Sumarlin Mangandar Marianus
Fakultas Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Katolik Santo Thomas Sumatera Utara

Published : 19 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Pengaruh Model Pembelajaran Take and Give Terhadap Hasil Belajar Siswa pada Tema Praja Muda Karana Kelas III SD RK Budi Luhur Medan Denai Tahun Pembelajaran 2020/2021 Marianus, Sumarlin Mangandar
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2022): 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v6i1.3268

Abstract

Perlunya model pembelajaran yang bervariasi agar siswa tidak mudah merasa bosan dan dapat mengaktifkan siswa dalam proses pembelajaran. Guru harus bisa memilih salah satu model pembelajaran yang sesuai dengan materi pelajaran. Model pembelajaran Take and Give merupakan strategi pembelajaran yang didukung oleh penyajian data yang diawali dengan pemberian kartu kepada siswa. Hal ini dapat mengubah suasana kelas menjadi aktif saat belajar berlangsung. Adapun rumusan masalahnya adalah Bagaimana proses penggunaan Model Pembelajaran Take and Give tema praja muda karana, Bagaimana hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran Take and Give tema praja muda karana, Bagaimana pengaruh belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran Take and Give tema praja muda karana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Take and Give terhadap hasil belajar siswa tema praja muda karanadi kelas III SD RK Budi Luhur Medan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan jenis penelitian kuantitatif. Untuk memperoleh data yang diperlukan menggunakan pengumpulan data berupa test 30 soal, angket 17 pernyataan, dan dokumentasi. Penelitian di SD RK Budi Luhur Medan pada kelas III dilaksanakan 17 sampai 18 mei 2021. Jumlah sampel sebanyak 30 siswa berdasarkan tekniksampling jenuh, berdasarkan analisis diperoleh hasil pre test dengan nilai rata-rata 68,73 dengan kategori cukup, hasil post tes dengan nilai rata-rata 86,7 kategori baik sekali dan angket model pembelajaran Take and Give dengannilai rata-rata 63,3% kategori tinggi. Hasil analisis korelasi pengaruh model pembelajaran Take and Give terhadap hasil belajar siswa diperoleh nilai korelasi rhitung = 0,875 dengan rtabel = 0,361. Dengan demikian nilai rhitung lebih besar dari pada nilai rtabel maka korelasi sangat signifikan. Uji hipotesis dengan uji t diperoleh thitung = 3,268 dengan ttabel = 1,697 pada taraf signifikan 0,05. Dapat disimpulkan adanya pengaruh model pembelajaran Take and Give terhadap hasil belajar siswa tema praja muda karana kelas III SD RK Budi Luhur Medan Denai.
Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dengan Menggunakan Model Inquiry Learning di Kelas IV SDN 060833 Medan Indah Metasari Sipahutar; Dewi Anzelina; Sumarlin Mangandar Marianus; Patri Janson Silaban
SEMINAR NASIONAL SOSIAL, SAINS, PENDIDIKAN, HUMANIORA (SENASSDRA) Vol 1 (2022)
Publisher : SEMINAR NASIONAL SOSIAL, SAINS, PENDIDIKAN, HUMANIORA (SENASSDRA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran Inqury Learning. Subjek dalam penelitian berjumlah 30 siswa. Dari hasil penelitian tindakan kelas ini menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa. Hasil penelitian yang dilaksanakan pada pratest (tes awal) siswa memperoleh nilai tuntas sebanyak 10 siswa (33,33%) sedangkan siswa yang tidak tuntas sebanyak 20 siswa (66,67%), dengan rata-rata hasil belajar siswa (54,65%). Pada tahap post test siklus I meningkat menjadi 14 siswa yang tuntas (46,67%) dan siswa yang tidak tuntas sebanyak 16 siswa (53,33%), dengan rata-rata hasil belajar siswa (71,35%). Pada tahap post test siklus II terdapat peningkatan menjadi 24 siswa yang tuntas (80%) dan yang tidak tuntas sebanyak 6 siswa (20%), dengan rata-rata hasil belajar siswa (84%). Kemudian pada hasil observasi aktivitas guru dalam pelaksanaan pembelajaran pada siklus I memperoleh nilai sebanyak (68,33%) dengan kategori (baik), siklus II meningkat sebanyak (91,66%) dengan kriteria (baik sekali). Dan pada hasil observasi aktivitas siswa pada siklus I memperoleh nilai sebanyak (60%) dengan kategori (Cukup), siklus II meningkat sebanyak (96%) dengan kategori (baik sekali). Model pembelajaran Inquiry Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa di kelas IV SDN 060833 Medan Tahun Pembelajaran 2021/2022.
ANALISIS OBSERVASI HASIL BELAJAR SISWA SD KELAS III DAN KELAS V PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA DI KOTA MEDAN, KABUPATEN DELI SERDANG DAN KABUPATEN LANGKAT Rambe, Titin Rahmayanti; Rola, Fasti; Marianus, Sumarlin Mangandar; Pratama, Anggili; Dongoran, Jhonas; Hasratuddin, Hasratuddin
SCHOOL EDUCATION JOURNAL PGSD FIP UNIMED Vol. 13 No. 2 (2023): SCHOOL EDUCATION JOURNAL PGSD FIP UNIMED
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/sejpgsd.v13i2.46216

