Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Merancang Buku Laporan Pendidikan Anak Usia Dini yang Efektif dan Komprehensif Kurniawati, Asih Budi; Haenilah, Een Y.; Nawangsasi, Devi; Pradini, Susanthi
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 9 No 4 (2024): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v9i4.1156

Abstract

Program pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme guru yang berkenaan dengan merancang kisi-kisi instrumen yang berisi indikator dari seluruh aspek perkembangan anak yang harus ternilai, merancang rubrik penilaian otentik yang valid dan reiabel untuk mengukur perkembangan anak usia dini, menggunakan rubrik penilaian untuk mengukur perkembangan anak usia dini secara objektif, mengolah data sebagai bahan evaluasi untuk menyimpulkan perkembangan anak usia dini, serta mendesain buku raport yang berisi gambaran perkembangan anak secara tepat dan komunikatif. Metode yang digunakan untuk pelaksanaan pelatihan adalah ekspositori, tanya jawab, kerja kelompok, dan presentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu uji paired sample t-test. Berdasarkan hasil pengujian menggunakan uji paired sample t-test didapatkan nilai sig. (2-tailed) sebesar (0,000 < 0,05). Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan antara nilai pretest dan posttest, sehingga dapat disimpulkan bahwa pelatihan yang diberikan memiliki pengaruh terhadap pemahaman dan kemampuan guru PAUD. This training program aims to enhance the professionalism of teachers by designing an instrument grid that includes indicators for all aspects of child development that need to be assessed, creating valid and reliable authentic assessment rubrics to measure early childhood development, using assessment rubrics to objectively evaluate early childhood development, processing data for evaluation purposes to summarize early childhood development, and designing report cards that accurately and communicatively depict a child's development. The methods used for implementing the training include exposition, question and answer sessions, group work, and presentations. The data analysis technique employed is the paired sample t-test. Based on the results from the paired sample t-test, a significance value (2-tailed) of (0.000 < 0.05) was obtained. From these results, it can be concluded that there is a difference between the pretest and posttest scores, indicating that the training provided has an impact on the understanding and skills of early childhood education teachers.
Pengaruh Penggunaan Big Book Terhadap Kemampuan Berbicara Anak Usia 5-6 Tahun Ananda, Prestisia; Kurniawati, Asih Budi Kurniawati; Nawangsasi, Devi
Jurnal Pelita PAUD Vol 8 No 2 (2024): Jurnal Pelita PAUD
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/pelitapaud.v8i2.3350

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana anak usia 5 sampai 6 tahun dipengaruhi oleh media buku besar dalam hal kemampuan berbicaranya. Dalam penelitian ini, digunakan desain pra-eksperimental kelompok pre-test-post-test tipe I dengan pendekatan kuantitatif dan metodologi eksperimental. Populasi penelitian ini adalah 43 anak muda. Tiga puluh anak, usia lima hingga enam tahun, yang dipilih melalui seleksi purposif menjadi sampel penelitian. Uji-t berpasangan digunakan untuk analisis data pada hasil penilaian pre-test dan post-test. Selanjutnya, dengan membandingkan nilai Sig, diuji pentingnya data tersebut. (2-tailed) dan nilai α. Nilai Sig ditentukan dengan menggunakan data pre-test dan post-test hasil temuan uji t berpasangan. Ketika nilai 2-tailed sebesar 0,000 maka nilai α sebesar 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa nilai Sig 2-tailed lebih kecil dari nilai α (0,000 < 0,05). Oleh karena itu, Ha diterima dan H0 ditolak, yang menunjukkan bahwa anak-anak berusia antara lima dan enam tahun mendapat manfaat dari paparan media cetak besar dalam hal kemampuan berbicara mereka.
Penerapan Sinergi Gerak terhadap Kemampuan Motorik Kasar Anak Usia 5-6 Tahun Nawangsasi, Devi; Tamiya, Fitrotun Nissa; Sari, Fanny Dwita; Ramadona, Gita; Saputri, Caesar Marischa; Safitri, Dinda Novita
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.28988

