Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Pelatihan dan Praktek Shalat Jenazah pada Masyarakat Gampong Padang Sakti Kecamatan Muara Satu Kota Lhokseumawe Muhammad Ali; M Mursalin; Muhammad Hasyem; Muklir Muklir
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 4, No 3 (2024): Desember 2024
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Gampong Padang Sakti, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe, dalam melaksanakan shalat jenazah. Shalat jenazah merupakan salah satu kewajiban kolektif (fardhu kifayah) bagi umat Muslim, namun pengetahuan terkait tata cara pelaksanaannya seringkali terbatas di kalangan masyarakat umum. Melalui pelatihan ini, peserta akan mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang teori dan praktik shalat jenazah, mulai dari niat, takbir, hingga doa-doa yang harus dibacakan. Hasil dari pelatihan ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan kemampuan masyarakat, terutama tokoh agama dan pemuda, dalam melaksanakan shalat jenazah secara mandiri. Para peserta mampu melakukan shalat jenazah dengan benar dan sesuai dengan tuntunan syariat Islam. Dampaknya, pelatihan ini berhasil menciptakan kader-kader baru yang siap membantu pelaksanaan shalat jenazah di lingkungan Gampong Padang Sakti, sehingga meminimalkan ketergantungan pada segelintir individu yang memiliki pengetahuan tersebut. Selain itu, program ini juga menumbuhkan kesadaran keagamaan yang lebih kuat di tengah masyarakat, serta mempererat hubungan sosial dengan adanya gotong royong dalam melaksanakan kewajiban fardhu kifayah tersebut.
Collaborative Governance in Environmental Management for Climate Change Mitigation in Rayeuk Kareung Village, North Aceh Putri Mandasari; Ferizaldi; Ti Aisyah; Muhammad Hasyem; Maryam
Jurnal Transparansi Publik (JTP) Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Transparansi Publik (JTP) - November 2025
Publisher : Program Magister Administrasi Publik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jtp.v5i2.25236

Abstract

The issue of environmental governance is a critical urgency as it directly impacts the sustainability of human life. The collaboration among stakeholders requires attention to assess whether it is functioning effectively or not, in order to mitigate environmental governance challenges. This study aims to examine the processes and obstacles encountered in the collaboration between the government and non-governmental organizations in environmental governance in Gampong Rayeuk Kareung and various related stakeholders in Lhokseumawe City. A qualitative descriptive approach is employed, utilizing in-depth interviews, observations, and documentation as data collection methods, followed by data management, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that cross-sectoral collaboration has successfully increased environmental awareness among the community, reduced surface water pooling, and met water needs through eco-friendly technologies such as biopore infiltration holes and rainwater harvesting systems. The program's sustainability is supported by the local institution "Iserap," which enhances the community’s sense of ownership and ensures the continuity of the initiative. However, challenges persist in three key aspects: cultural, institutional, and political. Low collective awareness, lack of coordination between institutions, limited technical capacity, and local political dynamics are the primary factors hindering the effectiveness of the collaboration.
IMPLEMENTATION OF THE POLICY PROHIBITING THE KILLING OF ESTUARY CROCODILES IN RANTAU GEDANG AND TELUK RUMBIA VILLAGES, SINGKIL DISTRICT, ACEH SINGKIL REGENCY Fitrianda Sari; Mauludi; Arinanda; Muhammad Hasyem; Risna Dewi
Journal of International Islamic Law, Human Right and Public Policy Vol. 4 No. 3 (2026): September
Publisher : PT. Radja Intercontinental Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.21737674

Abstract

This study examines the implementation of the policy prohibiting the killing of estuarine crocodiles in Rantau Gedang Village and Teluk Rumbia Village, Singkil District, Aceh Singkil Regency, as well as the factors hindering its implementation. The study was motivated by increasing human–crocodile conflicts that have resulted in fatalities and created a dilemma between wildlife conservation and community safety. This research employs a descriptive qualitative approach, with data collected through interviews, observations, and documentation. The analysis is based on Merilee S. Grindle's policy implementation theory, which focuses on policy content and implementation context. The findings indicate that the prohibition policy has not been implemented optimally. Although it has a strong legal foundation and clear objectives, it has not fully addressed the community's need for safety. The main barriers include low community compliance, limited resources, inadequate continuous socialization, weak inter-agency coordination, and the socio-economic dependence of local communities on river activities. A more comprehensive strategy is therefore required through improved public awareness, strengthened monitoring, and human–wildlife conflict mitigation so that estuarine crocodile conservation can be balanced with community safety and welfare.
THE IMPLEMENTATION OF E-GOVERNANCE IN IMPROVING PUBLIC SERVICES AT THE MEDAN DENAI SUB-DISTRICT OFFICE MEDAN CITY Sabina Azira Balqis Siregar; Teuku Alfiady; Aflia Riski; Ti Aisyah; Muhammad Hasyem
International Journal of Social Science, Educational, Economics, Agriculture Research and Technology (IJSET) Vol. 5 No. 1 (2025): DECEMBER
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/ijset.v5i1.1548

