Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Access to Social Media, Knowledge, and Acceptance of COVID-19 Post-Vaccination Health Protocols: A Cross-Sectional Study Armini, Ni Luh Gde; Lubis, Dinar Saurmauli; Widarini, Ni Putu
Kesmas Vol. 18, No. 5
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The health protocols recommended by the health authorities still need to be practiced after having the COVID-19 vaccine. Education on the prevention of COVID-19 infection needs to continue to protect people from the disease. This study aimed to determine the factors associated with adhering to COVID-19post-vaccination health protocols in people aged 18 years and over in the South Denpasar Subdistrict. This cross-sectional study comprised a sample of 147 people who were selected by incidental sampling. The data were obtained using questionnaires from July to August 2022 and examined with bivariate and multivariate analysis. Most participants were female, private employees, went to senior high school, accessed social media, had high knowledge of COVID-19, and properly followed health protocols post-vaccination. However, only 34.7% of participants accepted the government’s policy for preventing COVID-19. Multivariate analysis showed that good social media access (aOR = 11.9; 95% CI = 3.6–39.8; p-value<0.001), high knowledge of COVID-19 infection (aOR= 2.6; 95% CI = 1.0–7.4; p-value = 0.044) and high acceptance of government policies (aOR = 4.1; 95% CI = 1.5–11.6; p-value = 0.006) were associated with the application of health protocols post-vaccination in people aged 18 years and over. In the studied group, having access to trusted social media, knowledge, and public acceptance of government policies led to adhering to the recommended health protocols post-vaccination.
The meaning of adolescent reproductive health promotion through traditional arts: a community perspective Ni Putu Widarini; Fatwa Sari Tetradewi; Ova Emilia
BKM Public Health and Community Medicine PHS7 Accepted Abstracts
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Objective: Knowing the perspective of the community watching reproductive health promotion activities through traditional art performances. Adolescent reproductive health promotion activities are carried out through the use of local wisdom in Bali, namely through the performance of traditional arts. The information conveyed through this promotional media contains informative messages about adolescent reproductive health so that it is no longer taboo to talk about and is easily accepted by the community. Methods: Qualitative research using an exploratory approach. The research location is in Tegallalang Village, Gianyar Regency, Bali. The informants were the people who watched the performance activities as many as 9 people. Retrieval of data through focus group discussions. Thematic data analysis. Result: The community's perspective on the performance and the message conveyed in the performance. The benefits of staging traditional arts according to the community watching are that socialization through art is easier to accept, traditional art performances can preserve culture and art, can be useful for society, namely reminding adolescents not to have premarital sexual behavior. The message received by the community is that there are limitations in dating, how to choose friends, carry out parental advice, anticipation of teenagers not having premarital sex and the impact of premarital sex. Acceptance of message content by the community, namely that the language is easy to understand, easily accepted by the community and becomes an example so that it is not imitated. Conclusion: Good interpretation of reproductive health promotion activities through the performance of traditional arts is related to the benefits and messages received by the community. The implication of the research results in the form of traditional art media as a health promotion media has the potential to educate the public in a positive way.
Pengaruh Faktor Personal Dan Lingkungan Terhadap Keterampilan Mahasiswa Akademi Teknik Radiodiagnostik Dan Radioterapi Bali Dalam Praktik Kerja Lapangan 1 Di Rumah Sakit Sakti, KM. Bima; Suarjana, I Ketut; Widarini, Ni Putu
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 11 (2025): Volume 5 Nomor 11 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i11.19619

