Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Pengendalian Hama Kumbang Tanduk (Oryctes rhinoceros) Melalui Pemasangan Perangkap Ferotrap Di Desa Baja Dolok Kecamatan Sipispis Ingrid Ovie Yosephine; Eka Bobby Febrianto; Saroha Manurung; Guntoro; Habib Prayitno; Wagino; Muhammad Nurkholis BB; Irfan Aditia; Muhammad Akbar Yasin; Syahriza Hudaya Lubis; Fathan Hably Azya; Rizki Mulia Nasution
JURIBMAS : Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : LKP KARYA PRIMA KURSUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62712/juribmas.v4i2.655

Abstract

Kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) merupakan salah satu komoditas perkebunan penting penghasil minyak nabati yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan permintaan pasar yang terus meningkat. Namun produktivitas kelapa sawit sering terkendala oleh adanya gangguan hama dan penyakit, salah satunya kumbang tanduk (Oryctes rhinoceros) yang menjadi hama utama pada tanaman kelapa sawit muda. Serangan hama ini dapat menyebabkan kerusakan serius pada titik tumbuh, menghambat proses fotosintesis, menurunkan hasil panen, memperpanjang masa tanaman belum menghasilkan, bahkan menyebabkan kematian tanaman. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dilakukan program pengabdian kepada masyarakat berupa pengendalian hama dengan pemasangan perangkap feromon (ferotrap) di Desa Baja Dolok, Kecamatan Sipispis, Kabupaten Serdang Bedagai. Kegiatan ini dilaksanakan melalui wawancara, observasi langsung, serta sosialisasi bersama petani dan perangkat desa, dengan tujuan memberikan alternatif solusi pengendalian hama yang lebih efektif, ramah lingkungan, dan hemat biaya. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penggunaan perangkap feromon mampu menurunkan populasi kumbang tanduk secara signifikan dan mendapat respon positif dari masyarakat. Selain itu, partisipasi aktif petani sangat mendukung keberhasilan program, meskipun efektivitas ferotrap tetap dipengaruhi oleh faktor lingkungan seperti curah hujan dan kelembaban. Dengan demikian, kegiatan ini terbukti memberikan manfaat nyata bagi petani serta meningkatkan pengetahuan mereka mengenai teknik pengendalian hama terpadu yang berkelanjutan.
Pemanfaatan Bungkil Jagung Dalam Pengomposan Pelepah Kelapa Sawit Arfianti Saragih, Dina; Yosephine Sitompul, Ingrid Ovie; Mariandi Rambe, Iqbal
Agrium Vol 17 No 1 (2020)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v17i1.2348

Abstract

Tanaman kelapa sawit memiliki limbah seperti pelepah kelapa sawit yang dapat digunakan sebagai nutrisi tanaman dalam bentuk kompos.  Untuk mempercepat proses pengomposan pelepah kelapa sawit dapat diberikan penambahan tepung jagung sebagai nutrisi mikroorganisme  yang berperan dalam mendegradasi daun kelapa sawit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kompos C/N, kompos C-Organik, kandungan nitrogen kompos, dan lama pengomposan daun kelapa sawit. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan 5 perlakuan: kontrol P0 (pelepah 2kg), P1 (pelepah 2 kg dan tepung jagung 0,2 kg), P3 (pelepah 2 kg dan tepung jagung 0,4 kg), P4 (pelepah 2 kg dan 0, 6 kg tepung jagung), P5 (2 kg pelepah dan 0,8 kg makanan inti). Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu dan pH kompos dari daun kelapa sawit sesuai dengan Standar Nasional Indonesia. Hasil peengomposan kadar C-Organik tertinggi terdapat pada komposisi 0,6 kg tepung jagung dengan 2 kg pelepah daun sawit  dengan nilai 40,11% dan terendah ditemukan pada pemberian 0,8 kg tepung jagung pada 2 kg pelepah daun kelapa sawit dengan nilai 37,27%. Kandungan nitrogen tertinggi ditemukan pada  P3 dengan pemberian  tepung jagung 0,4 kg pada  2 kg  pelepah daun sawit dengan nilai 2,61% sementara nilai terendah pada P1 dengan penambahan 0,2 kg tepung jagung  pada  2 kg pelepah dengan nilai 1,97 %. Hasil rasio C/N tertinggi dijumpai pada  P2 (tepung jagung 0,2 kg pada pelepah  2 kg daun sawit  dengan nilai 20,10% dan nilai terendah pada perlakuan P3 pada pemberian 0,6 kg tepung jagung pada  2 kg  pelepah daun sawit  dengan nilai 14,92%.
Kajian Pemanfaatan Limbah Padat Palm Kernel Cake (PKC) Dalam Pengomposan Pelepah Kelapa Sawit Arfianti Saragih, Dina; Yosephine Sitompul, Ingrid Ovie; Reza Husada, Mhd.
Agrium Vol 17 No 2 (2020)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v17i2.2858

