Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : Preventif Journal

UJI PERBANDINGAN EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN SIRIH HIJAU (Piper betle Linn) DENGAN EKSTRAK DAUN PANDAN WANGI (Pandanus amaryllifolius Roxb) TERHADAP KEMATIAN LARVA NYAMUK AEDES AEGYPTI TAHUN 2018 Tina, Lymbran; Misnawati, Misnawati; Nirmala, Fifi
Preventif Journal Vol 3, No 1 (2018): PREVENTIF JOURNAL
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.418 KB) | DOI: 10.37887/epj.v3i1.5448

Abstract

Aedes aegypti merupakan jenis nyamuk yang dapat membawa virus dengue penyebab penyakit demamberdarah. Selain dengue, A. aegypti juga merupakan pembawa virus demam kuning (yellow fever) danchikungunya. Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Salahsatu upaya pemberantas DBD yaitu dengan memberantas vektornya yaitu Aedes aegypti. Daun sirih hijau (Piperbetle Linn) memiliki potensi sebagai larvasida karena mengandung fenol dan senyawa turunannya seperti kavikoldan eugenol, mengandung alkaloid, tanin, flavonoid, saponin dan minyak atsiri yang bersifat sebagai larvasidabegitupun dengan daun pandan wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb) mengandung alkaloid, saponin, flavonoid,tanin, polifenol dan zat warna yang dapat bersifat larvasida. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbandinganefektivitas ekstrak daun sirih hijau dan ekstrak daun pandan wangi sebagai larvasida terhadap kematian larvaAedes aegypti. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen quasi dengan desain post test only controlgroup design. Sampel dalam penelitian ini adalah larva Aedes aegypti instar III/IV sebanyak 25 ekor pada masingmasing4 perlakuan dan 2 kontrol yaitu kontrol negatif (0%) dan kontrol positif (Abate) dengan 4 kalipengulangan.Hasil uji one way Annova menunjukkan nilai p-value adalah <0,05 menunjukkan terdapatperbedaan signifikan jumlah larva yang mati antar kelompok yang dibandingkan. Berdasarkan uji analisis probitnilai LC50 dan LC90 ekstrak daun sirih hijau yaitu 0,19% dan 0,34% sedangkan nilai LC50 dan LC90 ekstrak daunpandan wangi yaitu 0,23% dan 0,48%. Sehingga disimpulkan bahwa ekstrak daun sirih hijau lebih efektivmematikan larva uji (nyamuk Aedes aegypty) dibandingkan dengan ekstrak daun pandan wangi.Kata kunci : Aedes aegypti, Larvasida, Sirih hijau(Piper betle Linn), Pandan Wangi (Pandanus amaryllipoliusRoxb), LC50 dan LC90
ANALISIS FAKTOR RISIKO KEJADIAN PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIK (PPOK) PADA PASIEN RSUD BAHTERAMAS PROVINSI SULAWESI TENGGARA TAHUN 2017 Tina, Lymbran; Kholifah, Nur; Junaid, Junaid
Preventif Journal Vol 3, No 1 (2018): PREVENTIF JOURNAL
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.613 KB) | DOI: 10.37887/epj.v3i1.6242

Abstract

Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan angkamortalitas dan morbiditas yang cukup tinggi. Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) saat ini berisiko untuk semuakalangan, terutama usia dewasa dan lansia. Beberapa faktor yang dapat mengakibatkan PPOK yakni genetik,riwayat penyakit infeksi pernapasan, jenis kelamin, usia, gizi, asap rokok, polusi udara dalam dan luar ruangan,serta gaya hidup. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis seberapa besar faktor risiko paparan asap rokok,paparan asap obat nyamuk bakar dan konsumsi minuman ringan terhadap kejadian penyakit paru obstruktifkronik (PPOK) pada pasien Poli Paru RSUD Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara tahun 2017. Jenis penelitianyang digunakan adalah analitik observasional menggunakan rancangan case control study dengan pendekatanfixed disease. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien Poli Paru RSUD Bahteramas sejak bulan januarisampai dengan oktober tahun 2017, sampel dalam penelitian ini berjumlah 105 sampel yakni 35 kasus dan 70kontrol, pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian pada tingkat kepercayaan95% menunjukkan faktor risiko tinggi kejadian PPOK yakni paparan asap rokok diperoleh nilai OR = 3,188 denganLower limit = 1,273 dan Upper limit = 7,980; dan paparan asap obat nyamuk bakar diperoleh nilai OR = 2,411dengan Lower limit = 1,039 dan Upper limit = 5,599, sedangkan yang bukan merupakan faktor risiko PPOK yaknikonsumsi minuman ringan diperoleh nilai OR = 2,016 dengan Lower limit = 0,278 dan Upper limit = 15,281. Bagimasyarakat diharapkan agar selalu menjaga kesehatan dengan melakukan perilaku hidup bersih dan sehat, sertamenghindari paparan asap rokok dan asap obat nyamuk bakar, dan menjaga pola makan dengan menerapkan giziseimbang. Kata kunci : Penyakit paru obstruktif kronik, asap rokok, asap obat nyamuk bakar, konsumsi minuman ringan.
HUBUNGAN STRES, KETERATURAN MAKAN, JENIS MAKANAN DENGAN KEJADIAN GASTRITIS PADA SANTRI DI PONDOK PESANTREN UMMUSABRI KOTA KENDARI TAHUN 2017 Tina, Lymbran; Takdir, Rifqah Khaerunnisa; Sety, La Ode Muahamad
Preventif Journal Vol 3, No 2 (2019): Preventif Journal
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.152 KB) | DOI: 10.37887/epj.v3i2.6246

