Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

RELIGION IN DIASPORA AN APPROACH TO THE GLOBAL MIGRATION Amika Wardana
Religi: Jurnal Studi Agama-agama Vol 10, No 2 (2014)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/rejusta.2014.1002-06

Abstract

Artikel ini membahas keterkaitan antara agama dan imigrasi khususnya dengan kemunculan komunitas diaspora yang dibentuk oleh para imigran untuk melestarikan tradisi agama-budayanya di samping upaya untuk berintegrasi dengan masyarakat asli. Keberlanjutan peran agama dalam komunitas diaspora di negara-negara barat ini secara langsung bertentangan dengan proses sekularisasi yang telah ter jadi sejak decade 1960an-1970an. Mengadaptasi konsep diaspora, artikel secara khusus menelaah peran agama yang terus berlanjut dalam 3 aspek kehidupan para imigran di negeri-negeri Barat, yaitu (i) bentuk asosiasi sosial; (ii) bentuk kesadaran/identitas; dan (iii) bentuk/ pola reproduksi agama/budayanya. Para imigran membentuk dan mengembang- kan kelompok-kelompok sosial berbasis agama bersama-sama dengan berbagai aspek lainnya seperti suku, ras dan kebangsaannya. Para imigran juga berkecenderungan memiliki identitas ganda yang terbentuk dari warisan budaya termasuk agama yang senantiasa ber pengaruh bersama-sama dengan tumbuhnya ikatan dan rasa memiliki kepada negara dan masyarakat yang diting galinya sekarang ini. Terakhir, pr oses integrasi para imigran berlangsung melalui reproduksitradisi budaya dan agama yang difasilitasi oleh kebijakan multikulturalisme di negara-negara Barat saat ini.
The Multiplicity of Muhammadiyah’s Political Engagement in Indonesia’s DPD Election Amika Wardana; Syahrul Hidayat
Studia Islamika Vol 26, No 1 (2019): Studia Islamika
Publisher : Center for Study of Islam and Society (PPIM) Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.978 KB) | DOI: 10.15408/sdi.v26i1.6422

Abstract

The establishment of the DPD (Dewan Perwakilan Rakyat or Regional Representative Council) in Indonesia in 2004 has provided individuals and civil society organizations such as Muhammadiyah with the opportunity to participate in the legislative process without formally entering politics. As exemplified by three cases in Yogyakarta, South Sulawesi and West Sumatra, three local Muhammadiyah branches have participated in the last three DPD elections (2004, 2009, and 2014), with each winning a seat each in the 2014 election. This reveals the inherently political nature of civil-cum-Islamic social-religious organizations such as Muhammadiyah, which will manifest itself whenever opportunities become available. Yet, due to different organizational strengths and the social-cultural capital of each local branch office, diverse approaches and political strategies were used to mobilize members and sympathizers, thereby encouraging them to vote.
Analisis Politik Milenial : Persepsi Siswa SMA Terhadap Dinamika Politik Pada PEMILU 2019 di Indonesia Mulkanur Rohim; Amika Wardana
JIP (Jurnal Ilmu Pemerintahan) : Kajian Ilmu Pemerintahan dan Politik Daerah Vol 4 No 1 (2019): General Government Issue
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/jip.4.1.2019.47-63

Abstract

Generasi milenial pada analisis politik, memiliki empat sumber dalam membentuk persepsi politiknya yaitu media sosial, keluarga, teman dan sekolah. Milenial direpresentasikan pada siswa SMA dengan sampel Siswa SMA di Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan grounded theory. Hasilnya pembahasan isu politik dilakukan dengan diskusi, perdebatan dan akses informasi. Dari isu politik tersebut membentuk persepsi pada individu yang melalui tahapan seleksi, interpretasi dan berakhir pada Pembulatan. Namun persepsi yang terbentuk bukan terpaku pada isu politik yang dibahas tetapi lebih pada sosialisasi yang sudah diterima individu sebelumnya. Oleh karena itu media sosial sebagai sumber informasi utama sekarang ini hanyalah sebagai penegas pada persepsi yang sudah terbentuk atau sebagai pembahasan kontradiksi pada persepsi yang sudah terbentuk.
PENINGKATAN KARAKTER SISWA KELAS IV SD NEGERI 16 AMBON MELALUI PEMBELAJARAN PPKn DENGAN MEDIA CERITA RAKYAT Marlyen Sharly Sapulette; Amika Wardana
Harmoni Sosial: Jurnal Pendidikan IPS Vol 3, No 2 (2016): September
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hsjpi.v3i2.11922

