Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Abdimas Langkanae

Sosialisasi Pemanfaatan Limbah Ampas Sagu dengan Kombinasi Kotoran Sapi Sebagai Pupuk Organik Padat (Bokashi) Pada Tanaman Hortikultura Andi Safitri Sacita
Abdimas Langkanae Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.186 KB)

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat dengan judul “Sosialisasi Pemanfaatan Limbah Ampas Sagu dengan Kombinasi Kotoran Sapi sebagai Pupuk Organik Padat (Bokashi) pada Tanaman Hortikultura” dilaksanakan pada tanggal 22 - 24 Desember 2019 yang bertempatkan di Rukun Warga (RW) Tondok Alla, Kecamatan Telluwanua, Kota Palopo dengan jumlah peserta sebanyak 50 orang kelompok tani Rukun Warga (RW) Tondok Alla. Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi mengenai resiko dan akibat pencemaran lingkungan yang ditimbulkan oleh penumpukan limbah ampas sagu dan kotoran sapi yang belum dikelolah dengan baik, teknik-teknik dasar pembuatan pupuk organik padat (bokashi) dari limbah, manfaat dan kelebihan pupuk organik padat limbah ampas sagu dan kotoran sapi dibandingkan pupuk sintetik, dan cara pengaplikasian pupuk bokashi limbah ampas sagu dan kotoran sapi pada tanaman hortikultura.
Penyuluhan dan Pelatihan Pembuatan Olahan Minuman Sirup Jahe Merah Dalam Meningkatkan Sistem Imun di Masa Pandemi Covid-19 di Kecamatan Mungkajang Kota Palopo Erni Firdamayanti; Andi Safitri Sacita; Marlia Muklim
Abdimas Langkanae Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.681 KB) | DOI: 10.53769/jpm.v2i1.47

Abstract

Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan penyuluhan kepada masyarakat khususnya kelompok tani terkait pemanfatatan tanaman jahe merah menjadi minuman sirup jahe merah. Komponen yang terlibat pada kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah Kelompok Wanita Tani di Kecamatan Mungkajang Kota Palopo yang diikuti sebanyak 6 peserta. Kegiatan ini dilaksanakan di Kecamatan Mungkajang pada tanggal 14-15 Desember 2020 pukul 09.00 WITA sampai selesai. Tahap pelaksanaan ini dimulai dengan sosialisasi mengenai potensi tanaman jahe merah dalam mempertahankan dan meningkatkan sistem imun dalam menghadapi masa pandemic covid-19 serta dilanjutkan dengan Pelatihan pembuatan minuman sirup jahe merah sebagai salah satu alternatife minuman praktis dimasa Pandemi. Selama kegiatan berlangsung dilakukan pula interaksi dengan mengajukan Tanya jawab terhadap peserta maupun sebaliknya, antusias peserta selama kegiatan cukup tinggi
Training Pembuatan PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) Bagi Petani Dalam Mengamankan dan Meningkatkan Produksi Tanaman Padi di Desa Bassiang Kec. Ponrang Selatan Kab. Luwu Andi Safitri Sacita; Erni Firdamayanti
Abdimas Langkanae Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jpm.v2i1.63

Abstract

Tanaman padi merupakan penghasil beras yang permintaannya terus meningkat tiap tahun seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk. Namun produksi padi terus saja mengalami penurunan akibat kekurangan nutrisi, serangan hama dan penyakit, dan teknik budidaya yang kurang tepat. Terjadinya perubahan iklim turut memperparah tingkat serangan hama dan penyakit pada tanaman padi. Kekurangan nutrisi juga dapat memicu kerentanan tanaman terhadap serangan OPT sehingga perlu dilakukan upaya perbaikan yang mampu menekan serangan hama dan penyakit, serta mampu memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman. PGPR merupakan bakteri yang diisolasi pada area perakaran yang dianggap mampu untuk menekan serangan hama dan penyakit serta mampu memenuhi kebutuhan nutrisi pada tanaman akibat adanya kandungan berbagai mikroorganisme menguntungkan yang dapat bertindak sebagai pengendali hama, pengendali mikroba penyebab penyakit serta memiliki mikroorganisme yang mampu mensuplai nutrisi untuk tanaman budidaya. Sehingga aplikasi PGPR dapat menjadi salah satu solusi pengamanan dan peningkatan produksi pada tanaman padi yang murah dan ramah lingkungan khususnya pada kondisi perubahan iklim seperti yang dirasakan sekarang ini. Kegiatan sosialisasi dan training pembuatan PGPR ini dilaksanakan di Desa Bassiang Kecamatan Ponrang Selatan Kabupaten Luwu. Kegiatan ini dilaksanakan selama 2 hari yaitu pada tanggal 23 – 24 Agustus 2021. Kegiatan yang dilakukan meliputi sosialisasi peran PGPR bagi tanaman serta pelatihan pembuatan PGPR kepada kelompok tani yang ada di Desa Bassiang. Desa Bassiang dipilih menjadi wilayah sosialisasi karena merupakan salah satu wilayah yang memiliki areal pertanaman padi terluas di Kabupaten Luwu. Hasil dari kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan wawasan petani terkait pertanian ramah lingkungan serta mampu membuat PGPR dan mengaplikasikan pada lahan sawah masing-masing agar produksi tanaman padi dapat tetap terjaga bahkan ditingkatkan.
Inovasi Rumah Burung Hantu Plus (Rubuha +) untuk Pengendalian Hama pada Tanaman Padi Andi Safitri Sacita; Suhaeni, Suhaeni; Erni Firdamayanti; Yusri, Yusri
Abdimas Langkanae Vol. 5 No. 2 (2025): September-Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v5i2.494

Abstract

Serangan hama merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi produktivitas pertanian. Serangan hama dengan intensitas tinggi dapat menyebabkan penurunan produksi hingga ancaman gagal panen. Inovasi rumah burung hantu plus (Rubuha+) diharapkan dapat menjadi solusi pencegahan dan pengendalian hama pada tanaman padi. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Pattedong Selatan, Kecamatan Ponrang Selatan, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. Mitra yang dilibatkan pada kegiatan ini yaitu kelompok tani Sipakatuo dan Sipakatuo 1. Selain kelompok tani, juga terlibat aparat desa, PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan) dan POPT (Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan) yang bertugas di wilayah Ponrang Selatan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu observasi, sosialisasi, penerapan inovasi Rubuha+, dan evaluasi program. Kegiatan observasi dilakukan dengan kunjungan ke lapangan dan diskusi dengan mitra terkait permasalahan yang dihadapi. Salah satu permasalahan petani yaitu tingginya serangan hama utamanya tikus sawah, wereng dan penggerek batang. Permasalahan ditindaklanjuti dengan melakukan sosialisasi dan BIMTEK pembuatan inovasi Rubuha+ sebagai salah satu solusi untuk pengendalian hama pada tanaman padi. Rubuha + yang telah dibuat kemudian dipasang pada lahan sawah yang dijadikan demoplot. Tahapan akhir yaitu evaluasi dan keberlanjutan program untuk mengukur efektivitas teknologi yang diterapkan. Selama pelaksanaan kegiatan, para petani yang tergabung dalam kelompok tani Sipakatuo dan Sipakatuo 1 sangat antusias dalam mengikuti kegiatan ini. Begitu pula Kepala Desa Pattedong Selatan sangat mengapresiasi dan berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat besar ke petani khususnya dalam membantu menekan serangan hama. Diharapkan program ini dapat berperan dalam mewujudkan pertanian ramah lingkungan dan berkelanjutan.