Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Problematika Aksiologi Pendidikan Islam Multikulural di Pesantren BZ, Zakiyah
TRILOGI: Jurnal Ilmu Teknologi, Kesehatan, dan Humaniora Vol 3, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Nurul Jadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/trilogi.v3i3.4814

Abstract

Artikel ini menjelaskan tentang Problematika Aksiologi Pendidikan Islam multicultural dalam rangka Memberikan edukasi dan pemahaman tentang aksiologi pendidikan Islam multikultural. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kepustakaan dan studi lapangan. Penelitian ini berupaya membangun teori berdasarkan data yang terkumpul lalu dianalisis berdasarkan fenomena. Pendidikan Islam Multikultural berpotensi menjadi landasan modal sosial bagi aktivitas pengembangan masyarakat khususnya dipesantren. Berikut beberapa ajaran yang dipandang mampu mendorong kaum muslim untuk bergerak bersama memberikan perhatian dan dorongan terhadap sesama muslim yang mengalami kesusahan dan juga mampu menumbuhkan rasa saling percaya (trust) diantara sesama muslim dan sesama manusia. Pendidikan Islam multikultural menawarkan konsep persatuan (muwahhidah), persaudaraan (ukhuwawiyah), dan kesamaan (Tasamuh). Pendidikan Islam Multikultural merupakan nilai yang bersumber dari wahyu, berbeda dengan nilai-nilai multikultural barat yang berasal dari pemikiran filsafat,namun hal ini tidak menyebabkan pertentangan yang signifikan, bahkan semakin tampak kebenaran wahyu tersebut dan tidak saling menegaskan pemikiran-pemikiran kontemporer. Nilai-nilai Pendidikan Islam Multikultural akan lebih komprehensif dalam konsep persaudaraan dalam bingkai multicultural berupa nilai Ukhuwah Islamiyah (Persaudaraan sesama Muslim), Ukhuwah Wathoniyah (Persaudaraan sesama bangsa dan Negara), dan Ukhuwah Basyariyah (Persaudaraan sesama Umat Manusia). Ada lima nilai-nilai pendidikan Islam multikultural yang bisa di tanamkan kpd para pelajar yaitu: sikap ta’aruf, sikap tawasuth, sikap tawazun, sikap ta’awun dan sikap tasamuh Kata Kunci: Aksiologi, Pendidikan Islam Multikultural, Pesantre
Inklusivitas dan Responsivitas Pesantren dalam Penanganan Pandemi Covid 19: Telaah Hidden Curriculum Pembelajaran di Pondok Pesantren Nurul Jadid BZ, Zakiyah; Hasnah, Uswatun; Rahmah, Nafistur
TRILOGI: Jurnal Ilmu Teknologi, Kesehatan, dan Humaniora Vol 2, No 2 (2021): Pengembangan Pendidikan dan Ekonomi Pesantren di Masa Pandemi COVID-19
Publisher : Universitas Nurul Jadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (545.945 KB) | DOI: 10.33650/trilogi.v2i2.2213

Abstract

Tulisan ini menjelaskan inklusivitas dan responsivitas Pesantren Nurul Jadid dalam penanganan Pandemi Covid-19 melalui penerapan hidden curriculum. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui pendekatan fenomenologis. Data  primer dalam riset ini adalah pelaksanaan kurikulum tersembunyi (hidden curriculum) dalam menangani Pandemi Covid-19 di Pesantren Nurul Jadid selama Pandemi Covid-19. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pesantren Nurul Jadid telah melaksanakan serangkaian nilai, perspektif, dan fungsi tak terlihatnya (hidden curriculum) dalam proses pembelajaran formal dan nonformal, dengan tetap memerhatikan protokol kesehatan yang dianjurkan oleh pemerintah. Salah satu usaha yang dilakukan adalah dibentuknya Satuan Tugas Covid-19 yang secara khusus bertugas menyusun metode dan strategi penanganan dan pencegahan penyebaran Covid-19 di Pesantren Nurul Jadid. Selain itu, pesantren ini juga membangun kerjasama dengan beberapa elemen pemerintah, baik Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Pusat, untuk mendukung terbentuknya kedisiplinan dalam menjalankan protokol kesehatan di berbagai aspek kehidupan pesantren. Hal ini menjukkan bahwa Pesantren Nurul Jadid mampu bersikap terbuka (inklusif) dan tanggap (responsif) dalam menyelenggarakan proses pembelajaran di masa Pandemi Covid-19 dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.
Aktivisme Digital: Efek Covid-19 dalam Pembelajaran Kampus BZ, Zakiyah; Fachri, Moh.; Munawaroh, Rofi’atul; Aini, Nur; Ummah, Adilatul Himmah Fiqiyadatil
TRILOGI: Jurnal Ilmu Teknologi, Kesehatan, dan Humaniora Vol 2, No 3 (2021): Pengembangan Teknologi dan Kesehatan di Lembaga Keagamaan
Publisher : Universitas Nurul Jadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.685 KB) | DOI: 10.33650/trilogi.v2i3.3076

