Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Model Hubungan Ketebalan Terhadap Massa Sumber Pada Sintesis Nanolayer Al menggunakan Evaporasi Termal Andhy Setiawan; Hasniah Aliah; Toto Winata
ALHAZEN Journal of Physics Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan sintesis nanolayer Aluminium (Al) di atas substrat menggunakan metoda evaporasi termal. Untuk menentukan ketebalan sampel dilakukan analisis citra hasil scanning electron microscope (SEM) menggunakan program ImageJ. Selain itu dilakukan juga analisis transmisi optik melalui nanolayer tersebut berdasarkan data transmitansi yang diperoleh dari hasil karakterisasi menggunakan spektrometer UV-Vis pada jangkau panjang gelombang 300-800 nm. Berdasaran hasil tersebut dapat ditentukan rasio ketebalan nanolayer yang terbentuk terhadap massa sumber yang digunakan. Untuk mengestimasi ketebalan nanolayer yang disintesis dengan metode ini dapat dilakukan dengan cara memformulasikan model hubungan antara massa sumber terhadap ketebalan nanolayer. Pemodelan dilakukan dengan cara fitting data ketebalan nanolayer yang diperoleh terhadap massa sumber yang dievaporasikan pada kurva linear dan kurva polinomial orde dua. Estimasi dilakukan juga dengan cara fitting data rasio terhadap massa sumber pada kurva linear. Hasil fitting ini, selain dapat digunakan untuk mengestimasi ketebalan nanolayer, dapat juga digunakan untuk mengestiamsi besarnya massa sumber minimum yang tidak dapat menghasilkan nanolayer pada substrat melalui proses evaporasi.
Desain dan Uji Coba Penggunaan OpticalGamification (OG) Model Serial untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Mahasiswa Saprudin Saprudin; Liliasari Liliasari; Ary Setijadi Prihatmanto; Andhy Setiawan; Fatma Hamid
Jurnal Pedagogi dan Pembelajaran Vol. 3 No. 3 (2020): Oktober
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jp2.v3i3.29120

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan menguji coba aplikasi gamifikasi model serial pada perkuliahan gelombang dan optik khususnya pada topik interferensi dan difraksi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuasi eksperimen dengan desain time series. Subyek penelitian ini melibatkan 20 mahasiswa fisika (L = 6, P = 14, rerata umur 19,5 tahun) yang mengikuti perkuliahan gelombang dan optik pada salah satu universitas di kota Bandung. Data keterampilan berpikir kritis mahasiswa dikumpulkan melalui teknik tes dengan instrumen berupa 32 soal pilihan ganda dan 4 soal pilihan ganda beralasan. Produk penelitian ini dinamai aplikasi OpticalGamification (OG) model serial. Hasil analisis data menunjukkan bahwa keterampilan berpikir kritis mahasiswa mengalami peningkatan pada setiap serinya.
The design of OpticalGamification (OG) with random model in learning interference and diffraction Saprudin Saprudin; Liliasari Liliasari; Ary Setijadi Prihatmanto; Andhy Setiawan; Fatma Hamid
Momentum: Physics Education Journal Vol 5 No 1 (2021)
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/mpej.v5i1.4889

Abstract

This article describes the design and preliminary field testing of using a gamification-application with random model in the learning process of interference and diffraction topics for pre-service physics teachers (PPT). The gamification-application in this research is called OpticalGamification (OG) featuring random model. This research is a quasi-experimental research with a time-series design involving 34 PPT at a university in the city of Jakarta, Indonesia. Data related to the PPT’ concept mastery are collected through test instruments in the form of 50 questions which are an integration of multiple-choice questions, reasoned multiple-choice questions, and essays. This research resulted in a product called OG with random model with several features, including profiles, gamification, forums, achievement pages, projects and leaderboard. The result of preliminary field testing of using the OG with random model shows that the PPT’ concept mastery has increased from series 1 to the next following series.
Review Penggunaan Reduced Graphene Oxide/TiO2 sebagai Fotoelektrode pada Dye-Sensitized Solar Cell Eka Cahya Prima; Meilisyah Putri Utami; Andhy Setiawan; Endi Suhendi
JIPFRI (Jurnal Inovasi Pendidikan Fisika dan Riset Ilmiah) Vol 6 No 1 (2022): May Edition
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika STKIP Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30599/jipfri.v6i1.1146

