Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Indonesian Health Issue

Efektivitas Jus Buah Bit Dan Kurma Untuk Mengatasi Anemia Pada Kehamilan Ani Kurniati; Kismi Asih Adethia; Eka Falentina Tarigan; Elni Arizona Hutagaol; Evi Safitri
Indonesian Health Issue Vol. 2 No. 2 (2023): AGUSTUS
Publisher : PublisihingId

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/inhis.v2i2.45

Abstract

Latar Belakang: Anemia merupakan salah satu penyebab tidak langsung dari kasus kematian ibu, dimana anemia merupakan keadaan yang timbul sebelum atau selama hamil yang di perburuk oleh kehamilan yang fisiologis. Berdasarkan data Profil Kesehatan Indonesia tahun 2021 kejadian anemia pada ibu hamil di Indonesia masih tergolong tinggi, yaitu sebanyak 48,9 % pada tahun 2019. Tujuan: Untuk mengetahui Efektivitas Jus Buah Bit dan Kurma Untuk Mengatasi Anemia Pada Kehamilan di Puskesmas Namu Trasi Kecamatan Sei Bingai Kabupaten Langkat  Tahun 2023. Metode: Jenis penelitian menggunakan jenis penelitian kuantitatif design dengan penelitian quasi eksperimen kuantitatif dengan rancangan pretest posttest nonequivalent with control group yaitu suatu penelitian yang dilakukan dengan memberikan sebuah perlakuan untuk mengetahui gejala atau pengaruh yang timbul akibat perlakuan yang diberikan untuk membandingkan hasil pemberian jus buah bit dan kurma pada kelompok perlakuan dibandingkan  dengan suatu kelompok kontrol yang diberikan intervensi konvensional dalam mengurangi anemia pada kehamilan. Hasil: Berdasarkan hasil analisis bivariat dengan uji Mann-Whitney pada kedua kelompok  didapatkan hasil untuk P Value = 0,000 artinya p <  0,05, menyatakan bahwa Jus Buah Bit dan Kurma efektiv Untuk Mengatasi Anemia Pada Kehamilan di Puskesmas Namu Trasi Kecamatan Sei Bingai Kabupaten Langkat  Tahun 2023. Kesimpulan: Jus Buah Bit dan Kurma efektiv Untuk Mengatasi Anemia Pada Kehamilan di Puskesmas Namu Trasi Kecamatan Sei Bingai Kabupaten Langkat  Tahun 2023. Diharapkan bagi Pimpinan Puskesmas Namu Trasi agar bekerjasama dengan  tenaga kesehatan dalam melakukan sosialisasi manfaat buah bit dan kurma untuk mencegah terjadinya anemia khususnya pada ibu hamil. Background: Anemia is an indirect cause of maternal death, where anemia is a condition that occurs before or during pregnancy which is exacerbated by a physiological pregnancy. Based on data from the Indonesian Health Profile for 2021, the incidence of anemia in pregnant women in Indonesia is still relatively high, namely 48.9% in 2019. Purpose: To determine the effectiveness of beet juice and dates to treat anemia in pregnancy at the Namu Trasi Health Center, Sei Bingai District Langkat Regency in 2023. Method: This type of research uses a quantitative research type design with quasi-experimental quantitative research with a nonequivalent pretest posttest control group design, namely a study conducted by giving treatment to find out the symptoms or effects that arise as a result of the treatment given to compare the results of giving beet juice and dates in the treatment group compared to the control group which provided conventional interventions in reducing anemia in pregnancy. Results: Based on the results of bivariate analysis with the Mann-Whitney test in both groups, the results obtained for P-Value = 0.000, meaning p <0.05, stated that beet juice and dates are effective for treating anemia in pregnancy at the Namu Trasi Health Center, Sei Bingai District, Langkat Regency 2023. Conclusion: Beetroot and Dates Juice is Effective for Overcoming Anemia in Pregnancy at the Namu Trasi Health Center, Sei Bingai District, Langkat Regency in 2023. It is hoped that the Namu Trasi Health Center Leaders will work together with health workers in socializing the benefits of beets and dates to prevent incidents anemia, especially in pregnant women.
Edukasi Laktasi Prenatal Untuk Meningkatkan Praktik Inisiasi Menyusu Dini Lidyawati Surbakti; Kismi Asih Adhetia; Eka Falentina Tarigan; Oni Kurnia; Oktaviani
Indonesian Health Issue Vol. 2 No. 2 (2023): AGUSTUS
Publisher : PublisihingId

