Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : SinarFe7

Studi Kestabilan Sistem Kelistrikan Kalimantan-Jawa 500 kV AC/DC Menggunakan Analisis Modal Heryanto Hartra M M; Ardyono Priyadi; Imam Robandi
SinarFe7 Vol. 1 No. 1 (2018): Sinarfe7-1A 2018
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.6 KB)

Abstract

Indonesia merupakan negara kepulauan dengan kebutuhan energi yang terus meningkat tiap tahunnya. Kalimantan merupakan salah satu pulau yang berada di Indonsesia yang memiliki peranan penting dalam pertumbuhan ekonomi dan industri. Pada Perencanaan pengembangan sistem kelistrikan dibutuhkan analisis untuk menentukan kelayakan performa sistem. Pada penelitian ini dibahas small signal stability untuk sistem kelistrikan Kalimantan dengan backbone 500 kV AC yang menghubungkan Kalimantan Barat (Sei Raya, Ketapang), Kalimantan Timur (Bontang, Samarinda, Balikpapan), Kalimantan Utara (Tanjung Redeb), Kalimantan Selatan (Banjarmasin) dan Kalimantan Tengah (Sampit, Palangkaraya) dengan menggunakan Analisis Modal dari skenario sistem kelistrikan Kalimantan yang mengirimkan daya sebesar 1 GW menuju Jawa dengan jarak 500 km menggunakan sistem transmisi HVDC Monopolar 500 kV. Analisis Modal memberikan informasi tentang eigenvalue, mode shape, dan participation factor. Sistem dikatakan stabil jika seluruh nilai eigenvalue bernilai negatif, jika terdapat satu saja nilai eigenvalue positif sistem dikatakan tidak stabil. Pada penelitian ini didapatkan seluruh nilai eigenvalue bernilai negatif. Pada tahun 2029 didapatkan nilai eigenvalue yang kritis dengan nilai -0,08468 ± j3,97306 dan damping ratio sebesar 2,131% dengan mode osilasi interarea yang meliputi ketiga area yang ada di Kalimantan. Dengan nilai eigenvalue yang diperoleh tiap tahunnya dari tahun 2023 sampai tahun 2050 menunjukan nilai eigen value stabil dan menyatakan sistem kelistrikan Kalimantan layak dari sisi small-signal stability.
Analisis Kestabilan Pada Sistem Transmisi Kelistrikan Kalimantan500kV AC/DC Menggunakan Analisis Modal Gita Dwipermata Sari; Ardyono Priyadi; Imam Robandi
SinarFe7 Vol. 1 No. 1 (2018): Sinarfe7-1A 2018
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.214 KB)

Abstract

Indonesia merupakan negara berkembang yang masih membutuhkan daya listrik sampai waktu mendatang. Seperti Pulau Kalimantan yang menjadi salah satu pulau yang mempunyai peran penting pada perekenomian Inodnesia sehingga daya listrik di Pulau Kalimantan juga akan terus bertambah sehingga direncanakan penambahan saluran transmisi 500kV AC/DC mulai tahun 2027-2050. Maka dari itu, diperlukan studi stabilitas daya pada bus 500kV AC/DC untuk penambahan pembangkit baru agar beban yang dibutuhkan tetap tersedia serta keseimbangan kapasitas sistem tetap stabil. Bus AC digunakan untuk transfer daya dari Kalimantan Timur dan Utara ke Kalimantan Selatan. Bus DC untuk transfer daya dari Kalimantan Selatan dan Tengah menuju Kalimantan Barat. Studi stabilitas daya pada sistem ini menggunakan metode Analisis Modal. Hasil simulasi akibat penambahan beban dan pembangkitan daya setiap tahun diperoleh eigenvalue yang mempunyai nilai -0,081+j4,669, frekuensi 0,743 Hz dan rasio redaman 1,7%.
Studi Analisis Kestabilan Transien Akibat Penambahan Kapasitas Pembangkit dengan metode Time Domain Simulation pada Masterplan Sistem Kelistrikan Kalimantan 500kV Dewi Anugrah Rizqi; 2Margo Pujiantara; Imam Robandi
SinarFe7 Vol. 1 No. 1 (2018): Sinarfe7-1A 2018
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.168 KB)

