Claim Missing Document
Check
Articles

TEKNIK ANALISIS MULTIVARIAT (II) DENGAN STRUCTURAL EQUATION MODELLING ( SEM ) MENGGUNAKAN PROGRAM AMOS Waluyo, Minto
JURNAL TEKMAPRO Vol 4, No 2 (2009): JURNAL TEKMAPRO
Publisher : JURNAL TEKMAPRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (782.209 KB)

Abstract

Abstrak   Penelitian yang melibatkan variable majemuk, teknik analisis data yang sering digunakan adalah analisis multivariat. Secara umum teknik analisis multivariat dapat dibagi menjadi inpendence methods dan interpendence method dengan tool SEM dengan menggunakan program Amos dapat mengakses  beberapa model ( one step, two step dan two step menjadi one step ). Untuk menjamin validitas informasi yang dihasilkan penggunaan teknik analisis multivariate  memerlukan pengetahuan tentang asumsi dasar teknik yang dipilih, serta skala pengukuran yang digunakan pada saat pengumpulan data. Makalah ini memberikan paparan mengenai teknik-teknik analisis multivariat dengan beberapa model.   Keywords : Analisis dan pengolahan data, analisis multivariat, structural equation modelling ( SEM ), Amos
Modifikasi Model Bauran Pemasaran Plus Terhadap Variabel Pembentuk Yang Positif Dan Signifikan Waluyo, Minto
Jurnal Teknik Industri Vol 12, No 1 (2011): Februari
Publisher : Department Industrial Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1013.981 KB) | DOI: 10.22219/JTIUMM.Vol12.No1.20-26

Abstract

PT. X Surabaya is a bookstore outlet that sell the book as its main business, for that company needs to make improvements and development to face the competition, to increase customer satisfaction and ultimately become loyal consumers. Variable proposed model starts from the marketing mix which is formed from the variables (product, price, youth get the product, distribution, promotion, location, diversity of products sold and services), corporate policies, consumer behavior, purchase decision, thus increasing the impact of consumer satisfaction loyal to the PT. X. The results show that modification of Marketing Mix Plus had a direct impact, positive and significant impact on its constituent variables namely Products of 0.482, Marketing Mix Plus had a direct impact, positive and significant impact on the price of its constituent variables of 0.343, Marketing Mix had Plus a direct impact, positive and significant impact on the distribution of its constituent variables 0.48, Marketing Mix Plus had a direct impact, positive and significant impact on its constituent variables namely Promotion of 0.641, Marketing Mix Plus had a direct impact, positive and significant impact on the location of its constituent variables of 0.443.
Pemilihan Supplier Bahan Baku Utama dengan Metode Data Envelopment Analysis (DEA) di Nv XYZ Yoga Atmaja; Minto Waluyo
JUMINTEN Vol 1 No 1 (2020): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
Publisher : UPN Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.47 KB) | DOI: 10.33005/juminten.v1i1.7

Abstract

Nv XYZ merupakan perusahaan yang berlokasi di Jl. Kalimas Timur No 216-218, Nyamplungan, Pabean Cantian, Surabaya. Perusahaan ini merupakan perusahaan yang berge-rak di bidang industri kaca dengan menghasilkan produk botol kaca. Untuk memenuhi kebutuhan bahan baku perusahaan, Nv XYZ mempunyai 5 supplier utama, supplier tersebut terdiri dari Budi, Ahmad Budianto, Zaenuddin, Moamat, dan Saiful. Supplier – supplier dalam memenuhi permintaan bahan baku perusahaan masih terdapat masalah antara lain sering terjadi keterlambatan pengiriman bahan baku, harga bahan baku yang kompetitif, jumlah bahan baku yang dikirim tidak sesuai kebutuhan dan kualitas bahan baku tidak sesuai harapan. Sehingga perlu adanya evaluasi penentuan supplier yang efisien dengan melakukan monitoring kinerja supplier secara kontinyu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui supplier bahan baku yang memiliki kinerja efisiensi relatif terbaik sebagai bahan pertimbangan dalam pemilihan supplier yang ada di Nv. XYZ. Hasil penelitian menunjukkan terdapat empat supplier yang efisien yaitu Budi, Ahmad Budianto, Moamat dan Saiful dengan nilai efisiensi relatif sebesar 1,000000. Sedangkan supplier yang tidak efisien yaitu Zaenudin dengan nilai efisiensi relatif sebesar 0,8457786. Berdasarkan hasil perangkingan supplier maka dapat diurutkan sebagai berikut, yang pertama Saiful (DMU 5), kedua Moamat (DMU 4). Ketiga Ahmad Budianto (DMU 2), keempat Budi (DMU 1) dan kelima Zaenudin (DMU 3). Berdasarkan perangkingan tersebut maka supplier Saiful merupakan supplier yang memiliki kinerja efisiensi relatif terbaik terbaik.
Analisis Hubungan Faktor-Faktor Electronic Word of Mouth dalam Proses Keputusan Pembelian Mitsubishi Xpander Ulin Nuha Aditya; Minto Waluyo
JUMINTEN Vol 1 No 2 (2020): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
Publisher : UPN Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.411 KB) | DOI: 10.33005/juminten.v1i2.52

