Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Kesadaran Lingkungan pada Anak Usia Dini Utara, Adiis Retna; Hapidin, Hapidin; Dwi Utami, Ade
Jurnal Pelita PAUD Vol 9 No 1 (2024): Jurnal Pelita PAUD
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/pelitapaud.v9i1.4358

Abstract

Anak yang memiliki kesadaran lingkungan memahami bahwa dirinya adalah bagian dari ekologi yang hidup bersama-sama dengan makhluk hidup lainnya. Membangun kesadaran lingkungan perlu dilakukan sedini mungkin. Namun satuan-satuan PAUD di Indonesia masih belum sepenuhnya memfasilitasi urgensi akan pembentukan kesadaran lingkungan pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji mengenai konsep serta upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk membangun kesadaran lingkungan pada anak usia dini. Penelitian ini menerapkan metode studi literatur terhadap penelitian-penelitian terdahulu yang relevan. Hasil penelitian menunjukan bahwa urgensi membangun kesadaran lingkungan bukan hanya menjadi fokus dalam lingkup PAUD di Indonesia, namun sudah sejak lama menjadi fokus dari pendidikan dunia. Kesadaran lingkungan merupakan konstruksi dari tiga dimensi yaitu pengetahuan, sikap dan perilaku. Adapun upaya-upaya yang dapat diterapkan oleh satuan-satuan PAUD untuk membangun kesadaran lingkungan pada anak, yaitu melalui bermain playworld, pendekatan STEM, kegiatan green school, hingga penggunaan media pembelajaran dalam bentuk buku bacaan, seperti misalnya buku komik.
Development of Science Literacy Through Group Choice STEM-PjBL Projects Integrated with Matter State Changes Sujud, Rahadian; Rahmawati, Yuli; Utami, Ade Dwi
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 10 No 5 (2024): May
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v10i5.6441

Abstract

This research focuses on the development of students' science literacy in the topic of matter state changes at the primary school level. It utilizes Science, Technology, Engineering, and Mathematics - Project-Based Learning (STEM-PjBL) as a holistic integrative learning approach, supporting 21st-century skills. The meaningful learning design is crafted to help students understand the material while applying their understanding to a simple project appropriate for primary school students' cognitive levels. The study was conducted in a fifth-grade class at an educational unit in Tangerang City, Banten Province, Indonesia. Using a qualitative research method, data was collected through interviews, observations, reflective journals, and researchers' notes. The STEM-PjBL learning stages included reflection, research, discovery, application, and communication. The Shwartz assessment was developed as an instrument to evaluate students' science literacy abilities. The results show that implementing the STEM-PjBL approach promotes student-centered learning, builds group cooperation, is enjoyable, and develops students' science literacy. Students worked in groups on their chosen projects related to the topic of matter state changes. The average project score for each group received an A rating in completing the STEM-PjBL project. Interdisciplinary learning can encourage students to understand the characteristics and concepts of a theory and relate them to everyday life, thereby impacting their understanding and project development.
Pelatihan Pemanfaatan Kearifan Lokal Sebagai Sumber Belajar Untuk Meningkatkan Kompetensi Pedagogik Bagi Guru PPKn Japar, Muhammad; Nadiroh, Nadiroh; Utami, Ade Dwi; Hermanto, Hermanto; Pradityana, Karisdha; Rochimah, Heni
Publikasi Pendidikan Vol 14, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/publikan.v14i2.63075

Abstract

Permasalahan yang dihadapi mitra pengabdian meliputi minimnya pemahaman, pengalaman, dan keterampilan guru dalam memanfaatkan kearifan lokal sebagai sumber belajar, serta kurangnya kegiatan pelatihan dan pendampingan terkait hal tersebut. Solusi yang ditawarkan adalah pelatihan pemanfaatan kearifan lokal untuk meningkatkan kompetensi pedagogik bagi guru PPKN SMP di DKI Jakarta. Metode yang digunakan mencakup Focus Group Discussion (FGD) dan identifikasi masalah, perancangan pelatihan, pelaksanaan sesi indoor (diskusi dan seminar) dan outdoor (studi budaya di Kampung Badui), serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta, terdiri dari 25 guru PPKN dan 5 panitia pelaksana. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman guru mengenai pemanfaatan kearifan lokal dengan skor 76% dalam kategori sangat setuju, dan materi dianggap sangat menarik dengan skor 72% dalam kategori sangat setuju. Observasi langsung di Suku Badui memberikan pengalaman nyata bagi guru.
Pembentukan Keterampilan Kerja sama Anak Usia 5-6 Tahun dalam Praktik Pedagogi Bermain Sains Pembuatan Tape Shalma, Indah Reina; Yetti, Elindra; Utami, Ade Dwi
Aulad: Journal on Early Childhood Vol. 8 No. 3 (2025): September-December 2025
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/aulad.v8i3.1420