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan karakter siswa sesudah menggunakan media cerita rakyat melalui pembelajaran tematik PPKn. Tindakan ini dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tiga kali pertemuan. Hasil tindakan siklus I dan II diperoleh melalui lembar observasi, angket dan tes minat dengan menggunakan beberapa aspek sebagai berikut. Siklus I, skor pernyataan pada masing-masing aspek yaitu: Kejujuran, selalu 48, sering 83, jarang 26, tidak pernah 13. Toleransi, selalu 57, sering 75, jarang 29, tidak pernah 13. Disiplin, selalu 67, sering 86, jarang 12, tidak pernah 5. Kerja keras, selalu 42, sering 62, jarang 20, tidak pernah 12. Tanggungjawab, selalu 33, sering 55, jarang 31, tidak pernah 17. Tes minat, selalu 116, sering 157, jarang 35, tidak pernah 32. Siklus II, skor pernyataan pada masing-masing aspek yaitu: Kejujuran, selalu 56, sering 87, jarang 27, tidak pernah 0. Toleransi, selalu 68, sering 79, jarang 23, tidak pernah 0. Disiplin, selalu75, sering 83, jarang 12, tidak pernah 0. Kerja keras, selalu 35, sering 78, jarang 23, tidak pernah 0. Tanggungjawab, selalu 26, sering 68, jarang 42, tidak pernah 0.Tes minat, selalu 118, sering 167, jarang 55, tidak pernah 0.Kata kunci: pembelajaran PPKn, peningkatan karakter, dan media cerita rakyat IMPROVING CHARACTER OF CLASSES IV STUDENTS OF ELEMENTARY SCHOOL16 AMBON THROUGH THE PPKN LEARNING WITH FOLKLORE MEDIAAbstract This classroom action research aims to find out the increase in the student's character after used folklore media through thematic PPKn learning. This action was conducted in two cycles. Each cycle consisted of three meetings. The results of cycle I and II obtained through observation sheets, questionnaires and test interest in using some aspects as follows. Cycle I, score statements on each of these aspects are: Honesty, always 48, often 83, rarely 26, never 13. Tolerance, always 57, often 75, rarely 29, never 13. Discipline, always 67, often 86, rarely 12 never 5. Work hard, always 42, often 62, rarely 20, never 12. Responsibility, always 33, often 55, rarely 31, never 17. Tests interest, is always 116, often 157, rarely 35, never 32. Cycle II, the score statements on each of these aspects are: Honesty, always 56, often 87, rarely 27, never 0. Tolerance, always 68, often 79, rarely 23, never 0. Discipline, selalu75, often 83, rarely 12, never 0. hard work, always 35, often 78, rarely 23, never 0. Responsibility, always 26, often 68, rarely 42, never 0.Tes interest, is always 118, often 167, rarely 55, never 0.Keywords: PPKn learning, improving character, and folklore media.
Pendidikan multi kultural berbasis kearifan lokal (studi di SMA Negeri 1 Narmada) Zainul Muttaqin; Amika Wardana
Harmoni Sosial: Jurnal Pendidikan IPS Vol 5, No 2 (2018): September
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hsjpi.v5i2.10463