Abstract

This study uses a qualitative descriptive method that aims to understand the phenomena of elementary mathematics learning outcomes. The resulting data is presented in the form of numbers described in the description. Research using the observation method was conducted on mathematics learning outcomes in grades III and grade V of elementary schools spread across three districts/cities in North Sumatra Province. To understand students' errors and misconceptions is essential for the effective teaching and learning of mathematics. It is important for teachers to approach student mistakes in a constructive way, helping students understand their mistakes and learn from them. Research has been conducted to investigate patterns of student misunderstandings, errors, and misunderstandings across educational systems, grade levels, gender, and time. Several case studies of mathematics subjects in elementary schools in North Sumatra Province became the main focus of the North Sumatra Education Office so that they held improvement and development activities for Chemistry, Biology, Physics and Mathematics subjects in 2022. The conclusion showed that only three grades III fulfilled and 1 class V that meets above the value of 70.
Meta-Evaluation of Example Non-Example Models' Effects on Science Education in Elementary Schools Marianus, Sumarlin Mangandar; Marzuki, Marzuki; Murad, Abdul; Sutopo, Adi; Adisaputra, Abdurahman
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i1.12354

Abstract

Penelitian ini mengidentifikasi penekanan metode pada media gambar sebagai fitur utama. Dalam fase implementasi, guru berubah menjadi fasilitator, membimbing siswa melalui pengamatan dan diskusi. Peran guru menjadi sangat penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung, menumbuhkan keterlibatan, dan mengarahkan diskusi menuju pemahaman yang lebih dalam. Temuan ini menunjukkan berbagai ukuran efek yang dipengaruhi oleh faktor internal (biologis dan psikologis) dan faktor eksternal (lingkungan dan lingkungan masyarakat, waktu). Evaluasi meta mengungkapkan ukuran efek keseluruhan yang tinggi dari 1.323132 untuk metode contoh-non-contoh dalam instruksi sains. Fitur spesifik identifikasi studi berkontribusi pada efektivitasnya, menekankan kemampuan beradaptasi dan penyelarasan dengan praktik pendidikan modern. Mengakui berbagai ukuran efek dan ketergantungannya pada keadaan yang kompleks, penelitian ini menawarkan wawasan yang berharga untuk strategi implementasi yang disesuaikan, berkontribusi pada pemahaman yang bernuansa tentang dinamika metode dalam konteks pendidikan pendidikan praktis.
EVALUATION OF CONTEXTUAL CLUES: EFL PROFICIENCY IN READING COMPREHENSION Stevani, Margaret; Prayuda, Meikardo Samuel; Sari, Dyan Wulan; Marianus, Sumarlin Mangandar; Tarigan, Karisma Erikson
English Review: Journal of English Education Vol. 10 No. 3 (2022)
Publisher : University of Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/erjee.v10i3.7076

Abstract

The present research evaluated EFL perspectives about contextual clues in reading comprehension at different proficiency levels. The data analysis using qualitative descriptions with frequencies and percentages was employed for 38 intermediate-level students and 25 advanced-level students in the university level through teaching contextual clues in reading comprehension with an experimental design. The results proved that students' proficiency in reading ability could be demonstrated by their use of idiomatic expressions, indirect language, direct language, series of words, comparison, synonym, tone, situation, mood, reference, restatement, preposition, cause-effect, modification, and example. Advanced students with a high level of vocabulary, grammar, and decoding skills were better able to utilize many contextual clues than intermediate students. Thus, reading ability was strongly correlated with the ability to infer word meaning from contextual clues.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN MIND MAPPING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA TEMA LINGKUNGAN SAHABAT KITA KELAS V SDN 173417 POLLUNG DAN SDN 173420 POLLUNG Khaty Dian Situmorang; Reflina Sinaga; Sumarlin Mangandar Marianus; Darinda Sofia Tanjung
Primary: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol. 11 No. 5 (2022): October
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/10.33578/jpfkip.v11i5.9051