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/inhis.v2i2.46

Abstract

Latar Belakang: Inisiasi Menyusui Dini (IMD) merupakan suatu kesempatan yang diberikan kepada bayi segera setelah bayi itu lahir. Di Indonesia sendiri persentase proses mulai mendapat ASI kurang dari satu jam Inisiasi Menyusui Dini (IMD) pada bayi sebesar 42,7%.  Persentase proses mulai mendapat ASI antara usia 0-5 bulan sebesar 54,0%. Pelaksanaan Inisiasi Menyusui Dini (IMD) di Provinsi Sumatra Utara Utara tahun 2016 sebesar 30,3%.Tujuan: Untuk Mengevaluasi Edukasi Laktasi Prenatal untuk Meningkatkan Praktik Inisiasi Menyusui Dini. Metode: Peneliti menggunakan jenis kuantitatif design dengan penelitian quasi eksperimen kuantitatif dan rancangan posttest nonequivalent with control group yaitu suatu penelitian yang dilakukan dengan memberikan sebuah perlakuan untuk mengetahui gejala atau pengaruh yang timbul akibat perlakuan yang diberikan untuk membandingkan hasil pemberian edukasi laktasi prenatal pada kelompok perlakuan dibandingkan  dengan suatu kelompok kontrol yang tidak diberikan intervensi. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 48 orang ibu hamil Trimester III, dengan tehnik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Hasil: Distribusi frekuensi praktik inisiasi menyusui dini pada kelompok kontrol mayoritas ibu tidak berhasil melaksanakan Inisiasi Menyusui Dini yaitu 17 (70,9 %) dengan mean 1,71. Distribusi frekuensi praktik inisiasi menyusui dini pada kelompok intervensi mayoritas ibu berhasil melaksanakan Inisiasi Menyusui Dini yaitu 18 (75,0 %) dengan mean 1,25. Analisis bivariat dilakukan uji Mann-Whitney didapatkan hasil untuk P Value = 0,002 artinya p <  0,05. Kesimpulan: Edukasi Laktasi Prenatal terbukti dapat meningkatkan praktik inisiasi menyusui dini. Diharapkan bagi Pimpinan Puskesmas agar bekerjasama dengan  tenaga kesehatan dalam melakukan sosialisasi manfaat Edukasi Laktasi Prenatal terbukti dapat meningkatkan praktik inisiasi menyusui dini. Background: Early Breastfeeding Initiation (IMD) is an opportunity given to babies from birth. In Indonesia, the rate of breastfeeding initiation in one hour of early initiation of breastfeeding (IMD) in infants is 42.7%. The initiation rate of breastfeeding from 0 to 5 months is 54.0%. The early breastfeeding implementation rate (IMD) in North Sumatra Province 2016 was 30.3%. Purpose: To evaluate the practice of early breastfeeding initiation to improve prenatal lactation education. Methods: Researchers used a quantitative design with quasi-experimental quantitative research and post-test, which is not the same as the control group design, namely a study conducted while being treated to explore the symptoms or effects that occur during treatment. provided to compare the outcomes of prenatal lactation education in the treatment group versus the control group without any treatment intervention. The sample of this study was 48 third-trimester pregnant women, with the sampling technique being intentional sampling. Results: The frequency distribution of early breastfeeding practices in the control group for the majority of mothers who failed to initiate early breastfeeding was 17 (70.9%) with a mean of 1.71. The frequency distribution of the practice of early breastfeeding initiation in the intervention group for the majority of mothers succeeded in carrying out early breastfeeding initiation, namely 18 (75.0%) with a mean of 1.25. Bivariate analysis was carried out using the Mann-Whitney test to obtain results for P Value = 0.002, meaning p <0.05. Conclusion: Prenatal Lactation Education is proven to improve the practice of early breastfeeding initiation. It is hoped that the leadership of the Puskesmas will work together with health workers in socializing the benefits of Prenatal Lactation Education as proven to be able to improve the practice of early breastfeeding initiation.  
Peningkatan Motivasi Ibu Hamil Trimester III Dalam Memberikan Asi Eksklusif Dengan Audiovisual Rime Listia Tarigan; Kismi Asih Adethia; Siti Nurmawan Sinaga; Eka Falentina Tarigan; Indri Heni Damanik
Indonesian Health Issue Vol. 2 No. 2 (2023): AGUSTUS
Publisher : PublisihingId