Abstract

           Penelitian ini telah dilaksanakan di rumah kaca Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Agrobisnis Perkebunan (STIPAP) Medan. Waktu Penelitian dilakukan pada bulan Maret-Mei. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan  5  perlakuan; P0 Kontrol (2 kg pelepah), P1 (2 kg pelepah dan 0,2 kg PKC), P2 {(2 kg pelepah dan 0,4 Palm Kernel Cake (PKC)}, P3 (2 kg pelepah dan 0,6 PKC), dan P4 (2 kg pelepah dan 0,8 PKC) dengan ulangan masing-masing perlakuan 5x. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Perlakuan PKC kompos pelepah kelapa sawit memiliki kadar C-Organik tertinggi (40,97%)  terdapat pada perlakuan P0 (Kontrol) dan yang terendah dengan nilai 38,53% terdapat pada perlakuan P2 (2 kg pelepah dan 0,4 kg PKC). Hasil Perlakuan PKC terhadap kadar N (Nitrogen) kompos pelepah kelapa sawit. Kadar N (Nitrogen) tertinggi terdapat pada perlakuan P2 (2 kg pelepah dan 0,4 kg PKC) dengan nilai 3,43% dan yang terendah terdapat pada perlakuan P0 (Kontrol) dengan nilai 2,23%. Perlakuan PKC terhadap kadar rasio C/N kompos pelepah kelapa sawit. Rasio C/N tertinggi terdapat pada perlakuan P0 (Kontrol) dengan nilai 18,14 dan yang terendah terdapat pada perlakuan P1 (2 kg pelepah dan 0,2 kg PKC) dengan nilai 12,32. Suhu, pH, Kadar N (Nitrogen) dan Rasio C/N pada semua perlakuan telah memenuhi SNI 19-7030-2004.
Uji Karakteristik Sifat Mekanik Biodegradable Polybag Berbasis Limbah Tanaman Kelapa Sawit (TKKS Dan Pelepah) Maharany, Rina; Yosephine, S, Ingrid Ovie
Agrium Vol 18 No 1 (2021)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v18i1.3847

Abstract

Perkebunan sawit telah menjadi perkebunan terbesar di Indonesia, salah satunya terdapat di Provinsi Sumatera Utara. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Utara menyatakan bahwa luas areal perkebunan kelapa sawit tahun 2016 adalah 417.809 ha dengan produksi TBS mencapai 5.775.631,82 ton, dan akan dihasilkan limbah Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) sebesar 23.250 ton/hari pada PKS berkapasitas 50 ton/jam. Material organik baik berupa limbah padat kelapa sawit sangat banyak tersedia dan belum dimanfaatkan secara maksimal. Bahan-bahan tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan biodegradable polybag yang  dapat digunakan sebagai media tanam untuk bibit tanaman semusim maupun tahunan. Penggunaan biodegradable polybag ini merupakan sebuah solusi dalam mengatasi  permasalahan lingkungan seperti akumulasi polybag plastik setelah pembibitan dan menghambat pertumbuhan tanaman akibat pelepasan polybag yang salah. Penelitian ini bertujuan untuk memodifikasi polybag organik yang telah dikembangkan sebelumnya dengan bahan utama limbah TKKS dan pelepah kelapa sawit, serta menentukan komposisi terbaik dari bahan baku tersebut dan melakukan pengujian kualitas sesuai dengan standar mutu kompos SNI. Kata kunci; Biodegradable Polybag, TKKS, Pelepah, Sifat Mekanik
Pengendalian Hama Kumbang Tanduk (Oryctes Rhinoceros) Menggunakan Fruit Trap dengan Kandungan Buah Nanas di Desa Payarengas Kecamatan Hinai Kabupaten Langkat Ingrid Ovie Yosephine; Saroha Manurung; Rani Febriani Br Trg; Isni Hokikah Auliah; Hardiansyah, Hardiansyah
ABDIKAN: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains dan Teknologi Vol. 2 No. 4 (2023): November 2023
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/abdikan.v2i4.2750