Abstract

Penggunaan internet telah mengubah cara konsumen berkomunikasi dan berbagi pendapat atau ulasan mengenai produk atau jasa yang pernah dikonsumsi. Dalam hal ini, komunikasi el-ektronik dari mulut ke mulut digunakan untuk berbagi pendapat atau ulasan mengenai produk atau jasa. Komunikasi ini digunakan untuk saran pemasaran melalui media sosial. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh signifikansi eWOM dengan variabel brand image (citra merek), brand trust (kepercayaan merek), purchase intention (minat beli) ter-hadap purchase decision (keputusan pembelian) terhadap mobil Mitsubishi Xpander. Metode penelitian menggunakan sampel sebanyak 160. Metode analisis menggunakan tools Structural Equation Modeling (SEM) dengan menggunakan aplikasi AMOS 22. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa eWOM terhadap brand image memiliki pengaruh positif dan signifikan (r = 1.206). eWOM terhadap brand trust memiliki pengaruh positif dan signifikan (r = 1.214). eWOM terhadap purchase intention memiliki pengaruh positif dan signifikan (r = 1.517). Purchase in-tention terhadap purchase decision memiliki pengaruh positif dan signifikan (r = 0.976).
Analisis Pengaruh Marketing Mix 7P Terhadap Keputusan Pembelian Produk Aquarium dengan Metode SEM di PT. Nisso Bahari Surabaya Rendi Andika Pratama; Minto Waluyo
JUMINTEN Vol 1 No 3 (2020): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
Publisher : UPN Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.324 KB) | DOI: 10.33005/juminten.v1i3.63

Abstract

Pemasaran dalam sebuah perusahaan merupakan factor penting dalam mengenalkan dan menjual suatu produk atau jasa. Tetapi sebenarnya dalam dunia pemasaran, bukan hanya itu saja fungsinya. Karena pemasaran merupakan ilmu global yang mencakup banyak aspek dalam duinia bisnis. Selain untuk mengenalkan dan menjual produk atau jasa, pemasaran juga memiliki fungsi dapat memenuhi dan memuasakan kebutuhan konsumen serta mampu memberikan laba maksimum bagi perusahaan. PT. Nisso Bahari Surabaya merupakan salah satu perusahaan manufaktur di Indonesia yang di mana perusahaan ini adalah penghasil produk di bidang properti yaitu aquarium. Karena perusahaan ini tergolong masih baru banyak sekali hal yang harus di perbaiki atau bahkan di kembangkan,kususnya di bidang marketingnya agar bisa mendapatkan omset yang maksimal. Untuk itu,dibutuhkan model pengukuran yang dapat digunakan sebagai pedoman dalam mempertahankan dan meningkatkan penjualan produk seperti yang harapkan perusahaan.Dengan menggukan 4 variabel yaitu Marketing Mix 7P,Keputusan pembelian,Kepuasan konsumen,dan Loyalitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh signifikansi marketing mix 7p terhadap keputusan pembelian, mengetahui pengaruh keputusan pembelian terhadap kepuasan konsumen, dan mengetahui pengaruh kepuasan konsumen terhadap loyalitas kosumen PT. Nisso Bahari Surabaya. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan variable Marketing Mix (X) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian (Y1) dengan nilai C.R sebesar 5,188 > t-tabel 1,713 dan nilai regresi sebesar 0,738. Variabel Keputusan pembelian (Y1) terhadap Kepuasan Pelanggan (Y2) dalam penelitian ini menunjukkan hubungan yang positif dan signifikan dengan nilai C.R sebesar 4,329 > t-tabel 1,713 dan nilai regresi sebesar 1,171. Variabel Kepuasan konsumen (Y2) belum memiliki hubungan yang positif dan signifikan terhadap Loyalitas (Y3) dengan nilai C.R sebesar 1,448 > t-tabel 1,713 dan nilai regresi sebesar 0,121.
Model Hubungan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kepuasan Terhadap Loyalitas Pelanggan Menggunakan SEM (Studi Kasus Smartphone Merek Xiaomi) Miftakhul Ainun Arif; Minto Waluyo
JUMINTEN Vol 1 No 4 (2020): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
Publisher : UPN Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.117 KB) | DOI: 10.33005/juminten.v1i4.67