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/inhis.v2i2.47

Abstract

     Latar Belakang: Air Susu Ibu (ASI) adalah makanan terbaik untuk bayi yang baru lahir. Berdasarkan data WHO tahun 2015 hanya 44 persen dari bayi baru lahir di dunia yang mendapat ASI dalam waktu satu jam pertama sejak lahir, bahkan masih sedikit bayi dibawah usia enam bulan masih disusui secara esklusif.  Tujuan: Untuk Mengevaluasi Peningkatan Motivasi Ibu Hamil dalam Memberikan ASI Eksklusif dengan Audiovisual. Metode: Jenis penelitian ini penelitian kuantitatif dengan Quasi eksperimen dengan rancangan design penelitian pretest posttest with control group design. Populasi dalam penelitian ini seluruh ibu hamil Trimester III pada bulan April berjumlah 48 orang. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 48 orang ibu hamil Trimester III, tehnik pengambilan sampel dilakukan dengan tehnik purposive sampling. Hasil: Distribusi frekuensi motivasi ibu hamil dalam memberikan ASI Eksklusif pada kelompok kontrol pretest mayoritas rendah yaitu 14 (58,3 %) dengan mean 2,4583 dan pengukuran saat postest mayoritas tetap memiliki motivasi yang rendah yaitu 12 (50,0 %) dengan mean 2,3333. Distribusi frekuensi motivasi ibu hamil dalam memberikan ASI Eksklusif pada kelompok intervensi pretest mayoritas rendah yaitu 11 (45,8 %) dengan mean 2,2500 dan pengukuran saat postest mayoritas ibu hamil memiliki motivasi yang tinggi yaitu menjadi 13 (27,1 %) dengan mean 1,5417. Untuk analisis bivariat dilakukan uji Mann-Whitney diperoleh hasil untuk P Value = 0,000 artinya p <  0,05. Kesimpulan: Audiovisual dapat meningkatkan Motivasi Ibu Hamil dalam Memberikan ASI Eksklusif. Diharapkan bagi Pimpinan Puskesmas agar bekerjasama dengan  tenaga kesehatan dalam melakukan sosialisasi manfaat Audiovisual yang dapat meningkatkan Motivasi Ibu Hamil dalam Memberikan ASI Eksklusif. Background: According to WHO data for 2015, only 44% of babies worldwide are Breast Milk within the first hour after birth, and some babies under the age of 6 months are still exclusively Breast Milk. Purpose : Evaluation of increased motivation of pregnant women in giving exclusive Breast Milk audiovisually. Method: This type of research is a quantitative study with a quasi-experimental design with a pretest and posttest design with a control group design. The population of this study was third trimester pregnant women in April totaling 48 people. The sample in this study was 48 third trimester pregnant women, the sampling technique was carried out by purposive sampling technique. Results: The frequency distribution of the motivation of exclusive Breast Milk pregnant women according to the pretest control group was the majority low, namely 14 (58.3%) with a mean of 2.4583 and measurements during the posttest, the majority still had low motivation, namely 12 (50.0%) with a standard of 2, 3333. The frequency distribution of cause for exclusive Breast Milk in the pretest intervention group is primarily low, namely 11 (45.8%) with a mean of 2.2500 and measurements during the post-test, the majority of pregnant women have high motivation, which is 13 (27.1%) with a mean of 1.5417. The Mann-Whitney test was used for bivariate analysis to obtain results for P Value = 0.000, meaning p <0.05. Conclusion: Audiovisual can increase the motivation of pregnant women in giving exclusive Breast Milk. It is hoped that the leadership of the Puskesmas will cooperate with health workers in socializing the benefits of Audiovisual, which can increase pregnant women's motivation to provide exclusive Breast Milk.
Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Ketidakpatuhan Ibu Hamil Dalam Mengkonsumsi Tablet Fe Jenni Novita Simbolon; Kismi Asih Adethia; Eka Falentina Tarigan; Ngarap Muliana Harahap; Meviani Putri
Indonesian Health Issue Vol. 2 No. 2 (2023): AGUSTUS
Publisher : PublisihingId

