Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Kemangi (Ocimum Sanctum) Terhadap Kesembuhan Gingivitis Theodora, Theodora; Willianti, Enny; Noviana, Ayu Cahyani; Parmasari, Wahyuni Dyah
JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol. 6 No. 1 (2022): JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : LPPM Universitas Hafshawaty Zainul Hasan Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33006/ji-kes.v6i1.407

Abstract

Abstrak Salah satu tanaman herbal yang digunakan sebagai obat tradisional dan bersifat antibakteri adalah daun kemangi (ocimum sanctum) dengan bahan aktif minyak atsiri yang mengandung senyawa 1,8-cineole, b-bisabolene, methyl eugenol. Senyawa ini dapat mengakibatkan kerusakan pada membran sel bakteri sehingga menghambat pertumbuhan bakteri. Salah satu penyakit mulut yang umum terjadi adalah keradangan pada gingiva atau gingivitis. Tanda klinis gingivitis adalah kemerahan, hiperplasi, berkilat dan mudah berdarah. Penyebab utama adalah plak dan kalkulus. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari pengaruh pemberian ekstrak daun kemangi (ocimum sanctum) terhadap kesembuhan gingivitis. Jenis penelitian true experiment, dengan rancangan pretest and postest control group design. Populasi sejumlah 450 mahasiswa kepaniteraan klinik Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya dengan besar sampel 36 mahasiswa yang diambil secara acak  dan memenuhi kriteria sampel. Hasil penelitian membuktikan bahwa ada perbedaan yang bermakna Gingival Index antara kelompok yang berkumur dengan larutan ekstrak daun kemangi dan kelompok yang berkumur dengan larutan aquadest. Kelompok yang berkumur dengan ekstrak daun kemangi memiliki selisih penurunan nilai rata-rata Gingival index lebih besar dibanding kelompok yang berkumur dengan aquadest yaitu pada kelompok yang berkumur dengan daun kemangi sebesar 1 dan yang berkumur dengan aquadest sebesar 0. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun kemangi dapat mempengaruhi kesembuhan gingivitis yang ditunjukkan dengan p value 0,000. Kata kunci: ekstrak daun kemangi (ocimum sanctum), gingivitis, gingival index   Abstract Basil (Ocimum sanctum) leaves are one of the herbal plants used as traditional medicine and an antibacterial. Essential oil, which comprises the molecules 1,8-cineole, b-bisabolene, and methyl eugenol, is the active component. These substances can harm bacterial cell membranes because they are soluble in ethanol. Bacterial growth is slowed down as a result. Gingivitis, or gingival inflammation, is one of the more typical dental illnesses. Gingivitis is characterized by redness, hyperplasia, shine, and bleeding easily. Plaque and calculus are the main contributors. This investigation's goal was to learn how basil leaf extract (Ocimum sanctum) supplementation affected gingivitis recovery. With a pretest and posttest control group design, the research is a legitimate experiment. The population is made up of 450 clinical clerks at the Faculty of Medicine, Wijaya Kusuma University, Surabaya, and the sample size was 36 students who were chosen at random and met the sample requirements.The results showed that there was a significant difference in the Gingival Index between the group that rinsed with a solution of basil leaf extract and the group that rinsed with aquadest solution. The group that gargled with basil leaf extract had a difference in the difference in the average value of the Gingival index that was greater than the group that rinsed with distilled water, namely the group that rinsed with basil leaves was 1 and those who rinsed with distilled water was 0. Basil leaf extract had a positive impact on gingivitis recovery with p value 0.000. Keywords: Basil (Ocimum sanctum) leaf extract, gingivitis, gingival index
Pemberian Topikal Fluorida dalam Upaya Pencegahan Karies pada Siswa-Siswi Kelas 5 SDN Dukuh Kupang V Surabaya Willianti, Enny; Theodora, Theodora; Noviana, Ayu Cahyani
Jurnal Abdidas Vol. 6 No. 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v6i6.1290

