Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

ANALISIS KELAYAKAN INVESTASI ALAT BERAT DENGAN METODE NPV, IRR DAN NET B/C DI PERUSAHAAN PLWJ FAJAR SAMSURI HANAFI; KAREL L MANDAGIE; HARI MOEKTIWIBOWO
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 9, No 2 (2020): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (666.106 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v9i2.645

Abstract

ABSTRAKPLWJ adalah perusahaan pertambangan quarry material alam pasir dan batu. Pada tahun 2020 ini, PLWJ berkeinginan investasi alat berat dalam rangka menunjang target produksi guna memenuhi permintaan pelanggan. Dalam hal ini maka diperlukan analisis kelayakan investasi alat berat.Target produksi 746 LCM perjam dalam 3 tahun selama 13406 jam maka dibutuhkan 2 unit excavator dengan ukuran bucket 3.6 M³, sedangkan untuk truck dibutuhkan 11 unit dengan jarak hauling rata – rata 2.55 km. Dari jumlah kebutuhan alat berat tersebut, membutuhkan biaya owning dan operating cost yang belum didiskon factorkan adalah Rp. 8.495.856.000,00 tahun keenol Rp. 23.455.452.958,00 tahun pertama Rp. 23.410.178.531,00 tahun kedua, dan Rp. 26.737.305.630,00 tahun ketiga. Sedangkan untuk benefit yang di dapatkan dari tahun pertama sampai ketiga secara berurutan adalah sebagai berikut Rp. 47.315.961.895,00, Rp. 43.776.402.000,00 dan Rp. 40.236.842.105,00. Dengan menggunakan interest rate 9.95% maka perhitungan Net Present Value bernilai positif >0 yaitu Rp. 40.208.526.176,00, besaran Internal Rate of Return di angka 259,8% dan besaran Net Benefit/Cost ≥1 yaitu sebesar 1.58.Analisis sensitivitas (Sensitivity Analysis) dengan menurunkan harga jual pasir batu dari harga Rp. 60.000,00 sampai dengan Rp.30.000,00, dengan menggunakan metode interpolasi didapatkan titik impas antara benefit dan cost berada pada nilai jual pasir batu diharga Rp. 35.815,96. Analisis kelayakan investasi alat berat dengan menggunakan kriteria Net Present Value, Internal Rate of Return dan Net Benefit Cost Ratio pada perusahaan PLWJ dinyatakan layak/go, sedangkan hasil perhitungan analisis sensitivitas diperlukan untuk berhati – hati dalam mengambil keputusan jika terjadi fluktuasi harga penjualan pasir batu. Kata Kunci : Ekonomi Teknik, Net Present Value, Internal Rate of Return, Net Benefit/Cost 
ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN AYAM BROILER HIDUP DENGAN PENDEKATAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY (EOQ) REZA RIZALDI ENRU; HARI MOEKTIWIBOWO; ERVINI MELADIYANI ERVINI MELADIYANI
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 9, No 1 (2020): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.835 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v9i1.485

Abstract

ABSTRAK Perkembangan usaha di Indonesia adalah salah satu yang menjadi tulang punggung bagi perekonomian nasional, salah satu contoh usaha yang kini mengalami perkembanganyang sangat pesat dan memiliki permintaan pasar yang cukup luas yaitu usaha distributorayam hidup. PT.Angga Putra Mandiri adalah perusahaan yang bergerak dalam bidangdistributor ayam broiler hidup. Permasalahan yang sering terjadi yaitu sering mengalamikeadaan kekurangan bahan baku ayam broiler hidup sehingga usaha ini sering mengalamikeadaan kekurangan bahan baku ayam hidup pada saat operasionalnya. Berdasarkan hasildata observasi, yang dilakukan di PT.Angga Putra Mandiri, yaitu terlalu besar biayapemesanan dan penyimpanan sehingga bisa dapat merugikan perusahaan selamaoperasional yang dijalankan. Dari permasalahan tersebut maka dapat dilakukannyapemecahan masalah dengan membandingkan penghitungan dengan menggunakan metodeEconomic Order Quantity, sehingga dapat hasil yang lebih hemat agar operasional lebihefisien. Hasil analisis data yang telah didapatkan bahwa kuantitas pembelian bahan bakuayam hidup menggunakan metode EOQ adalah sebesar 2,014,6 Kg dengan frekuensipembelian sebanyak 241 kali, safety stock sebesar 67,5 Kg dan ROP dilakukan pada saatbahan baku ayam broiler hidup dikandang sebesar 1.450 Kg sedangkan total biayapersediaan sebesar 10.217.554,3 pada tahun 2018.Kata Kunci: Pengendalian Persediaan, Economic Order Quantity (EOQ), Ayam Broiler
PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU HANDSANITIZER 70B DENGAN MENGGUNAKAN METODE EOQ PADA PT. FOCUSTINDO CEMERLANG DIBEKASI, JAWA BARAT ENDAH TRI YULIANI; BUDI SUMARTONO; HARI MOEKTIWIBOWO
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 11, No 1 (2022): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.743 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v11i1.896