Abstract

The implementation of E-Governance in improving public services at the Medan Denai District Office, Medan City, represents a digital transformation effort aimed at creating a transparent, accountable, and efficient government through information technology. However, its application at the district level has not yet been fully optimized. This study aims to describe the implementation of E-Governance at the Medan Denai District Office and to identify the factors inhibiting its effectiveness. The research employs a qualitative approach using primary and secondary data collected through observation, interviews, and documentation. Data were analyzed using an interactive analysis model consisting of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. This study applies George C. Edward III’s policy implementation theory, which emphasizes four variables: communication, resources, disposition, and bureaucratic structure. The findings indicate that E-Governance implementation at the Medan Denai District Office remains suboptimal. Information technology has improved service efficiency but is not yet fully integrated. Transparency is limited due to the lack of accessible public information, while accountability mechanisms such as complaint and reporting systems remain manual. The main obstacles include limited human resource capacity, inadequate technological infrastructure, weak inter-stakeholder communication, and a bureaucratic structure that does not fully support digital systems. Strengthening human resources, improving infrastructure, and optimizing digital systems are necessary to enhance public service quality.
Strategi Dinas Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Dalam  Menangani Pengelolaan Sampah di Kota Bireuen (Studi TPS Pasar Induk Cureh dan TPA Blang Beruru di Kota Juang) Deya Dara Ponna; Teuku Alfiady; Depita Kardiati; Muhammad Hasyem; Muklir Muklir
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 3 (2026): JULI-SEPTEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/yfvk7e02

Abstract

Strategi Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Bireuen dalam pengelolaan sampah dianalisis untuk mengetahui pelaksanaan strategi serta faktor-faktor yang menghambat efektivitas pengelolaan sampah di daerah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan informan yang dipilih secara purposive, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengelolaan sampah telah dilakukan melalui pelayanan pengangkutan dan TPS, pengembangan TPS3R, Program Adiwiyata, Program Kampung Iklim (ProKlim), serta penguatan Bank Sampah. Namun, implementasinya belum optimal karena keterbatasan anggaran, defisit armada dan personel, belum aktifnya TPS3R, penggunaan metode open dumping di TPA Blang Beururu, rendahnya penerapan prinsip 3R, dan partisipasi masyarakat yang masih pasif. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kapasitas kelembagaan, peningkatan pembiayaan dan sarana-prasarana, revitalisasi TPS3R, modernisasi TPA, penegakan regulasi, serta peningkatan partisipasi masyarakat secara berkelanjutan untuk mewujudkan pengelolaan sampah yang efektif dan berkelanjutan.
Implementasi Standar Sarana dan Prasarana pada Pendidikan Anak Usia Dini Jenjang Pendidikan Dasar dan Jenjang Pendidikan Menengah Studi di Sd Negeri 013817 Sei Pasir Kabupaten Asahan Annisa Farizki; Muhammad Hasyem; Syamsuddin Syamsuddin; Muklir Muklir; Lisa Iryani
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 3 (2026): JULI-SEPTEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/70smtc83

Abstract

  Standar Sarana dan Prasarana pada Pendidikan Anak merupakan aspek penting dalam menjamin terselenggaranya layanan pendidikan yang aman, sehat, nyaman, dan berkeadilan. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi standar sarana dan prasarana berdasarkan Permendikbudristek Nomor 22 Tahun 2023 di SD Negeri 013817 Sei Pasir, Kabupaten Asahan, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang menghambat pelaksanaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis dilakukan menggunakan teori implementasi kebijakan George C. Edward III yang meliputi komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek komunikasi dan disposisi telah berjalan relatif baik melalui koordinasi antarpihak serta komitmen kepala sekolah dan guru dalam mempertahankan proses pembelajaran. Namun, aspek sumber daya dan struktur birokrasi masih menjadi kendala utama. Keterbatasan anggaran, kewenangan sekolah, kerusakan ruang kelas dan toilet, serta panjangnya prosedur pengajuan bantuan menyebabkan pemenuhan standar belum optimal. Kondisi tersebut menunjukkan adanya kesenjangan antara standar normatif dan realitas fasilitas pendidikan di wilayah pesisir. Penelitian merekomendasikan penetapan prioritas bantuan berdasarkan tingkat kerusakan, keselamatan, dan kelayakan sanitasi.