Abstract

One of the pests that attacks oil palm plants is Oryctes rhinoceros Linn, known as a pest that borers oil palm shoots by sucking fluids and making holes in the midribs of leaves, stems and fruit. This horn beetle pest attacks oil palm plants planted in the field until they are 2.5 years old by destroying the growing point, resulting in damage to young leaves. So far, control has been carried out using chemical pesticides. The consequences of excessive use of pesticides can cause environmental problems. To avoid these consequences, natural horn beetle pest control is carried out using pineapple juice. This program is carried out to provide knowledge to the public about how to control horn beetle pests (Oryctes Rhinoceros) using fruit traps containing pineapple fruit. Socialization activities for controlling horn beetles (Oryctes Rhinoceros) using fruit traps containing pineapple fruit in Payarengas Village, Hinai District, Langkat Regency for 1 month from 14 August to 14 September 2023. Installing fruit traps containing pineapple fruit in the land shows potential as a pest control horn beetles naturally. With community service activities, oil palm farmers can provide education and innovation in controlling horn beetle pests using fruit traps made from pineapples.
Pemanfaatan Briket Arang Kulit Pinang sebagai Bahan Bakar Alternatif di Desa Rumah Galuh, Kec Sei Bingai, Kab Langkat Eka Bobby Febrianto; Ingrid Ovie Yosephine; Marzuti Isra; Ismi Aryati; Ade Kurniawan Nasution
ABDIKAN: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains dan Teknologi Vol. 3 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/abdikan.v3i1.2760

Abstract

Fuel oil, coal and gas are some of the energy sources that are widely used by the people of Indonesia. Charcoal briket are a biomass energy source that is biodegradable and environmentally friendly which is one of the alternative fuels. The basic material for making briket charcoal consists of various materials such as agricultural, plantation, and household waste. One of the agricultural commodities of the community of Rumah Galuh Village, Sei Bungai District, Langkat Regency is areca nut. Solid waste in the form of areca nut peel has the potential to be used in briket making materials that can increase the use and economic value of the waste. The implementation procedure starts from burning, grinding, sieving, making adhesives, making dough, molding, drying briket, to testing briket, then socialization to the community. As the ultimate goal of Community Service, with this activity, areca nut skin waste which is usually only burned can be used as goods of economic value, providing education to the community regarding the use of areca nut skin waste into charcoal briket so that in the future it can increase the income of the people of Rumah Galuh Village.
Characteristics of Chitosan from Black Soldier Fly Pupa Shells as a Crosslinking Agent in the Manufacture of Slow-Release Fertilizer Hydrogels Saragih, Sri Wahyuna; Irham, Wardatul Husna; Yosephine, Ingrid Ovie; Ferza, Muhammad; Yulia, Bella; Fadhilah, Annisah
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 1 (2025): January
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i1.9692