Abstract

PT. Focustindo Cemerlang adalah perusahaan yang memproduksi produk Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga (PKRT). Permasalahan yang dihadapi adalah mengalami peningkatan produksi yang mengakibatkan biaya pengeluaran perusahaan mengalami peningkatan. Hal yang perlu dilakukan untuk menstabilkan biaya-biaya tersebut harus dipecahkan dengan metode Peramalan Moving Average dan Metode Economic Order Quantity (EOQ). Penelitian dimulai dari hasil wawancara dengan karyawan serta hasil pengolahan data persediaan komponen Handsanitizer 70B. Proses pengambilan data tersebut menghasilkan data pemesanan bahan baku Handsanitizer 70B, data komponen harga bahan baku Handsanitizer 70B, data tenggang waktu pengiriman (lead time), data biaya pemesanan dan data biaya penyimpan. Semua data tersebut diolah dan dijadikan acuan sebagai metode peramalan Single Moving Average dan Economic Order Quantity (EOQ), Reorder Point (ROP), frekuensi, Safety Stock (SS), dan Total Biaya Pemesanan (TIC). Kata Kunci: Persediaan, Peramalan, EOQ, ROP, SS, TIC, Handsanitizer 70B
ANALISIS BEBAN KERJA DENGAN METODE WORK LOAD ANALYSIS UNTUK MENINGKATKAN KINERJA TEKNISI PENGUJI LAMPU SWABALAST DI PT. SUCOFINDO (PERSERO) CIBITUNG ANDI SETIAWAN; BUDI SUMARTONO; HARI MOEKTIWIBOWO
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 10, No 2 (2021): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.965 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v10i2.794

Abstract

PT.Sucofindo (Persero) merupakan perusahaan BUMN (Badan Usaha Milik Negara) yang bergerak dalam bidang pengujian, pelatihan, sertifikasi produk dan pengawasan (auditor). Dalam kegiatan pengujian lampu swa-balast perlu meningkatkan kinerja produktif karyawannya. Salah satu faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan adalah adanya beban kerja berlebih pada teknisi. Hal ini ditandai dengan tidak optimalnya kinerja teknisi dalam pengujian efisiensi energi produk lampu swa-balast di PT. Sucofindo Cibitung, maka dilakukan pemecahan masalah dengan metode Work Load Analysis (WLA). Untuk menjalankan penelitian ini data yang diperlukan adalah data primer dan data sekunder yang didapat dengan cara melakukan penelitian di SBU Laboratorium Cibitung, setelah itu data akan diolah dengan menggunakan metode Work Load Analysis (WLA), metode tersebut merupakan salah satu cara yang dapat digunakan untuk menganalisis aktivitas-aktivitas yang timbul beserta beserta beban kerja yang diakibatkan oleh aktivitas-aktivitas tersebut. Perhitungan Work Load Analysis (WLA) diperoleh dari sejumlah aktivitas yang dilakukan karyawan beserta dengan frequensi terjadinya aktivitas tersebut dan waktu yang diperlukan guna menyelesaikan aktivitas sehingga dapat memberikan jumlah karyawan yang optimal. Berdasarkan analisis diperoleh aktivitas produktif rata-rata teknisi sebesar 87,68% dengan aktivitas non produktif sebesar 12,32%. Beban kerja rata-rata teknisi pengujian lampu swa-balast yaitu sebesar 114,69% yang diperoleh dengan mengalikan persentase produktif teknisi dengan performa rating dan allowance. Jumlah teknisi yang ada sudah optimal yaitu sebanyak dua orang. Kelebihan beban kerja tersebut perlu diberikan jam kerja tambahan / overtime. Kata kunci : Beban kerja, Work Load Analysis (WLA).
PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN DENGAN METODE SERVICE QUALITY DAN QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD) AKHMAD MUNABA; BUDI SUMARTONO; HARI MOEKTIWIBOWO
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 5, No 2 (2016): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.048 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v5i2.212