Abstract

ABSTRAKPenyakit gastritis dapat menyerang seluruh lapisan masyarakat dari semua tingkat usia maupun jenis kelamin. Kejadian gastritis masih menjadi masalah penyakit terbesar di Kota Kendari, dari data 5 tahun terakhiryang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kota Kendari yang tidak menentu. Jenis penelitian ini adalah kuantitatifdengan menggunakan pendekatan cross-sectional study. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubunganstress, keteraturan makan, jenis makanan pada santri di Pondok Pesantren Ummusabri. Populasi dalam penelitianini adalah seluruh siswa-siswi Madrasah Tasanawiyah & Madrasah Aliyah yang mukim di Pondok PesantrenUmmusabri sebanyak 228 orang. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 70 orang dan teknik pengambilan sampelmenggunakan proportional stratified random sampling. Analisis statisitik menggunakan uji chi-square pada tingkatkepercayaan 95% (α=0,05). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa stress (p value = 0,000), keteraturan makan (pvalue = 0,001), jenis makanan berisiko (p value = 0,000), terdapat hubungan dengan kejadian gastritis pada santridi Pondok Pesantren Ummusabri Kota Kendari Tahun 2017.Kata Kunci: gastritis, stress, keteraturan makan, jenis makanan, siswa
PERKEMBANGAN KASUS PNEUMONIA PADA BALITA DI PROVINSI SULAWESI TENGGARA TAHUN 2017 Jumakil, Jumakil; Tina, Lymbran
Preventif Journal Vol 3, No 2 (2019): Preventif Journal
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.295 KB) | DOI: 10.37887/epj.v3i2.6063

Abstract

Pneumonia merupakan penyebab utama kematian balita di dunia. Penyakit ini menyumbang 16% dari seluruh kematian anak di bawah lima tahun, yang menyebabkan kematian pada 920.136 balita, atau lebih dari 2.500 per hari, atau diperkirakan dua anak Balita meninggal setiap menit pada tahun 2015. Salah satuupaya untuk menekan penyakit ini adalah dengan meningkatkan penemuan pneumonia pada balita. Perkiraankasus pneumonia pada balita di suatu wilayah sebesar 10% dari jumlah balita di wilayah tersebut. Perkiraan balitapenderita pneumonia di Sulawesi Tenggara sebesar 26.272 balita, sementara balita penderita pneumonia yangditemukan dan ditangani baru mencapai 3.051 kasus atau sekitar 11,61% dari perkiraan penderita. Angka inimasih jauh di bawah target nasional sebesar 80%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan kasuspneumonia Bulan Januari sampai dengan Desember Tahun 2018 dan untuk mengetahui daerah risiko kejadianpneumonia di Provinsi Sulawesi Tenggara. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan melakukan studi literaturedan menggunakan pemodelan spatio temporal. Kejadian pneumonia pada balita di Provinsi Sulawesi Tenggaraakan dipetakan berdasarkan jumlah penderita per kabupaten/kota, selanjutnya dipetakan berdasarkan bulankejadian selama tahun 2017. Hasil Penelitian menunjukkan kejadian pneumonia di Provinsi Sulawesi TenggaraTahun 2017 berdasarkan bulan kejadian cenderung fluktuatif, kasus meningkat drastis pada Bulan September.Kabupaten yang sangat berisiko terjadi kasus pneumonia adalah Kabupaten Kolaka dan Kabupaten Muna, berisikosedang Kabupaten Konawe, Konawe Selatan dan Kota Kendari. Kabupaten yang kurang berisiko adalah KabupatenKonawe Utara, Kolaka Timur, Bombaba, Buton, Buton Selatan dan Kota Bau-Bau, sedangkan kabupaten yang tidakberisiko adalah Kabupaten Kolaka Utara, Konawe Kepulauan, Muna Barat, dan Wakatobi.Kata kunci : Pneumonia, balita, spatio temporal.
ANALISIS FAKTOR RISIKO KEJADIAN BRONKHITIS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MEKAR TAHUN 2016 Tina, Lymbran; Dasriani, Yuli; Munandar, Sabril
Preventif Journal Vol 2, No 1 (2017): Preventif Journal
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1163.277 KB) | DOI: 10.37887/epj.v2i1.7534