Abstract

Many studies on graphene applied to DSSC have been carried out with the aim of increasing the efficiency of power conversion in organic solar cells. This research was conducted to find the best composition of soar cells so that they can be utilized and converted into electrical energy. The use of graphene as a photoanode can increase the conversion efficiency along with good electrical conductivity values in graphene. This review aims to analyze the process of increasing power conversion efficiency in DSSC caused by the addition of graphene to TiO2 which acts as a photoanode in DSSC during the last five years. The results of the measurement of DSSC efficiency increased when the addition of reduced graphene oxide to TiO2 was carried out.
ANALISIS BUKU AJAR FISIKA SMA KELAS X DI KOTA BANDUNG BERDASARKAN KOMPONEN LITERASI SAINS Mochamad Irsyan Sandi I.; Andhy Setiawan; Heni Rusnayati
PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) Vol 3 (2014): PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) SNF2014
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika dan Program Studi Fisika Universitas Negeri Jakarta, LPPM Universitas Negeri Jakarta, HFI Jakarta, HFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.161 KB)

Abstract

Literasi sains merupakan suatu hal yang penting untuk dikuasai setiap individu karena hal ini tidak hanya sebatas pada perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saja, tetapi berkaitan erat dengan bagaimana seseorang dapat memahami lingkungan hidup dan masalah-masalah lain yang dihadapi oleh masyarakat modern. Oleh karena itu, berbagai upaya untuk meningkatkan penguasaan literasi sains sangat diperlukan, salah satunya melalui peningkatan kualitas pembelajaran sains. Salah satu bagian penting dalam proses pembelajaran sains adalah buku ajar, karena buku ajar merupakan bagian yang sifatnya berhubungan langsung dengan anak didik, serta pada umumnya digunakan sebagai pegangan utama guru dan siswa dalam proses pembelajaran. Pentingnya literasi sains dan buku ajar tersebut melatarbelakangi penelitian ini, khususnya pada pembelajaran fisika. Penelitian ini menyajikan informasi mengenai ruang lingkup kategori literasi sains pada buku ajar fisika SMA Kelas X yang digunakan di Kota Bandung. Kategori literasi sains pada penelitian ini meliputi kategori pengetahuan sains, kategori penyelidikan hakikat sains, kategori sains sebagai cara berpikir, serta kategori interaksi sains, teknologi, dan masyarakat. Sebanyak tiga buku ajar fisika dijadikan sampel pada penelitian ini, dan masing-masing memberikan ruang lingkup kategori literasi sains yang berbeda-beda. Dari keseluruhan buku ajar yang dianalisis, secara umum menyajikan ruang lingkup kategori literasi sains sebagai berikut: 44,5% memuat kategori pengetahuan sains, 17,0% memuat kategori penyelidikan hakikat sains, 29,4% memuat kategori sains sebagai cara berfikir, dan 9,1% memuat kategori interaksi sains, teknologi, dan masyarakat. Data tersebut memberikan gambaran bahwa buku ajar fisika yang beredar umumnya menekankan pada kumpulan pengetahuan sains. Hal ini ditunjukan dengan besarnya persentase untuk kategori pengetahuan sains.
ESTIMASI KETEBALAN NANOLAYER AL YANG DISINTESIS MENGGUNAKAN EVAPORASI TERMAL Andhy Setiawan; Hasniah Aliah; Toto Winata
Jurnal Fisika Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jf.v3i1.3963

Abstract

Telah dilakukan sintesis nanolayer Aluminium (Al) di atas substrat menggunakan metoda evaporasi termal. Untuk menentukan ketebalan sampel dilakukan analisis citra hasil scanning electron microscope (SEM) menggunakan program ImageJ. Selain itu dilakukan juga analisis transmisi optik melalui nanolayer tersebut berdasarkan data transmitansi yang diperoleh dari hasil karakterisasi menggunakan spektrometer UV-Vis pada range panjang gelombang 300-800 nm. Berdasaran hasil tersebut dapat ditentukan rasio ketebalan nanolayer yang terbentuk terhadap massa sumber yang digunakan. Untuk mengestimasi ketebalan nanolayer yang disintesis dengan metode ini dapat dilakukan dengan cara memformulasikan model hubungan antara massa sumber terhadap ketebalan nanolayer. Pemodelan dilakukan dengan cara fitting data ketebalan nanolayer yang diperoleh terhadap massa sumber yang dievaporasikan pada kurva linear dan kurva polinomial orde dua. Estimasi dilakukan juga dengan cara fitting data rasio terhdap massa sumber pada kurva linear. Hasil fitting ini, selain dapat digunakan untuk mengestimasi ketebalan nanolayer, dapat juga digunakan untuk mengestiamsi besarnya massa sumber minimum yang tidak dapat menghasilkan nanolyer pada substrat melalui proses evaporasi.
Penerapan Guided Inquiry Learning Berbantuan Advance Organizer melalui Virtual Edmodo untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Indri Eka Putri; Muslim Muslim; Andhy Setiawan
JURNAL SPEKTRA Vol 8, No 2 (2022): SPEKTRA: Jurnal Kajian Pendidikan Sains
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika, FITK, UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/spektra.v8i2.230

