Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

PENINGKATAN PRODUKTIVITAS TERNAK MELALUI PENGGUNAAN FEED SUPPLEMENT UREA MOLASES BLOCK PADA TERNAK RUMINANSIA: REVIEW Roselin Gultom; Beatus Gregorio Randiman Lagur; Katharina Chantika Idim Nguru; Petrus Canisius Dario Tangi
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 10, No 2 (2026): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v10i2.21984

Abstract

Feed plays a crucial role in the global food industry, and it is the largest and most important production component, ensuring safe, plentiful, and affordable animal-based protein. The main challenge to livestock development in developing countries is the scarcity and fluctuations in the quality and quantity of feed supplies throughout the year. The use of feed supplements, in the form of Urea Molasses Block (UMB), to provide nitrogen, minerals, and vitamins that are lacking in fibrous feed offers several benefits, including convenience, storable, and usable, as well as lower risks compared to other methods. Supplementing Urea Molasses Block creates beneficial conditions in the rumen, thereby increasing the digestibility of fibrous animal feed. Giving Urea Molasses Block (UMB) to ruminant livestock has a positive impact on dry matter intake, rumen microbes, body weight gain, milk production, and reproductive performance in ruminants..
PEMANFAATAN RECORDING UNTUK MENINGKATKAN MANAJEMEN PEMELIHARAAN TERNAK BABI DI KECAMATAN KUWUS BARATNUSA TENGGARA TIMUR: Utilization of Recording to Improve the Management of Raising Pigs in West Kuwus District, East Nusa Tenggara Maria Tarsisia Luju; Roselin Gultom; Korbinianus Feribertus Rinca; Yohana Maria Febrizky Bollyn; Puspita Cahya Achmadi; Klaudius Yudi Febriandi Dapang
Wahana Peternakan Vol. 10 No. 2 (2026): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v10i2.1079

Abstract

Dalam penyediaan protein hewani, ternak babi menempati urutan ketiga setelah unggas dan sapi. Sebagian besar usaha ternak babi dijalankan oleh peternak rakyat dengan sistem manajemen pemeliharaan yang masih bersifat tradisional serta kualitas genetik ternak yang relatif rendah. Kondisi ini juga terjadi di Kecamatan Kuwus Barat, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), di mana ternak babi umumnya masih dipelihara secara tradisional dan belum menerapkan pola pemuliaan yang terencana dan terarah. Pencatatan ternak (recording) merupakan salah satu aspek penting dalam manajemen pemeliharaan ternak. Melalui pencatatan yang baik, peternak dapat menentukan strategi pemeliharaan yang lebih tepat dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesadaran peternak babi dalam melakukan recording sebagai bagian dari pengelolaan usaha peternakan. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah ternak babi yang dipelihara oleh peternak di wilayah Kecamatan Kuwus Barat. Materi penelitian terdiri atas populasi dan sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum peternak di Kecamatan Kuwus Barat belum memanfaatkan recording secara optimal. Adapun hasil penelitian berdasarkan indikator recording ternak babi menunjukkan bahwa pencatatan terhadap populasi ternak mencapai 25%, pencatatan silsilah atau keturunan sebesar 0%, pencatatan reproduksi sebesar 45%, dan pencatatan kesehatan ternak sebesar 5%.   Kata kunci: manajemen pemeliharaan, recording, ternak babi  
EDUKASI MASYARAKAT MENGENAI MANAJEMEN PRA DAN PASCA PARTUS PADA BABI Yohana Maria Febrizki Bollyn; Korbinianus Feribertus Rinca; Roselin Gultom; Maria Tarsisia Luju; Puspita Cahya Achmadi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 4 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i4.24283

Abstract

Abstrak: Pengetahuan yang baik tentang manajemen dalam beternak babi sangat penting untuk keberhasilan usaha peternakan babi. Tanpa pemahaman yang cukup tentang praktik manajemen yang benar, peternak mungkin menghadapi masalah kesehatan hewan dan rendahnya produktivitas. Salah satunya adalah manajemen pra dan pasca partus pada ternak babi. Masyarakat peternak babi di Kelurahan Pitak, Kecamatan Langke Rembong dihadapi oleh permasalahan praktik manajemen pra dan pasca partus pada babi yang buruk akibat kurangnya pengetahuan. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan mitra sasaran yakni para peternak babi di Kelurahan Pitak yang berjumlah 20 orang mengenai manajemen pra dan pasca partus pada ternak babi, meningkatkan produktivitas ternak babi para peternak di Kelurahan Pitak dan memperbaiki pendapatan masyarakat dari usaha ternak babinya. Metode yang diterapkan adalah metode observasi, edukasi dan evaluasi. Evaluasi dilakukan dengan menerapkan metode pre-test dan post-test. Hasil pre-test menunjukkan hanya 25% peternak yang mengetahui dan memahami tentang manajemen pra dan pasca partus pada ternak babi. Setelah mendapatkan edukasi dan diskusi interaktif dengan narasumber, pengetahuan dan pemahaman peserta meningkat sampai di angka 75%. Output kegiatan menunjukkan adanya peningkatan wawasan dan pemahaman peternak mengenai manajemen pra dan pasca partus pada ternak babi. Edukasi manajemen pra dan pasca partus menjadi kebutuhan penting karena berdampak langsung pada aspek kesehatan, produksi dan ekonomi bagi peternak dan ternak itu sendiri. Dengan kegiatan ini diharapkan dapat memperbaiki produktivitas ternak dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara ekonomi.Abstract: Good knowledge of management in pig farming is crucial for the success of pig farming businesses. Without sufficient understanding of proper management practices, farmers may face animal health issues and low productivity. One important aspect is pre- and post-partum management in pigs. The pig farming community in Pitak Village, Langke Rembong District is confronted with poor pre- and post-partum management practices due to a lack of knowledge. This community service program aims to enhance the understanding and knowledge of the target partners, namely the 20 pig farmers in Pitak Village, regarding pre- and post-partum management in pigs, increase the productivity of their livestock, and improve the income of the community from pig farming. The methods used include observation, education, and evaluation. Evaluation is conducted through pre-tests and post-tests. The pre-test results showed that only 25% of farmers were aware of and understood pre- and post-partum management in pigs. After receiving education and engaging in interactive discussions with resource persons, the knowledge and understanding of the participants increased to 75%. The output of the activities indicates an improvement in the farmers' knowledge and understanding of pre- and post-partum management in pigs. Education on pre- and post-partum management is essential as it directly impacts the health, production, and economy of both the farmers and the livestock. This initiative is expected to improve livestock productivity and enhance the economic welfare of the community.
MENINGKATKAN HARDSKILL WIRAUSAHA DENGAN PENDAMPINGAN PELATIHAN PEMBUATAN NUGGET AYAM DI UKM AD LIBITUM Puspita Cahya Achmadi; Korbinianus Feribertus Rinca; Roselin Gultom; Maria Tarsisia Luju; Yohana Maria Febrizki Bollyn
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.19944