Abstract

PT JSW Plastics Machinery Indonesia adalah perusahaan yangmenyediakan mesin-mesin industri dan mensuport perbaikan mesin-mesin tersebut. Sebagai sebuah perusahaan yang berorientasi pada pelanggan sampai saat ini perusahaan masih memiliki beberapa kendala dalam pelayanannya sehingga dikhawatirkan berdampak pada tingkat kepuasan pelanggan. Salah satu kendala yang ada di perusahaan salah satunya perusahaan belum mencapai 100% untuk memenuhi target perbaikan mesin dalam waktu 48 jam, hal ini menjadi target utama perusahaan untuk segera diperbaiki. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk Mengetahui bagaimana kualitas pelayanan perusahaan dari sudut pandang customer, dan untuk mengetahui bagaimana cara untuk meningkatkan kualitas pelayanan perusahaan dengan menggunakan metode QFD.Penelitian ini di lakukan di PT JSW pada bulan Agustus - Oktober 2015. Analisis terhadap hasil pengolahan data dilakukan dengan bantuan teori-teori pendukung QFD untuk selanjutnya diberikan solusinya dalam memecahkan masalah studi ini dan menjelaskan aspek-aspek yang menjadi titik focus dalam pengembangan dari peningkatan kualitas pelayanan after sales service.Dengan membandingkan tingkat harapan dan kenyataan yang diterima oleh konsumen secara rata-rata diperoleh skor 3,7384 yang masuk dalam kategori puas. Berdasarkan skala perhitungan dengan menggunakan QFD diketahui urutan prioritas yang perlu diperhatikan oleh perusahaan berdasarkan tingkat kepentingan konsumen secara berturutturut dari yang paling uatama adalah: (1) Kelengkapan spare parts, (2) Kemampuan tehnisi membetulkan mesin. (3) kemampuan tehnisi berkomunikasi, (4) kelengkapan tool, (5) ketepatan waktu pelayanan, (6) kemampuan tehnisi berempatiKata kunci: Service quality, Quality fuction development, Customer satisfaction
PENGENDALIAN KUALITAS PROSES PRODUKSI OBAT TABLET DENGAN MENGGUNAKAN METODE SIX SIGMA DI PT MDF ENDAH PRATIWI; HARI MOEKTIWIBOWO; INDRAMAWAN INDRAMAWAN
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 7, No 2 (2018): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (729.582 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v7i2.809

Abstract

PT MDF is a company that moving in pharmaceutical manufacturing industry which have tablet and capsule as product. The number of defects medicinal tablets product when tabletting process become one of problems that exist in the company. Identifying the root cause of the problem is carried out in order to control the quality of medicinal tablets product. The method that used to control the quality is with implementation of Six Sigma to improve the quality of medicinal tablets product produced by the company. Quality improvement of medicinal tablets product is carried out by implementing Six Sigma method with DMAIC. In phase D (Define) is carried out by specify the types of defects and determination of CTQ. Phase M (Measure), measurements were taken in the form of UCL, CL, LCL, DPMO and Sigma Levels. The DPMO value in August to November 2018 is 1.800 DPMO with sigma level 4,41. Phase A (Analyze), the determination of the dominant type of defect was carried out with pareto diagrams and cause-effect analysis using fishbone. Based on the Pareto diagram, the dominant type of defects is Broken Tablet. Hereafter, cause and effect diagram (fishbone) is carried out with five main factors causing defects of Broken Tablet including Man (Lack of training, not careful), Machine (Lack of maintenance), Material (Low quality of raw materials), Method (Lack of procedures application), Environment (Work area is thermal). Phase I (Improve) is carried out with corrective actions from the results of the analysis using 5W+1H method. Last, phase C (Control) with control over the improvements that have been made.Keywords : DMAIC, Six Sigma, Quality Control, Fishbone, Medicinal Tablets, DPMO
ANALISIS PERENCANAAN KESEIMBANGAN LINTASAN LINI PRODUKSI LIPCREAM DENGAN METODE RANKED POSITIONAL WEIGHT DI PT CEDEFINDO FARHAN’S TAUFIQURRAHMAN; BUDI SUMARTONO; HARI MOEKTIWIBOWO
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 11, No 1 (2022): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (911.873 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v11i1.892