Abstract

This article discusses the effect of using mind mapping as a learning model on students’ learning outcomes on environmental material at grade V of SDN Pollung District in the academic year 2020/2021. The research in this article used descriptive analysis techniques. The population involved grade V students at SDN Pollung, which consisted of two schools, SD Negeri 173417 and SD Negeri 173420. The research outcomes indicated that students’ learning outcomes using the mind mapping model were very good with an average category score of 84.72. The research outcomes also indicated that the results of the correlation test came from a correlation number of 0.620. It means that if rcount (0.620) > rtable (0.217), hence Ha is accepted. Thus, there is a big influence between the mind mapping learning model and students’ learning outcomes with the theme of our friend environment at grade V of SDN Pollung. It also could be found from the results of the t-test where tcount 6,984 > ttable 1,664, hence Ha is accepted. It shows that there is a significant positive effect of applying Mind Mapping toward students’ learning outcomes with the theme of our friend environment at grade V of SDN Pollung in the academic year 2021/2022.
Metode Distributed Practice Pada Phonic Dan Vocabulary Bagi Siswa Usia Dini Di Kecamatan Barus Jahe Tanah Karo Karisma Erikson Tarigan; Meikardo Samuel Prayuda; Margaret Stevani; Sumarlin Mangandar Marianus
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v2i2.1149

Abstract

Abstract:Matching phonemes (speech sounds) to graphemes (letters and letter combinations) was an important aspect of decoding (translating print to speech) and encoding (translating speech to print). However, most early childhood students did not receive explicit training in correspondence phonemography. Difficulties with accurate phoneme production and lack of understanding of sound symbol correspondences could make it difficult for students to: (1) identify pronunciation errors in general assessments and (2) provide a model of teaching English reading or provide remedial reading instructions. This community service examined the application of the distributed practice method in developing knowledge and phoneme-grapheme correspondence skills for early students. The sample of this study was 35 students aged 7-13 years in the village of semangat barusjahe tanah karo, North Sumatra. The test design consisting of pre-test and post-test was used to compare mass practice conditions (one 60 minute session) with conditionally distributed practice (four 15 minute sessions distributed over 4 weeks) to learn phonemes related to letters and letter combinations. The result of this community service was that students could improve their vocabulary and phonics skills orally and in writing by using English learning. Keyword : distributed practice; phonics and vocabulary; early childhood students  Abstrak:Pencocokan fonem (bunyi ucapan) dengan grafem (huruf dan kombinasi huruf) adalah aspek penting dari decoding (menerjemahkan cetak ke ucapan) dan encoding (menerjemahkan ucapan untuk dicetak). Namun, siswa usia dini kebanyakan tidak menerima pelatihan eksplisit dalam fonemografi korespondensi. Kesulitan dengan produksi fonem yang akurat dan kurangnya pemahaman korespondensi simbol bunyi dapat menyulitkan siswa untuk: (1) mengidentifikasi kesalahan pengucapan pada penilaian umum dan (2) memberikan model pengajaran membaca bahasa Inggris. atau memberikan instruksi membaca remedial. Pengabdian kepada masyarakat ini meneliti penerapan metode distributed practice dalam pengembangan pengetahuan dan keterampilan korespondensi fonem-grafeme siswa usia dini. Sampel penelitian ini ialah 35 siswa pelajar usia 7-13 tahun di desa semangat barusjahe tanah karo, Sumatera Utara. Desain tes terdiri dari pre-test dan post-test digunakan untuk membandingkan kondisi latihan massal (satu sesi berdurasi 60 menit) dengan latihan terdistribusi kondisi (empat sesi berdurasi 15 menit yang didistribusikan selama 4 minggu) untuk belajar fonem terkait dengan huruf dan kombinasi huruf. Hasil pengabdian ini ialah siswa dapat meningkatkan keterampilan kosakata dan fonik secara lisan dan tulisan  dengan menggunakan pembelajaran bahasa Inggris. Kata Kunci : distributed practice; phonic dan vocabulary; siswa usia dini
PENGARUH PENDEKATAN PEMBELAJARAN SCIENTIFIC APPROACH DAN KETERAMPILAN PROSES SAINS TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS V SDN 067954 MEDAN Dyan Wulan Sari HS; Sumarlin Mangandar Marianus
Jurnal Binagogik Vol. 9 No. 2 (2022): JURNAL BINAGOGIK
Publisher : LPPM Universitas Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61290/pgsd.v9i2.70