Abstract

Xiaomi merupakan salah satu merek smartphone asal Tiongkok yang pada kuartal ke tiga 2019 memiliki pangsa pasar ke dua terbesar di Indonesia. Dalam hal ini, peneliti lantas melakukan pengukuran kepuasan dan loyalitas pelanggan terhadap pengguna produk smartphone Xiaomi. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan terhadap loyalitas pelanggan smartphone merek tersebut. Metode penelitian menggunakan sampel sebanyak 170. Metode analisis menggunakan tools Structural Equation Modeling (SEM) dengan menggunakan aplikasi AMOS 22. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas produk terhadap kepuasan pelanggan memiliki pengaruh negatig dan tidak signifikan (est. std. regression weight = -0.632). Persepsi harga terhadap kepuasan pelanggan memiliki pengaruh positif tetapi tidak signifikan (est. regression weight = 0.223). E-commerce terhadap kepuasan pelanggan memiliki pengaruh positif tetapi tidak signifikan (est. std. regression weight = 0.154). Komunikasi interpersonal terhadap kepuasan pelanggan memiliki pengaruh positif dan signifikan (est. std. regression weight = 0.489). Citra merek terhadap kepuasan pelanggan memiliki pengaruh positif dan signifikan (est. std. regression weight = 0.694). Kepusaan pelanggan terhadap kepuasan pelanggan memiliki pengaruh positif tetapi tidak signifikan est. std. regression weight = 0.979).
Analisis Strategi Promosi Produk Kopi Tarik Untuk Meningkatkan Volume Penjualan Pada Divisi Promosi dengan Metode SWOT dan BCG di PT. XYZ Muhammad Samsudin; Minto Waluyo
JUMINTEN Vol 2 No 2 (2021): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
Publisher : UPN Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.489 KB) | DOI: 10.33005/juminten.v2i2.131

Abstract

XYZ merupakan grup perusahaan multinasional yang bergerak bidang minuman (kuliner). Produk minuman yang diproduksi oleh perusahan ini adalah beragam jenis olahan Kopi. Permasalahan yang dihadapi oleh PT. XYZ adalah pada jenis produk Kopi Tarik pada bulan Oktober 2019 hingga Desember 2019 mengalami stagnan penjualan atau dapat dikatakan tidak ada peningkatan penjualan sehingga dibutuhkan strategi promosi untuk menghadapi persaingan bisnis terutama pada bisnis kopi. Solusi dari permasalahan tersebut adalah dengan metode SWOT dan BCG (Boston Consulting Group). Untuk metode SWOT, nantinya dapat menghasilkan strategi yang terbaik dengan mempertimbangkan faktor internal dan faktor eksternal pada produk kopi tarik. Selanjutnya, pada metode BCG (Boston Consulting Group) diharapakan dapat mengetahui posisi perusahaan dengan mempertimbangkan pertumbuhan pasar dan pangsa pasar. Dari perhitungan yang telah dilakukan mendapatkan hasil grafik SWOT menempati kuadran 1 yang mengartikan bahwa posisi ini membuktikan dengan rekomendasi taktik “progresif”sebuah organisasi yang kuat dan berpeluang. Untuk metode BCG didapatkan hasil bahwa posisi perusahaan berada di kuadran tanda tanya (question mark) dimana pada kondisi perusahaan menghadapi pangsa pasar rendah sedangkan kondisi pertumbuhan tinggi. Maka, perusahaan dapat mengambil langkah prioritas dengan pembelajaran dan pertumbuhan peningkatan promosi, meningkatkan kualitas, meningkatkan varian produk kopi tarik, dan memberikan pelayanan lebih kepada konsumen.
Analisis Strategi Pemasaran Dengan Metode SWOT dan BCG di PT. XYZ Tiara Nindya Laksana; Minto Waluyo
JUMINTEN Vol 2 No 2 (2021): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
Publisher : UPN Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.006 KB) | DOI: 10.33005/juminten.v2i2.135

Abstract

Analisis strategi pemasaran sangatlah penting untuk setiap perusahaan agar dapat bersaing dengan competitor-competitor yang ada. PT. XYZ adalah perusahaan furniture yang memproduksi berbagai jenis perabotan berbahan dasar kayu. Kayu yang sering digunakan ada-lah kayu Medium Density Fibreboard (MDF) untuk membuat meja dan lemari. Permasalahan yang dihadapi perusahaan adalah mempunyai beberapa produk yang dalam 3 tahun terakhir ini mengalami stagnan penjualan atau bisa dikatakan tidak ada perubahan/peningkatan penjualan, yaitu kitchen set dan meja TV. Tujuan penelitian untuk menganalisis strategi pemasa-ran dengan menggunakan metode Strength, Weakness, Opportunity, dan Threat (SWOT) dan Bos-ton Consulting Group (BCG) di PT. XYZ. SWOT adalah alat untuk menganalisis suatu kekuatan dan kelemahan perusahaan serta peluang dan ancaman dari faktor eksternal. Boston Conslting Group merupakan alat untuk posisi perusahaan dengan mempertimbangkan nilai pangsa pasar relatif dan tingkat pertumbuhan pasar. Hasil perhitungan didapatkan untuk metode SWOT produk meja TV dan kitchen set dari PT. XYZ berada di kuadran I, maka posisi ini membuktikan bahwa produk tersebut sudah mantap untuk dipasarkan. Sedangkan untuk BCG, kedua produk tersebut berada di kuadran anjing (dog) dimana pada kondisi perusahaan menghadapi pangsa pasar rendah dan kondisi pertumbuhan pasar yang rendah.
Analisis Pengukuran Sensitivitas Respon Konsumen Terhadap Lini Extension Produk Rokok X dengan Pendekatan HOE dan CSI Olivia Cindy Pramita; Minto Waluyo
JUMINTEN Vol 2 No 2 (2021): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
Publisher : UPN Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (696.246 KB) | DOI: 10.33005/juminten.v2i2.139