Abstract

Penulisan artikel ini bagian dari master tesis yang bertujuan untuk mendeskripsikan bagian dari pendidikan multikultural berbasis kearifan lokal sebagaimana dipraktikan di SMA N 1 Narmada, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitativ. Subyek dalam penelitian ini adalah kepala sekola, guru, siswa dan staf non-akademik lainya yang ada di lingkugan sekolah. hasil penelitian ini menunjukan 4 (empat) temuan utama: (1) imtaq dan kegiatan peduli sosial (wales/bales) sebagai nilai utama dari pendidikan multikultural berbasis kearifan lokal; (2) Alam takambang jari guru as mode pembelajaran; (3) gendang baleq sebagai bagian dari pendidikan multikultural berbasis kearifan lokal bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai  harmonisasi dalam perbedaan; (4) kultur sekolah sebagai pondasi proses sosialisasi dan internalisasi nilai-nilai multikultural berbasis kearifan lokal.Kata Kunci: pendidikan multikultural, kearifan lokal. MULTICULTURAL EDUCATION BASED ON LOCAL WISDOM (STUDY AT STATE SENIOR HIGH SCHOOL 1 IN NARMADA)AbstractThe article written as part of master thesis-aimed to investigate the forms of the multicultural education based on local wisdom as it practiced at State Senior High School 1 in Narmada, West Lombok. The study was pursued under the qualitative approach. The subject of the research is Headmaster, teacher, students and other non-academic staffs of the school. The research result 4 (four) main findings: (1) Imtaq and social care activities (wales/bales) as the fundamental values of multicultural education based on the local wisdom; (2) Alam Takambang Jari Guru as learning model; (3) Gendang Beleq as a form of multicultural education based on the local wisdom as an attempt of harmonization of togetherness in difference; (4) school culture is the basic foundation of the socialization and internalization process of multicultural education based on the local wisdom.Keywords: multicultural education, local wisdom,
The prevalence of diabetes mellitus and relationship with socioeconomic status in the Indonesian population Deri Indrahadi; Amika Wardana; Adi Cilik Pierewan
Jurnal Gizi Klinik Indonesia Vol 17, No 3 (2021): Januari
Publisher : Minat S2 Gizi dan Kesehatan, Prodi S2 IKM, FK-KMK UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijcn.55003

Abstract

Background: The prevalence of diabetes mellitus is increasing globally and remains debated. Objective: This study examines the association of socioeconomic status with the prevalence of diabetes mellitus in Indonesia. Methods: This study used a cross-sectional design. Data obtained from the 2014 Indonesia Family Life Survey (IFLS), a nationally representative population survey data, which polled 30,497 individuals age 16 years and over in 13 provinces in Indonesia. Logistic regression models were used to estimate odds ratios (OR) and 95% confidence intervals (CI) for the prevalence of diabetes mellitus with socioeconomic status. Results: Education level, employment status, age, and hypertension are related to the prevalence of diabetes mellitus. According to educational level, individuals with lower education level were more likely to have diabetes mellitus than those who had a higher level of education (OR=1.42; 95% CI: 1.21-1.67), higher risk was also found in those who were unemployed (OR=1.55; 95% CI: 1.33-1.82). Besides, age and hypertension were independent factors for a higher prevalence of diabetes mellitus, age >55 (OR=4.71; 95% CI: 4.06-5.46), hypertension (OR=5.86; 95% CI: 5.00-6.87). Diabetes mellitus also show significantly higher among individuals living in urban areas compared to individuals living in rural areas (OR=2.13; 95% CI: 1.78-2.55). Conclusions: Socioeconomic status has a significant association with the prevalence of diabetes mellitus among people above 15 years old in Indonesia. The government needs to design a preventive program to control this disease by considering the risk factors that may lead to the development of diabetes mellitus in Indonesia.
Safety, Quality, and Religion on the Consumption of Halal Cosmetic Products: Views of Female Muslim University-Students Talitha Andra Prakasita; Amika Wardana
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 11 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish.v11i2.39251