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembentukan keterampilan kerja sama anak usia 5–6 tahun melalui kegiatan bermain sains pembuatan Tape. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan kerja sama anak berkembang secara bertahap melalui pengalaman konkret bekerja dalam kelompok, seperti berbagi peran, berkomunikasi, merencanakan, dan menyelesaikan masalah bersama. Guru berperan penting sebagai perancang kegiatan kolaboratif yang menumbuhkan positive interdependence, pengatur lingkungan emosional yang suportif, serta fasilitator dialog sosial yang memberi ruang bagi anak untuk mengambil keputusan. Kegiatan bermain sains pembuatan Tape terbukti menjadi wahana efektif untuk menstimulasi keterampilan kerja sama anak karena memadukan eksplorasi ilmiah dengan interaksi sosial yang bermakna. Temuan ini menegaskan pentingnya praktik pedagogi bermain yang berorientasi pada pengembangan keterampilan sosial anak usia dini.
Penguatan Kompetensi Guru Tk Melalui Pelatihan Inovatif Pembelajaran Berbasis Bermain di Parung, Jawa Barat Hartati, Sofia; Utami, Ade Dwi; Syamsiatin, Eriva; Budi Utami, Fitria; Simanjuntak, Anita Roslina; Rahman, Umi Waheeda binti H Abdul
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i3.20481

Abstract

Background: Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) berperan penting dalam membentuk perkembangan kognitif, afektif, sosial, dan motorik anak. Guru Taman Kanak-kanak (TK) menjadi fasilitator utama pembelajaran yang efektif, menyenangkan, dan sesuai tahap perkembangan anak. Namun, di wilayah Parung, Jawa Barat, sebagian guru TK masih mengalami keterbatasan dalam mengimplementasikan strategi pembelajaran inovatif berbasis bermain. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru TK melalui pelatihan inovatif yang mengintegrasikan prinsip pembelajaran berbasis bermain, pendekatan partisipatif, dan pemanfaatan sumber daya lokal. Metode: Kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif dengan melibatkan 20 guru TK dari berbagai lembaga pendidikan di Parung. Tahapan meliputi analisis kebutuhan, penyusunan modul, pelaksanaan workshop interaktif, praktik lapangan, serta sesi refleksi dan evaluasi. Data diperoleh melalui pre-test dan post-test kompetensi pedagogik, observasi aktivitas guru, dan wawancara mendalam. Hasil: Pelatihan menghasilkan peningkatan signifikan kompetensi guru pada aspek perencanaan pembelajaran, pemilihan media dan metode bermain, serta keterampilan mengelola interaksi belajar. Guru menunjukkan penerapan strategi pembelajaran yang lebih kreatif, kolaboratif, dan berpusat pada anak. Kesimpulan: Program pelatihan inovatif berbasis bermain ini efektif meningkatkan kompetensi pedagogik guru TK di Parung. Keberlanjutan dampak positif dapat diperkuat melalui pembentukan komunitas belajar guru dan dukungan kebijakan dari pemerintah daerah.
Critical Thinking Development Through Digital Play: A Systematic Literature Review of Early Childhood Context: Bahasa Indonesia Asbi, Sherllyn Azzaharra; Wulan, Sri; Utami, Ade Dwi
Journal of Science and Education (JSE) Vol. 6 No. 2 (2026): Journal of Science and Education (JSE)
Publisher : CV. Media Digital Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58905/jse.v6i2.628

Abstract

In today’s modern era, the world of early childhood education is inseparable from both online and offline games. Games are no longer viewed merely as tools for entertainment, but also as potential learning media that can support children’s development. The rapid advancement of technology has made digital play an integral part of children’s daily lives. Although digital games present certain challenges, they also offer notable educational benefits, particularly in fostering children’s critical thinking abilities. This study aims to systematically collect, evaluate, and analyze research related to the development of critical thinking skills in early childhood through digital games. The research employs a Systematic Literature Review (SLR) approach focusing on identifying pedagogical strategies, digital game designs, and aspects of critical thinking embedded within digital play. It also explores the teacher’s role and the empirical findings within early childhood education contexts. A total of 12 eligible studies were analyzed. The findings indicate that digital games contribute positively to the enhancement of children’s critical thinking skills. The most frequently stimulated components of critical thinking include problem-solving, logical reasoning, decision-making, independent evaluation of information, memory enhancement, and understanding of cause-and-effect relationships. Teachers play a crucial role as facilitators, companions, and guides in ensuring meaningful learning experiences through digital play. The reviewed digital games were generally designed to be both educational and interactive, highlighting the integration of learning and engagement. These findings underscore the significance of teachers’ involvement in achieving learning objectives through digital games and provide valuable insights for future curriculum development and digital educational innovation in early childhood settings.