Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Pemanfaatan Desa Wisata Pulau Belimbing Sebagai Sumber Pembelajaran Bahasa Indonesia Berbasis Kearifan Lokal Yulna Pilpa Sari; Hasnah Faizah; Elmustian Elmustian; Syafrial Syafrial
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling: Special Issue (General)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.10174

Abstract

Desa Wisata Pulau Belimbing menjadi salah satu bukti kekayaan budaya yang dimiliki oleh Indonesia. Sampai saat ini masih dapat dinikmati dan selalu diupayakan pelestariannya. Banyak objek wisata berbau budaya yang dapat dinikmati di desa ini. Desa ini memiliki pesona kebudayaan yang sangat menyentuh, yaitu sebuah desa tua yang masih asri dan terdapat banyak rumah-rumah tua yang sudah berusia ratusan tahun. Rumah Lontiok adalah salah satu rumah adat yang tetap dijaga hingga sekarang. Rumah adat ini sudah diresmikan pada tahun 2007 sebagai rumah adat Kabupaten Kampar. Di bagian belakang rumah lontiok terdapat gelek tobu atau penggiling tebu. Pada zaman dahulu gelek tobu ini digunakan untuk menggelek tebu dan yang kemudian dimasak dan dijadikan manisan atau gula tebu. Selanjutnya ada calempong dan silat persembahan yang merupakan tradisi masyarakat Desa Wisata Pulau Belimbing dalam menyambut tamu. Selanjutnya salah satu permainna rakyat yang masih ada hingga saat ini ialah permainan engrang. Segala kebudayaan yang ada di Desa Wisata Pulau Belimbing ini dapat diintegrasikan ke dalam pembelajaran, baik secara langsung maupun tidak langsung. Peserta didik akan merasa memiliki kebudayaannya sendiri dan secara tidak langsung karakter atau jati diri asli dari masyarakat Indonesia akan tertanam di dalam diri peserta didik. Penelitian ini menggunakan jenis penelitia etnografi. Teknik pengumpulan data ialah dengan observasi secara langsung, wawancara, dan domunentasi untuk mengetahui kearifan lokal masyarakat Desa Wisata Pulau Belimbing. Hasil dari penelitian inilah yang nantinya dapat diintegrasikan ke dalam pembelajaran kemudian dapat diimplementasikan dengan harapan agar tujuan pembelajaran dapat dicapai dengan maksimal.
Nilai Sosial Rumah Lontiok di Desa Pulau Belimbing Kabupaten Kampar Irmasolina Irmasolina; Hasnah Faizah; Elmustian Rahman; Syafrial Syafrial
Journal on Education Vol 5 No 2 (2023): Journal on Education: Volume 5 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v5i2.827

Abstract

Indonesia is a country that is rich in language, culture, customs and is also rich in traditional houses or traditional houses. A traditional or traditional house is a building with a structure or shape that has its own characteristics as a characteristic or identity of an area and in general, traditional houses are built using local materials. One of the traditional houses in Riau that still exists and is well maintained is the Lontiok House. The Lontiok house has ornaments and architecture like a stilt house which has stairs, steps and a gate in front which signifies respect for every guest who comes to the Lontiok house and also respects the host himself. The philosophy and value of the gate or pavilion of the lontiok house is to respect one another. This study discusses the social values ​​of Lontiok Houses with the aim of describing the social values ​​contained in Lontiok Houses. The benefits obtained from this research can make a foothold to the general public that the Lontiok house is one of Riau's cultural heritage. The research method used in this research is a qualitative research method with a descriptive approach. Collection of library research data and field research. Library research relies almost entirely on data from libraries. The results obtained in this study are that there are seven social values ​​contained in the Lontiok house, namely: 1) Social kinship values ​​(deliberation), 2) Religious values, 3) Economic values, 4) values ​​of togetherness or affection, 5) Values ​​of please helping, 6) the value of tolerance and 7) the value of caring.
Penerapan Pembelajaran Musikalisasi Puisi Berbasis Calempong terhadap Kemampuan Membaca Puisi Hasminur Hasminur; Hasnah Faizah; Elmustian Elmustian; Syafrial Syafrial
Journal on Education Vol 5 No 2 (2023): Journal on Education: Volume 5 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v5i2.828