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan sinergi gerak terhadap kemampuan motorik kasar anak usia 5-6 tahun di TK Islam Al-Amin. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi dan dokumentasi terhadap lima gerakan bernama sinergi gerak yang mewakili fungsi gerakan lokomotor dan non-lokomotor, yaitu gerakan: Lentur Ceria, Buka Tutup Happy, Awan Berputar, Berlari Menyenangkan, dan Mikir Asyik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sinergi gerak mampu meningkatkan kemampuan anak dalam meniru, mengulang, dan mengembangkan gerakan motorik kasar. Aktivitas ini juga meningkatkan koordinasi, fleksibiltas, kekuatan otot, dan kepercayaan diri mereka. Hasil penelitian ini menekankan pentingnya aktivitas fisik terstruktur yang berbasis prinsip kinesiologi untuk mendukung perkembangan motorik kasar anak usia dini secara optimal.
Pengaruh Permainan Tradisional Das Terhadap Kemampuan Matematika Permulaan Sharna Mellisa Dhasni; Budi Kurniawati, Asih; Devi Nawangsasi
Jurnal Kajian Anak (J-Sanak) Vol. 6 No. 02 (2025): Jurnal Kajian Anak (J-Sanak)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/j-sanak.v6i02.8504

Abstract

The problem in the study is the initial mathematical ability of children aged 5-6 years who still need appropriate stimulation according to the age and abilities of the child. This study aims to determine the effect of traditional das games on the initial mathematical ability of children aged 5-6 years. This study uses a quantitative research type with a pre-experimental method and a one group pretest-posttest design. The sample in this study amounted to 29 children aged 5-6 years. The sampling technique used a purposive sampling technique. The data collection technique used was observation carried out using an observation sheet that had been tested for validity and reliability and was declared valid and reliable. The research data was tested using the Paired Sample Test and obtained a value of 0.000. This value is less than 0.05 (0.000 <0.05), which means that there is a positive influence between traditional das games on the initial mathematical ability of children aged 5-6 years. This positive influence is because the traditional das games used can attract children's interest and are carried out repeatedly, so that it is in line with Piaget's theory which states that children's activities that are carried out repeatedly will create new knowledge for children.
Pengaruh Penggunaan Big Book Terhadap Kemampuan Berbicara Anak Usia 5-6 Tahun Ananda, Prestisia; Kurniawati, Asih Budi Kurniawati; Nawangsasi, Devi
Jurnal Pelita PAUD Vol 8 No 2 (2024): Jurnal Pelita PAUD
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/pelitapaud.v8i2.3350

