Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan antara Kualitas Kehidupan Kerja Perawat dan Kinerja Perawat di Rawat Inap Rumah Sakit: Studi Cross Sectional Simbala, Marsyella Arystia; Manoppo, Jeanette I. Ch.; Lampus, Harsali Fransiscus; Tuda, Josef Sem Berth; Kristanto, Erwin Gidion
Jurnal Promotif Preventif Vol 8 No 6 (2025): Desember 2025: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v8i6.2528

Abstract

-Kinerja perawat merupakan determinan penting mutu pelayanan rumah sakit dan keselamatan pasien, yang salah satunya dipengaruhi oleh Quality Nursing Work Life (QNWL). Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara QNWL dan kinerja perawat di ruang rawat inap Rumah Sakit Dr. J.H. Awaloei Tateli. Penelitian menggunakan desain kuantitatif cross-sectional dengan melibatkan seluruh perawat pelaksana di ruang rawat inap sebanyak 80 orang melalui teknik total sampling. QNWL diukur menggunakan kuesioner Brooks dan Anderson yang mencakup dimensi work life/home life, work design, work context, dan work world, sedangkan kinerja perawat diukur menggunakan instrumen Standar Asuhan Keperawatan. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji Fisher–Freeman–Halton Exact, dan multivariat menggunakan regresi logistik biner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya dimensi work world yang berhubungan signifikan dengan kinerja perawat (p = 0,019), sementara dimensi QNWL lainnya tidak menunjukkan hubungan yang bermakna. Analisis multivariat mengonfirmasi bahwa work world merupakan determinan paling dominan terhadap kinerja perawat (OR = 4,33; p = 0,031). Temuan ini menegaskan bahwa persepsi positif terhadap nilai profesi, penghargaan, dan rasa aman dalam bekerja berperan penting dalam meningkatkan kinerja perawat, sehingga penguatan dukungan organisasi dan citra profesi perlu menjadi prioritas dalam manajemen rumah sakit.
Perbandingan Sensitivitas dan Spesifisitas Pemeriksaan Mikroskopik dengan Rapid Diagnostic Test (RDT) Berbasis Histidine Rich Protein-II pada Sampel Darah Penderita Demam Sitanggang, Benedict C.; Tuda, Josef S. B.; Pijoh, Victor D.
Medical Scope Journal Vol. 8 No. 2 (2026): MEDICAL SCOPE JOURNAL
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/msj.v8i2.66774

Abstract

Abstract: Malaria is an infectious disease caused by the Plasmodium parasite, transmitted through the bite of Anopheles mosquitoes, with high incidence in tropical and subtropical regions. Malaria control relies on early diagnosis using methods such as microscopy test or rapid diagnostic test (RDT), which are effective for rapid detection, especially in areas with limited access to healthcare services. This study aimed to compare the sensitivity and specificity of microscopy test with Histidine-Rich Protein II-based RDT in blood samples of fever patients. This was an analytical observational study with a quantitative approach with a cross-sectional design. The data obtained were then processed, organized in a 2x2 table format, and analyzed using the McNemar test. The results showed that the RDT had an effectiveness comparable to the microscopic method as the gold standard in detecting Plasmodium falciparum infection, with high sensitivity and specificity, making RDT a viable diagnostic alternative for malaria patients. In conclusion, the rapid diagnostic test (RDT) method demonstrates good effectiveness and speed in detecting Plasmodium falciparum infection, as well as sufficient accuracy comparable to microscopic examination. Keywords: Plasmodium falciparum; microscopy test; rapid diagnostic test    Abstrak: Malaria ialah penyakit menular yang disebabkan oleh parasit Plasmodium, yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles, dengan kasus tinggi di daerah tropis dan sub tropis. Pengendalian malaria mengandalkan diagnosis dini menggunakan metode seperti mikroskopik atau rapid diagnostic test (RDT), yang efektif untuk deteksi cepat, terutama di wilayah dengan akses layanan kesehatan terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan sensitivitas dan spesifisitas pemeriksaanmikroskopik dengan RDT berbasis Histidine Rich Protein-II pada sampel darah penderita demam. Jenis penelitian ialah analitik observasional menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain potong lintang. Data yang didapat diolah, disusun, dalam bentuk tabel 2x2 dan dilakukan uji Mcnemar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemeriksaan RDT memiliki efektivitas yang sebanding dengan metode mikroskopik sebagai baku emas dalam mendeteksi infeksi Plasmodium falciparum, dengan sensitivitas dan spesifisitas tinggi, sehingga RDT dapat digunakan sebagai alternatif diagnostik pada penderita malaria. Simpulan penelitian ini ialah metode pemeriksaan rapid diagnostic test (RDT) memiliki efektifitas dan kecepatan yang baik dalam mendeteksi infeksi Plasmodium falciparum serta memiliki keakuratan yang cukup baik seperti pemeriksaan mikroskopik. Kata kunci: Plasmodium falciparum; pemeriksaan mikroskopik; rapid diagnostic test