Abstract

The awareness of halal cosmetics has been rising among Muslim consumers, particularly female youths in Indonesia, for years. However, it has always been contentious whether this trend is stimulated by the increasing religiosity and Islamic religious understanding among the populace. The study aims to investigate the reasons behind the consumption and its links to the understanding of halal cosmetic products among female Muslim university students, particularly those living in Yogyakarta. For the study, 105 female Muslim students were questioned via a google-form survey, followed by in-depth qualitative phone interviews with 12 of them to gather the required data. The study presents that even though valuing more the safety, quality, and Halal certification status of cosmetic products they have been consuming, female Muslim students prefer to put first the two factors before the third one, followed by others, including the price, adverts, friends’ recommendation. It is revealed that they have shown good knowledge and understanding to look out carefully the ingredients, how to use and safety warning of cosmetic products rather than simply choosing them for religious reasons. Various understanding regarding the halal certification of cosmetic products and its social and religious implications for Muslims have played essential roles in influencing the preference of these female Muslim students.
Causes of School Dropouts among Congolese Muslim Refugees in Katwe, Kampala, Uganda Mwisha Chinyabuuma; Amika A Wardana; Muhammad Abbas
Islam Realitas: Journal of Islamic and Social Studies Vol 6, No 1 (2020): June 2020
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.963 KB) | DOI: 10.30983/islam_realitas.v6i1.3233

Abstract

Schools dropout is being a noticeable problem in Eastern Africa.  The school dropout fundamentally affected the future of children because it usually leads them to early marriage, drug use, hard work labor, and prostitution as the school dropout is being a serious issue in mostly Eastern Africa. This study is aimed at investigating factors contributing to the school dropout among Congolese Muslim refugee in Katwe, a village in Kampala.  Both qualitative and quantitative approach was used in this study in order to find out how language barriers and early marriages causes dropouts among Congolese Muslim refugees in Katwe; to examine how hidden costs at school causes dropouts among Congolese Muslim refugees in Katwe; and to determine the relationship between the causes of school dropout and the actual school dropout. The results of the current research show that 30% of respondents agree that language barriers are one of the most prevalent factors causes of school dropout in Katwe. The instable school fees and earlier marriage also were found as the contributed cause of school dropout. Alternative hypothesis that stated “there is a relationship between causes of school dropout and actual dropout among Congolese Muslim refugees in Katwe, Kampala, Uganda was adopted.Saat ini, putus sekolah merupakan salah satu permasalahan pelajar di wilayah Afrika Timur. Umumnya, pelajar yang putus sekolah adalah mereka yang miskin dan/atau yatim piatu serta tidak memiliki wali. Putus sekolah secara fundamental mempengaruhi masa depan anak karena situasi ini cenderung mendorong anak ke pernikahan dini, penggunaan obat-obatan terlarang, pekerjaan kasar, dan prostitusi. Berangkat dari fakta bahwa banyak pengungsi perkotaan Kongo yang putus sekolah, kami menyelidiki penyebab kondisi itu. Khususnya di Katwe, sebuah desa di Kampala, hambatan bahasa dan absennya biaya sekolah yang tetap di sekolah-sekolah terdekat diasumsikan sebagai penyebab utama kondisi putus sekolah para siswa pengungsi perkotaan Kongo di Katwe. Penelitian ini bertujuan untuk; mengetahui bagaimana hambatan bahasa dan pernikahan dini menyebabkan putus sekolah di antara pengungsi perkotaan Kongo di Katwe; untuk menjelaskan bagaimana biaya tersembunyi di sekolah menyebabkan putus sekolah di antara pengungsi perkotaan Kongo di Katwe; dan untuk menentukan hubungan antara penyebab putus sekolah di Katwe dengan putus sekolah yang sebenarnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan sebesar 30% responden setuju bahwa hambatan bahasa adalah penyebab utama putus sekolah bagi pengungsi perkotaan Kongo di desa Katwe. Sebagai alternatif, penelitian ini mengadopsi hipotesis yang menyatakan bahwa “ada hubungan antara penyebab putus sekolah dan putus sekolah yang sebenarnya di antara pengungsi perkotaan Kongo di Katwe, Kampala, Uganda.
Encountering Muslim ‘Others’: Indonesians in the Muslim Diaspora of London Wardana, Amika
Komunitas Vol 6, No 2 (2014): September 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/komunitas.v6i2.3078