Abstract

Peningkatan nilai rasio elektrifikasi merupakan salah satu indikator kemajuan suatu negara. Indonesia merupakan salah satu negara berkembang yang setiap tahun mengalami peningkatan pemanfaatan energi listrik di setiap daerahnya. Untuk dapat memenuhi kebutuhan beban yang semakin meningkat di Indonesia, khususnya pada daerah Kalimantan dibangun suatu sistem penyokong (backbone) saluran transmisi 500kV yang terinterkoneksi, agar dapat menyalurkan daya secara optimal akibat penambahan kapasitas pembangkitan. Karena adanya penambahan kapasitas pembangkit, sistem akan ditinjau ulang dengan menggunakan software untuk mendapatkan parameter kestabilan dan rancangan sistem kelistrikan yang efisien. Simulasi gangguan transien dilakukan dengan menerapkan kasus generator outage, lepasnya satu saluran double circuit dan hubung singkat pada busbar sistem kelistrikan Kalimantan tahun 2023-2050. Hasil respon dari sudut rotor, frekuensi, dan tegangan pada titik gangguan menunjukkan sistem masih dalam kondisi stabil dikarenakan daya pembangkitan yang hilang hanya berkisar 1-4% dari daya total pembangkitan, sehingga belum diperlukan skema pelepasan beban (load shedding) karena sistem masih mampu memenuhi kebutuhan permintaan beban.
Studi Analisis Kestabilan Transien Dengan MetodeTime Domain Simulation Pada Sistem Kelistrikan Kalimantan 275 kV Elza Dwi Rachmayanti; Margo Pujiantara; Imam Robandi
SinarFe7 Vol. 1 No. 1 (2018): Sinarfe7-1A 2018
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.101 KB)

Abstract

Indonesia adalah negara yang masih membutuhkan banyak energi di masa depan. Pulau Kalimantan adalah salah satu pulau yang memiliki wilayah terbesar di Indonesia. Pulau ini memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia, salah satunya menyangkut kebutuhan energi listrik. Meningkatnya era globalisasi saat ini, menjadikan energi listrik merupakan kebutuhan utama dalam kehidupan sehari-hari. Untuk memenuhi permintaan beban yang meningkat di pulau Kalimantan membangun sistem saluran transmisi 275kV yang saling terhubung. Pembangunan saluran transmisi adalah pengembangan saluran transmisi 150kV. Pengembangan, membuat sistem akan ditinjau untuk bekerja dengan aman dan andal. Dalam tugas akhir ini sistem akan dievaluasi dari stabilitas transien menggunakan metode simulasi domain waktu (TDS). Kasus-kasus yang diberikan untuk studi analisis stabilitas transien adalah gangguan generator dan interupsi 3 fase sirkuit pendek. Dari hasil simulasi yang didapat, untuk kasus gangguan generator dan hubung singkat pada salu an sirkuit ganda tidak menyebabkan sistem untuk keluar dari sinkronisasi, karena ketika generator mati atau korsleting, catu daya hilang antara 5-7 % Kekuatan yang hilang dapat dipenuhi oleh sistem interkoneksi. Hasil dari stabilitas transien dalam hal respon sudut rotor, respon frekuensi, dan respon tegangan diperoleh hasil yang diharapkan yang dapat kembali ke keadaan stabil.
Analisis Kestabilan Transien Sistem Kelistrikan Kalimantan dengan Backbone Sistem Transmisi 500 kV HVDC Menggunakan Time Domain Simulation Angga Prasetya; Ontoseno Penangsang; Imam Robandi
SinarFe7 Vol. 1 No. 1 (2018): Sinarfe7-1A 2018
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (549.685 KB)