Abstract

Di era Revolusi Industri 4.0, sistem pendidikan diharapkan dapat mewujudkan peserta didik memiliki keterampilan yang mampu berfikir kritis dan memecahkan masalah, kreatif dan inovatif serta ketrampilan komunikasi dan kolaborasi. Karena itu keberadaan merdeka belajar sangat relevan dengan kebutuhan siswa dan tuntutan pendidikan abad 21. Dengan kehadiran konsep merdeka belajar ini maka kebiasan dalam proses belajar mengajar selama ini tentu akan mengalami pergeseran, yang selama ini monoton dimana murid hanya lebih banyak mendengarkan penjelasan guru (murid pasif) dan tentu ini cenderung membosankan dan tidak efektif dalam konteks proses pembelajaran bermutu, dan akan berubah menjadi pembelajaran multi arah (siswa nenjadi aktif), mandiri, inovatif dan kompetitif. Salah satu pendekatan pembelajaran yang dapat mendukung konsep merdeka belajar dalam mengembangkan keterampilan proses sains dan meningkatkan hasil belajar siswa adalah pendekatan pembelajaran Scientific Approach. Tujuan dalam penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui adanya pengaruh pendekatan pembelajaran Scientific Approach terhadap hasil belajar siswa dan (2) untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pendekatan pembelajaran Scientific Approach dan keterampilan proses sains terhadap hasil belajar siswa di kelas V SDN 067954 Medan. Penelitian ini dilaksanakan di kelas V SDN 067954 Medan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SDN 067954 Medan dengan teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini dipilih secara total sampling. Instrumen yang digunakan untuk mengumpul data adalah tes hasil belajar siswa dan angket keterampilan proses sains. Metode penelitian menggunakan metode quasi eksperimen dengan desain penelitian faktorial 2x2. Teknik analisis data menggunakan ANAVA pada taraf signifikan α =0,05. Selanjutnya tahapan-tahapan yang dilakukan dalam penelitian.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH IPA SISWA Dyan Wulan Sari HS; Sumarlin Mangandar Marianus
Jurnal Binagogik Vol. 9 No. 2 (2022): JURNAL BINAGOGIK
Publisher : LPPM Universitas Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61290/pgsd.v9i2.98

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan signifikan antara kemampuan pemecahan masalah IPA antara siswa kelas VI yang diajar dengan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan siswa yang diajar dengan model konvensional. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Jenis penelitian ini termasuk penelitian quasi eksperimen, yang bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya akibat dari “sesuatu” yang dikenakan pada subjek didik yaitu siswa. Prosedur penelitian merupakan rangkaian kegiatan yang dilakukan peneliti dalam kegiatan penelitian. Secara umum, prosedur penelitian terdiri dari 3 tahap, yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap akhir. Adapun lokasi penelitian yang peneliti pilih ini adalah SDS Perguruan Kristen Methodist Indonesia (PKMI) Efesus Aek Batu kabupaten Labuhanbatu Selatan. Adapun populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa dan siswi kelas VI SDS Perguruan Kristen Methodist Indonesia (PKMI) Efesus Aek Batu sebanyak 50 siswa. Populasi penelitian ini terdiri dari 2 Kelas yaitu kelas VIA dan VIB. Instrumen penelitian merupakan alat bantu yang digunakan untuk menjaring data penelitian. Untuk mengetahui normal atau tidaknya data tersebut, bisa dilihat dari nilai signifikansi pada kolom kolmogorov-smirnov. Rerata kemampuan pemecahan masalah siswa dikelas Problem Based Learning (PBL) sebesar 82,24 sedangkan kemampuan pemecahan masalah di kelas ekspositori sebesar 71,04 dari data tersebut tampak bahwa terdapat perbedaan rerata kemampuan pemecahan masalah siswa yang diajarkan dengan Problem Based Learning (PBL) lebih tinggi daripada rerata kemampuan pemecahan masalah siswa yang diajarkan dengan pembelajaran ekspositori.