Abstract

ABSTRACT Educational institutions play a crucial role in shaping skilled, high-quality, and competent radiographers to enhance radiology services. Internships are one of the efforts by educational institutions to ensure the skills of prospective radiographers. However, the implementation of internships has not been optimal due to personal and environmental factors.This study aims to identify the factors affecting the skills of first-internship students in radiological procedures at hospitals.This cross-sectional study was conducted at the Academy of Radiodiagnostic and Radiotherapy Technology Bali (ATRO Bali) from October to December 2024. A total of 103 first-internship students participated in this study, who were selected through simple random sampling. The variables studied were student skills as the dependent variable, and student knowledge and attitudes, and the role, teaching ability, evaluation ability, and competence of supervisors as independent variables. Data were analyzed descriptively, with bivariate chi-square tests, and multivariable binary logistic regression.56.3% of first-internship students at ATRO Bali exhibited good skills. Significant factors affecting student skills were knowledge AOR=13.96; 95%CI=2.930-66.546; p=0.001 and the role of the supervisor AOR=2.29; 95%CI=0.926-5683; p=0.073. Meanwhile, other factors such as student attitudes, teaching ability, evaluation ability, and supervisor competence did not significantly affect the outcomes.Student knowledge and the role of supervisors significantly influence student skills. Therefore, improvements in internship quality should focus on these two main factors. Keywords: Skills, Students, Radiodiagnostics, Radiotherapy, Field Work Practice  ABSTRAK Institusi pendidikan memegang peranan penting dalam membentuk radiografer yang terampil, berkualitas dan kompeten dalam upaya meningkatkan pelayanan radiologi. PKL menjadi salah satu upaya institusi pendidikan untuk menjamin keterampilan calon radiografer. Namun, selama ini pelaksanaan PKL masih belum optimal karena dipengaruhi oleh faktor personal dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keterampilan mahasiswa PKL 1 dalam tindakan radiologi di rumah sakit. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional yang berlokasi di Akademi Teknik Radiodiagnostik dan Radioterapi Bali (ATRO Bali) pada bulan Oktober – Desember 2024. Sebanyak 103 orang mahasiswa PKL 1 menjadi responden dalam penelitian ini yang sebelumnya telah dipilih melalui simple random sampling. Adapun variabel yang diteliti dalam penelitian ini adalah keterampilan mahasiswa sebagai variabel terikat, pengetahuan dan sikap mahasiswa dan peran, kemampuan mengajar, kemampuan evaluasi serta kompetensi pembimbing. Data dianalisis secara deskriptif, bivariabel chi-square, dan multivariabel binary logistic regression. Sebanyak 56,3% mahasiswa PKL 1 di Kampus ATRO Bali memiliki keterampilan yang baik. Adapun faktor yang mempengaruhi keterampilan mahasiswa adalah pengetahuan AOR=13,96; 95%CI=2,930-66,546; p=0,001 dan peran pembimbing AOR=2,29; 95%CI=0,926-5683; p=0,073. Sedangkan, faktor lainnya, seperti sikap mahasiswa, kemampuan mengajar, kemampuan evaluasi serta kompetensi pembimbing tidak berpengaruh secara signifikan. Pengetahuan mahasiswa dan peran pembimbing memberikan pengaruh terhadap keterampilan mahasiswa. Maka, perlu ada upaya peningkatan pengetahuan mahasiswa dan peran pembimbing untuk meningkatkan pelaksanaan PKL. Kata Kunci: Keterampilan, Mahasiswa, Radiodiagnostik, Radioterapi, Praktik Kerja Lapangan
Fenomena Pengangguran Terdidik dan Pengaruhnya Bagi Bonus Demografi di Indonesia: Literature Review Sawitri, Putu; Widarini, Ni Putu
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i5.58189

Abstract

Indonesia diperkirakan akan memasuki puncak bonus demografi pada tahun 2030, yang merupakan peluang besar untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Namun, fenomena pengangguran terdidik yang masih tinggi menjadi tantangan dalam memaksimalkan potensi bonus demografi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji fenomena pengangguran terdidik dan dampaknya terhadap bonus demografi di Indonesia dengan menggunakan metode literature review. Proses pengumpulan data dilakukan melalui pencarian artikel yang relevan dari Google Scholar, dengan kata kunci "pengangguran terdidik", "bonus demografi", dan "pengaruh terhadap ekonomi", dengan rentang waktu artikel dari tahun 2015 hingga 2025. Dari 4.490 artikel yang ditemukan, hanya 9 artikel yang dipilih untuk dianalisis lebih lanjut. Hasil analisis menunjukkan bahwa meskipun jumlah penduduk usia produktif besar, pengangguran terdidik yang tinggi menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara pendidikan dan kebutuhan pasar kerja. Oleh karena itu, penguatan pendidikan kewirausahaan dan pemerataan pembangunan menjadi kunci untuk memanfaatkan bonus demografi. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya kebijakan untuk mengurangi pengangguran terdidik dan meningkatkan kualitas SDM agar dapat mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Faktor Penentu Kunjungan Antenatal Care K6 di Kabupaten Badung dengan Pendekatan Model Andersen Sri Partini, I Gusti Ngurah; Widarini, Ni Putu; Sutiari, Ni Ketut
Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 8 No 2 (2025): Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46774/pptk.v8i2.656

