Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Variasi Jumlah Tumbuhan Terhadap Stabilitas, Flow, VIM, VMA Dan VFB pada Campuran Stone Matrix Asphalt (SMA) Kojongian, Winda P.; Waani, Joice E.; Manoppo, Mecky R. E.
TEKNO Vol. 24 No. 95 (2026): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v24i95.67167

Abstract

Stone Matrix Asphalt (SMA) merupakan campuran beraspal panas dengan gradasi gap-graded yang dirancang membentuk rangka agregat kuat untuk menahan beban lalu lintas berat, namun kinerjanya sangay dipengaruhi oleh energi pemadatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pemadatan kurang dan berlebih terhadap karakteristik Marshall campuran SMA serta menentukan jumlah tumbukan minimum yang masih memenuhi spesifikasi. Metode penelitian menggunakan enam variasi jumlah tumbukan, yaitu 2×20, 2×30, 2×40 (di bawah standar 2×50), serta 2×60 dan 2×70 (di atas standar), dengan pengujian Marshall untuk mengevaluasi stabilitas, flow, VIM, VMA dan VFB serta menentukan kadar aspal optimum (KAO). Hasil menunjukkan bahwa variasi 2×20, 2×30, 2×40 tidak memenuhi spesifikasi akibat nilat VIM melebihi batas, sedangkan pada 2×42 diperoleh VIM sebesar 4,893% yang telah berada dalam rentang spesifikasi 3-5%. Variasi 2×60 dan 2×70 seluruhnya memenuhi spesifikasi. Dengan demikian, jumlah tumbukan 2×42 direkomendasikan sebagai batas minimum pemadatan yang masih mampu menghasilkan campuran SMA sesuai spesifikasi, sehingga berpotensi meningkatkan efisiensi tanpa mengurangi kinerja campuran. Kata kunci: SMA, pemadatan, Karakteristik Marshall, jumlah tumbukan
Pengaruh Variasi Suhu Ekstrem Terhadap Karakteristik Marshall Pada Campuran Stone Matrix Aspalt (SMA) Rotikan, Fabricio G.; Waani, Joice E.; Lalamentik, Lucia G. J.
TEKNO Vol. 24 No. 95 (2026): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v24i95.67168

Abstract

Stone Matrix Asphalt (SMA) merupakan campuran beraspal bergradasi kasar yang membentuk struktur kontak batu-ke-batu sehingga memiliki ketahanan tinggi terhadap deformasi. Kinerja campuran SMA dipengaruhi oleh suhu pemadatan, ksrena suhu yang tidak sesuai standar dapat mengubah karakteristik mekanisnya. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi suhu pemadatan ekstrem terhadap karakteristik Marshall campuran SMA. Pengujian dilakukan di Laboratorium Perkerasan Jalan Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi menggunakan metode Marshall berdasarkan spesifikasi umum Bina Marga 2018 Revisi 2 dan standar SNI. Setelah diperoleh Kadar Aspal optimum (KAO), benda uji dipadatkan pada suhu 110°C, 115°C, 120°C, 160°C, 165°C, dan 170°C dengan kadar aspal tetap. Parameter yang dianalisis meliputi Stabilitas, Flow, Density, VIM, VMA, VFB, Draindown, VCAmic/VCAdrc. Hasil penelitian menunjukan bahwa suhu pemadatan berpengaruh signifikan terhadap karakteristik Marshall. Suhu tinggi meningkatkan stabilitas dan kepadatan, namun berpotensi menimbulkan draindown, sedangkan suhu rendah meningkatkan VIM dan VMA serta menurunkan stabilitas. Suhu pemadatan optimum berada pada kisaran 145–155°C sesuai spesifikasi yang berlaku. Kata kunci: SMA, suhu pemadatan, Marshall, karakteristik Marshall