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/inhis.v2i2.48

Abstract

Latar Belakang: Upaya mencegah anemia pada ibu hamil dengan mengkonsumsi tablet Fe.Data Kemenkes Tahun 2019, cakupan ibu hamil mendapat tablet Fe 64,0 %.Tujuan: Analisis Faktor Mempengaruhi Ketidakpatuhan Ibu Hamil Mengkonsumsi Tablet Fe. Metode: Jenis penelitian ini observasional analitik, desain penelitian Cross Sectional. Sampel penelitian berjumlah 56 orang, tehnik pengambilan sampel total sampling.  Hasil: Mayoritas ibu hamil yang tidak patuh mengkonsumsi Tablet Fe adalah pengetahuan kurang sebanyak 9 orang (16,1 %). Diperoleh p value 0,000 < 0,05 terdapat hubungan Pengetahuan dengan Ketidakpatuhan Ibu Hamil Dalam Mengkonsumsi Tablet Fe. Mayoritas ibu hamil yang tidak patuh mengkonsumsi Tablet Fe yaitu tidak bekerja sebanyak 10 orang (17,9 %), p value 0,011 < 0,05 artinya terdapat hubungan Pekerjaan dengan Ketidakpatuhan Ibu Hamil Mengkonsumsi Tablet Fe. Mayoritas ibu yang tidak patuh mengkonsumsi Tablet Fe adalah ibu dengan sikap kurang baik sebanyak 14 orang (25,0 %), p value 0,000 < 0,05 artinya terdapat hubungan Sikap dengan Ketidakpatuhan Ibu Mengkonsumsi Tablet Fe. Mayoritas ibu hamil yang tidak patuh mengkonsumsi Tablet Fe adalah yang kurang mendapatkan dukungan suami sebanyak 12 orang (21,4 %), p value 0,002 < 0,05 artinya terdapat Hubungan Dukungan Suami dengan Ketidakpatuhan Ibu Mengkonsumsi Tablet Fe. Mayoritas ibu hamil yang tidak patuh mengkonsumsi Tablet Fe yaitu yang kurang mendapat peran dari petugas kesehatan sebanyak 13 orang (23,2 %), p value 0,001 < 0,05 artinya terdapat hubungan Peran Petugas Kesehatan dengan Ketidakpatuhan Ibu Hamil Mengkonsumsi Tablet Fe. Kesimpulan: Diharapkan bagi Pimpinan Puskesmas untuk memperhatikan ketidakpatuhan ibu hamil mengkonsumsi tablet Fe menggunakan data hasil penelitian ini sebagai acuan. Background: Efforts to prevent anemia in pregnant women by taking iron tablets According to data from the Ministry of Health for 2019, the number of pregnant women taking iron tablets was 64.0%. Purpose: Analysis of the factors that influence non-adherence of pregnant women in consuming Fe tablets. Methods: This type of research is an observational and cross-sectional analytic research design. The research sample was 56 people, the sampling technique was total sampling. Results: The majority of pregnant women who did not adhere to taking Fe tablets had insufficient knowledge, namely as many as 9 people (16.1%) and there was a relationship between knowledge and non-adherence of pregnant women about taking Fe pills, the majority of pregnant women were not adherent to taking Fe pills, namely they would not work less than 10 people (17.9%), there was a relationship between work and non-compliance of pregnant women in consuming Fe tablets. The majority of mothers who do not adhere to taking Fe tablets are mothers with bad attitudes as many as 14 people (25.0%), there is a relationship between attitude and non-adherence in taking Fe pills. The majority of mothers who do not adhere to taking Fe pills are mothers who do not receive support from their husbands as many as 12 people (21.4%). There is a relationship between the husband's support and non-compliance in taking Fe pills. According to the opinion of medical staff, 13 people (23.2%), there is a relationship between the role of health workers and non-adherence of pregnant women in consuming Fe tablets. Suggestion: It is hoped that the health center will pay attention to the disobedience of pregnant women in consuming Fe tablets using the data from this study as a reference.