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana anak usia 5 sampai 6 tahun dipengaruhi oleh media buku besar dalam hal kemampuan berbicaranya. Dalam penelitian ini, digunakan desain pra-eksperimental kelompok pre-test-post-test tipe I dengan pendekatan kuantitatif dan metodologi eksperimental. Populasi penelitian ini adalah 43 anak muda. Tiga puluh anak, usia lima hingga enam tahun, yang dipilih melalui seleksi purposif menjadi sampel penelitian. Uji-t berpasangan digunakan untuk analisis data pada hasil penilaian pre-test dan post-test. Selanjutnya, dengan membandingkan nilai Sig, diuji pentingnya data tersebut. (2-tailed) dan nilai α. Nilai Sig ditentukan dengan menggunakan data pre-test dan post-test hasil temuan uji t berpasangan. Ketika nilai 2-tailed sebesar 0,000 maka nilai α sebesar 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa nilai Sig 2-tailed lebih kecil dari nilai α (0,000 < 0,05). Oleh karena itu, Ha diterima dan H0 ditolak, yang menunjukkan bahwa anak-anak berusia antara lima dan enam tahun mendapat manfaat dari paparan media cetak besar dalam hal kemampuan berbicara mereka.
Analisis Penerapan Gerak Dasar Lokomotor dan Nonlokomotor terhadap Kemampuan Kinesiologi Anak Usia 4-5 Tahun Nawangsasi, Devi; Anggraeni, Rahmawati Ayu; Ananda, Seftia Putri; Sitepu, Nadya Napalka; Habiburrohmah, Nur; Fitriyani, Silfi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses dan hasil penerapan metode demonstrasi dalam pembelajaran gerakan motorik kasar pada anak usia 5–6 tahun di TK AQILA, Bandar Lampung. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan metode nonparametrik, yang memungkinkan analisis terhadap data berskala kategori tanpa asumsi distribusi normal. Subjek penelitian terdiri dari 12 anak, dengan 5 anak laki-laki dan 7 anak perempuan. Objek penelitian mencakup lima jenis gerakan, yaitu: Bintang Ceria, Pesawat Terbang, Kelinci, Pohon Bergoyang, dan Burung Terbang. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, catatan lapangan, dokumentasi video, dan instrumen skoring sederhana, kemudian dianalisis melalui teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara nonparametrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode demonstrasi efektif dalam meningkatkan kemampuan motorik kasar anak, terutama ketika dikombinasikan dengan pendekatan bermain dan visualisasi imajinatif. Sebagian besar anak mampu mengikuti dan menirukan gerakan yang diperagakan, meskipun terdapat perbedaan tingkat penguasaan antar individu. Hambatan yang ditemui antara lain kurangnya keseimbangan, kesulitan memahami urutan gerakan, dan keterbatasan koordinasi tubuh. Faktor-faktor seperti kesiapan fisik, pengalaman gerak sebelumnya, dan suasana pembelajaran yang mendukung sangat memengaruhi keberhasilan anak. Dengan demikian, pendekatan demonstrasi yang terstruktur dan adaptif dapat menjadi strategi yang efektif untuk menstimulasi perkembangan motorik kasar anak usia dini.
PELATIHAN PENYUSUNAN MENU SEHAT SEIMBANG BAGI GURU PAUD DI TULANG BAWANG BARAT PROVINSI LAMPUNG Kurniawati, Asih Budi; Nawangsasi, Devi; Haenilah, Een Yayah
Jurnal Pengabdian Pendidikan Masyarakat (JPPM) Vol 4 No 2 (2023): Jurnal Pengabdian Pendidikan Masyarakat Vol 4 No 2 (2023)
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MUARA BUNGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52060/jppm.v4i2.1289