Abstract

Pembelajaran abad 21 menuntut lingkungan belajar bermakna dengan proses penyelidikan mendalam terkait topik yang diajarkan. Hal ini akan berdampak pada perolehan kemampuan pemecahan masalah yang semakin dibutuhkan di era teknologi. Dengan demikian dilakukan penelitian ini untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dengan menerapkan inkuiri terbimbing berbantuan advance organizer melalui virtual Edmodo. Pembelajaran ini diberikan di kelas eksperimen sedangkan model inkuiri terbimbing di kelas kontrol. Penelitian ini menggunakan metode gabungan dengan explanatory design yaitu data kuantitatif dari hasil tes kemampuan pemecahan masalah menjadi informasi utama dan data kualitatif dari hasil wawancara sebagai informasi pelengkap. Data kuantitatif dianalisis dengan menggunakan rasch model, uji hipotesis, dan uji N-Gain. Sedangkan, hasil wawancara dari setiap siswa dibentuk menjadi narasi sehingga diperoleh informasi yang dibutuhkan. Hasil analisis menunjukkan bahwa peningkatan nilai logit kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan kelas eksperimen. Peningkatan tersebut berada pada kategori sedang di kelas eksperimen dan pada kategori rendah di kelas kontrol. Berdasarkan uji hipotesis dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran di kelas eksperimen dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah secara signifikan dibandingkan dengan kelas kontrol. Penelitian ini memberikan kontribusi model pembelajaran yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dan memberikan berbagai pengalaman belajar sehingga dapat menjadi alternatif untuk mengaktifkan siswa selama pembelajaran online
Photocatalytic activity of MgFe2O4:TiO2 composite for degrading methylene blue Hasniah Aliah; Elis Sabilil Hidayah; Ryan Nur Iman; Asti Sawitri; Andhy Setiawan
Jurnal Pendidikan Fisika dan Keilmuan (JPFK) Vol 8, No 1 (2022)
Publisher : UNIVERISTAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jpfk.v8i1.13510

Abstract

We reported the methylene blue (MB) degradation by the photocatalysis method. This work aimed to know the effectiveness of degradation using a MgFe2O4:TiO2 composite. Synthesis of the composite used the sol-gel method. We synthesized three samples with ratios between MgFe2O4 and TiO2. Those were 100:0, 50:50, and 75:25, respectively. Sample (75:25) degraded MB of 47.23% with a reaction rate of 5.326 x 10-3 minute-1 under solar radiation. Whereas, without solar radiation, a sample showed a lower reaction rate. It happened because the sunlight produced photon energy to produce OH* radical so that it could activate the sample to absorb the dye. Reusable test resulted 19.73% degradation of MB for 100:0, 17.03% for 50:50, and 20.59% for 75:25 for 120 minutes. The XRD result for 75:25 has three phases, which are MgFe2O4 with cubic structure, TiO2 with tetragonal structure, and Fe2O3 with hexagonal structure. This work indicated that the sol-gel method could synthesize composite structures, and the sample may be used to remove methylene blue.
Upaya Meningkatkan Kemampuan Representasi Visual Siswa melalui Penerapan Pembelajaran Berbasis Masalah pada Pembelajaran Hukum Newton Rana Marzuqah; Lily Amalia; Andhy Setiawan; Iyon Suyana
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 4, No 1 (2019): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.597 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v4i1.15817