Abstract

PT Cedefindo adalah salah satu perusahaan manufacturing kosmetik yang memproduksi berbagai macam kosmetik. Salah satu kosmetik yang diproduksi adalah lipcream. Dengan adanya data dan informasi yang diperoleh peneliti dari pihak perusahaan observasi langsung sering terjadi penumpukan pada line produksi, sehingga idle time tinggi. Maka peneliti akan melakukan penyeimbangan lintasan produksi menggunakan metode Ranked Positional Weight (RPW). Dalam melakukan penyeimbangan lintasan terlebih dahulu dilakukan pengumpulan data dan pengamatan pada tiap elemen kerja yang kemudian melakukan perhitungan meliputi keseragaman data, kecukupan data, waktu baku, dan waktu normal. Setalah data sudah seragam dan cukup selanjutnya melakukan perhitungan line balancing. Tahapan metode ranked positional weight ialah menyusun precedence diagram, menentukan posisi peringkat, mengurutkan elemen kerja, menghitung balance delay lintasan. Kemudian melakukan perhitungan indikator line balancing untuk membandingkan sebelum dilakukan line balancing dan sesudah dilakukan line balancing. Hasil data-data yang menggunakan metode ranked positional weight menghasilkan lintasan kerja yang lebih efisiensi atau lebih optimum. Idle time pada metofe RPW juga lebih kecil sebesar 24,91 detik. Selanjutnya juga dapat dilihat dari smoothnes index metode RPW 9,62 detik. Efisiensi line lebih besar dan balance delay lebih kecil 71,76% dan 28,24% dengan metode RPW. Kata kunci : Line Balancing,RPW (Ranked Positional Weight), Lipcream
ANALISIS QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD) GUNA MENINGKATKAN AFTER SALES SPARE PARTS &SERVICE LIFT TRUCK JUNGHEINRICH DIPT KOBEXINDO EQUIPMENT ERVINI MELADIYANI; NURWAWI NURWAWI; HARI MOEKTIWIBOWO
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 6, No 2 (2017): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.044 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v6i2.222

Abstract

PT Kobexindo Equipment (KOBE) merupakan sebuah perusahaan yang menjalankan bidang usaha sebagai distributor resmi alat berat (Heavy Equipment) Lift Truck brand dari Eropa (Germany) dengan nama “Jungheinrich” harus mampu bersaing dengan brand-brand ternama dari Jepang, Amerika, Korea dan lain-lain. Penjualan spare part lift truck Jungheinrich dari tahun 2012 sampai 2016 hanya mencapai kurang 80% dari target yang telah ditentukan oleh manajemen perusahaan, sementara populasi unit dari tahun ke tahun semakin meningkat dan penerimaan service dari tahun 2012 sampai 2016 baik target maupun achievement revenue mengalami kenaikan selama periode 5 (lima) tahun, dengan prosentase penerimaannya diatas 85%.Kualitas merupakan keseluruhan ciri serta sifat dari suatu produk atau pelayanan yang berpengaruh pada kemampuannya untuk memuaskan kebutuhan yang dinyatakan atau tersirat. Untuk mendapatkan gambaran apa yang harus diperbuat untuk diperbaiki keadaan digunakan diagram Kartesius dalam memetakan lima dimensi pokok yang berkaitan dengan kualitas pelayanan yang diberikan oleh indutri jasa. Dalam konteks pemenuhan kebutuhan dan keinginan pelanggan maka salah satu konsep yang digunakan untuk melakukan analisis terhadap kualitas pelayanan adalah Quality Function Deployment dengan matriks House of Quality (HOQ) level 1 – 3.Analisis Quality Function Deployment matriks House of Quality level 1 customer requirements to technical requirements dengan nilai tertinggi adalah program marketing service & spare parts (16,01%), matriks House of Quality level 2 technical requirements to process requirements dengan nilai tertinggi adalah peningkatan intensitas komunikasi ke konsumen (13,48%), dan matriks House of Quality level 3 process requirements to quality procedures dengan nilai tertinggi adalah atribut mekanik 100% basic, 75% advance training (11,39).Hasil kesimpulan analisis Quality Function Deployment matriks House of Quality level 1-3 adalah prosentase keunggulan kualitas pelayanan lebih besar dari pada kelemahannya, sehingga harapan penulis dapat diterapkan oleh perusahaan, dengan meningkatnya kualitas pelayanan maka penerimaan revenue dari penjualan spare part & service dapat tercapai sesuai target perusahaan.Kata kunci : Servqual, Quality Function Deployment, dan House of Quality.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB CACAT PENGELASAN PIPA API 5L Gr.B PADA PROYEK KONSTRUKSI PIPA HARI MOEKTIWIBOWO; GALUH SURYA WIJAYANTO; BASUKI ARIANTO
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 4, No 2 (2015): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.436 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v4i2.819