Abstract

Bronchitis odalah suatu peradangan pada cabang tenggorok bronchus {saluran udsra ke psru-paru).  Broncritis rnerupakan penyakit ir,fek;l salursn pernapasan.  Peoyakit bronch1tls lnl dapat disebabkan otcn berbagai faktor seperf  infeksi virus, bakteri,  ;lsap  rokok,  kepadatan  hunian, kebiasa,;m merokok  dan alergl,  Puskesrnas  Mekar merepakan salah  satu  unit  pelayanan keseh•l•11  lin8k•l pertama  di wilayah  Kota  Kendarl.  Berdasarkan data f'uskesmas t-.1ekar 3 tahun te.rakhir terjadi f!uktuasi y,1ng cukup llqGgi lerkait kesus bronch1tls lnL Penelh1an [nl bcrtujuan untus  mel!get;Jhui  faktor  risiko  dari  kepadatan  human,  kcbt�saan  merokok,  dan  alergi deagan kcjJdian  periyakit bronchitis  di wil.ayah  kerja  Puskesrnas  tvlekar  tahun  2016.  Pen¢1iti('lr,  il'1i  rn�nggunakan rancangon   cpiccmiologi analltik   observaslonal  dengan  desain   panelitian   case  control   dengan  proscdur matching. Adapun populosi dalam pcnclltlan inl 117 dengan [urnlah sampel sebanyak 48 kasus dan 48 kontrol. Pengambilan sampel  dalam  penelitlan   ini  mcnggunal(an teknlk  simpel  random  sampling.   I lasil  penelltlanmenunjukkan kepadatan hunian (OR= 1,3;  95%CJ = 0,567 - 2,979;   p,value = 0,678) bukan  merupakan faktorrisiko kejodlan bronkhitis,  sedangkan keblasaan rnerokok {OR e 12;  95%0 = 2,416 -59,453;   P-value , 0,003)dan alergi (OR= 12:  95%CI = 2,416 - 59,453;  P-value = 0,003)  merupakan faktor risiko kcjcdian bronchitis. Kata kunci: bronkhitis, kepadatan hunlan,  keblasaan merokok, alergi
PEMBUANGAN SAMPAH DAN DAMPAKNYA TERHADAP MASYARAKAT DI KOTA BAU-BAU PROVINSI SULAWESI TENGGARA Jumakil, Jumakil; Sabilu, Yusuf; Tina, Lymbran; Yuslina, Yuslina; Majid, Ruslan; Zainuddin, Asnia
Preventif Journal Vol 4, No 1 (2019): Preventif Journal
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.782 KB) | DOI: 10.37887/epj.v4i1.9430

Abstract

AbstrakKota Bau-Bau menghasilkan sampah mencapai 80-100 ton per hari, setiap tahunnya mengalami peningkatan.Timbulan sampah yang terus mengalami peningkatan akan mmenimbulkan kerusakan lingkungan. Selainlingkungan dampak yang ditimbulkan sampah dapat dirasakan oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui cara pembuangan sampah di Kota Bau-Bau dan dampaknya terhadap masyarakat. Jenis penelitian iniadalah observational study dengan jumlah sampel 2.630 yang diambil dengan teknik propotional randomsampling, responden adalah ibu rumah tangga umur 25-65 tahun. Hasil penelitian menunjukkan 53,8% sampahdibuan ke TPS, 32,9% dibakar 5,9% dibuang ke sungai, 5,2% dibuang ke halaman, 0,8% dibuang ke lubang tanahtidak ditutup, 0,7% dikumnpulkan kolektor pendaur ulang, 0,5% dibuang ke lubang tanah dan ditutup, 0,2%dibiarkan membusuk. Dampak yang ditimbulkan 44,1% sampah berserakan, 22,1% banyak lalat berada di , 21,9%banyak tiku, 20,9% banyak nyamuk, 10,7% anjing dan kucing mencari makan, 3,8% merasakan bau busuk yangmenyengat, dan 4,1% terjadi penyumbatan saluran air/drainase. Kesimpulan Sebagian besar masyarakat KotaBau-Bau membuang sampah pada Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS), namun masih ada yangmembakar, membuang di sekitar halaman rumah, sungai, membiarkannya sampai membusuk. Dampak yangditimbulkan dari pembuangan sampah di Kota Bau-bau adalah sampah yang berserahkan, keberadaan vektorpembawa penyakit, bau busuk yang mengganggu serta terjadi penyumbatan drainase.Kata kunci:dampak sampah; pembuangan sampah, sampah rumah tangga 
PENGARUH PENYULUHAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN IBU DALAM UPAYA PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE DI KELURAHAN PUNGGOLAKA KECAMATAN PUUWATU KOTA KENDARI Irma, Irma; Sabilu, Yusuf; Tina, Lymbran; Muchtar, Febriana
Preventif Journal Vol 5, No 1 (2020): Preventif Journal
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/epj.v5i1.15601