Abstract

The discussion of this study explains the results of the research that has been carried out. In this first cycle, the indicators for interpreting ability, articulation, intonation, diction, expression, and totality were inadequate or still in the moderate category. Even so, learning in the first cycle of action has not been achieved but has experienced an increase. The reflection results from the first cycle can be used as a reference for implementing the second cycle class treatment. The implementation of the second cycle of class treatment has been fully achieved and has increased as expected in all indicators. Based on the results of the first and second cycle d, it can be concluded that the application of calempong-based poetry musicalization learning can improve the poetry reading ability of class XI students of SMKN I Bangkinang. This can be seen from the increase in indicators of the ability to read poetry in learning Indonesian.
Makna Bangunan Rumah Adat Lontiok Masyarakat Melayu Kuok: Kajian Semiotik Redovan Jamil; Hasnah Faiza; Elmustian Elmustian; Syafrial Syafrial
Journal on Education Vol 5 No 2 (2023): Journal on Education: Volume 5 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v5i2.843

Abstract

This study aims to explain the form and social meaning of the Lontiok House in Kampar District, Pulau Belimbing Village. The Lontiok house has a unique/traditional architecture because of its patterns and ornaments in the form of carvings so that its splendor can be seen even more. The characteristics and colors of the ornaments of the Lontiok House depict the life and daily personality of the Malay people, which are thick with customs that must be upheld and the Islamic religion which is firmly applied in everyday life. This paper identifies and documents this house as one of the Malay buildings that needs to be maintained and preserved and has a social meaning that is adhered to by the people there. A qualitative research method with a field study approach was used in this study because the research object was directly reviewed in the field. Theories about Malay architecture and Malay building ornaments serve as background knowledge supported by information obtained from literature and field data as well as actors within the scope of research. The results of this study indicate that the existence of the Lontiok House building has its own function, form and meaning related to people’s lives in Pulau Belimbing Village, Kampar District.
Denotasi, Konotasi dan Mitos dalam Simbol Ragam Hias Rumah Lontiok di Desa Wisata Pulau Belimbing Kuok Kabupaten Kampar Ariyanti Rahayu; Hasnah Faizah; Elmustian Elmustian; Syafrial Syafrial
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 1 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i1.11373

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan makna-makna dari bentuk Arsitektur berbagai motif/symbol ragam hias Rumah Lontiok di desa wisata Pulau Belimbing, Kecamatan Kuok, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Objek penelitian adalah Rumah Lontiok yang terletak di desa wisata Pulau Belimbing. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi langsung, wawancara, dan dokumentasi. Dalam penelitian ini, sumber data yang digunakan adalah rekaman wawancara bersama narasumber yaitu Pak Kociok salah satu masyarakat desa Pulau Belimbing. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah hasil wawancara yang dilakukan bersama narasumber. Teknik analisis data dilakukan dengan cara menjelaskan makna-makna yang terdapat dalam bentuk arsitek dan makna-makna dari motif-motif yang ada di bagian rumah lontiok Desa Pulau Belimbing, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau dengan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Penelitian ini menjelaskan beberapa makna-makna denotasi, makna konotasi serta mitos yang dipercayai dari bentuk motif-motif ragam hias yang ada di Rumah Lontiok desa wisata Pulau Belimbing.
Hierarki Kebutuhan dalam Film Imperfect: Karier, Cinta & Timbangan Karya Ernest Prakasa Ariyo Mardipep; Syafrial Syafrial; Mangatur Sinaga
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.927 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana bentuk hierarki kebutuhan yang meliputi kebutuhan fisiologis, kebutuhan akan keselamatan, kebutuhan akan rasa memiliki dan rasa cinta, kebutuhan akan harga diri, dan juga kebutuhan akan perwujudan diri dari tokoh pada film Imperfect: Karier, Cinta & Timbangan. Manfaat penelitian ini yakni dapat menambah pemahaman dan pengetahuan tentang film, psikologi sastra, dan juga bentuk hierarki kebutuhan yang dimiliki seseorang. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Hasil penelitian menjelaskan bahwa tokoh dalam film Imperfect: Karier, Cinta & Timbangan memiliki hierarki dan kebutuhannya masing-masing. Dari keseluruhan data, kebutuhan akan keselamatan merupakan bentuk kebutuhan yang paling banyak ditemukan, dan Rara merupakan tokoh yang memiliki kebutuhan paling banyak dibandingkan dengan tokoh yang lain. Kesimpulan dalam penelitian ini yakni terdapat bentuk-bentuk hierarki kebutuhan yang ditemukan dalam peristiwa-peristiwa yang berupa catatan bahasa, gestur wajah dan tindakan tokoh, kata, frasa, dan kalimat yang dilakukan tokoh-tokoh di dalam film Imperfect: Karier, Cinta & Timbangan.
Inferioritas Tokoh dalam Novel Tentang Kamu Karya Tere Liye Mina Ulfa; Syafrial Syafrial; Zulhafizh Zulhafizh
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 6 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i6.6461