Abstract

The article investigates the social relations between Indonesian immigrants and the multicultural Muslim community in London by examining the applicability of the Ummah concept, in the context of the diaspora. The Muslim diaspora, though their similarity of faith, has always contained internal diversity and fragmentation. Likewise, different religious trajectories of Muslim immigrants as illustrated by Indonesians in London have been identified to shape different understandings of unity and diversity of Muslims, which forge different forms of social relation with fellow Muslim immigrants in the city. The traditionalist London Indonesians have trivialized the unity of Muslim in diaspora through daily encounters yet maintained inevitable different ethnic affinities and religious-sectarian affiliations as a wall dividing them altogether. The revivalist Indonesians have construed the diasporic unity of Muslims as an idealized-normative concept that should be realized socially, culturally and politically by suppressing internal ethnic, national and religious-sectarian fragmentations. While the secularist Indonesians have shown an apathetic position to the implausibility of the diasporic unity of Muslims due to its irreconcilable perceived internal diversities and divisions.Artikel ini menelaah pola relasi sosial antara imigran Indonesia dengan masyarakat Muslim multikultural di London dengan menguji kesesuaian konsep kesatuan Ummat Islam dalam konteks diaspora. Meskipun memiliki persamaan iman, diaspora Muslim selalu terbangun dalam perbedaan internal dan perpecahan. Demikian pula dengan arah perkembangan religiusitas imigran Muslim yang beraneka-ragam termasuk yang berasal dari Indonesia yang pada akhirnya membentuk beberapa pola relasi sosial dengan komunitas Muslim lainnya di kota ini. Kelompok Muslim Indonesia tradisional menganggap biasa konsep kesatuan Ummat Islam dalam perjumpaan sehari-hari dengan komunitas Muslim lainnya sehingga tetap menjaga jarak berdasarkan perbedaan etnis dan afiliasi tradisi keagamaannya. Kelompok Muslim Indonesia revivalist memahami kesatuan Ummat sebagai konsep ideal yang perlu direalisasikan dalam kehidupan sosial, budaya dan politik sekaligus mengubur potensi perpecahan karena perbedaan etnis dan tradisi keagamaan. Sebaliknya, kelompok imigran Indonesia sekuler menunjukkan sikap apatis terhadap kesatuan Ummat karena adanya perbedaan dan perpecahan internal Ummat Islam yang tidak mungkin didamaikan.
PERUBAHAN CARA PEMANFAATAN WAKTU LUANG MAHASISWA ALUMNI PONDOK PESANTREN DI YOGYAKARTA Siti Umi Hanifah; Amika Wardana
Dimensia: Jurnal Kajian Sosiologi Vol 11, No 2 (2022): Dimensia: Jurnal Kajian Sosiologi
Publisher : Pendidikan Sosiologi FIS UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/dimensia.v11i2.59270

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk perubahan dan mengetahui faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan pemanfaatan waktu luang pada mahasiswa alumni pondok pesantren di Yogyakarta.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode gabungan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan wawancara mendalam. Teknik analisis data menggunakan sekuensial eksplanatori. Data kuantitatif dianalisis dengan perhitungan persentil. Kemudian data kualitatif dianalisis dengan teknik flow chart analysis.Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya perubahan pada pemanfaatan waktu luang mahasiswa alumni pondok pesantren di Yogyakarta, yaitu bebas menggunakan teknologi dan media sosial, bebas bergaul dengan lawan jenis, bebas memilih kegiatan yang diinginkan, jarang melakukan kegiatan keagamaan, dan mengikuti tren. Faktor penyebab perubahan ini adalah faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal meliputi penyesuaian diri, kedewasaan, keinginan diri sendiri, kurangnya motivasi untuk melakukan kegiatan keagamaan, dan mengikuti tren. Faktor eksternal meliputi lingkungan sosial, tingkat sosial ekonomi, circle pertemanan, dan media sosial.