Abstract

Malnutrition and obesity are health problems that often occur in society due to an imbalance in the intake of nutrients consumed. Community service with balanced healthy menu counseling activities aims to prevent health problems of malnutrition and obesity that are rife in the community. The method used in this community service activity is an informative - participatory method with the technique of delivering training materials on general guidelines for balanced nutrition. Balanced menu counseling activities were given to 30 PAUD teachers in the West Tulang Bawang area. Post test results of participants who were able to answer all the questions given were 32%. This shows that there is a significant increase in the knowledge of PAUD teachers.
Pelatihan Merancang Pembelajaran Berbasis Deep learning pada Guru PAUD Asih Budi Kurniawati; Een Y. Haenilah; Devi Nawangsasi; Ulwan Syafrudin; Susanthi Pradini
BERBAKTI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 01 (2025): ISSUE OKTOBER
Publisher : PT. Mifandi Mandiri Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformasi pendidikan anak usia dini menuntut pendekatan pembelajaran yang bermakna dan mendalam. Namun, guru PAUD masih menghadapi tantangan dalam menyusun rencana pembelajaran yang mengacu pada prinsip deep learning. Tiga prinsip utama deep learning adalah mindful (berkesadaran), meaningful (bermakna), dan joyful (menggembirakan). Pendekatan ini berfokus pada pemahaman konsep secara komprehensif serta pengembangan keterampilan berpikir kritis sejak dini. Hal ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) nomor 4 yang menekankan pentingnya pendidikan berkualitas, inklusif, dan merata bagi semua. Selain itu, konsep meaningful learning juga berperan penting, karena terjadi ketika anak mampu mengaitkan informasi baru dengan pengetahuan yang telah dimiliki, sehingga meningkatkan pemahaman, motivasi, dan hasil belajar. Kurikulum yang mendukung meaningful learning menciptakan pengalaman belajar yang relevan dan menarik bagi anak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan pelatihan kepada guru PAUD dalam merancang pembelajaran berbasis deep learning. Fokusnya meliputi penyusunan indikator capaian perkembangan, perancangan kegiatan eksploratif dan reflektif, serta evaluasi autentik. Melalui pendekatan partisipatif dan pendampingan berkelanjutan, diharapkan guru mampu menyusun perangkat pembelajaran yang menstimulasi seluruh aspek perkembangan anak secara holistik dan kontekstual.
PELATIHAN INOVATIF TEKNIK MEWARNAI GRADIASI BAGI GURU PAUD DALAM MENDUKUNG PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS ANAK Fatmawati, Nia; Sofia, Ari; Nawangsasi, Devi; Ulpa, Eska Prawisudawati
Jurnal Pengabdian Indonesia (JPI) Vol. 1 No. 1 (2025): Vol. 1 No. 1 Edisi Januari 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/jpi.v1i1.941

Abstract

This community service program aimed to enhance the knowledge and skills of early childhood education (PAUD) teachers in applying gradient coloring techniques as a strategy to support children's fine motor development. The training was conducted through three main stages: delivery of material on the importance of fine motor stimulation through art activities, participatory discussions, and hands-on practice in gradient coloring techniques. Evaluation was carried out using pre-test and post-test instruments to measure the improvement in participants’ competencies. The results showed a significant increase in understanding and skill levels. The percentage of participants classified as "excellent" increased from 0% to 40%, those in the "good" category rose from 34% to 40%, and 20% were categorized as "sufficient". No participants were classified as "poor" or "very poor". These findings indicate that training in gradient coloring techniques is effective in enhancing the capacity of ECE teachers to provide creative and enjoyable fine motor stimulation for young children.
Peningkatan Kemandirian Anak Usia Dini melalui Program Pengembangan Kemandirian Nawangsasi, Devi
El-Athfal: Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan Anak Vol. 2 No. 02 (2022): El-Athfal: Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan Anak
Publisher : Prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak:Pendidikan anak usia dini yang dilaksanakan di posyandu selama ini hanya menekankan pada aspek fisik semata tanpa melihat dari aspek kemandirian anak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penerapan program pengembangan kemandirian untuk anak usia dini agar penanaman nilai kemandirian pada anak usia dini dapat dikembangkan lebih optimal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan (action research), yang dilaksanakan dengan beberapa tahap yaitu; 1) perencanaan 2) tindakan 3) evaluasi 4) refleksi. Penelitian ini terdiri dari tiga siklus. Data yang dikumpulkan berupa data kualitatif dengan menggunakan beberapa instrumen, yaitu; observasi, wawancara, catatan lapangan dan studi dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian kemandirian anak usia dini melalui program pengembangan kemandirian anak yang disusun bersama antara peneliti dan kader menunjukkan peningkatan kemandirian anak, baik kemandirian emosi maupun kemandirian perilaku. Rekomendasi bagi kader; 1) kader menyediakan sarana dan prasarana yang mendukung dalam menanamkan kemandirian anak, 2) kader hendaknya dalam menanamkan kemandirian kepada anak melihat karakteristik anak yang berbeda-beda 3) kader dalam proses pembelajaran sebaiknya melakukan pembelajaran yang berpusat pada anak dan 4) kader perlu mengikuti pelatihan/diklat untuk meningkatkan kemampuan profesional kader.