Abstract

This study aim to analyze the factors that occur any defects of weld and determine patterns and types of weld defects were found in the results of welding joint. in the construction of the pipeline API 5L Grade B along 70 Km from Gresik - Surabaya by PT. XYZ. In this study, the method that use is Seven Tools which is one of the tools in the processing of data for quality improvement, to be good communication on team work, and to decision making, and the results will be applied by the company, And the results of this observation the cause of welding defect is 4M1E, that is Man, Machine, Method, Material and Environment. And the welder does not carry out welding in accordance with WPS (Welding Procedure Specification).Keyword : Quality Control System
ANALISIS KINERJA ANTRIAN PADA PELAYANAN PEMBAYARAN PARKIR KENDARAAN DI BANDARA HALIM PERDANAKUSUMA MUHAMMAD JAZWIR; HARI MOEKTIWIBOWO; W.TEDJA BHIRAWA
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 8, No 1 (2019): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.635 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v8i1.801

Abstract

Bandara Halim Perdanakusuma adalah salah satu bandar udara yang terletak di DKI Jakarta. Permasalahan yang sering muncul yaitu banyaknya aktivitas dan semakin meningkat setiap hari, menyebabkan arus kedatangan kendaraan menjadi naik dan khususnya pada saat kendaraan keluar keluar bandara untuk pembayaran parkir yang menyebabkan jumlah antrian menjadi menaik yang menyebabkan dampak secara tidak langsung seperti menghabiskan banyak waktu dan juga kenyamanan. Berdasarkan masalah tersebut, dilakukan analisis terhadap kinerja antrian yang diterapkan di perusahaan ini, guna mengatasi masalah yang ada saat ini. Pada penelitian menggunakan metode Antrian Multi Channel Single Phase(M/M/s) atau model antrian jalur berganda dan pengujian distribusi data menggunakan software Input Analyzer. Pengumpulan data yang dilakukan dengan observasi berupa waktu antar kedatangan, waktu pelayanan dan data sekunder yaitu database perusahaan yaitu data tingkat kedatangan kendaraan. Berdasarkan hasil data observasi dan data sekunder pada pengelola pelayanan di Bandara Halim Perdanakusuma yang dikelola oleh PT Securindo Packatama Indonesia mempunyai 4 loket tahap pelayanan pembayaran parkir di gerbang utama dengan rata-rata tingkat kedatangan 833 kendaraan per jam dan rata-rata waktu pelayanan 209 kendaran per jam pada jam-jam sibuk. Dalam proses pelayanan, menggunakan sistem antrian FIFO (First In First Out). Hasil analisis data yang telah diolah diketahui pada kondisi awal dengan tingkat 99 %. Setelah dilakukan perhitungan parameter antrian dengan cara penambahan 2 server didapatkan hasil 66 %. Analisis kinerja antrian ini menunjukkan bahwa antrian kendaraan akan optimal jika tingkat utilitas menurun maka antrian dapat berkurang. Oleh sebab itu tingkat utilitas harus diperkecil melalui penambahan server atau kemampuan individual setiap server.Kata Kunci: Teori Antrian, Utilitas