Abstract

Upaya pencegahan karies pada anak – anak sangat berpengaruh untuk mencegah kerusakan total pada gigi. Salah satu upaya mengurangi karies pada anak dengan cara pemberian topikal fluorida. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk mencegah karies gigi siswa-siswi kelas 5 SDN Dukuh Kupang V Surabaya dengan pemberian topikal fluorida. Bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah dengan memberikan edukasi dalam bentuk penyuluhan tentang cara merawat gigi dan pencegahan karies gigi. Dilanjutkan dengan pemeriksaan gigi untuk melihat karies gigi. Kemudian dilakukan pemberian topikal fluorida. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah siswa-siswi kelas 5 SDN Dukuh Kupang V Surabaya memperoleh pengetahuan tentang cara merawat gigi dan pencegahan karies gigi, serta mendapatkan perlindungan gigi melalui pemberian topikal fluorida. Pada pemeriksaan gigi didapatkan 32 anak atau sebanyak 38,55% yang terdapat karies gigi. Serta hampir keseluruhan (98,8%) siswa-siswi kelas 5 SDN Dukuh Kupang V Surabaya mendapatkan topikal fluorida dengan baik. Kesimpulan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah pemberian topikal fluorida kepada siswa-siswi kelas 5 SDN Dukuh Kupang V Surabaya telah berjalan dengan baik, sebagai upaya pencegahan karies.
Hubungan Antara Kebiasaan Merokok dengan Timbulnya Hiperpigmentasi Gingiva pada Sekuriti Universitas Wijaya Kusuma Surabaya Putu Wahyu Ciptasari; Theodora Theodora; Meivy Isnoviana
Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2026): Mei: Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/klinik.v5i2.6265

Abstract

Smoking is a habit that has a significant negative impact on oral and dental health, including an increased risk of gingival hyperpigmentation. Long-term exposure to chemical substances in cigarettes, such as tar and nicotine, can stimulate excessive melanin production by melanocytes, leading to discoloration of gingival tissues. Security personnel, who generally experience shift work patterns and high psychological stress, demonstrate a relatively high prevalence of smoking and are therefore at greater risk of developing gingival discoloration due to chronic tobacco exposure. In this study, a total of 35 respondents who were active smokers and employed as security personnel at Wijaya Kusuma University, Surabaya, were evaluated using a smoking habit questionnaire and clinical examination of gingival conditions. The Chi-square test results showed a significant association between smoking habits and the degree of gingival hyperpigmentation, with a p-value of 0.012. The majority of heavy smokers exhibited a higher degree of gingival pigmentation compared to light smokers. These findings indicate that smoking intensity contributes substantially to the condition of oral soft tissues. Therefore, educational and promotive efforts are essential for high-risk groups such as security personnel to prevent the long-term effects of smoking on gingival health..
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL KECIPIR TERHADAP PEMBERIAN PUPUK POSFAT DAN PUPUK ORGANIK CAIR (POC) KEONG MAS PADA TANAH GAMBUT Theodora, Theodora; Santoso, M.Agr, Ir. Eddy; Pramulya S.P, M.Si, Muhammad
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 10 No. 2 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i2.45419

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi antara pupuk posfat dan pupuk organik cair (POC) keong mas serta untuk mengetahui dosis pupuk posfat dankonsentrasi pupuk organik cair (POC) keong mas yang terbaik bagi pertumbuhan danhasil kecipir pada tanah gambut. penelitian dilaksanakan mulai dari tanggal 15Desember 2018 sampai dengan 23 April 2019 di kebun percobaan Fakultas PertanianUniversitas Tanjungpura Pontianak. Penelitian menggunakan metode eksperimen faktorial dengan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari dua faktoryaitu pupuk posfat (p) dan pupuk organik cair (POC) keong mas (k). Pupuk posfatterdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu p1 (0,7 g/polybag), p2 (1,4 g/polybag), dan p3 (2,2g/polybag), faktor pupuk organik cair (POC) keong mas terdiri dari 3 taraf perlakuanyaitu k1 (15 ml/l air), k2 (30 ml/l air), dan k3 (45 ml/l air), terdapat 9 kombinasiperlakuan dengan 3 ulangan dan tiap ulangan terdiri dari 4 tanaman sampel.Kombinasi perlakuan yang adalah p1k1, p1k2, p1k3, p2k1, p2k2, p2k3, p3k1, p3k2,dan p3k3. Variabel pengamatan yang diamati yaitu kadar kehijauan daun (spad unit),volume akar (cm3), berat kering tanaman (g), jumlah buah pertanaman (buah), panjangbuah pertanaman (cm) dan berat buah pertanaman (g). Hasil penelitian menunjukanbahwa terjadi interaksi antara perlakuan pupuk posfat dan pupuk organik cair (POC)keong mas pada tanah gambut, namun didapatkan dosis efektif yang mampumeningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kecipir yaitu 0,7 g/polybag pupukposfat dan 15 ml/l air pupuk organik cair (POC) keong mas. Kata kunci : gambut, kecipir, pupuk organik cair (POC)keong mas, pupuk posfat.