Abstract

Analisis kestabilan transien adalah sebuah studi yang diperlukan saat melakukan perencanaan pembangunan atau pengembangan sistem kelistrikan. Kestabilan transien adalah kemampuan suatu sistem untuk mempertahankan sinkronisasinya saat terkena gangguan transien, yang salah satunya adalah gangguan hubung singkat. Sesuai dengan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL), untuk meningkatkan rasio elektrifikasi di Indonesia, maka dilakukan pengembangan sistem kelistrikan untuk meningkatkan penyediaan tenaga listrik. Pulau Kalimantan memiliki sistem kelistrikan yang belum terinterkoneksi, sehingga dilakukan perencanaan pembangunan sistem transmisi 500 kV HVAC untuk melakukan interkoneksi sistem kelistrikan, serta memanfaatkan teknologi sistem transmisi 500 kV HVDC. Pada penelitian ini dilakukan analisis kestabilan transien pada sistem kelistrikan Kalimantan dengan backbone sistem transmisi 500 kV HVAC dan 500 kV HVDC menggunakan time domain simulation dengan kasus 3- phase short circuit pada sistem transmisi HV C dan single phase to ground fault pada sistem transmisi HVDC. Hasil dari simulasi yang dilakukan, frekuensi terbesar yang didapatkan yaitu 102.87% dan frekuensi terendah yaitu 95%, keduanya masih dalam batas toleransi. Hasil menunjukkan bahwa sistem kelistrikan Kalimantan dengan backbone 500 kV yang telah dimodelkan mampu mempertahankan kondisi sinkronnya ketika terjadi gangguan pada kasus yang diberikan.
Penentuan Critical Clearing Time Untuk Analisis Kestabilan Transien Sistem Kelistrikan Kalimantan 275kV Atiqah Hilmy Raditya; Margo Pujiantara; Imam Robandi
SinarFe7 Vol. 1 No. 1 (2018): Sinarfe7-1A 2018
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.071 KB)

Abstract

Energi listrik masih dibutuhkan Indonesia sampai masa yang akan datang. Pulau Kalimantan adalah salah satu pulau di Indonesia yang memiliki peranan penting dalam perekonomian dan industri, sehingga dibutuhkan pengembangan sistem kelistrikan sesuai dengan kebutuhan beban yang bertambah. Untuk memenuhi daya pada suatu wilayah yang memiliki kekurangan maka dilakukan pengembangan interkoneksi sistem kelistrikan Kalimantan 275 kV dengan jalur transmisi Sei Raya, Ketapang, Sampit, Palangkaraya, Banjarmasin, Balikpapan, Samarinda, Bontang, dan Tanjung Redeb. Dalam proses pengembengan interkoneksi terdapat kendala seperti gangguan sirkuit pendek (short circuit) dan generator lepas yang mempengaruhi kestabilan sistem kelistrikan. Pada penelitian ini dilakukan analisis pada sistem kelistrikan 275kV Kalimantan untuk menentukan kestabilan sistem. Analisis kestabilan sistem dilakukan dengan menentukan pemadaman waktu kritis (Critical Clearing Time) akibat generator lepas dan sirkuit pendek 3 fasa pada saluran Samarinda-Balikpapan. Hasil analisis kestabilan transien akibat sirkuit pendek 3 fasa pada saluran Samarinda- Balikpapan tahun 2022 didapatkan waktu yang bisa dipertahankan kestabilannya yaitu 0,990 detik dan waktu tidak stabil yaitu 0,991 detik. Tahun 2024 didapatkan waktu yang bisa dipertahankan kestabilannya yaitu 0,220 detik dan waktu tidak stabil yaitu 0,221 detik. Sedangkan Tahun 2026 didapatkan waktu yang bisa dipertahankan kestabilannya yaitu 1,720 detik dan waktu tidak stabil yaitu 1,721 detik. Hasil gangguan akibat generator lepas yaitu seluruh sistem dalam keadaan stabil, karena respon sudut rotor, respon frekuensi, dan respon tegangan masih dalam batas standard.
Analisis Kestabilan Transien pada Master Plan Sistem Kelistrikan Kalimantan 500 kV Menggunakan Time Domain Simulation Nur Atiqah Rianty Sari; Margo Pujiantara; Imam Robandi
SinarFe7 Vol. 1 No. 1 (2018): Sinarfe7-1A 2018
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.798 KB)