Abstract

Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia masih tinggi dan belum mencapai target Sustanable Development Goals (SDGs). Salah satu strategi penurunan AKI adalah pemeriksaan kehamilan sesuai standar enam kali kunjungan (K6) Namun, cakupan ANC K6 di Kabupaten Badung belum memenuhi target nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kunjungan antenatal care K6 berdasarkan Model Andersen. Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional ini melibatkan 112 ibu nifas yang dipilih melalui non probability sampling. Data dikumpulkan dengan kuesioner dan telaah buku KIA di tiga puskesmas wilayah Kabupaten Badung. Analisis dilakukan demgan regresi logistik sederhana dan berganda pada taraf signifikan 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya 42% yang melakukan kunjungan ANC K6. Analisis bivariat menunjukkan bahwa umur ibu, pendidikan ibu dan jarak tempuh ke fasilitas kesehatan berhubungan signifikan dengan kunjungan ANC K6. Analisis multivariat menemukan bahwa faktor dominan adalah umur ibu (AOR=0,98; CI: 0,012–0,792; p=0,029).Ibu dengan kategori usia risiko tinggi memiliki peluang lebih rendah untuk melakukan kunjungan ANC K6 dibandingkan dengan ibu kategori usia risiko rendah.
Faktor Sosial Ekonomi Kematian Bayi di Dusun Muntigunung Kabupaten Karangasem Provinsi Bali Ni Luh Putu Suariyani; I Ketut Tangking Widarsa; Ni Putu Widarini; Ni Ketut Sutiari; Rina Listyowati
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2010): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Dusun Muntigunung merupakan daerah kritis di Karangasem dengan jumlah penduduk miskin yang tinggi dan angka kematian bayinya paling tinggi di Karangasem. Sehubungan dengan masalah tersebut maka penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor determinan kematian bayi yang potensial di Muntigungung.Metode : Penelitian ini dirancang sebagai penelitian deskriptif ekploratif dengan pendekatan kualitatif berupa studi kasus Dusun Mutigungung dengan menggunakan keluarga yang memiliki kematian bayi satu atau lebih dalam 5 tahun terakhir sebagai kasus. Data kelahiran, kematian bayi, pendidikan, pekerjaan ibu, penghasilan keluarga serta keadaan geografis dikumpulkan dengan wawancara mendalam dan observasi. Hasil wawancara direkam dan dibuatkan transkripnya. Transkrip hasil wawancara dianalisis secara kualitatif sesuai konten factor determinan kematian bayi.Hasil : Dari 8 kasus kematian bayi dari 5 sampel keluarga, 6 meninggal waktu lahir, satu pada umur 2 hari dan satu lagi pada umur 2 bulan. Kemungkinan kematian tersebut disebabkan oleh aspiksia atau infeksi dan meninggal sebelum diobati ke dokter/bidan. Dimana keluarga tersebut memiliki faktor sosial ekonomi yang rendah.Kesimpulan: Faktor sosial-ekonomi keluarga yang meliputi pendidikan ibu dan suami serta pendapatan keluarga yang rendah kemungkinan salah satu faktor penyebab kematian bayi.Kata kunci: Sosial ekonomi, pendidikan, pendapatan, kematian bayi
Hiv Self Testing In Antenatal Care Services: A Systematic Literature Review Sulistyawati, Feni; Widarini, Ni Putu; Mashudi, Sugeng
Jambi Medical Journal : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol. 14 No. 1 (2026): JAMBI MEDICAL JOURNAL: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jmj.v14i1.21449

Abstract

Background: HIV continues to pose a serious threat to world health. Gestational age is one of the indicators used to evaluate the success of HIV status because pregnant HIV-positive women are more likely to experience maternal and perinatal morbidity and mortality. In order to reach pregnant women and their partners for HIV testing, the World Health Organization is beginning to explore the use of the most recent HIV test, known as HIV self-testing (HIVST). Determining the utilization of HIVST in ANC services is the aim of this literature review. Method: This article was written using a literature study based on Google Scholar and Pubmed databases from 2016-2023. A total of 17 articles are reviewed in this paper. Result: The results showed that the use of HIVST in pregnant women and their partners in ANC services was an early prevention related to status and further treatment efforts. Conclusion: It is hoped that the government will focus more on HIVST counseling and secondary HIVST distribution strategies in ANC services. In addition, further development is needed in the form of research related to HIVST in ANC services so that the target of HIV testing for pregnant women and partners can be achieved.
Factors Influencing the Level of Depression in Post-Hysterectomy Women Ni Nyoman Wariyanti; Ni Wayan Septarini; Ni Putu Widarini
Indonesian Journal of Global Health Research Vol. 8 No. 4 (2026): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v8i4.2025