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk, penyebab, dan akibat dari perasaan inferioritas yang dialami oleh tokoh di dalam novel Tentang Kamu karya Tere Liye. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang didasari oleh penarasian dan pendeskripsian. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunaan tekni baca dan teknik catat. Teknik analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu pembacaan secara berulang terhadap isi novel, memadatkan data, menganalisis, dan menarik kesimpulan. Berdasarkan dari hasil penelitian menunjukkaan bahwa dari semua tokoh dalam novel Tentang Kamu karya Tere Liye terdapat beberapa tokoh yang mengalami perasaan inferioritas. Pada penelitian ini ditemukan bentuk inferioritas berupa inferioritas psikologis dan inferioritas fisik. Penyebab inferioritas berupa keadaan yang tidak diharapkan dan gaya hidup diabaikan. Serta akibat dari perasaan inferioritas yaitu ada tokoh yang tetap pada perasaan inferioritas dan ada tokoh yang melakukan kompensasi diri.
Kepribadian Tokoh Perempuan dalam Novel Si Cebol Rindukan Bulan Karya Aman Datuk Madjoindo Reni Marta; Syafrial Syafrial; Silvia Permatasari
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 6 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i6.6462

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui kepribadian tokoh utama pada novel yang diteliti tokoh utama yaitu Fatimah dalam novel Si Cebol Rindukan . Adapun dalam mengetahui kepribdian tokoh utam fatimah penulis akan menganalisis melalui pendekatan Sigmund Freud mengenai Id, Ego dan Superego. Pendekatan ini digunakan karena teori mampu mengungkapkan kepribadian tokoh utama . Melalui tingkah laku tersebut, peneliti dapat mengetahui kepribadian dari tokoh utama perempuan yaitu Fatimah. Pengumpulan data dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini adalah kepribadian yang dilihat dari tiga unsur yaitu id, ego dan superego yang secara keseluruhan didominasi oleh id.
KOLASE: MENULIS PUISI SECARA ESTAFET DENGAN MENGENALKAN KEBUDAYAAN “MENGGELEK TOBU” DARI KUOK DI KELAS Juliana Juliana; Hasnah Faizah; Elmustian Rahman; Syafrial Syafrial
KOLASE Vol. 1 No. 2 (2022): KOLASE
Publisher : Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/jk.v1i2.8795

Abstract

This research discusses writing poetry in relay using the "gelek tobu" culture of the quok in class, with the aim of this research being to be able to write down or express thoughts and feelings through beautiful dictions. So that what is felt, reaches the reader. Research using qualitative research methods is divided into two scopes, namely library research and field research. Library research relies almost entirely on data from libraries, so this research is more popularly known as qualitative descriptive literature research or bibliographical research. In addition, library research is often termed non-reactive research, because it only relies on theoretical data and documentation in the library. The results of research conducted One of the innovative learning models is the process approach combined with active, innovative, creative, effective, and fun learning as described above. However, these are not the only models that are the best and most suitable. There are still many other learning models whose presence is also very much needed to support the success of learning, especially in learning Indonesian at school. The use of innovative techniques and methods in learning Indonesian can certainly create a conducive learning situation. Students in this regard are directly involved in absorbing information. Through a dynamic Indonesian learning process, it is hoped that a form of oral communication will be created between students and other students who are patterned through listening, speaking, reading, and writing skills so that the learning atmosphere is avoided from saturation.