Abstract

Penggunaan internet adalah bagian dari kehidupan kita sehari-hari. Sebagian besar dari kita menghabiskansebagian besar penggunaan kuota pada aplikasi media sosial, sepertiFacebook, Twitter, Instagram, dan YouTube sebagai media sosialsaluran . Covid-19 telah menjembatani peningkatan pesat penggunaan media sosialmedia/internet, adanya sistem pembelajaran jarak jauh (online)membuktikan bahwa pandemi ini berfokus pada pergeseran pembelajaran darikonvensional ke jarak jauh atau online (dalam jaringan). tulisannyaMetode penelitian ini menggunakan paradigma kualitatif dengan pendekatan deskriptif.Diskusi 1. Aktivisme Digital Era Covid-19 2. Dampak Covid-19 terhadapSistem Pembelajaran 3. Efek Kesehatan dari Pembelajaran Jarak Jauh atau OnlineModel (dalam jaringan). Kesimpulan: Penyebaran COVID-19 di Indonesia diawal Maret 2020. Penyebaran virus ini menimbulkan kerugian bagi banyak pihak negara, khususnya dalam bidang ekonomi. Di bidang pendidikan, COVID-19 juga mengubah model pembelajaran secara drastis; semua belajar kegiatan dilakukan secara online mulai dari sekolah dasartingkat ke tingkat universitas. Efek kesehatan perlu dipertimbangkan dalamhadir, sehingga diharapkan setiap pelaku sosial memahami danmengatasi efek penggunaan media dalam pembelajaran jarak jauh.
Gamification-Based Emotional Connectivity Model: Strengthening Positive Classroom Relationships to Reduce Student Academic Burnout BZ, Zakiyah; Fitriatin, Devi; Suciani, Sri; Kholisa, Siti Nur
Managere: Indonesian Journal of Educational Management Vol. 7 No. 4 (2025)
Publisher : Universitas Nurul Jadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52627/managere.v7i4.1305

Abstract

Academic burnout is a complex emotional condition that arises from prolonged learning pressure and weak social connections in the classroom. This study examines the effectiveness of a Gamification-Based Emotional Connectivity Model as an innovative management strategy to enhance emotional bonds between teachers and students, while reducing symptoms of academic burnout. Using a qualitative approach that incorporated participatory observation, in-depth interviews, and documentation, the research was conducted in classrooms where students had previously exhibited signs of emotional fatigue and disengagement. The gamification model integrates game-based learning elements—such as points, badges, and collaborative challenges—with emotional reinforcement through empathy, positive feedback, and reflective sharing. The findings suggest that gamification has a significant impact on enhancing the classroom climate, thereby creating a more supportive and participatory learning environment. Students who were previously passive became more active and confident in expressing their ideas, while teachers acted as emotional facilitators rather than mere instructors. The study identifies four key dimensions that support emotional well-being in learning: emotional safety, positive reinforcement, collaborative interaction, and teacher emotional presence. Through these dimensions, the gamification model transforms learning into a psychologically safe, socially engaging, and intrinsically motivating process. The results indicate that integrating emotional connectivity into gamified learning not only increases motivation and engagement but also serves as a preventive framework against academic burnout. This model offers a practical contribution to developing emotionally intelligent classrooms and advancing the pedagogy of well-being in modern education.
Strategi Pembelajaran Melalui Model Card Sort dan The Power of Two and Four di Madrasah Ibtidaiyah Az-Zainiyah II Grinting Paiton Probolinggo BZ, Zakiyah; Azizah, Rizka Nur
EDUKASIA Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 2 (2023): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62775/edukasia.v4i2.608

Abstract

This research was carried out with the aim of improving student learning outcomes by discussing and helping students to be confident in presenting the results of their discussions in front of other students. This research is classroom action research in which the object of this research is 12 grade 5 students at MI Az-Zainiyah II, which includes 4 stages: 1. Planning 2. Implementation 3. Observation 4. Reflection. This research data was taken from the observation process, interviews with the homeroom teacher and grade 5 students, documentation, and practice of applying the Card Sort and The Power Of Two And Four learning models. Which is the result of this research, students learn more effectively and happily because in the Card Sort model which uses cards which are a book of concepts like a game so that students are interested in choosing challenges or questions on the cards, and by collaborating with The Power Of Two And Four model Students can develop what they think in group discussions and students train their self-confident courage to appear in front and present the results they have discussed. The conclusion of this research is to apply the Cart Sort and The Power of Two and Four Learning Model to science subjects with light energy material for grade 5 students at MI Az-Zainiyah II Grinting Paiton Probolinggo.
Model Pembelajaran Edutainment Melalui Media Gambar 3 Dimensi dalam Mengembangkan Konten Pembelajaran di Madrasah Ibtidaiyah Darul Ulum Curahdami Bondowoso BZ, Zakiyah; Firdausyiyah, Firdausyiyah
EDUKASIA Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 2 (2023): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62775/edukasia.v4i2.673