Abstract

Abstrak: Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Ad Libitum merupakan sebuah organisasi mahasiswa dibidang kewirausahaan peternakan di universitas katolik Indonesia santu Paulus ruteng, Manggarai. Permasalahan yang di temukan dalam UKM Ad Libitum adalah kurangnya edukasi pembuatan produk peternakan dalam bidang pangan yang akan meningkatkan softskill dan hardskill dalam kewirausahaan. Kabupaten Manggarai sendiri kebanyakan dari masyarakatnya beternak ayam pada tahun 2020 sekitar 38.349. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada Masyarakat ini adalah untuk memberi edukasi seluruh anggota UKM Ad Libitum dalam pembuatan nugget dari olahan daging ayam meliputi keterampilan, pengetahuan biaya produksi, dan harga jual produk nugget untuk di pasarkan. Manfaat yang di capai dalam kegiatan pengabdian kepada Masyarakat akan memberikan pengetahuan dalam menginovasi hasil produk peternakan untuk meningkatkan nilai daya jual produk sehingga dapat meningkatkan jiwa wirausaha dan pendapatan UKM Ad Libitum. Program pelatihan ini diikuti 25 orang pada 7 juni 2023 di salah satu rumah anggota UKM Ad Libitum di Tenda Kecamatan Langke Rembong. Metode yang digunakan dalam kegiatan pelatihan pembuatan nugget ada 4 sebagai berikut (1) persiapan, (2) sosialaisasi, (3) pendampingan pelatihan, (4) evaluasi berupa posttest. Indicator keberhasilan dari pendampingan pelatihan pembuatan nugget adalah anggota UKM mengetahui cara pengolahan nugget dan nugget yang dihasilkan memiliki rasa yang lezat. Hasil dari pengabdian kepada Masyarakat berupa pelatihan pembuatan nugget adalah Tingkat pengetahuan UKM Ad Libitum dalam mengolah olahan daging ayam menjadi nugget sebelum dilakukan pelatihan masih rendah 20% orang yang mengetahui dan 80% orang tidak mengetahui mengolah daging ayam menjadi nugget ayam. Setelah dilakukan pelatihan pembuatan nugget ayam 87% orang mengetahui cara mengolah daging ayam menjadi nugget dan 13% orang masih belum mengetahui cara membuat nugget ayam. Dari hasil evaluasi tingkat kesukaan sebanyak 23 orang menyukai olahan nugget ayam dan 2 orang tidak menyukai olahan nugget ayam.Abstract: Ad Libitum Student Activity Unit (UKM) is student organization in the field of livestock entrepreneurship at the Indonesian Catholic Santu Paulus Ruteng University, Manggarai. The problem found in Ad Libitum UKM is the lack of education in making livestock products in the food sector which will improve soft skills and hard skills in entrepreneurship. Manggarai Regency itself, most of the people raised chickens in 2020, around 38,349. The aim of this community service activity to provide education to all UKM Ad Libitum members in making nuggets from processed chicken meat including skills, knowledge of production costs, and the selling price of nugget products for marketing. The benefits achieved in community service activities will provide knowledge in innovating livestock products to increase the selling value of the product so that it can increase the entrepreneurial spirit and income in ad UKM libitum. This training program on June 7 2023 at one of the UKM Ad Libitum members' homes in Tenda, Langke Rembong District. There are 4 methods used in nugget making training activities as follows (1) preparation, (2) socialization, (3) training assistance, (4) evaluation. The result of community service in the form of nugget making training is that the level of knowledge UKM Ad Libitum in processing processed chicken meat into nuggets before training is still low, 20% people know and 80% people don't know. After training in making chicken nuggets, 87% people knew how to process chicken meat into nuggets and 13% people still didn't know how to make chicken nuggets. From the evaluation results, 23 people liked processed chicken nuggets and 2 people did not like processed chicken nuggets.