Abstract

Pemanfaatan kebutuhan energi listrik di pulau Kalimantan semakin meningkat, sehingga membutuhkan sistem transmisi yang mampu menyalurkan daya secara optimal untuk memenuhi kebutuhan energi listrik. Untuk mewujudkan hal tersebut, Perusahaan Listrik Negara (PLN) merencanakan pengembangan transmisi master plan sistem kelistrikan Kalimantan 500 kV. Rencana pengembangan sistem transmisi menghubungkan antara provinsi Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara. Dengan pengembangan sistem transmisi tersebut, maka diperlukan analisis kestabilan transien terhadap sistem. Pada penelitian ini dilakukan analisis kestabilan transien menggunakan metode domain waktu (Time Domain Simulation, TDS) akibat generator lepas (generator outage) dan gangguan hubung singkat 3 fasa (short circuit). Analisis ini bertujuan untuk mengetahui respon sudut rotor, tegangan, dan frekuensi pada sistem. Hasil simulasi yang diperoleh akibat generator lepas adalah sistem kehilangansuplai daya terbesar dari total pembangkitan untuk tahun 2023-2050 yaitu 5,78%. Saat gangguan hubung singkat 3 fasa pada bus dan satu saluran double circuit 500 kV sistem dapat kembali stabil.
Co-Authors Abraham, Richard Adi Soeprijanto Afdhal, Muhammad Afif Nur Wahyudi Agus Dharma Ahmad Zakaria Hizbullah Akbar Swandaru Aksan, Ahmad Al Irsad, Muhammad Afif Al-Furqan, Muhammad Alfredo Gusmao Ali Musyafa Almas Prakasa, Mohamad Andi Imran Angga Prasetya Ardiansya Samsul, Vito Ardyono Priyadi Atiqah Hilmy Raditya Aulia, Dzacky Aulia, Gustav Bedy Kharisma Benny Prastikha Hadhi Budisantoso Wirjodirdjo Candra Riawan, Dedet Darmansyah Darmansyah Dedet Candra Riawan Dewi Anugrah Rizqi Dian, Faizal Dwi Ajiatmo Dwi Ajiatmo Dwi Ajiatmo Dwi Ajiatmo Dwi Didit Prasetiyo Dwi Lastomo Dwi Syahimullah, Akzar Eko Mulyanto Yuniarno Elza Dwi Rachmayanti Ervina Nooraini Fachrudin Hunaini Faisal Faisal Farid Dwi Murdianto Fayyad, Moh Firdaus Firdaus Furqoan, Muhammad Ghazi, Argon Luthfan Gita Dwipermata Sari Haque, Gabriel Harus Laksana Guntur Heri Suryoatmojo Herlambang Setiadi Heryanto Hartra M M Heryanto Hartra M M Hidayat, Muh. Taufik Imam Hidayatul Nurohmah Himawari, Waseda I Made Yulistya Negara I Nyoman Adi Putra Imam, Muhammad Taufik Imron, Khafit Irfan Rashidi Irsad, Muh. Afif Al Jelang Ramadhan, Muhammad Kumala, Arimbi Machrus Ali Mahdiah, Hakimah Mallarangeng, Andi Mauridhi Hery Purnomo Mochamad Ashari Mohamad Almas Prakasa Muchyiddin, Muhammad Imam Muhammad Kurniawan Muhammad Ruswandi Djalal Muhammad Siddiq Basid Muhammad Taufiq Ramadhan Muhammad Yusuf Mappeasse Mursid, Muhammad Musrady Mulyadi Musrifinah, Musrifinah Natha, Kanidra Nur Atiqah Rianty Sari Nyoman Sutantra Ontoseno Penangsang Ontoseno Penangsang Prakasa, Mohamad Almas Pujiantara, Margo R. Dwi Cahyo Ramadhani, Akhmad Ramadoni Syahputra Ridho, Hasan Rodhi Kelvianto Rony Seto Wibowo Saputra, Reki Aji Satria, Moch. Adri SATRIYAS ILYAS Seno Aji Seno Aji Serpian, Serpian Sidaryanto Sidaryanto Sjamsjul Anam Soedibyo Soedibyo Soedibyo Soedibyo Sudaryono, M Suharto Suharto Tazkiyatunnisa, Tazkiyatunnisa Teguh Yuwono Usman Usman Vita Lystianingrum Wendy Kurniawan Kautsar Yose Rizal Yose Rizal Zahir, Ahmad Zainal Abidin Zaky Khalik, Fuad