Abstract

Hysterectomy is one of the most commonly performed gynecological procedures to treat various conditions such as uterine fibroids, endometriosis, and malignancies. Although it can improve physical health, this procedure may lead to psychological impacts, particularly depression. So, hysterectomy can lead to depression influenced by biopsychosocial factors such as body image, social stigma, and family support, so analyzing factors associated with depression, particularly body image, among post-hysterectomy women at Sanjiwani General Hospital helps identify risks and improve psychological care for these patients. Based on this, this study aims to analyze factors associated with depression, particularly body image, among post-hysterectomy women at Sanjiwani General Hospital, Gianyar. This study used an analytical observational design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 58 post-hysterectomy women selected using purposive sampling technique. Data were collected using the Multidimensional Body-Self Relations Questionnaire–Appearance Scales (MBSRQ-AS) to measure body image and the Depression Anxiety Stress Scale (DASS-21) to assess depression. Validity and reliability testing of these instruments were conducted prior to the study, showing that all items were valid (r-count > r-table) and reliable with a Cronbach’s alpha value > 0.70. Data analysis was performed descriptively, using the Chi-square test for bivariate analysis, and logistic regression for multivariate analysis with a significance level of 5%. Most respondents did not experience depression (67.2%), while 24.1% experienced mild depression and 8.6% experienced moderate depression. Bivariate analysis showed that body image (p=0.001), social stigma (p=0.006), and family support (p=0.002) were significantly associated with depression. Comorbidities were not significantly associated (p=0.054). Multivariate analysis showed that body image was the dominant factor influencing depression (p=0.048; OR=2.958; 95% CI: 1.011–8.658). Body image, social stigma, and family support are factors associated with depression among post-hysterectomy women, with body image being the most dominant factor.
Asupan Vitamin D dan Magnesium pada Remaja Belum Mencukupi Gizi yang Dianjurkan: Vitamin D and Magnesium Intakes in Adolescents Have Not Met Recommended Nutritional Requirement Listiyanti, Ni Kadek Luna; Sutiari, Ni Ketut; Widarini, Ni Putu
Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik Vol 5 No 1 (2026)
Publisher : Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB dan PERGIZI PANGAN Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25182/jigd.2026.5.1.358-364

Abstract

Masa remaja ditandai dengan pertumbuhan dan perkembangan fisik yang pesat, sehingga menyebabkan peningkatan kebutuhan zat gizi, terutama mikronutrien. Vitamin D dan magnesium merupakan mikronutrien yang dibutuhkan oleh tubuh. Defisiensi vitamin D berkaitan erat dengan defisiensi magnesium dalam tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat asupan vitamin D dan magnesium pada remaja. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan potong lintang. Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 1 Kuta dan SMP Negeri 4 Kuta Selatan. Subjek penelitian terdiri atas remaja berusia 13–15 tahun dari tiga kelas terpilih di masing-masing sekolah. Data dikumpulkan melalui pengukuran antropometri dan wawancara menggunakan SQ-FFQ. Uji Mann-Whitney digunakan untuk menganalisis perbedaan asupan magnesium dan vitamin D antara remaja dengan status gizi lebih dan status gizi normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asupan mikronutrien pada remaja dengan status gizi lebih maupun normal belum memenuhi standar Angka Kecukupan Gizi (AKG). Analisis menunjukkan perbedaan signifikan pada asupan vitamin D (p<0,001) dan asupan magnesium (p<0,001) antara remaja dengan status gizi lebih dan remaja dengan status gizi normal. Asupan vitamin D pada remaja dengan status gizi normal (1,1 mcg/hari) maupun remaja dengan status gizi lebih (2,2 mcg/hari) masih berada di bawah batas AKG yang dianjurkan. Asupan magnesium pada remaja dengan status gizi normal (87,6 mg/hari) maupun remaja dengan status gizi lebih (189 mg/hari) juga masih berada di bawah ambang batas AKG yang dianjurkan. Mengingat rendahnya asupan vitamin D dan magnesium dibandingkan dengan rekomendasi AKG, maka penting untuk meningkatkan kualitas pola konsumsi pangan, khususnya dalam hal asupan mikronutrien.