteristik warna coklat, sedikit beraroma sorghum, tekstur renyah dan rasa sedikit manis. Analisis proksimat pada formulasi terpilih menunjukkan kadar air sebesar 5,24%, kadar abu 1,32%, lemak 33,23%, protein 11,74%, serat kasar 6,71%, dan karbohidrat 55,65%. Penelitian menyimpulkan bahwa kukis substitusi tepung sorgum dapat menghasilkan karakteristik organoleptik yang disukai, memberikan nilai gizi yang baik, dan berpotensi menjadi alternatif pengganti tepung terigu.
Kualitas MP-ASI dan hubungan dengan status gizi pada anak penderita ISPA di Bengkulu Melita Sari; Demsa Simbolon; Ahmad Rizal; Desri Suryani; Jumiyati Jumiyati
Jurnal SAGO Gizi dan Kesehatan Vol 5, No 3B (2024): Nopember
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/gikes.v5i3B.1990

Abstract

Background: The 2022 Indonesian Nutrition Status Survey results show that the stunting rate reaches 21.6%, wasting 7.7%, and underweight 17.7%. Malnutrition problems in toddlers, especially those suffering from Acute Respiratory Infection (ARI), are often exacerbated by the provision of Complementary Feeding that does not meet nutritional standards. Therefore, greater attention to complementary feeding quality is essential to improving children's nutritional status and reducing the risk of ARI complications.Objective: To identify the relationship between the quality of complementary breastfeeding and nutritional conditions, such as underweight, wasting, and stunting, in children under two years of age suffering from ARI, as an urgent effort to address malnutrition problems and improve children's health in vulnerable communities.Methods: This study used a cross-sectional design with a target of toddlers aged 6-24 months who suffered from ARI, with a sample of 96 children. Data on complementary breastfeeding was collected through interviews using questionnaires, as well as weight measurements with digital scales and height with a lenghtboard. Statistical analysis using the Chi-square test.Results: Nutritional problems in two-year-old children with ISPA were found to be 44.8% underweight, 60.4% wasting, and 36.5% stunting. Complementary Feeding quality that did not meet the recommendations was significantly associated with the incidence of being underweight (p-value 0.035; OR 2.488), and wasting (p-value <0.0001; OR 6.657), but was not significantly associated with the incidence of stunting (p-value 0.95; OR 0.973).Conclusion: The quality of Complementary Feeding that does not meet nutritional standards in children with ARI is significantly related to the incidence of underweight and wasting.