Abstract

Chitosan, a natural polysaccharide obtained through the deacetylation of chitin, exhibits unique properties that make it a potential material for various applications, including agriculture. This study aims to examine the characteristics of chitosan derived from Black Soldier Fly (BSF) pupa shells and its role as a crosslinking agent in polymer-based hydrogel synthesis for slow-release fertilizers. Chitosan was isolated through chemical processes, including demineralization, deproteinization, and deacetylation. Characterization was conducted using FTIR, XRD, SEM, TEM, and TGA. The results revealed that chitosan from BSF pupa shells has a degree of deacetylation of 83%, a semi-crystalline and slightly amorphous structure, pores that enhance water absorption capacity, and high thermal stability. These properties make chitosan an effective crosslinking agent, improving hydrogel stability and extending nutrient release duration. These findings demonstrate the potential of chitosan as an innovative material for hydrogel applications in sustainable agriculture.
Analisis Kadar Bahan Organik Pada Tanah Ultisol di Perkebunan Kelapa Sawit Fase TBM (Tanaman Belum Menghasilkan) dan TM (Tanaman Menghasilkan) Yosephine, Ingrid Ovie; Maisarah, Maisarah; Guntoro, Guntoro; Lubis, Abdul Rahman
JURNAL AGROPLASMA Vol 12, No 2 (2025): Vol 12, No 2 (2025): (JURNAL AGROPLASMA VOLUME 12 NO 2 TAHUN 2025)
Publisher : UNIVERSITAS LABUHANBATU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/agroplasma.v12i2.8156

Abstract

Ultisol soil is soil with soil acidity problems, little organic material and low macro nutrients, so it has a big impact on the productivity of oil palm plants. Organic matter is one of the limiting factors and plays a very important role in nutrient delivery and as a nutrient buffer. This research was carried out at PT. Langkat Nusantara Kepong Kebun Tanjung Beringin Langkat Regency in Division 2 Immature Crops (TBM) and Mature Crops ™. From December 2023 to February 5 2024. This research aims to be able to determine the soil organic matter content in the Immature Plants (TBM) and Mature Plants ™ phases in ultisol soil in the oil palm plantations of PT. Langkat Nusantara Kepong Kebun Tanjung Beringin. This research used quantitative descriptive methods and a completely randomized design. Research Results: The organic C content of Tanjung Beringin gardens is relatively low. The C-organic content in the TBM area has a significant difference compared to the TM area. The N content of Tanjung Beringin garden soil is classified as very low and there is no significant difference between the TBM and TM areas. Keywords: ultisol soil, organic matter, palm oil, TBM, TM 
Analisis Serapan Karbon Beneficial Plant pada Lahan Kelapa Sawit Berbasis Life Cycle Assessment (LCA) Maisarah, Maisarah; Yosephine, Ingrid Ovie; Simbolon, Hasanal Fachri Satia; Dian, Rahmad; Febrianto, Eka Bobby
Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development Vol. 8 No. 1 (2025): Ranah Research : Journal Of Multidisciplinary Research and Development
Publisher : Dinasti Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/rrj.v8i1.1851

Abstract

Peningkatan emisi karbon dioksida (CO₂) ke atmosfer merupakan salah satu isu utama pemanasan global yang kerap dikaitkan dengan aktivitas perkebunan kelapa sawit. Namun, selain menghasilkan emisi, ekosistem kelapa sawit juga berperan sebagai penyerap karbon melalui tanaman utama maupun tanaman penutup tanah yang disebut beneficial plant. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kadar karbon pada Mucuna bracteata sebagai tanaman penutup tanah leguminosa di lahan kelapa sawit. Pengukuran dilakukan dengan metode Organic Carbon Walkley-Black: Colorimetric Method menggunakan spektrofotometer UV-VIS. sedangkan pengukuran tidak langsung dilakukan melalui pemodelan Life Cycle Assessment (LCA) dengan bantuan perangkat lunak OpenLCA dan database Ecoinvent v.3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar karbon daun M. bracteata relatif stabil dengan koefisien variasi <0,2%, di mana nilai tertinggi tercatat pada sampel S2 sebesar 3,098 mg/mL per 0,1 g daun. Analisis LCA mendukung temuan tersebut dengan menunjukkan potensi kontribusi M. bracteata dalam menekan emisi bersih CO₂ pada subsistem perkebunan kelapa sawit. Konsistensi kadar karbon tersebut mengindikasikan kemampuan M. bracteata dalam menyerap karbon, sejalan dengan literatur yang menegaskan biomassa tinggi dan kontribusinya terhadap perbaikan sifat tanah, fiksasi nitrogen, dan pengendalian gulma. Dengan demikian, M. bracteata berpotensi menjadi agen penyimpanan karbon yang signifikan di ekosistem perkebunan kelapa sawit sekaligus mendukung penerapan perkebunan berkelanjutan dan baseline data untuk perdagangan karbon.