Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

In Silico Study of Kaempferol Targeting MMPs and COX-2 for Anti-Aging and Wound Healing Theodorus Rexa Handoyo
INDONESIA NATURAL RESEARCH PHARMACEUTICAL JOURNAL Vol 10, No 2 (2025)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/inrpj.v10i2.9214

Abstract

Skin aging and impaired wound healing are complex biological processes involving chronic inflammation and excessive degradation of the extracellular matrix. Matrix metalloproteinases (MMP-1, MMP-3, and MMP-9) and cyclooxygenase-2 (COX-2) play crucial roles in these processes and are considered important molecular targets for anti-aging and wound healing therapies. Kaempferol is a natural flavonoid compound known for its antioxidant and anti-inflammatory activities; however, its molecular interaction mechanisms with these targets remain incompletely understood. This study aimed to evaluate the potential of kaempferol as an anti-aging and wound healing agent through a molecular docking approach targeting MMP-1, MMP-3, MMP-9, and COX-2. Molecular docking simulations were performed using Molegro Virtual Docker 6.0, while ligand-protein interactions were visualized and analyzed using BIOVIA Discovery Studio Visualizer v.21.1.0.20298. The docking results indicated that kaempferol exhibited favorable binding affinities toward all target proteins, with the strongest interactions observed for MMP-9 and COX-2. Kaempferol formed conventional hydrogen bonds as well as hydrophobic and aromatic interactions within the active sites of the proteins. In conclusion, kaempferol demonstrates potential as a multitarget natural compound for anti-aging and wound healing applications, although further in vitro and in vivo studies are required to validate its biological activity.
Sosialisasi Pembuatan Kosmetik Berbasis Nanopartikel Memanfaatkan Kekayaan Hayati Indonesia di SMK Farmasi 1 Tangerang Yovi Guanse; Theodorus Rexa Handoyo; Juniar Kalpika Resmi; Rahmi Hutabarat
Pharmacy Action Journal Vol 5, No 1 (2025): 2025
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/paj.v5i1.8897

Abstract

   Kegiatan sosialisasi pembuatan kosmetik berbasis nanopartikel memanfaatkan kekayaan hayati Indonesia telah dilaksanakan di SMK Farmasi 1 Tangerang pada 13 Juli 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa mengenai konsep dasar nanopartikel, pemanfaatan bahan alam Indonesia sebagai bahan aktif kosmetik, serta memperkenalkan inovasi dalam formulasi sediaan kosmetik modern. Metode yang digunakan adalah ceramah dan diskusi interaktif dengan melibatkan 52 siswa kelas XI dan XII program keahlian Farmasi. Evaluasi dilakukan melalui pretest dan posttest untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta. Hasil menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata dari 77 menjadi 79 setelah kegiatan, yang menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta mengenai teknologi nanopartikel dan aplikasinya dalam kosmetik. Meskipun peningkatan tersebut masih tergolong kecil, kegiatan ini efektif dalam menumbuhkan minat dan kesadaran siswa terhadap pentingnya pengembangan kosmetik berbasis bahan alam dan teknologi nano. Diharapkan kegiatan serupa dapat dilanjutkan dengan pelatihan praktikum agar siswa mampu memahami penerapan teknologi secara aplikatif.   
Effects of Xanthan, CMC-Na, and Avicel RC-591 on Sucralfate Suspension Characteristics and Physical Stability Hutabarat, Rahmi; Guanse, Yovi; Resmi, Juniar Kalpika; Handoyo, Theodorus Rexa
Sciences of Pharmacy Volume 5 Issue 3 (2026)
Publisher : ETFLIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58920/sciphar0503650

Abstract

Sucralfate is a medicine for peptic ulcers that is practically insoluble in water and might to be developed into a suspension. The choice of suspending agents is essential for formula development. This study aimed to determine the physical characteristics and physical stability of xanthan gum, CMC-Na, and Avicel RC-591 in a sucralfate suspension by conducting a characterization and stability study and analyzing the formulations. Suspensions were prepared with 0.3% w/v xanthan gum (XG), 1% w/v CMC-Na (SCMC), and 1% w/v Avicel RC-591 (ARC) and then evaluated for physical appearance, pH, density, viscosity, sedimentation, and redispersibility in a six-month stability study conducted under various storage conditions. The pH results ranged between 5.113 ± 0.001 and 4.622 ± 0.033 (p > 0.05). The density of the SCMC formula (1.1459 ± 0.0003) is greater than the density of the ARC formula (1.1396 ± 0.0002) and XG (1.1162 ± 0.0002), but statistically, the three formulas are not significantly different (p > 0.05). The viscosity of XG is greater than SCMC and ARC. The formulas indicated that XG had greater sedimentation than SCMC and ARC (p > 0.05). The redispersibility of all formulations is ARC > SCMC > XG. In conclusion, ARC and SCMC exhibit acceptable suspension characteristics and robust physical stability. Conversely, formulations utilizing XG fail to meet the required quality standards for sucralfate suspensions regarding redispersibility.
Peningkatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat melalui Edukasi Cuci Tangan Pakai Sabun pada Anak Panti Asuhan di Jakarta Utara Theodorus Rexa Handoyo; Shefield Gavrila Sakudu; Maysya Aurora Redika Muliadi; Ammara Hamida Ashary
BERDIKARI Vol 9, No 1 (2026): Jurnal Bedikari
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/berdikari.v9i1.9800

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan salah satu upaya preventif dalam menurunkan risiko penyakit infeksi, terutama pada anak-anak yang memiliki aktivitas sosial tinggi. Salah satu bentuk penerapan PHBS adalah kebiasaan mencuci tangan menggunakan sabun dengan teknik yang benar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan serta membentuk kebiasaan mencuci tangan pada anak-anak di Panti Asuhan Yayasan Hajjah Andi Hasmah Noor, Jakarta Utara. Kegiatan dilaksanakan pada 11 April 2026 dengan melibatkan 30 peserta. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan interaktif, demonstrasi enam langkah mencuci tangan sesuai rekomendasi World Health Organization (WHO), praktik langsung, serta evaluasi melalui observasi terhadap partisipasi dan kemampuan peserta dalam mempraktikkan teknik mencuci tangan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan antusias, mampu mempraktikkan teknik mencuci tangan secara benar, serta mulai menunjukkan kebiasaan mencuci tangan sebelum makan tanpa harus diingatkan. Temuan ini menunjukkan bahwa kombinasi metode penyuluhan, demonstrasi, dan praktik langsung efektif dalam meningkatkan pemahaman serta membentuk perilaku awal penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Kegiatan edukasi mengenai kebersihan tangan diharapkan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai upaya promotif dan preventif dalam meningkatkan kesehatan anak-anak di lingkungan panti asuhan.