Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Pengaruh Variasi Number of Signal Average (NSA) Terhadap Kualitas Citra pada MRI Lumbosacral Potongan Sagital Sekuen TIW TSE pada Klinis Hernia Nukleus Pulposus (HNP): The Effect of Number of Signal Average (NSA) Variations on Image Quality in Sagittal TIW TSE Sequence Lumbosacral MRI in Clinical Herniated Nucleus Pulposus (HNP) Andiana, Made Gede; Lana Prasetya, I Made; Triningsih, Triningsih
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 3 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i3.8339

Abstract

Pencitraan MRI Lumbosacral merupakan modalitas penting dalam diagnosis Hernia Nukleus Pulposus (HNP), yang mampu memvisualisasikan struktur tulang belakang secara mendetail. Kualitas citra yang dihasilkan dipengaruhi oleh berbagai parameter, salah satunya adalah Number of Signal Average (NSA). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi NSA terhadap kualitas citra pada MRI Lumbosacral potongan sagital sekuen T1-weighted Turbo Spin Echo (TSE) pada klinis HNP. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif bersifat eksperimental dengan desain cross-sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, untuk mendapatkan sampel sesuai dengan kriteria klinis HNP. Dari 10 sampel yang diambil, hasil analisis statistik menggunakan uji Repeated Measures ANOVA menunjukkan nilai p < 0,05, yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara variasi NSA terhadap Contrast-to-Noise Ratio (CNR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan NSA berpengaruh signifikan terhadap kualitas citra yang diukur dengan nilai CNR. NSA 3 memberikan kualitas citra terbaik namun dengan waktu pemindaian yang lebih lama, sedangkan NSA 2 memberikan keseimbangan optimal antara kualitas citra dan waktu pemindaian. Berdasarkan penelitian ini, NSA 2 direkomendasikan sebagai pilihan optimal untuk memberikan keseimbangan antara waktu pemindaian dan kualitas citra. Kesimpulannya terdapat pengaruh signifikan dari variasi NSA terhadap kualitas citra MRI Lumbosacral pada kasus klinis HNP, dan penggunaan NSA yang tepat dapat membantu meningkatkan diagnosis yang lebih akurat.
Internal Engagement of Members of the Palembang City Arts Council and Its Implications for Traditional Arts Management Akbariansyah, Akbariansyah; Ilhaq, Muhsin; Triningsih, Triningsih; Hidayatullah, Syafwatul Putria; Jamilah, Jamilah
International Journal of Education, Information Technology, and Others Vol 9 No 1 (2026): International Journal of Education, information technology   and others
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to examine the dynamics of internal engagement among members of the Palembang City Arts Council in managing traditional arts. It focuses on understanding how internal engagement shapes organizational effectiveness, decision-making processes, and the sustainability of traditional arts within a local cultural institution context. This study used a qualitative approach with a case study strategy. Data were collected through semi-structured in-depth interviews with council members, participatory observation of organizational activities, and document analysis of programs and policy outputs. The collected data were analyzed using thematic analysis to identify patterns of internal engagement. The findings reveal that internal engagement among members is uneven and largely administrative or symbolic. Engagement is influenced by institutional structure, clarity of roles, internal communication patterns, and resource limitations. Higher levels of engagement are associated with stronger collaboration, greater program innovation, and more effective management of traditional arts. This study is applicable to the fields of arts management, cultural governance, and organizational studies. The findings may serve as a reference for local arts councils, cultural institutions, and policymakers in strengthening internal governance mechanisms and improving the sustainability of traditional arts at the regional level. This study introduces internal engagement as a key non-technical factor in traditional arts management. It shifts the analytical focus from artistic preservation to institutional dynamics, offering new insights into how internal organizational processes influence the effectiveness and sustainability of local cultural institutions in Indonesia.