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan representasi visual siswa melalui penerapan pembelajaran berbasil masalah pada pembelajaran Hukum Newton. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 6 Bandung pada semester ganjil tahun ajaran 2018/2019 pada bulan September dan Oktober tahun 2018. Subjek dalam penelitian ini adalah 35 siswa kelas X MIPA 5 dengan menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas sebanyak dua siklus. Pada siklus I untuk indikator membuat gambar sketsa sebesar 57,14% dinyatakan tuntas dan untuk indikator membuat diagram bebas benda sebesar 37,14% dinyatakan tuntas. Pada siklus II untuk indikator membuat gambar sketsa sebesar 77,14% dinyatakan tuntas dan untuk indikator membuat diagram bebas benda sebesar 51,43% dinyatakan tuntas. Kesimpulannya ialah melalui penerapan pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan kemampuan representasi visual siswa kelas X MIPA 5 pada pembelajaran Hukum Newton. Kata Kunci: Hukum Newton, pembelajaran berbasis masalah, penelitian tindakan kelas, representasi visual ABSTRACTThe purpose of this study was to improve the visual representation ability of students through the application of problem based learning in Law of Newton learning. This study was conducted in the State High School 6 of Bandung in the odd semester of the academic year 2018/2019 in September and Oktober 2018. The subjects for this study were 35 students of X MIPA 5 using a classroom action research design in two cycles. In the cycle I for the indicator of making sketch pictures reached 57,14% and for the indicator of making free body diagrams reached 37,14%. In the cycle II for the indicator of making sketch pictures reached 77,14% and for the indicator of making free body diagrams reached 51,43%. It was concluded that through the application of problem based learning could improve the visual representation ability of students of X MIPA 5 in Law of Newton learning. Keywords: classroom action research, Law of Newton, problem based learning, visual representation
Upaya Meningkatkan Aktivitas Belajar Siswa Menggunakan Model Inkuiri Terbimbing Pada Pembelajaran Kinematika Gerak Lurus Renita Putri Lestari; Lily Amalia; Andhy Setiawan; Iyon Suyana
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 4, No 1 (2019): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.568 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v4i1.15818

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa menggunakan model inkuiri terbimbing pada pembelajaran kinematika gerak lurus. Penelitian ini dilaksanakan pada semester ganjil tahun pelajaran 2018/2019 dengan subjek 35 siswa kelas X MIPA 6 SMAN 6 Bandung, 20 siswa laki-laki dan 15 siswa perempuan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi untuk mengamati aktivitas siswa khususnya aktivitas verbal (mengeluarkan pendapat, bertanya), aktivitas mental (menanggapi), dan aktivitas fisik (melakukan percobaan) serta mengamati keterlaksanaan pembelajaran menggunakan model inkuiri terbimbing. Pada siklus 1, persentase siswa yang mengeluarkan pendapat 41,18%, bertanya 66,18%, menanggapi 31,62% dan melakukan percobaan 46,32%. Rata-rata aktivitas belajar siswa pada siklus 1 adalah 46,32%. Keterlaksanaan pembelajaran menggunakan model inkuiri terbimbing pada siklus 1 mencapai 82,35% dengan 3 langkah pembelajaran yang belum terlaksana. Berdasarkan data tersebut, model inkuiri terbimbing dinyatakan belum berhasil meningkatkan aktivitas belajar siswa karena belum mencapai indikator keberhasilan sebesar 75%. Pada siklus 2, persentase siswa yang mengeluarkan pendapat 78,03%, bertanya 84,85%, menanggapi 83,58% dan melakukan percobaan 85,61%. Rata-rata aktivitas belajar siswa pada siklus 2 adalah 82,77%. Keterlaksanaan pembelajaran menggunakan model inkuiri terbimbing pada siklus 2 mencapai 100% dengan semua langkah pembelajaran telah terlaksana. Berdasarkan data tersebut, model inkuiri terbimbing dinyatakan berhasil meningkatkan aktivitas belajar siswa pada pembelajaran kinematika gerak lurus. Kata Kunci: aktivitas belajar siswa; model inkuiri terbimbing; kinematika gerak lurus; penelitian tindakan kelas ABSTRACTThis study is a classroom action research which aims to improve students’ learning activities using guided inquiry model on straight kinematic movement lesson. The study was conducted on the first semester on academic year of 2018/2019 with 35 subjects of  X MIPA 6 SMAN 6 Bandung students, 20 male students and 15 female students. The data collection technique was done by observing students’ activities especially on verbal activity (giving and asking opinion), mental activity (responding), and physical activity (experimenting) also observing the phases of learning activities using guided inquiry model. On 1st cycle, percentage of students giving opinion is 41,18%, asking opinion 66,18%, responding to opinion 31,62% and experimenting 46,32%. The average of learning activity of the 1st cycle is 46,32%. Learning completion using guided inquiry model on 1st cycle reaches 82,35% with 3 incomplete steps of learning. Based on the data, guided inquiry model has not been able to improve students’ leaning activities because it hasn’t reached its indicator of completion for 75%. On 2nd cycle, percentage of students giving opinion is 78,03%, asking opinion 84,85%, responding to opinion 82,58% dan experimenting 85,61%. The average of learning activity done on 2nd cycle is 82,77%. Learning activities completion using guided inquiry model on 2nd cycle reached 100% with all leaning steps completed. Based on the data, guided inquiry model is improving students’ learning activities on straight kinematic movement. Keywords: students’ learning activities; guided inquiry model; straight kinematic movement; classroom action research.