Abstract

Rokok X merupakan hasil lini extension yang dilakukan PT. XYZ dari produk lamanya yaitu Rokok Y. Perluasan lini (lini extension) rokok Y ke rokok X tentu saja memberikan pengaruh terhadap respon konsumen. Konsumen atau bahkan pasar secara keseluruhan akan memberikan perhatian, minat, keinginan, keyakinan bahkan mungkin pembelian terhadap rokok X. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar tingkat sensitivitas respon konsumen terhadap produk lini rokok X. Variabel respon menurut Simamora dalam Ardelia (2016) yaitu Awarness, Knowledge, Liking, Preference, conviction, dan Purchase. Responden dalam penelitian ini adalah pengguna rokok Y dan X dengan minimal penggunaan satu kali. Penelitian ini menggunakan metode Hierarchhy Of Effects dan Costumer Satisfaction Index yang diolah menggunakan software SPSS. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil pengukuran sensitivitas respon konsumen terhadap lini extension produk X dinyatakan sensitive dengan nilai 2,63 dengan nilai Costumer Satisfaction Index sebesar 0,76 yang berarti baik namun harus ditingkatkan agar memperoleh nilai yang maksimal.
Pengukuran dan Perencanaan Produktivitas dengan Menggunakan Metode American Productivity Center (APC) di PT. XYZ Ian Adi Perdana Ramadhan; Minto Waluyo
JUMINTEN Vol 1 No 5 (2020): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
Publisher : UPN Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.873 KB) | DOI: 10.33005/juminten.v1i5.159

Abstract

PT. XYZ merupakan perusahaan yang bergerak di bidang produksi pembuatan Batu Tahan Api (BTA) dan Semen Tahan Api (Unformed). Permasalahan yang dihadapi perusahaan selama ini kurang fokus pada pengukuran produktivitasnya namun hanya lebih fokus pada laporan hasil keuntungan. Metode American Productivity Center (APC) adalah sebuah metode yang digunakan untuk mengukur produktivitas, tidak hanya menghitung dari faktor finansial saja tetapi juga menghitung dari faktor fisik perusahaan seperti jumlah tenaga kerja, bahan baku, energi, dan jumlah produk yang dihasilkan. Berdasarkan hasil pengukuran produktivitas dengan menggunakan metode American Productivity Center (APC) diketahui bahwa indeks produktivitas dan indeks profitabilitas produksi Batu Tahan Api (BTA) dan Semen Tahan Api (Unformed). Hasil indeks produktivitas total sebesar 78,6 dengan hasil indeks produktivitas tertinggi terjadi pada input modal sebesar -81,2 %, kemudian input bahan baku sebesar 79,9 %, input tenaga kerja sebesar 63,7 %, dan input utilitas energi dengan indeks produktivitas terendah sebesar 53,7%. Sedangkan untuk indeks profitabilitas total sebesar 68,6 % dengan hasil indeks profitabilitas tertinggi terjadi pada input modal sebesar 75,6 %, kemudian input bahan baku sebesar 66,3 %, input tenaga kerja sebesar 54,6 %, dan input utilitas energi dengan indeks produktivitas terendah sebesar 49,6 %. Untuk nilai indeks perbaikan harga total didapatkan sebesar 0,87 dengan hasil indeks perbaikan harga tertinggi terjadi pada input modal sebesar 0,93, kemudian untuk input utilitas energi sebesar 0,92, input tenaga kerja sebesar 0,86, dan input bahan baku dengan indeks perbaikan harga terendah sebesar 0,83. Perencanaan pada input tenaga kerja dengan melakukan regenerasi tenaga kerja yang sudah berumur, pengendalian input bahan baku yang harus sesuai dengan output yang diproduksi, penggunaan input utilitas energi yang harus sesuai aktivitas perusahaan, dan pengeluaran input modal yang harus disesuaikan dengan volume penjualan output.