Abstract

The main objective of this study was to determine the effectiveness of edutainment learning utilizing 3-dimensional imagery as a medium for educational content creation at MI Darul Ulum Curahdami Bondowoso. Using a qualitative approach with a specially selected phenomenological design, this research targeted key stakeholders, including the principal, the fifth grade teacher, and a group of 10 MI Darul Ulum students. The methodological arsenal consisted of interview sessions, careful observation, and systematic documentation. The researcher found that the edutainment learning model, seamlessly integrated with 3-dimensional imagery for content development, has a great ability to foster a stimulating and enjoyable learning environment, especially in the field of early childhood education. This phenomenon was closely related to the high enthusiasm that students show when encountering visually appealing and captivating images during the learning process. The study underscores implications that require ongoing guidance and evaluative action by educators. This is important to understand the nuances of the dynamics edutainment learning model implemented and measuring the tangible improvements in the students' overall learning experience.
LEARNING CYCLE MANAGEMENT BASED ON LOCAL WISDOM IN INSTILLING THE CHARACTER OF RELIGIOUS STUDENTS IN MADRASA Masruroh, Siti; Bz, Zakiyah
PEDAGOGIK : JURNAL PENDIDIKAN Vol 9, No 1 (2022)
Publisher : Nurul Jadid University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/pjp.v9i1.3550

Abstract

The subjects of this study were students of MI Nurur Rahmah. The data analysis technique used is descriptive qualitative analysis, and the data collection technique used is the method of observation and interviews. The local wisdom that exists at MI Nurur Rahmah is part of the habits that are believed and obeyed by students and teachers at MI Nururrahmah, which are religious habits or practices that occur every day, such as congregational prayers, dhuha prayers, and reading the Qur'an. before the KBM starts. As a source of learning and the cultivation of local wisdom character values that can be instilled in students' personalities,Based on the results of research and discussion on inculcating students' religious character, the management of the learning cycle based on local wisdom applied by MI teacher Nurur Rahmah aims to make students better understand the meaning of piety in religious rituals, so that the religious values contained therein can be instilled in students with the hope of becoming their religious character later by instilling the religious character of students through habituation in the institution.
MODEL PEMBELAJARAN TRANSFORMATIF BERBASIS PROJEK DALAM MENINGKATKAN KREATIVITAS SISWA MADRASAH IBTIDAIYAH RAUDLATUL HIDAYAH PAKUNIRAN PROBOLINGGO Misuna; BZ, Zakiyah
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 02 (2025): Volume 10 No. 02 Juni 2025 In Progres
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i02.24602

Abstract

Model pembelajaran ini dirancang untuk mendorong siswa agar lebih aktif, kreatif, dan kolaboratif dalam mengembangkan ide-ide dan menyelesaikan proyek yang berkaitan dengan materi Pelajaran. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui Model Pembelajaran Transformatif Berbasis Proyek dalam meningkatkan kreativitas dan keterampilan sosial siswa di Madrasah Ibtidaiyah Raudlatul Hidayah Pakuniran Probolinggo. Melalui pendekatan berbasis proyek, siswa dilibatkan dalam aktivitas yang mengintegrasikan teori dengan praktik, serta bekerja dalam kelompok untuk menghasilkan solusi atau produk yang berkaitan dengan masalah nyata di sekitar siswa. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif untuk mengeksplorasi proses dan hasil dari penerapan model pembelajaran tersebut. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan guru dan siswa, serta dokumentasi hasil proyek yang dikerjakan oleh siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran berbasis proyek efektif dalam meningkatkan kreativitas siswa, di mana siswa menunjukkan kemampuan berpikir kritis, inovasi, dan keterampilan pemecahan masalah yang lebih baik. Selain itu, keterampilan sosial siswa juga berkembang pesat, terutama dalam aspek kolaborasi, komunikasi, dan penyelesaian konflik dalam kelompok. Meskipun demikian, tantangan seperti keterbatasan waktu, sumber daya, perbedaan kemampuan siswa, motivasi, pengelolaan kelas dan evaluasi hasil proyek tetap menjadi hambatan yang perlu diatasi untuk mencapai hasil yang optimal. Secara keseluruhan, model pembelajaran ini memberikan dampak positif yang signifikan dalam menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna dan relevan dengan kebutuhan dunia nyata, serta menyiapkan siswa untuk menghadapi tantangan masa depan dengan keterampilan yang lebih holistik.