Abstract

AbstrakPenyakit DBD sebagai salah satu penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue. Kota Kendarimerupakan daerah yang endemik DBD dengan CFR 0,11 % pada tahun 2014 dan Incidence Rate 152 per 1000penduduk dan sebaran penyakit DBD di Kelurahan Punggolaka pada tahun 2015 sepanjang periode januari sampaiJuni sebanyak 3 kasus. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain pra-experimental onegrouppretest-posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah semua keluarga yang ada dan tinggal di KelurahanPunggolaka Kecamatan Puuwatu Kota Kendari sebanyak 1.473 KK dan sampel dalam penelitian ini adalah ibu – ibuyang tinggal di Kelurahan Punggolaka sebanyak 104 orang yang diambil dengan teknik cluster random sampling. Ujistatistik yang digunakan adalah McNemar dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwapengetahuan ibu tentang pencegahan DBD sebelum pemberian penyuluhan kesehatan sebagian besar atau 77,9 %adalah kurang dan hanya 22,1 % dengan kategori baik sedangkan pengetahuan ibu tentang pencegahan DBDsesudah pemberian penyuluhan kesehatan sebagian besar atau 72,1 % menjadi baik dan hanya 29,7 % dengankategori kurang. Hasil analisis juga menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan pemberian penyuluhankesehatan terhadap pengetahuan ibu tentang pencegahan DBD yang dibuktikan dengan nilai p = 0,001 < nilai α =0,05).Kata kunci: penyuluhan kesehatan, DBD, masyarakat. 
ANALISIS KUALITAS AIR SUMUR PADA KAWASAN RAWAN BANJIR DI KECAMATAN PONDIDAHA KABUPATEN KONAWE Nurmaladewi, Nurmaladewi; Sabilu, Yusuf; Saktiansyah, La Ode Ahmad; Afa, Jusniar Rusli; Nirmala, Fifi; Tina, Lymbran; Jumakil, Jumakil
Preventif Journal Vol 6, No 1 (2021): Preventif Journal
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/epj.v6i1.22595

Abstract

AbstrakBanjir merupakan salah satu bencana alam yang terjadi ketika aliran air yang berlebihan merendam daratan. Banjir berdampak serius pada kesehatan masyarakat seperti terjadinya kontaminasi air minum dan penumpukan limbah domestik, banyaknya bakteri patogen dan vektor penyakit di sekitar perairan yang tergenang. Selain itu, peristiwa banjir dapat menyebabkan potensi wabah penyakit menular peningkatan penyakit yang ditularkan oleh vector (vector-borne diseases) dan penyakit bawaan air (water-borne diseases). Kabupaten Konawe merupakan salah satu kabupaten di Sulawesi Tenggara yang rawan dengan bencana banjir. Pola curah hujan tahunan di Kabupaten Konawe antara 1.500-1.00 mm, hal ini menjadi penyebab terjadinya banjir di beberapa wilayah di Kabupaten Konawe. Salah satu  wilayah yang rawan bencana banjir di Kabupaten Konawe ialah Kecamatan Pondidaha. Hasil survey awal menunjukkan bahwa salah satu permasalahan yang ditemui di wilayah rawan banjir di Kecamatan Pondidaha Kabupaten Konawe adalah masalah kualitas air. Sebagian besar kebutuhan air minum masyarakat Kecamatan Pondidaha menggunakan air sumur dan air PDAM. Kondisi sanitasi masyarakat Kecamatan Pondidaha Kabupaten Konawe yang masih kurang baik diperkirakan akan berdampak pada kualitas air tanah maupun sungai terutama pada saat banjir. Hasil penelitian menunjukkan kualitas fisika (padatan Terlarut/Total Dissolved Solid (TDS)) masih berada di bawah nilai baku mutu sehingga masih layak digunakan sebagai air bersih yang digunakan sebagai sumber air baku untuk air minum dan hasil uji kualitas mikrobiologi (uji bakteri coliform dan Escherichia coli) tanah pada kawasan rawan banjir di Kecamatan Pondidaha Kabupaten Konawe masih berada di bawah nilai baku mutu sehingga masih layak digunakan sebagai air bersih yang digunakan sebagai sumber air baku untuk air minum. Kata kunci: air, banjir, fisik, biologi