Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

PENGARUH MIRROR THERAPY TERHADAP KEKUATAN OTOT PADA PASIEN STROKE DI RUANG MADINAH RSUD HARAPAN DAN DOA KOTA BENGKULU Neni Triana; Fernalia Fernalia; Dian Dwiana Maydinar; Rheka Wahyuni Khorisma Putri
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 16, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v16i2.30666

Abstract

Stroke merupakan suatu penyakit yang terjadi karena adanya penyempitan pada pembuluh darah sehingga mengakibatkan aliran darah dan oksigen yang menuju ke otak mengalami hambatan, Mirror Therapy adalah bentuk citra motorik di mana cermin digunakan untuk menyampaikan rangsangan visual ke otak melalui pengamatan bagian tubuh yang tidak terpengaruh saat ia melakukan serangkaian gerakan.Tujuan Penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh  mirror therapy terhadap kekuatan otot pada pasien stroke. Desain penelitian ini menggunakan desain Pre-eksperimen dengan rancangan one group pretest posttest design. Pengambilan sample yang digunakan yaitu accidental sampling. Mirror therapy dilakukan 2 kali sehari selama 3 hari.Hasil penelitian uji yaitu Wilcoxon  yang mana diperoleh statistik Wilcoxon Z = -3,471 dengan p-value =0,001. Karena p-value < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis nol ditolak yang bermakna bahwa Ada pengaruh mirror therapy terhadap kekuatan otot ekstermitas atas  pada pasien stroke non hemoragik di Ruang Madinah RSUD Harapan Dan Doa Kota Bengkulu. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa dari 17 responden setelah dilakukan mirror pada hari ke-3 sebanyak  2 pasien (12%) memiliki kekuatan otot skala 1,3 pasien (18%) memiliki kekuatan otot skala 2, 4 orang (23%) memiliki kekuatan otot skala 3, 7 orang (41%) memiliki kekuatan otot skala 4 dan 1 orang lainnya (6%) memiliki kekuatan otot skala 4.Ada pengaruh antara Mirror Therapy Terhadap Kekuatan Otot Pada Pasien Stroke Non Hemoragik Di Rungan Madinah RSUD Harapan Dan Doa Kota Bengkulu. Peneliti selanjutnya diharapkan agar dapat lebih meningkatkan pengetahuan tentang terapi cermin (mirror therapy) dan hal-hal yang menjadi penghambat dan keberhasilan terapi sehingga mampu memberikan asuhan keperawatan secara optimal pada pasien stroke dengan Tindakan terapi cermin (mirror therapy). Kata Kunci: Stroke, Kekuatan Otot, Mirror Therapy  
PENGARUH EDUKASI KESEHATAN BERBASIS PERMAINAN TEKA-TEKI SILANG TERHADAP PENGETAHUAN KESIAPSIAGAAN MENGHADAPI GEMPA BUMI PADA SISWA Fernalia Fernalia; Pawiliyah Pawiliyah; Dwita Sugari; Tanti Marjiana; Ade W Wijaksono; Yatimah Yatimah
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 11, No 2 (2026): Agustus 2026 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v11i2.1772

Abstract

Latar Belakang: Kesiapsiagaan siswa dalam menghadapi gempa bumi dipengaruhi oleh pengetahuan mengenai risiko dan tindakan penyelamatan diri. Edukasi kesehatan dengan media interaktif diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan kesiapsiagaan bencana pada siswa. Salah satu media yang dapat digunakan adalah permainan teka-teki silang (TTS) yang menggabungkan aktivitas bermain dan belajar. Tujuan: Menganalisis pengaruh edukasi kesehatan berbasis permainan TTS terhadap pengetahuan kesiapsiagaan menghadapi gempa bumi pada siswa. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one-group pretest-posttest. Sampel terdiri dari 55 siswa kelas X SMAN 01 Kota Bengkulu yang menggunakan teknik total sampling. Intervensi berupa edukasi kesehatan berbasis permainan TTS dengan materi konsep gempa bumi, kesiapsiagaan sebelum, saat, dan setelah gempa bumi, serta prosedur evakuasi. Pengetahuan diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan kuesioner dan data dianalisis menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Nilai rata-rata pengetahuan meningkat dari 71.73 (SD = 10.24) sebelum intervensi menjadi 94.91 (SD = 5.31) setelah intervensi. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan Z = -6.478 dengan p-value = 0.000 (p < 0.05), yang menunjukkan adanya perbedaan pengetahuan yang signifikan sebelum dan sesudah intervensi. Saran: Sekolah dan tenaga pendidik diharapkan mengintegrasikan permainan TTS sebagai media edukasi kesiapsiagaan gempa bumi dalam pembelajaran dan program pendidikan kebencanaan, seperti Pramuka, PMR, dan Sekolah Siaga Bencana (SSB). Kata Kunci: Edukasi, Gempa bumi, Kesiapsiagaan, Pengetahuan, Teka-Teki Silang